Jumat, 16 Maret 2012

Aliran Sesat LDII dan NU Jalin Kerjasma, Kok Bisa?


Dakwah Ahlussunnah- Bagi yang sudah faham, pasti akan langsung heran dengan berita ini. Kok mau NU kerja sama dengan Aliran Sesat? Apakah karena NU juga sesat? Tapi itulah kenyataannya. Sebagaimana diberitakan oleh hidayatullah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menjalin kerja sama dalam lima bidang yang strategis bagi umat dan bangsa. Bidang-bidang tersebut adalah dakwah yang bertema mencegah radikalisasi, lingkungan hidup dan penanggulangan bencana, pendidikan, kedaulatan pangan dan tetap tegaknya NKRI.

"Kami bekerjasama dengan PBNU, sebagai Ormas Islam nasional terbesar yang sama-sama berkomitmen terhadap tegaknya NKRI dan Pancasila. Kami konkretkan kerjasama itu dalam 5 bidang, serta dalam rangka lebih menguatkan ukhuwah," kata Ketua Umum DPP LDII, Prof Dr KH Abdullah Syam, usai bertemu dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqiel Siradj, di Jakarta, Kamis sore.

Siaran pers Humas DPP LDII menyebutkan, bahwa Ketua Umum PBNU Said Aqil mengatakan bahwa NU menyambut baik dan siap bekerjasama dengan LDII. Hal ini juga karena selaras dan berkaitan dengan upaya pemberdayaan umat yang dilakukan NU, yang menyentuh rakyat kecil.

"Kalau ada umat Islam, yang dhuafa dan kurang berpendidikan itu banyak warga NU. Dengan adanya kerja sama pendidikan, juga ketahanan pangan yang berarti memberdayakan kaum petani, itu pas sekali," kata Said Aqiel dikutip Antara.*

20 komentar:

  1. Para pengurus NU sepertinya sudah banyak terinfeksi virus liberl. Jadi dianggapnya semua benar. Kecewa

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin anda yang kena virus..rabies... fahamkanlah diri anda dulu yach... dan banyaklah minta ampunan pada alloh..

      Hapus
  2. Astaghfirullahal'adziim..
    Gampangnya MENYESATKAN orang apalagi organisasi..
    Ingat mas/mbak, yang nulis artikel/berita ini, semakin banyak artikel ini dibaca orang, semakin banyak orang mengira kalau NU dan LDII sesat, dan semakin banyak dosa yang akan menghampiri mereka dan tentu penyebar berita ini..

    Ya Allah.. Ya Allah.. Semoga Engkau mengampuni dosa-dosa hambaMu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya Berita Ini justru mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap LDII.

      Hapus
    2. iya bener... harus hati2 sama orang LDII.. jangan di digegeri to di fitnah... soalnya klo di gegeri to di benci sama masyarakat ..malah tambah banyak...

      Hapus
    3. Bagaimana perasaan anda jika yang membaca ini adalah orang ldii,,
      setidaknya anda punya hati. dan bisa sedikit berfikir...

      Hapus
  3. kenapa begitu fanatik sama golongan ( NU atau yang lain ) emang ada ayat atau hadiest untuk memegang salah satu golongan yang dibuat manusia.Knapa gak kita besarkan dan pegang teguh islam aja,itu kan sudah sempurna.jangan keleat pintar.

    BalasHapus
  4. Sok tau sok bicara sesat,, tau apa,ada urusan apa,, dan ada masalah apa,, setiap orang punya hak atas setiap golongan,tak usah menyesatkan,, pake hukum apa sehingga beraninya mengatakan seperti itu?? apa tidak takut dgn apa yg sudah dkatakan itu, dan ada apa dengan ldii knpa sebaiknya harus berhati2,, setidaknya brfikir dan gunakanlah hati kalian sendiri,,

