Senin, 09 April 2012

246 Warga Terkapar keracunan makanan gara-gara acara Maulid Nabi

Dakwah Ahlussunnah. Bogor-Sudah jatuh tertimpa tangga. Sudah dosa karena perbuatan bid’ah, keracunan pula. Inilah yang dialami oleh warga RW 06, Kampung Bojongsempu, Desa Cileubut Barat, Kecamatan Sukaraja, yang keracunan makanan dari besek (bingkisan makanan, red) maulidan dan hajatan warga setempat. Enam korban terpaksa dirujuk ke RSUD Cibinong untuk mendapatkan perawatan intensif karena kondisinya kritis. Dua di antaranya bernama Lubis (15) dan Sahid (10).

Sebanyak 14 korban lainnya diopname di Masjid Al-Barokah, Kampung Bojongsempu, dan sisanya dipulangkan ke rumah masing-masing. Korban yang dirawat di masjid ini ditangani langsung petugas medis UPTD Puskesmas Sukaraja.

Kapolsek Sukaraja, Kompol Ipik Kusmana mengatakan, mayoritas korban merupakan warga RT 01, 02, 03 dan RT 04, RW 06. Diduga warga keracunan masakan telur dari besek yang dibawa dari acara hajatan pernikahan putri Murtamah yang dirangkaikan dengan acara Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu (7/4).

”Mulai pukul 14:00 WIB, sampai tadi (Minggu) petang, korban berjatuhan. Korban merasa mual dan muntah-muntah, napas cepat dan bergetar, muntaber lah. Ada dua orang yang kondisinya cukup parah, sehingga perlu perawatan intensif,” kata Ipik.

Islam tidak pernah mengajarkan untuk melaksanakan Maulid Nabi. Bahkan sebenarnya sejarah acara maulid nabi adalah dari perbuatan aliran sesat syi’ah yang lahir dari rahim Yahudi. Semoga saja para korban diberikan hidayah oleh Alloh untuk bertaubat dari ritual-ritual sesat semisal maulid. Bisa jadi ini adalah teguran dari Alloh bagi para pelaku bid'ah.

2 komentar:

  1. terjumpa artikel ni, juga pasal keracunan makanan… sharing is caring :) - Keracunan Makanan

    BalasHapus
  2. Kayaknya yang bersedekah gak ikhlas tuh

    BalasHapus

Pasang Iklan 150x150 px

Artikel Terbaru

Komentar Terbaru