Rabu, 21 Maret 2012

Mutiara Sya'ir : Bahagia (lirik)



BAHAGIA

Bahagia.. Sungguh cantik dikau

Sungguh jelita dikau

Gemerlap bak mahkota bertaburkan permata

Seakan intan di dada mutiara


Di balik kabut misteri dikau bertahta

Bisa kupandang tak bisa kupegang

Bagai baying-bayang fatamorgana



Sungguh jelita dikau bahagia..

Kau didamba setiap sahaya

Oleh sang kaya dan yang papa,

Oleh si tua dan si muda

Oleh pria dan wanita

Tak seorang tau dimana kau berada

Ku cari dikau siang dan malam

Dilembah yg hijau.. di danau yang dalam

Kuburu dikau di rimba yang kelam

Ku kejar dikau di padang nan gersang

Kunanti dikau di sorak pantai nan riang

Tapi kau tak ada disana bahagia.. kau tak ada



Ku cari dikau di harta dan benda

Di lagu dan dendang

Di foya dan gadang

Diatas mega, di dalam semua yang mewah

Kuhirup tirta samudera cinta birahi

Demi berjumpa dikau bahagia..

Tapi ku tak pernah jumpa dikau bahagia..

Semua hanya menguras jiwa dan raga

Semua hanya tipu belaka



Kini usia menjelang fana, tapi kau tak kian ku jumpa

Kutanya dikau dilangit yg tinggi

Kusapa rembulan diangkasa raya

Dimanakah gerangan engkau berada

Jawabnya hanya senyum belaka

Seakan angin membisik didalam sukma

Dia ada di rongga dadamu diantara dua tulang rusukmu

Dia enggan sebelum kkau menemui Tuhanmu


Tegukan lututmu untuk Tuhan alam semesta

Pencipta jagat raya pemberi segalanya

Penguasa gagah perkasa sumber bahagia yg sejati


Rendahkan dahimu demi-Nya

Sucikan dan puji Dia menembus alam semesta

Cucurkan air mata kerinudan untuk-Nya



Mohonlah ampun dan rahmatnya di tiap malam yg sunyi seorang diri

Niscaya Kolbu kan menemuinya

Disitulah kau dapatkan bahagia.. bahagia sejati

Raihlah bahagia disana

Biarkan dia bertahta diantara hati dan jantung



Setelah sangkakala bersuara

Setelah titian mengerikan berlalukan

Setelah pintu-pintu Surga dibuka lebar

Setelah para penghuninya menetap di sana

Setelah Sang Maha Indah menampakan indah wajah-Nya yang Mulia

Di sana bahagia tiada tara, kan menjelma abadi

Sempurna.. Bahagia di Surga..


(By: Ustadz Abu Muhammad al-Katsiri, FAJRI FM)

Umat Islam Harus Gemar Membaca

Dakwah Ahlussunnah - Jika kita perhatikan kenyataan yang ada pada masa sekarang inimasih sangat sedikit orang yang gemar membaca, meskipun mereka menyadari bahwamembaca itu penting. Aktivitas membaca pada saat ini terutama di negeri ini sepertinya baru diminati oleh kalangan tertentu, seperti akademisi, guru, dosen, da’I, ulama dan sebagian kalangan professional. Sementara sebagian besar umat Islam lainnya terutama di Indonesia masih sangat rendah tingkat kegemaran mereka dalam hal membaca. Masyarakat kita masih lebih senang menonton acara TV ataupun mengobrol dibandingkan dengan membaca. Akibatnya, saat ini kita menjadi ummat yang terbelakang dalam hal ilmu dan peradaban jika dibandingkan dengan bangsa ataupun umat lainnya. Padahal beberapa abad yang lalu Umat Islam adalah umat yang jaya. Maka dari itu umat Islam harus menjadi umat yang gemar membaca.

Selain itu, berikut ini ada beberapa hal lainnya yang dapat dijadikan motivasi untuk meningkatkan minat baca kita. Diantaranya dan yang terpenting adalah:

