Sabtu, 17 Maret 2012

Ketua MUI: Beli Tiket Lady Gaga Hukumnya Haram


Dakwah Ahlussunnah - KH. Kholil Ridwan yang juga ketua MUI mengecam keras konser Lady Gaga di Indonesia pada tanggal 3 Juni nanti. Artis pemuja setan dan bintang foto bugil tersebut disinyalir akan merusak moral umat Islam khususnya generasi muda. Maka itu beliau meminta umat muslim yang sudah membeli tiket Lady Gaga agar dikembalikan karena membelinya adalah haram.

“Tiket itu harus dikembalikan karena hukumnya haram. Dangdut yang budaya lokal aja haram. Yang jual tiket dan pembeli tiket juga dosa,” katanya kepada Eramuslim.com Sabtu, (17/3) dalam kapasitas pribadi selaku Ketua MUI Bidang Seni dan Budaya.

Kyai yang juga tegas dalam menyikapi aliran sesat dan liberalisme ini juga mewanti-wanti dosa yang akan dipikul para panitia penyelenggara. Menurut Kyai Kholil, panitia yang mengundang Lady Gaga ke Indonesia berada pada dosa yang paling besar. “Karena gara-gara dia orang jadi nonton,” tuturnya.

Dalam menyikapi isu ini, umat Islam diminta untuk menolak dan mengadakan aksi penolakan atas kehadiran Ratu Illuminati tersebut ke Indonesia. Indonesia sebagai negara mayoritas Islam tidak boleh dirusak dengan ajaran kemusyrikan yang kerap dilakukan Lady Gaga.

“Umat Islam harus kompak menolak. Maka tidak ada jalan lain umat Islam harus melakukan protes, somasi, atau demonstrasi. Tapi jangan anarkis,” pesannya.

Lady Gaga dikabarkan akan melakukan konser di Indonesia pada tanggal 3 Juni nanti. Ribuan masyarakat Indonesia pun berbondong-bondong membeli tiket masuk dengan kisaran Rp. 400 ribu hingga 2 juta. (EM)

Islamic Book Fair Jadi tempat "Pacaran" Aktivis Gadungan


Dakwah Ahlussunnah - Islamic Book Fair atau Pameran Buku Islam merupakan sebuah acara yang sudah tidak asing bagi kalangan aktivis Islam dan para pecinta buku. Yup, di acara tahunan tersebut para penerbit buku Islam berlomba menawarkan produk terbarunya dengan diskon besar antara 20-80%. Pastinya anda akan dengan mudah menemukan berbagai judul buku Islam terbaru yang belum anda lihat di toko buku. Dengan diskon besar itupun pastinya sangat cocok untuk kantong para mahasiswa dan pelajar muslim maupun muslimah yang konon uang sakunya pas-pasan. Sehingga tak heran jika puluhan ribu orang hadir ke acara tersebut setiap tahunnya. Hal ini sunggul luar biasa, minat baca umat Islam di Indonesia sudah meningkat sedikit demi sedikit. Ini merupakan salah satu tanda kebangkitan Islam. Subhanalloh.

Namun perlu diingat oleh kita, setan tak akan tinggal diam. Ya.. Di setiap aktivitas kebaikan, selalu ada setan yang ingin menggelincirkan anak keturunan Adam ke dalam kemaksiatan. Di acara Islamic Book Fair alias pameran buku Islam, tentu yang hadir adalah orang-orang yang punya ghiroh/semangat dan minat terhadap bacaan islami. Dan dapat dikatakan mayoritas pengunjungnya adalah para Aktivis Mahasiswa. Karena para orang tua biasanya sudah jarang sekali berfikir untuk membeli buku, mereka lebih terfokus bagaimana memenuhi kebutuhan primer rumah tangga. Celah inilah yang dimanfaatkan oleh setan.

Syahwat Ikhwan dan Akhwat di usia tersebut sedang tinggi-tingginya. Jika pemuda umumnya menjadikan tempat pacaran adalah di mall, maka setan akan menjadikan momen ini untuk menggoda para ikhwan untuk janjian dengan teman akhwat jalan bareng ke Islamic Book Fair. Terlebih di Islamic Book Fair suasananya tak jauh berbeda dengan pasar pada umumnya dari sisi ikhtilat (campur baur antar pengunjung ikhwan dan akhwat). Wow kesempatan.. sepertinya indah. Ya.. memang indah, namun keindahan semu yang membinasakan.

Sekalipun tidak dijadikan tempat "janjian", ya paling tidak bisa lah jadi tempat "mejeng" para "ikhwan dan akhwat" yang merasa ingin exis. Atau jadi ajang "nadzor-nadzor" Pura-puranya sih lagi lihat-lihat stand buku, tapi sesekali ngelirik ke akhwat di sebelahnya yang juga lagi nyari buku. Tipu daya setan memang canggih.

Apalagi kalau penjaga standnya adalah akhwat, hmm.. udah deh, si Ikhwan asyik ngobrol dengan si akhwat penjaga stand, pura-puranya sih nanya judul buku, nanya harga, tawar-menawar, tanya nomor HP dll, padahal gak punya uang buat beli buku. Akhwatnya juga malah seneng-seneng aja diajak ngobrol sama ikhwan, apalagi obrolannya tentang buku dagangannya, pastinya si akhwat ini berharap si ikhwan tersebut membeli buku di tempatnya.

Para produsen buku sepertinya mengedepankan profit, masa akhwat disuruh jaga stand? katanya penerbit Islam? kok tidak Islami? Bukankah seharusnya wanita musimah itu lebih afdhol di rumah? Namun Inilah canggihnya tipuan setan, awalnya penerbit berniat dakwah melalui penerbitan buku Islam, tapi seiring berjalannya waktu, setan membisikan rayuan-rayuan halus yang dapat menggelincirkan dari niat awalnya. Wanita Muslimah pun dimanfaatkan untuk menarik konsumen.

Tapi tidak semua ikhwan dan akhwat atau penerbit begitu lho.. Banyak juga yang niatnya bener-bener ingin cari buku, banyak juga penerbit yang masih memperhatikan nilai-nilai Islam dalam jual beli, bahkan sepanjang waktu mereka senantiasa menundukan pandangan. Ini yang harus dicontoh. Mudah-mudahan Alloh menjaga niat ikhlas kita dan melindungi kita dari tipu daya setan. Semoga bisa menjadi pelajaran. Insya Alloh, Jika Iman Kuat, maka niscaya setan akan minggat..!!
Oleh : Yusuf Supriadi
Foto : Suasana Islamic Book Fair yang tidak Islami





Pasang Iklan 150x150 px

Artikel Terbaru

Komentar Terbaru