    BalasHapus
  5. Badan Hukum LDII sebagai Ormas
    a). Dasarnya, yaitu Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No. AHU-18. AH.01.06. Tahun. 2008, Tanggal, 20 Pebruari 2008.
    b). Isi Keputusan: PERTAMA: Memberikan Pengesahan Akta Pendirian: LEMBAGA DAKWAH ISLAM INDONESIA disingkat LDII, NPWP. 02.414.788.6-036.000 berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia, sebagaimana anggaran dasarnya termuat dalam AKTA Nomor 01 tanggal 03 Januari 1972 yang dibuat oleh Notaris Mudijomo berkedudukan di Surabaya dan Akta Nomor 13 Tanggal 27 September 2007, yang dibuat di hadapan Notaris Gunawan Wibisono, SH, berkedudukan di Surabaya dan oleh karena itu mengakui lembaga tersebut sebagai badan hokum pada hari pengumuman anggaran dasarnya dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia. KEDUA: Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia ini disampaikan kepada yang bersangkutan untuk diketahui dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

    BalasHapus
  6. Ada 3 Motto LDII, ialah :
    1. Yang artinya: “Dan hendaklah ada di antara kamu sekalian segolongan yang mengajak kepada kebajikan dan menyuruh pada yang ma’ruf (perbuatan baik) dan mencegah dari yang munkar (perbuatan tercela), mereka itulah orang-orang yang beruntung”. (QS. Ali Imron, No. Surat: 3, Ayat: 104).
    2. Yang artinya: “Katakanlah inilah jalan (agama) – Ku, dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah (dalil/dasar hukum) yang nyata. Maha suci Allah dan aku tidak termasuk golongan orang yang musyrik”. (QS. Yusuf, No.Surat: 12, Ayat: 108).
    3. Yang artinya: “Serulah (semua manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan yang lebih baik”. (QS. An-Nahl, No.Surat: 16, Ayat: 125).
    Kegiatan LDII dalam Bidang Pendidikan Keterampilan, Kepemudaan dan Olahraga
    Dalam bidang Pendidikan Keterampilan, Kepemudaan dan Olahraga, LDII menyelenggarakan kursus keorganisasian, keterampilan, perkemahan pemuda, dan kegiatan Pramuka. Dalam bidang olahraga, di antaranya menyelenggarakan Pencak Silat Persinas ASAD (Ampuh Sehat Aman Damai) yang sudah menjadi anggota IPSI, sudah mengikuti turnamen Pencak Silat tingkat Nasional, turnamen sepak bola sampai tingkat Nasional dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda pada tahun-tahun 1991, 1994, dan 1996, 2000 dan 2002.
    Peran LDII dalam Bidang Ekonomi
    LDII peduli dan turut serta dalam pemberdayaan ekonomi rakyat dengan uji coba mengadakan kegiatan Usaha Bersama (UB) yang berbasis di tingkat Pimpinan Cabang ( PC) yang tersebar di seluruh Indonesia

    BalasHapus
  7. Sumber Hukum LDII
    Sumber hukum LDII adalah Alquran dan Hadis. Dalam memahami Alquran dan Hadis, ulama LDII juga menggunakan ilmu alat seperti ilmu nahwu, shorof, badi’, ma’ani, bayan, mantek, balaghoh, usul fiqih, mustholahul-hadits, dan sebagainya. Ibarat orang akan mencari ikan perlu sekali menggunakan alat untuk mempermudah menangkap ikan, seperti jala ikan. Perumpamaannya adalah seperti orang yang akan mencari jarum di dalam sumur perlu menggunakan besi semberani. Untuk memahami arti dan maksud ayat-ayat Alquran tidak cukup hanya dengan penguasaan dalam bahasa ataupun ilmu shorof. Alquran memang berbahasa Arab tapi tidak berarti orang yang mampu berbahasa Arab akan mampu pula memahami arti dan maksud dari ayat-ayat Al-Qur’an dengan benar. Penguasaan di bidang bahasa Arab hanyalah salah satu kemampuan yang patut dimiliki oleh seorang da’i atau muballigh, begitupun ilmu alat (nahwu shorof).
    Di LDII untuk memahami arti dan maksud dari ayat-ayat Alquran maka para da’i ataupun para muballigh / ghoh telah memiliki kemampuan-kemampuan sebagaimana berikut:
    1. Ilmu balaghoh, yaitu ilmu yang dapat membantu untuk memahami dan menentukan mana ayat-ayat yang mansukh (diganti/ralat) dan mana ayat-ayat yang nasikh (gantinya), dan mana ayat-ayat yang merupakan petunjuk larangan (pencegahan).
    2. Ilmu asbabun nuzul, yaitu ilmu yang membahas sebab-musabab turunnya ayat-ayat Alquran. Dengan ilmu tersebut dapat diketahui situasi dan kondisi bagaimana dan kapan serta dimana ayat suci Alquran diturunkan.
    3. Ilmu kalam, yaitu ilmu tauhid yang membicarakan tentang keesaan Allah, sekaligus membicarakan sifat-sifat-Nya.
    4. Ilmu qiro’at, yaitu ilmu yang membahas macam-macam bacaan yang telah diterima dari Nabi Muhammad (Qiro’atus Sab’ah).
    5. Ilmu tajwid, yaitu ilmu yang membahas cara-cara yang benar dalam membaca Alquran.
    6. Ilmu wujuh wan-nadzair, yaitu ilmu yang menerangkan kata-kata dalam Alquran yang mempunyai arti banyak.
    7. Ilmu ghoribil Quran, yaitu ilmu yang menerangkan makna kata-kata yang ganjil yang tidak terdapat dalam kitab-kitab biasa atau tidak juga terdapat dalam percakapan sehari-hari.
    8. Ilmu ma’rifatul muhkam wal mutasyabih, yaitu ilmu yang menerangkan ayat-ayat hukum dan ayat-ayat yang mutasyabihah.
    9. Ilmu tanasubi ayatil Quran, yaitu ilmu yang membahas persesuaian/kaitan antara satu ayat dalam Alquran dengan ayat yang sebelum dan sesudahnya.
    10. Ilmu amtsalil Quran, yaitu ilmu yang membahas segala perumpamaan atau permisalan.