  1. Alloh memerintahkan kita untuk membaca. Dan ini adalah ibadah yang sangat mulia dan penting. Saking pentingnya membaca, sampai-sampai Nabi Muhammad n diberi wahyu yang pertama adalah perintah membaca. Sebagaimana firmanNya dalam QS. al-Alaq: 1-5:“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah..dan seterusnya. Ini adalah perintah dari langit, dan perintah membaca pada ayat di atas telah direalisasikan oleh Rosululloh sendiri, dimana ketika itu beliau berusaha keras untuk belajar membaca di usia 40 tahun lantaran sebelumnya beliau adalah seorang yang ummi (tidah dapat membaca dan menulis). Beliaupun menekankan para Sahabatnya untuk belajar membaca. Hal ini dapat kita lihat pada lembaran sejarah Rosululloh tentang perlakuan beliau terhadap tawanan perang badar. Saat itu Rosululloh meminta kepada orang-orang musyrik yang tertawan untuk mengajarkan membaca dan menulis kepada 10 orang Muslim sebagai syarat jika mereka ingin dibebaskan. Hal ini dikarenakan saat itu masih sangat banyak umat Islam yang buta huruf, dan Rosululloh sangat menyadari bahwa kemampuan membaca dan menulis merupakan kebutuhan primer dalam menggapai kebangkitan Islam. Karena membaca merupakan sarana yang sangat besar dalam memperoleh wawasan dan Ilmu pengetahuan. Dan Islam pun berjaya sebagai pelopor tradisi keilmuan pada kurun-kurun berikutnya.
  2. Membaca merupakan sarana untuk mengembangkan ilmu dan membuka gerbang wawasan. Sebab ketika seseorang membaca sebuah buku, baik buku aqidah, fiqh, tafsir, hadits, siroh maupun buku lainnya maka sudah pasti ilmunya akan bertambah, dan Alloh senantiasa memuliakan orang yang berilmu disbanding dengan orang yang tidak berilmu, sebagaimana firmanNya dalam QS. Al-Mujadilah: 11
  3. Membaca merupakan salah satu ciri umat berperadaban maju. Di masa-masa keemasan Islam. Para ulama’ sangat antusias dalam membaca dan menelaah berbagai kitab. Sehingga Para kholifah sepeninggal Rosululloh pun tergerak untuk memberikan perhatian yang sangat besar terhadap tersebarnya Ilmu. Berbagai perpustakaan pun dibangun dalam rangka memfasilitasi umat dalam memperoleh Ilmu. Bahkan sejarah mencatat bahwa perpustakaan yang dimiliki umat Islam adalah yang terbesar di dunia pada masanya, dan tak ada yang menandinginya dalam waktu yang cukup lama. Diantaranya adalah perpustakaan Baitul Hikmah Baghdad, Kordova, Isybiliyah, Gharnatan, Darul Hikmah Kairo, Damaskus, Madinah dan al-Quds. Umat Islam ketika itu menjadi rujukan ilmu dari berbagai belahan bumi.
  4. Membaca juga dapat melatih dan mempertajam otak. Sebab saat membaca maka otak dituntuk untuk bekerja dengan konsentrasi dan focus. Anda akan dipaksa untuk memikirkan banyak hal yang Anda belum mengetahuinya. Dalam proses ini, Anda akan menggunakan sel otak Anda untuk berfikir dan menjadi semakin pintar. Sebaliknya, Sambungan saraf aktif akan mati jika tidak di rangsang dengan informasi baru. semakin banyak dirangsang, sambungan sel saraf aktif pada otak akan terus berkembang.
  5. Membaca akan meningkatkan kosakata Anda. Anda dapat belajar bagaimana mengira suatu makna dari suatu kata (yang belum Anda ketahui) dengan membaca konteks dari kata-kata lainnya di sebuah kalimat. Buku, terutama yang menantang, akan menampakkan kepada Anda begitu banyak kata yang mungkin belum Anda ketahui.

Inilah sebagian dari sekian banyak manfaat membaca yang tentu tidak akan cukup jika semua dituliskan di sini. Maka dari itu “Ayo Gemar Membaca”. Tentu manfaat itu akan Anda dapatkan jika yang anda baca adalah buku atau tulisan yang bermanfaat. Maka dalam menentukan bahan bacaan pun harus memperhatikan prioritas bahan bacaan. Tentu yang pertama adalah Anda harus menguasai masalah-masalah Agama sebelum kepada Spesialisasi ilmu yang lainnya. (ys)

Oleh : Yusuf Supriadi (Disarikan Dari Berbagai Sumber Buku dan Internet)

Alhamdulillah tulisan ini pernah dimuat di majalah Islam Gerimis

Menumbuhkan Minat Baca

Dakwah Ahlussunnah - Sudah menjadi rahasia umum jika membaca buku adalah pekerjaan yang membosankan bagi masyarakat kita, bahkan para mahasiswa di negeri ini pun masih minim sekali tingkat minat baca mereka. Padahal Membaca itu adalah suatu kebutuhan, jadi jika tanpa membaca kita tak akan memperoleh pengetahuan yang banyak. Membaca harus selalu dibiasakan,jika kita sudah terbiasa maka pasti kita akan jadi gemar membaca.

