Selasa, 20 Maret 2012

Pantaskah Olivia Dewi disebut Almarhumah?


Dakwah Ahlussunnah - Kesedihan menyelimuti anggota keluarga dan rekan korban, ketika peti jenazah mantan runner-up gadis sampul itu ditutup. Jenazah itu kemudian dimasukkan ke dalam mobil jenazah yang akan membawanya ke pemakaman San Diego Hill.

Olivia Dewi meninggal dunia akibat kecelakaan mobil di depan gedung Sentana kavling 7, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu dini hari, 10 Maret 2012.

Mobil bermerek Nissan Juke B 60 GOH yang dikendarai Olivia terbakar hebat setelah menabrak tiang papan reklame di Jalan Sudirman, Jakarta. Olivia tewas terpanggang, sedangkan teman semobilnya, Joy Sebastian, mengalami luka bakar parah. Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki sebab kecelakaan dan terbakarnya mobil yang dikemudikan Olivia.

Saat dievakuasi, Olivia ditemukan masih berada di jok kemudi. Jasadnya tidak terjepit, sebagaimana biasa terjadi dalam kasus-kasus kecelakaan mobil pada umumnya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Rikwanto mengatakan Olivia tidak bisa diselamatkan karena dia tersangkut sabuk pengaman. “Pengemudi tidak berhasil diselamatkan karena tersangkut di jok yang masih tersangkut seat belt. Hingga dua mobil pemadam kebakaran datang, mobil itu baru bisa dipadamkan,” kata Rikwanto.

Siapa dan apa agama Olivia Dewi?

Olivia Dewi adalah seorang gadis? Beragama Kristen. Ia adalah seorang yang berprofesi sebagai model, ia terpilih sebagai runner up gadis sampul 2010. Olivia Dewi baru berulang tahun ke 17 Januari lalu.

Pandangan seorang muslim terhadap orang kafir.

Sebagai seorang muslim, tentu sangat jelas bagi kita bahwa kematian itu bisa datang kapan saja, bisa menimpa remaja maupun orang tua, dan semestinya ini dijadikan pelajaran oleh kita. Dan kita pun yakin bahwa setelah kehidupan dunia, ada kehidupan akhirat.

Kebahagian di akhirat akan diperoleh orang-orang beriman, dan kesengsaraan akan dirasakan oleh orang kafir. Siapakah orang kafir? Mereka adalah orang yang beragama selain Islam.

Hal ini berdasarkan beberapa ayat al-Qur’an:

1. Agama yang diterima di sisi Alloh hanyalah Islam

“Sesungguhnya agama yang diterima di sisi Allah hanyalah Islam" [Ali Imran : 19]

2. Alloh melarang kita mati dalam keadaan selain beragama Islam.

“janganlah kamu mati kecuali kamu dalam keadaan muslim, yakni memeluk agama Islam” (QS. al-Baqarah 2:132).

3. Alloh mengancam orang kafir dengan kekalnya mereka di neraka.

"Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka adzabnya.Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir". [QS. An Najm:36]

"Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmatKu, dan mereka itu mendapat adzab yang pedih". [Al Ankabut:23].

"Sesungguhnya orang-orang kafir, yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik, (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk". [Al Bayyinah:6].


Sikap seorang muslim terhadap orang kafir

Sungguh sangat memprihatinkan, kasus meninggalnya Olivia membuat banyak umat Islam berbelasungkawa dengan cara yang salah. Diantara mereka ada yang menyebut jenazah sebagai almarhumah, padahal sebutan ini dilarang untuk orang kafir, karena orang kafir tak akan mendapat rahmah dari Alloh.

Adapula diantara mereka yang berdo’a agar mendapat kebahagiaan di akhirat. Inipun mustahil, sebab Alloh telah mengancam orang kafir dengan kekal di neraka.

Seorang muslim dilarang bersimpati, empati, mencintai dan mendoakan orang kafir sekalipun ia adalah orang tua kita sendiri, apalagi bukan siapa-siapa kita.

Dalil Tentang hal ini adalah firman Alloh

“Artinya : Tidak sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik walaupun orang-orang musyrik itu adalah kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, itu adalah penghuni neraka Jahannam. Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah di-ikrarkannya kepada bapakanya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri daripadanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun” [QS. At-Taubah : 113-114]

Mudah-mudahan kita sebagai seorang muslim dapat bersikap sesuai ajaran Islam. Jika saja kita bersimpati, mendo’akan rahmat dan ampunan bagi orang kafir, sama saja kita merestui agama tersebut. Wallahu a’lam.