    BalasHapus
  8. Aktivitas Pengajian LDII
    LDII menyelenggarakan pengajian Al Qur’an dan Al Hadits dengan rutinitas kegiatan yang cukup tinggi. Di tingkat PAC (Desa/Kelurahan) umumnya pengajian diadakan 2-3 kali seminggu, sedangkan di tingkat PC (Kecamatan) diadakan pengajian seminggu sekali.Untuk memahamkan ajarannya, LDII mempunyai program pembinaan cabe rawit (usia prasekolah sampai SD) yang terkoordinasi diseluruh masjid LDII. Selain pengajian umum, juga ada pengajian khusus remaja dan pemuda, pengajian khusus Ibu-ibu, dan bahkan pengajian khusus Manula/Lanjut usia.Ada juga pengajian UNIK (usia nikah). Disamping itu ada pula pengajian yang sifatnya tertutup, juga pengajian terbuka . Pada musim liburan sering diadakan Kegiatan Pengkhataman Alquran dan hadis selama beberapa hari yang biasa diikuti anak-anak warga LDII dan non LDII untuk mengisi waktu liburan mereka. Dalam pengajian ini pula diberi pemahaman kepada peserta didik tentang bagaimana pentingnya dan pahalanya orang yang mau belajar dan mengamalkan Alquran dan hadis dalam keseharian mereka.
    LDII mengadakan berbagai forum tipe pengajian berdasarkan kelompok usia dan gender antara lain :
    1. Pengajian kelompok tingkat PAC
    Pengajian ini diadakan rutin 2 – 3 kali dalam seminggu di masjid-masjid, mushalla-mushala atau surau-surau yang ada hampir di setiap desa di Indonesia. Setiap kelompok PAC biasanya terdiri 50 sampai 100 orang jamaah. Materi pengajian di tingkat kelompok ini yaitu Quran (bacaan, terjemahan dan keterangan), hadis-hadis himpunan, dan nasihat agama. Dalam forum ini pula jamaah LDII diajari hafalan-hafalan doa, dalil-dalil Quran Hadis dan hafalan surat–surat pendek ALquran. Dalam forum pengajian kelompok tingkat PAC ini jamaah juga dikoreksi amalan ibadahnya seperti praktek berwudu dan salat.
    2. Pengajian Cabe rawit
    Pengembangan mental agama dan akhlakul karimah jamaah dimulai sejak usia dini. Masa kanak-kanak merupakan pondasi utama dalam pembentukan keimanan dan akhlak umat, sebab pada usia dini seorang anak mudah dibentuk dan diarahkan. Pengajian Cabe rawit diadakan setiap hari di setiap kelompok pengajian LDII dengan materi antara lain bacaan iqro’, menulis pegon, hafalan doa-doa, dan surat-surat pendek Alquran. Forum pengajian Caberawit juga diselingi dengan rekreasi dan bermain.
    3. Pengajian Muda-mudi
    Muda-mudi atau usia remaja perlu mendapat perhatian khusus dalam pembinaan mental agama. Pada usia ini pola pikir anak mulai berkembang dan pengaruh negatif pergaulan dan lingkungan semakin kuat. Karena itu pada masa ini perlu menjaga dan membentengi para remaja dengan kefahaman agama yang memadai agar generasi muda LDII tidak terjerumus dalam perbuatan maksiat, dosa-dosa dan pelanggaran agama yang dapat merugikan masa depan mereka. Sebagai bentuk kesungguhan dalam membina generasi muda, LDII telah membentuk Tim Penggerak Pembina Generus (TPPG) yang terdiri dari pakar pendidikan dan ahli psikologi. Pembinaan generasi muda dalam LDII setidaknya memiliki 3 sasaran yaitu:
    • Menjadikan generasi muda yang sholeh, alim (banyak ilmunya) dan fakih dalam beribadah.
    • Menjadikan generasi muda yang berakhlakul karimah (berbudi pekerti luhur), berwatak jujur, amanah, sopan dan hormat kepada orang tua dan orang lain
    • Menjadikan generasi muda yang tertib, disiplin, trampil dalam bekerja dan bisa hidup mandiri