Berikut ini ada beberapa kiat agar kita terbiasa dan senang untuk membaca, antara lain;

1. Memahami apa tujuan Anda dalam membaca?

Bagi seorang muslim, tentu yang menjadi alasan utama mengapa kita membaca adalah karena Alloh telah memerintahkan untuk membaca, sebagaimana firmanNya dalam QS al-Alaq ayat pertama, yang berbunyi “Bacalah.!”. Ingatlah betapa besarnya pahala bagi orang yang menuntut ilmu, dan betapa mulianya orang yang memiliki ilmu pengetahuan. Insya Alloh dengan demikian maka kita akan semangat untuk membaca buku.


2. Menyusun perencanaan dalam membaca

Buatlah perencanaan dan target sesuai dengan kemampuan anda. Misalnya : Anda merencanakan untuk membaca sebuah buku tebal dalam waktu satu bulan. Mungkin Anda akan merasa lelah ketika pertama kali membuat perencanaan. Akan tetapi jika Anda komitmen dan konsekuen dengan perencanaan yang anda buat, maka anda akan sukses.


3. Mengatur Waktu

Pilihlah waktu yang tepat untuk membaca, yakni waktu yang kira-kira bisa membuat anda merasa tenang dan nyaman dalam membaca tanpa ada kesibukan lain yang mengganggu. Biasanya waktu yang sering digunakan membaca oleh banyak korang adalah setelah Solat Subuh, satu jam sebelum adzan Magrib, antara Magrib dan Isya, atau setelah Isya’. Tentukan penjadwalan waktu secara berencana, dan ketika tiba waktu tersebut, maka segeralah ambil buku dan bacalah..!!


4. Selalu bawa buku saat bepergian

Ini adalah sebuah kebiasaan yang sangat baik. Di manapun dan kapanpun Anda dapat memanfaatkan waktu dengan membaca. Saat berada di kereta api atau bus, maka anda bisa langsung membuka buku dan membacanya, begitupun ketika sedang menunggu di poliklinik, saat menunggu bus di halte dan di saat-saat santai lainnya. Dengan demikian hari-hari yang anda laluipun akan semakin bermakna dan semakin berkah karena selalu diisi dengan kebaikan.


5. Bertahap dalam membaca

Mulailah dari buku yang tipis-tipis, barulah kemudian membaca buku yang cukup tebal, bahkan yang berjilid-jilid, begitupun dalam hal berat dan ringannya pembahasan, mulailah dari buku yang kira – kira mudah dipahami, artinya untuk memulai kebiasaan agar kita suka membaca yaitu kita cari buku yang ringan – ringan saja, tidak perlu kita mencari buku yang nantinya sulit kita pahami dan membuat kita malas untuk membacanya.


6. Buatlah perpustakaan pribadi di rumah anda.

Dengan kehadiran perpustakaan pribadi di rumah anda, maka andapun akan semakin terdorong dan tertarik untuk membaca buku-buku tersebut. Cobalah untuk mulai merencanakan membeli buku yang banyak, lalu tata buku tersebut dengan rapih di rak-rak khusus. Jika anda mampu, belilah buku dengan judul yang bermacam-macam dari beragam cabang ilmu. Sehingga ketika anda ingin mengetahui permasalahan tertentu, maka anda dapat segera medapatkannya dari perpustakaan pribadi, serta jika terkadang anda jenuh dengan buku tertentu, maka ada pilihan buku lainnya yang bisa anda ambil dari perpustakaan tersebut.

Membuat perputakaan pribadi tentu tidak khusus untuk orang kaya saja. Sebenarnya banyak orang yang pendapatannya pas-pasan namun masih bisa membeli buku, minimalnya satu bulan satu buku. Baik dengan cara menabung, ataupun berprilaku hemat dalam berbelanja. Sebab, ada beberapa orang yang hanya untuk makan saja terkadang menghabiskan uang yang nilainya setara dengan 2 buah buku. Atau membeli pakaian dengan uang senilai 10 buah buku, nah sebaiknya hal seperti itu kita hindari. Mari sisihkan sebagian uang yang kita miliki untuk membeli buku.

Dan perlu diketahui pula, bahwa upaya anda dalam mengoleksi buku ini adalah sebagai suatu amal jariyah yang pahalanya sangat besar. Sebab, perputakaan itu tentu bukan hanya bermanfaat bagi anda, melainkan juga bagi anak-anak bahkan cucu anda.

7. Teladanilah para ulama dalam hal membaca.

Jika kita telurusi, sebenarnya kehidupan para ulama tidak bisa dilepaskan dari aktivitas membaca. Seperti misalnya saja ulama bernama Ibnu al-Jauzi yang wafat tahun 597 H, ia telah membaca lebih dari 20.000 jilid buku, bahkan ia masih terus mencari-cari buku lainnya yang belum ia baca. Hal ini dikisahkan dalam kitab Shaidul Khatir.