Oleh : Yusuf Supriadi (Dari Berbagai Sumber)

key word, Muslim Haram Doakan Ampun Untuk Kafir

Bolehkah Wanita Muslimah Bekerja?


Dakwah Ahlussunnah - Orang-orang Barat melakukan kezaliman terhadap wanita dalam arena kerja, aktifitas industri, dan di bidang seni dan sastra. Kenyataan ini tercermin dalam karya seni, cerita, film dan lukisan mereka. Orang-orang Barat hanya menganggap wanita sebagai sebuah makhluk pengkonsumsi, pemboros dan pekerja murahan. Bahkan mengeksploitir aspek sensualitas kewanitaannya. Bagaimana dengan Islam?.

Islam membolehkan wanita bekerja, namun tetap menjaga fitrah dan kemuliaannya. Ada seperangkat aturan Allah yang harus diperhatikan wanita ketika harus bekerja.

Kehidupan Khusus dan Kehidupan Umum

Tugas utama wanita adalah mendidik anak dan mengurus rumahnya dalam rangka menjaga keutuhan keluarga. Oleh karena itu, wanita harus lebih memusatkan perhatiannya pada kehidupan khusus di dalam rumahnya. Berbeda dengan para pria yang bertanggung jawab mencari nafkah, sehingga pusat perhatiannya lebih banyak pada kehidupan umum di luar rumah.

Islam memiliki aturan yang lengkap, baik dalam kehidupan khusus (di dalam rumah) maupun kehidupan umum (di luar rumah/sector publik). Sistem Islam sangat menjaga kehidupan khusus sehingga wanita dan para mahramnya yang hidup di dalamnya merasa tentram, tenang jiwanya, dan dapat beristirahat setelah melakukan kerja keras.

Sistem Islam juga menjamin kehidupan umum, sehingga menjadi kehidupan yang serius dan produktif serta mampu memenuhi kebahagiaan dan kesejahteraan yang dibutuhkan masyarakat. Islam menjaga interaksi pria dan wanita dalam kehidupan umum tidak mengarah pada hubungan yang bersifat seksual. Sehingga kerjasama antara pria dan wanita dalam berbagai bidang kehidupan menjadi perkara yang pasti memberikan manfaat dan kebaikan.

Wanita Bekerja
Islam sangat menjaga agar dalam kehidupan khusus hendaknya komunitas kaum wanita terpisah dari komunitas kaum pria, misalnya di masjid, di sekolah, dan sebagainya. Hal ini terlihat dalam aturan shaf (barisan) shalat kaum wanita berada di bagian belakang shaf shalat kaum pria.Jadi wanita hendaknya hidup di tengah-tengah kaum wanita atau bersama para mahramnya. Apabila kaum wanita telah selesai menunaikan muamalatnya, ia harus segera kembali hidup bersama kaum wanita atau para mahramnya.

Ketika seorang wanita harus bekerja, maka dia sering berada dalam kehidupan umum dimana terjadi interaksi dengan pria yang bukan muhrimnya. Islam membolehkan adanya interaksi tersebut agar mereka dapat melaksanakan berbagai aktivitas untuk kepentingan masyarakat. Hukum Islam yang sempurna mampu mengatur interaksi tersebut sebatas kerjasama antara pria dan wanita yang selalu berada dalam koridor kesucian dan ketaqwaan.

Pria dan wanita ketika ada di ruang public diperbolehkan melakukan aktivitas dalam rangka melaksanakan risalahNya dalam kehidupan, dan kondusif untuk dakwah Islam dan jihad meninggikan kalimat Allah. Ketika seorang wanita muslimah harus bekerja di luar rumah, maka dia harus memperhatikan rambu-rambu syariah agar tidak menimbulkan kerusakan dan bahaya bagi masyarakat.

Rambu-rambu bagi wanita ketika keluar rumah
Islam melarang wanita untuk keluar dari rumahnya tanpa seijin suaminya, karena suami memiliki hak atas istrinya. Istri yang keluar rumah tanpa seijin suaminya dianggap berbuat maksiyat dan nusyuz (pembangkangan), sehingga tidak lagi berhak mendapatkan nafkah dari suaminya. Ibn Baththah dalam kitab Ahkam an Nisa’ dari penuturan Anas ra menceritakan bahwa ada seorang pria yang sebelum pergi melarang istrinya keluar rumah. Kemudian dikabarkan bahwa ayah wanita itu sakit. Wanita itu meminta ijin kepada Rasulullah saw agar dibolehkan menjenguk ayahnya. Rasulullah menjawab: “Hendaklah engkau takut kepada Allah dan janganlah engkau melanggar pesan suamimu”. Kemudian ayahnya meninggal. Wanita itu kembali meminta ijin untuk melayat jenazah ayahnya. Rasullulah bersabda: “Hendaklah engkau takut kepada Allah dan janganlah engkau melanggar pesan suamimu”. Lalu turun wahyu Allah: “Sungguh, Aku telah mengampuni wanita itu karena ketaatan dirinya kepada suaminya”.

