Selasa, 03 April 2012

Fajri, CD Islam, CD Islami, CD MP3, Fajri FM, Radio Fajri

Dakwah Ahlussunnah - CD Islam, CD Islami, CD MP3, Radio Fajri FM.
Kajian Islam yang diadakan di fajri fm selama 24 jam kini bisa anda dengarkan kembali di rumah. Miliki segera cd-cd mp3 kajian Islam produksi radio Fajri FM. Dan cd ini juga sangat cocok sebagai sarana dakwah anda. Tersedia berbagai tema pembahasan dari berbagai narasumber berbeda

CD Ceramah Fajri FM
CD Ceramah Fajri FM
CD Ceramah Fajri FM
CD Ceramah Fajri FM
CD Ceramah Fajri FM
CD Ceramah Fajri FM
CD Ceramah Fajri FM
CD Ceramah Fajri FM
CD Ceramah Fajri FM
CD Ceramah Fajri FM

CD Ceramah Fajri FM
CD Ceramah Fajri FM
CD Ceramah Fajri FM
CD Ceramah Fajri FM
CD Ceramah Fajri FM
CD Ceramah Fajri FM
CD Ceramah Fajri FM
CD Ceramah Fajri FM

Fajri CD

Alhamdulillah, Sekda Kota Sukabumi Taubat dari Ahmadiyah


Dakwah Ahlussunnah. Sukabumi - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, Mohammad Muraz, mengikrarkan diri keluar dari Ahmadiyah. Langkah ini dilakukan di depan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, Kamis (29/3) lalu.

‘’Saya keluar tanpa paksaan,’’ujar Mohammad Muraz, di Gedung Islamic Center, Kota Sukabumi, akhir pekan lalu. Dalam ikrarnya kembali ke Islam, Muraz mengakui Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir dan Alquran sebagai kitab sucinya.

Menurut Muraz, dia dilahirkan dalam keluarga Nahdlatul Ulama (NU). Selama ini dia memahami Ahmadiyah sebagai organisasi masyarakat (ormas), bukan sebagai agama. Muraz mengatakan, selama ini pun dia lebih banyak beribadah dengan umat Islam lainnya, tidak dengan anggota Ahmadiyah. Di sisi lain, Muraz membantah istri dan anaknya masuk dalam Ahmadiyah.

‘’Fitnah bila ada yang menyebutkan istri dan anak saya Ahmadiyah,’’ terang dia, yang sudah mendaftarkan diri sebagai calon wali kota Sukabumi ke Partai Demokrat dan PAN ini. Dalam jumpa pers itu Muraz juga enggan menerangkan motivasinya keluar dari aliran yang difatwakan MUI dan organisasi Islam dunia sebagai sesat tersebut.

Pesantren Adalah Benteng Penjaga Moral Bangsa


Dakwah Ahlussunnah. JAKARTA - Pesantren memiliki peran sentral dalam membangun moral bangsa. Kehadiran pesantren diharapkan bisa mencetak generasi pemimpin bangsa yang amanah dan bermoral.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono, di Jakarta pada acara menyambut hari ulang tahun Kiai Amin Sepuh dan Kiai Sanusi Albabakan. ''Pesantren merupakan institusi pendidikan yang penting untuk bisa mencetak kader-kader pemimpin yang bermoral dan amanah,'' katanya dalam siaran pers yang diterima Republika, di Jakarta, Selasa (3/4).

Meski berperan besar dalam melahirkan calon pemimpin bangsa yang bermoral, Agung mengingatkan agar pesantren juga harus bisa bersaing dengan lembaga pendidikan umum. Pesantren harus bisa membuat kurikulum pendidikan yang bisa melahirkan lulusan yang mampu bersaing dalam arus globalisasi.

Isroil Muin, ketua Majelis Komunikasi Alumni Babakan, Pondok Pesantren Babakan Ciwaringan, mengaku setuju bahwa lulusan pesantren memiliki daya saing tinggi. Selain itu, Isroil juga mengatakan pesantren seharusnya pula bisa mengambil peran menyumbangkan para lulusannya menjadi pemimpin bangsa yang bermoral.

''Sampai sekarang ini kami meyakini pendidikan pesantren itu masih menjadi penjaga kultur budaya Indonesia,'' katanya. ''Kami juga yakin lulusan pesantren ini akan mampu melahirkan pemimpin yang amanah.''

Pasang Iklan 150x150 px

Artikel Terbaru

Komentar Terbaru