    BalasHapus
  9. 4. Pengajian Wanita/ibu-ibu
    Para wanita, ibu-ibu dan remaja putri perlu diberi wadah khusus dalam pembinaan keimanan dan peningkatan kepahaman agama, mengingat kebanyakan penghuni neraka adalah kaum ibu/wanita. Sabda Rasulullah SAW:
    “Diperlihatkan padaku Neraka, maka ketika itu kebanyakan penghuninya adalah wanita.” Hadis riwayat Bukhori dalam Kitabu al-Imaan
    Selain itu banyak persoalan khusus dalam agama Islam menyangkut peran wanita dan para ibu. Haid, kehamilan, nifas, bersuci (menjaga najis), mendidik dan membina anak, melayani dan mengelola keluarga merupakan persoalan khusus wanita dan ibu-ibu. Disamping memberikan kerampilan beribadah forum pengajian Wanita / ibu-ibu LDII juga memberikan pengetahuan dan ketrampilan praktis tentang keputrian yang berguna untuk bekal hidup sehari-hari dan menunjang penghasilan keluarga.
    5. Pengajian Lansia
    Para Lansia perlu mendapatkan perhatian khusus mengingat pada usia senja diharapkan umat muslim lebih mendekatkan diri kepada Allah sebagai persiapan menghadap kepada Ilahi dalam keadaan khusnul khotimah.
    “Sesungguhnya pengamalan itu dilihat dari akhirnya”
    6. Pengajian Umum
    Pengajian umum merupakan forum gabungan antara beberapa jamaah PAC dan PC LDII. Pengajian ini juga merupakan wadah silaturahim antar jamaah LDII untuk membina kerukunan dan kekompakan antar jamaah.
    Semua pengajian LDII bersifat terbuka untuk umum, siapapun boleh datang mengikuti setiap pengajian sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

    BalasHapus
  10. Sumber Pendanaan LDII
    Di dalam membiayai segala macam aktivitasnya menurut ketentuan ART organisasi pasal 30, LDII mendapatkan dana dari sumbangan yang tidak mengikat. Sebagian besar dana sumbangan dikumpulkan dari warga LDII sendiri (swadana). Selain dari warganya, LDII juga menerima sumbangan dalam berbagai bentuk dari perorangan, pihak swasta maupun pemerintah Republik Indonesia.

    BalasHapus
  11. Cara Beribadah Warga LDII
    Berbedakah Cara Ibadah Warga LDII dengan Umat Islam Lainnya ??
    Jawabnya TIDAK .. !!
    Rukun Islam ada 5, satu di antaranya shalat. Sedangkan dalam shalat ada 13 rukun dimulai Takbiratul Ihram hingga Salam. Dalam shalat wajib 5 waktu, warga LDII juga melaksanakan 13 rukun yang diwajibkan.