Islam melarang wanita melakukan safar (perjalanan) keluar kota selama sehari semalam, kecuali disertai mahramnya. Rasulullah bersabda: “Tidak dibolehkan seorang wanita yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir melakukan perjalanan selama sehari semalam, kecuali jika disertai mahramnya”. Aturan ini menunjukkan bahwa wanita harus dijaga keamanan dan kehormatannya.

Islam memerintahkan pria dan wanita agar menundukkan pandangan serta memelihara kemaluannya. QS An Nur: 30-31). Maksudnya adalah pandangan antara pria dan wanita dalam interaksinya di kehidupan umum hanya sebatas ada keperluan dan tanpa syahwat. Hal ini merupakan tindakan pemeliharaan diri yang hakiki dan mencegah terjadinya perbuatan haram. Sebab, mata merupakan sarana praktis ke arah perbuatan-perbuatan yang terlarang.

Islam memerintahkan wanita agar memiliki sifat malu dan mengenakan pakaian yang sempurna dalam kehidupan umum. Pakaian yang sempurna akan menutup seluruh tubuh wanita kecuali muka dan telapak tangan. Dengan cara mengulurkan kerudungnya sehingga menutup kepala, leher dan dadanya; serta menghamparkan jilbabnya menutupi seluruh tubuh hingga kakinya. Sifat malu juga tercermin dari gerak-gerik yang dijaga agar tidak menggoda lawan jenisnya. Termasuk cara berbicara yang tidak mendayu-dayu.

Wanita muslimah ketika harus bekerja tidak menelantarkan tugas pokoknya di rumah. Pekerjaan wanita dalam mendidik anak dan melayani suami tidak dapat digantikan oleh orang lain. Dari berbagai penelitian membuktikan, anak-anak yang berhasil adalah yang mendapat curahan kasih sayang ibunya. Anak-anak yang tumbuh dalam pendidikan ibunya, akan menjadi generasi yang tangguh, dibandingkan mereka yang kering kasih sayang.

Islam melarang pria dan wanita untuk berkhalwat. Rasulullah bersabda: “Tidak diperbolehkan seorang pria dan wanita berkhalwat, kecuali jika wanita itu disertai mahramnya”. Khalwat adalah berkumpulnya seorang pria dan seorang wanita di suatu tempat yang tidak memberikan kemungkingan orang lain untuk bergabung dengan keduanya, kecuali dengan ijin keduanya. Khalwat menjadikan pria dan wanita hanya melihat lawan jenisnya dari sudut pandang seksual semata, sehingga menjadi sarana pemicu kerusakan. Sehingga harus diperhatikan desain ruangan kerja yang tidak menjadikan para karyawannya berkhalwat.

Islam melarang wanita untuk bertabarruj. QS An Nur: 60. Tabarruj adalah menampakkan perhiasan (yang berada di bagian tubuh yang merupakan aurat yang harus ditutup) dan kecantikannya kepada pria yang bukan mahram. Misalnya, gelang kaki (QS An Nur: 31). Sabda Nabi: “Siapapun wanita yang memakai wewangian kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium baunya, berarti ia seorang pezina”. “… wanita yang membuka auratnya seraya berpakaian tipis merangsang, berlenggak- lenggok, dan banyak lagak. Mereka tidak dapat masuk surga dan mencium bau surga, padahal bau surga dapat tercium dari jarak yang sangat jauh”.

Islam melarang pria dan wanita untuk melakukan amal perbuatan yang dapat membahayakan akhlak. Seorang wanita dilarang melakukan pekerjaan yang mengeksploitasi aspek sensualitas kewanitaannya untuk menarik perhatian konsumen atau kliennya.Jadi wanita bekerja karena kemampuan yang dimilikinya, bukan hanya bermodalkan kecantikan dan kemolekan tubuhnya.

Kerjasama antara pria dan wanita harus bersifat umum dalam urusan muamalat, bukan hubungan yang bersifat khusus seperti saling mengunjungi antara wanita dengan pria yang bukan mahramnya, jalan-jalan bersama, saling curhat. Tujuan kerjasama antara pria dan wanita adalah agar wanita dapat segera mendapatkan hak-haknya dan kemaslahatannya, dan dapat melaksanakan kewajibannya.