Dalam kitab Raudhatul Muhibbin disebutkan bahwa Ibnu Taimiyah adalah orang yang dikenal dengan semangatnya dalam membaca buku, sekalipun sedang di kamar mandi. Suatu ketika ia ingin pergi ke kamar mandi, ia memerintahkan cucunya, “bacalah buku ini dengan suara keras, supaya saya dapat mendengarnya (mengambil manfaat darinya)”

Disikahkan dalam kitab Siyar A’lam an-Nubala, bahwa Abdulloh bin Mubarok lebih mengutamakan membaca daripada mengobrol (bergaul) dengan orang lain. Bahkan ketika ada orang bertanya kepadanya, “Apakah anda tidak merasa kesepian”? Abdulloh menjawab, “bagaimana bisa kesepian, sementara saya selalu bersama Nabi Muhammad dan para Sahabatnya?” Arinya, Abdulloh senantiasa membaca buku yang berisi tentang Nabi Muhammad dan para Sahabatnya, seolah-olah Abdulloh bin Mubarok senantiasa bersama mereka.

Begitupun ulama di masa kini seperti Syaih Ali Thanthawi yang wafat tahun 1420 H. Ia menghabiskan hari-harinya dalam perpustakaan untuk membaca, dimana dalam se hari ia bisa menghabiskan 300 halaman buku.

Inilah kurang lebih kiat-kiat yang bisa kita tempuh agar semangat membaca dalam diri kita dapat meningkat. Dan yang tak boleh dilupakan dari itu semua adalah do’a. do’a merupakan ibadah yang membantu orang yang beriman dalam menghadapi berbagai persoalan hidup, baik yang bersifat materi ataupun non materi, seperti dalam soal menuntut ilmu dan lainnya.

Karena itu, hendaknya setiap Muslim senantiasa membiasakan diri berdoa kepada Alloh, agar Dia berkenan membrikan kegemaran membaca dan kemudahan bagi kita dalam menuntut ilmu.

Oleh : Yusuf Supriadi (Disarikan Dari Berbagai Sumber Buku dan Internet)

Alhamdulillah tulisan ini pernah dimuat di majalah Islam Gerimis

Muslimah, Kapan Engkau Ingin Berjilbab?


Renungan buat Muslimah yang belum ingin menutup auratnya dengan Hijab

Beralasan belum siap berjilbab karena yang penting hatinya dulu diperbaiki?

Kami jawab, "Hati juga mesti baik. Lahiriyah pun demikian. Karena iman itu mencakup amalan hati, perkataan dan perbuatan. Hanya pemahaman keliru yang menganggap iman itu cukup dengan amalan hati ditambah perkataan lisan tanpa mesti ditambah amalan lahiriyah. Iman butuh realisasi dalam tindakan dan amalan"

Beralasan belum siap berjilbab karena mengenakannya begitu gerah dan panas?

Kami jawab, "Lebih mending mana, panas di dunia karena melakukan ketaatan ataukah panas di neraka karena durhaka?" Coba direnungkan!

Beralasan lagi karena saat ini belum siap berjilbab?

Kami jawab, "Jika tidak sekarang, lalu kapan lagi? Apa tahun depan? Apa dua tahun lagi? Apa jika sudah keriput dan rambut ubanan? Inilah was-was dari setan supaya kita menunda amalan baik. Mengapa mesti menunda berhijab? Dan kita tidak tahu besok kita masih di dunia ini ataukah sudah di alam barzakh, bahkan kita tidak tahu keadaan kita sejam atau semenit mendatang. So ... jangan menunda-nunda beramal baik. Jangan menunda-nunda untuk berjilbab."

Perkataan Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma berikut seharusnya menjadi renungan:

"Jika engkau berada di waktu sore, maka janganlah menunggu pagi. Jika engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu waktu sore. Manfaatkanlah masa sehatmu sebelum datang sakitmu dan manfaatkanlah hidupmu sebelum datang matimu." (HR. Bukhari no. 6416). Hadits ini menunjukkan dorongan untuk menjadikan kematian seperti berada di hadapan kita sehingga bayangan tersebut menjadikan kita bersiap-siap dengan amalan sholeh.

Allah Ta'ala berfirman,

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)

Subhanallah..

Masihkah kamu ragu wahai Ukhti fillah untuk menutup kemolekan tubuhmu dengan hijab? masihkah? Ingatlah, sesungguhnya api neraka akan membakar tubuh yang kau sajikan untuk lelaki hidung belang, kau bisa beralasan ini dan itu, Demi Allah, sesungghnya, kita tak akan mampu menebak kapan nyawa ini akan diambil oleh Malaikat Maut! Innalillahi waa inna ialaihi rojiun..

Sahabatmu dalam mengingat Allah,
Muhammad Jibriel Abdul Rahman (arrahmah)

Pasang Iklan 150x150 px

Artikel Terbaru

Komentar Terbaru