    BalasHapus
  12. kalaupun untuk pengajian LDII,Semua bersifat terbuka untuk umum, siapapun boleh datang mengikuti setiap pengajian sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Termasuk sobat blogger semua yang belum pernah ngaji di LDII, Silahkan datangi Masjid-Masjid LDII terdekat di kota Anda ( ) Gak ada syarat khusus untuk ngaji di LDII, semua boleh , tua-muda, kaya-miskin, siapapun...
    jadi tolong jangan menghina dan menjelekkan ldii, ldii sama sekali tidak sesat. terima kasih,, smoga anda mengerti.

    BalasHapus
  13. yah kalau berbicara tentang kebenaran satu sama lain yang akan terus diperbincangkan hanyalah kebenaran relatif saja dan apabila diperdebatkan maka tidak akan kita jumpai titik temunya. selama kehidupan ini berlangsung, manusia hanya mempunyai kebenaran relatif yang artinya manusia tidak akan pernah mencapai kebenaran absolut dimana kebenaran absolut tersebut hanya milik Allah SWT. adapun perbedaan yang tedapat baik itu budaya dalam beribadah seperti perbedaan dalam shalat, puasa, sunnah dll kalau saya beropini fenomena tersebut tidak akan pernah hilang, dicari kebenarannyapun manusia tidak akan pernah mencapainya.

    BalasHapus
  14. Udah ga usah saling menyesatkan semua juga penginnya benar,tp segala kebenaran itu milik Allah.jd apa yg kita yakinin jalankan masa bodoh dgn keyakinan golongan lain itu menjadi tanggung jawab masing2.
    Yg NU pasti penginya yg paling benar
    Yg LDII jg sama penginnya yg paling benar

    Jd semua kembali kepada manusianya yg srek di hatinya yg mana..???

    Tp mohon maaf nich bagi yg LDII, kok knpa disini banyak keganjalan ya misal knpa klo kita ikutan solat di musolah/masjid orang LDII knpa langsung dicuci,begitupun waktu teman sy ngangkatin jemuran pakaiannya krn mau hujan kan masih bersih tp knpa langsung dicuci lg,terus ada teman sy yg melakukan keslahan terus orang tuanya memberikan sejumlah uang katanya buat penebusan dosa/biar dosanya diampuni/impas,sy bingung ada yg begitu,itu benar apa nggak ya,atau merekanya yg salah dlam pelaksanaan

    Gimana niCh,soalnya ditempat sy ada sebagian yg LDII disamping Muhammadiayah & NU yg mayoritas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Kamandaka, ana mo coba jawab,
      1. Semua golongan akan menganggap diri mereka masing masing adalah yg paling benar: "mana ada iklan kecap nomor dua?"
      2. Hidayah datangnya dari Alloh
      3. Soal ada yang pel pel, Warga LDII diajarkan tentang kesucian itu sangat penting, bahkan dihadist diceritakan banyak umat islam yang masuk neraka hanya karena tidak menjaga dirinya dan ibadahnya dari najis najis kecil yang dia sendiri tidak sadari (karena tidak perduli), maka coba ente bayangkan, warga LDII udah pol polan jaga kesucian mesjid, pakaian, dan tubuh mereka dari najis najis kecil eh tau tau ente:a. Pakai celana yang bisa sekalian dipake buat pel dan nyapu jalanan udah gitu diseret seret pulak jalannya (ga keitung berapa banyak tokay yang ente bersihin dijalan pakai celana ente) diseret seret pula ke dalam mesjid udah gitu dari tempat wudhu ke dalam mesjid ga pakai alas kaki pula (slonong boy), b. Baju udah cape cape di sucikan biar bersih dan suci (dialirkan air) tau tau tangan ente tau bekas apaan ga jelas maen pegang aja padahal keadaan nya (tangan ente atau bajunya) masih basah, warga LDII menjaga kesucian pakaian, diri dan mesjid mereka dengan sungguh sungguh karena mau terhindar dari ancaman neraka karena najis najis kecil....

      Hapus
  15. nyimak dikit dulu
    baca ini: http://nahdlatusyiah.blogspot.co.id/2016/10/ada-makar-syiah-dan-elite-politik-pada.html

    BalasHapus

◄ Newer Post Older Post ►

Pasang Iklan 150x150 px

Artikel Terbaru

Komentar Terbaru

 

Copyright 2011 Dakwah Ahlussunnah is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot Published by Template Blogger