Islam melarang tindakan mencemarkan nama baik wanita-wanita suci, yakni dengan cara melontarkan tuduhan zina (qodzaf) kepada mereka (QS An Nur: 4, 23). Syariat Islam memang telah mengunci setiap lisan yang biasa meyebarkan kata-kata buruk dan mencemari kehormatan orang lain, sehingga kesucian jamaah Islam dapat terjaga.

Khotimah
Ketika Islam membolehkan wanita bekerja dalam kehidupan umum, telah diperlengkapi dengan seperangkat aturan yang dapat menjaga kesucian dan kemuliaan masyarakat.

Penulis: Ummu Hafiz

sumber: suara-islam

Video Sadis, Tentara Suriah Lemparkan Warga Sipil dari Atap Gedung


Dakwah Ahlussunnah - Rakyat Suriah terlibat bentrok dengan pasukan pemerintah rezim Assad di Damaskus pada hari Senin kemarin (19/3), dalam bentrokan paling brutal di ibukota Suriah yang telah terlihat sejak awal pemberontakan menentang Presiden Bashar al- Assad.

Dua hari setelah serangan bom mobil ganda yang menewaskan hampir 30 orang di ibukota, tembak-menembak hari Senin kemarin kembali terjadi di dekat pusat basis kekuasaan Assad yang tampaknya merupakan upaya pemberontak untuk menunjukkan bahwa mereka masih merupakan tantangan serius bagi rezim Assad meskipun telah dipaksa keluar dari Homs dan Idlib.

Namun yang mengejutkan adalah adanya laporan terbaru bahwa elemen oposisi di Dir al-Zur telah memposting sebuah video yang mereka klaim menunjukkan tentara Suriah melemparkan warga sipil yang tewas dan terluka dari atap gedung.

Ini bukan pertama kalinya, tentara Assad melakukan tindakan dan sadis kepada kubu oposisi maupun warga sipil yang menentang pemerintahannya.

Klik disini untuk melihat video.

Ini Dia Tanggapan Panitia Konser Terkait Fatwa Haram Tonton Lady Gaga


Dakwah Ahlussunnah - Meski Ketua MUI Bidang Seni dan Budaya, KH. Kholil Ridwan sudah memfatwa haram konser Lady Gaga, namun rencana konser Ratu Illuminati tersebut tetap berjalan. Michael Rusli, President Director Big Daddy Live Concert, menjelaskan bahwa Big Daddy akan tetap melaksanakan konser yang rencananya digelar pada 3 Juni 2012 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.

“Itu kan cuma opini satu orang saja. dia juga sudah bilang kalau pernyataan itu hanya opini pribadinya. Saya juga enggak bisa melarang pendapat orang, karena semua bebas berpendapat. Enggak ada masalah dengan kejadian ini, konser Lady Gaga akan tetap dilaksanakan,” tegas Michael seperti dilansir okezone.com, Senin (19/3).

Michael juga mengatakan bahwa sampai saat ini tidak ada informasi apapun dari pihak MUI yang melarang adanya konser pelantun Edge of Glory itu di Indonesia. Menurutnya kejadian seperti ini pasti ada disetiap negara yang akan didatangi oleh Lady Gaga.

“Ini bagian dari Lady Gaga yang merupakan artis sensasional dan fenomenal. Jadi pasti ada cerita dibalik kedatangannya. Di Indonesia mungkin ini konsernya dianggap haram, dinegara lain juga akan ada,” paparnya.

Sebelumnya kepada Eramuslim.com, KH. Khalil Ridwan meminta umat Islam yang sudah membeli tiket Lady Gaga untuk segera dikembalikan. Hal ini dikarenakan bahwa Lady Gaga telah dikenal seantero luas sebagai wanita pemuja setan dan bintang pono bugil yang akan merusak moral masyarakat.

“Tiket itu harus dikembalikan karena hukumnya haram. Dangdut yang budaya lokal aja haram. Yang jual tiket dan pembeli tiket juga dosa,” katanya.

Kyai yang juga tegas dalam menyikapi aliran sesat dan liberalisme ini juga mewanti-wanti dosa yang akan dipikul para panitia penyelenggara. Menurut Kyai Kholil, panitia yang mengundang Lady Gaga ke Indonesia berada pada dosa yang paling besar. “Karena gara-gara dia orang jadi nonton,” tuturnya.

Pasang Iklan 150x150 px

Artikel Terbaru

Komentar Terbaru