<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376</id><updated>2012-01-30T01:42:16.219-08:00</updated><category term='Ensiklopedi Larangan'/><category term='Akhlaq'/><category term='Pendidikan Anak'/><category term='Tentang Saya'/><category term='Dakwah'/><category term='Tafsir'/><category term='Aqidah'/><category term='Fiqih'/><category term='Renungan'/><category term='Remaja'/><category term='Pemikiran Islam'/><category term='Analisa'/><category term='Sholihah'/><category term='Tolak Syubhat'/><category term='Info Kajian'/><category term='Renungan Haroki'/><category term='Manhaj'/><category term='Ayat Kauniyah'/><category term='keluarga'/><category term='Figur Teladan'/><category term='Definisi Istilah-Istilah'/><category term='Tsaqofah'/><title type='text'>Dakwah Ahlussunnah</title><subtitle type='html'>Memurnikan pemahaman Islam di Masyarakat</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>199</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-5927251071609059177</id><published>2011-12-17T01:18:00.000-08:00</published><updated>2011-12-17T01:19:34.817-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlaq'/><title type='text'>Bahaya Ghibah</title><content type='html'>Ghibah artinya membicarakan keburukan atau aib saudaramu ketika ia tidak ada di sisimu. Allah Subhanahu Wata’ala telah melarang ghibah dan menyerupakannya dengan suatu perumpamaan yang sangat buruk,&lt;br /&gt;Allah Subhanahu Wata’ala berfirman : “Dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah” (QS. al-Hujurat [49]:12).&lt;br /&gt;Mengghibah seseorang bisa berlaku pada bebarapa hal yaitu: kekurangannya yang bersifat fisik, nasab atau asal-usulnya yang kurang terhormat, akhlaknya yang kurang baik, agamanya yang kurang sempurna, pakaiannya yang kurang bagus, anaknya, istrinya atau suaminya, pembantunya atau hal ihwal keduniaannya, dan lain-lain. Kesimpulannya, apa saja yang bisa dipahami bahwa itu adalah celaan kepada seorang Muslim, maka itu termasuk ghibah yang diharamkan, baik dengan ucapan, isyarat, menirukan gerak-gerik orang yang dighibah dan lain-lain.&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Tahukah apa ghibah itu?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rosul-Nya yang lebih tahu,” Beliau bersabda, “Ghibah adalah engkau menyebutkan tentang saudaramu apa yang ia tidak suka (untuk disebutkan)!”. Seseorang berkata, ”Bagaimana jika pada saudaraku memang ada apa yang aku katakan itu, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Jika pada saudaramu memang ada apa yang dikatakan itu, maka sungguh engkau telah mengghibahnya, dan jika pada saudaramu itu tidak ada apa yang engkau katakan itu, maka sungguh engkau telah menuduhnya.”  (HR. Muslim dan at-Tirmidzi).&lt;br /&gt;Ketauhilah saudaraku…. Ghibah adalah dosa besar yang banyak menyebar di tengah masyarakat dan sedikit sekali orang yang selamat darinya. Mendengarkan omongan ghibah juga berdosa kecuali jika ia segera mengingkari perbuatan ghibah tersebut dengan lisannya dan jika tidak mampu, maka dengan hatinya. Jika ia dapat meninggalkan majelis tersebut atau memotong omongan ghibah dengan pembicaraan yang lain, maka hal itu wajib dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman Bagi Orang yang Berbuat Ghibah:&lt;br /&gt;1. Aisyah Radiyallahu ‘anha berkata, “Aku pernah berkata kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, “Cukuplah bagimu dari Shofiah itu (salah seorang istri beliau) begini dan begitu (kekurangannya).” Sebagian perawi hadits berkata yaitu pendek orangnya, maka beliau bersabda, “Sungguh engkau telah mengucapkan satu kalimat yang seandainya dicampur dengan air lautan niscaya akan mencampurinya.” (maksudnya membuat air laut tersebut berubah rasa atau warnanya karena buruk dan busuknya ucapan tersebut). (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi, beliau berkata: “hasan shohih). Imam An-Nawawi Rahimahullah berkata, “Ini adalah hadits yang paling keras dalam melarang ghibah sepengetahuan saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ketika dimi’rajkan Saya melewati satu kaum yang memiliki kuku-kuku dari tembaga, mereka mencakar-cakar wajah-wajah dan dada-dada mereka dengan kuku-kuku tersebut, lalu aku berkata, “Siapakah mereka itu wahai Jibril?” Ia berkata, “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging-daging manusia (berbuat ghibah) dan mencemarkan kehormatan manusia.“ (HR. Abu Dawud dan Ahmad, hadits hasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya termasuk riba yang paling besar adalah mencemarkan kehormatan seorang Muslim tanpa alasan yang hak.” (HR. Abu Dawud, hadits hasan).&lt;br /&gt;     Saudaraku… jika riba adalah dosa besar yang diancam akan diperangi pelakunya oleh Allah Subhanahu wata’ala dan Rosul-Nya, maka bagaimana halnya dengan suatu dosa yang lebih berat daripada riba ?!&lt;br /&gt;Pengarahan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam Tentang Hubungan Sesama Muslim:&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, ia tidak boleh mengkhianatinya, tidak boleh mendustainya dan membiarkannya tidak ditolong. Setiap Muslim bagi Muslim lainnya adalah haram kehormatan, harta dan darahnya. Taqwa itu disini,. Cukuplah sebagai keburukan (dosa) bagi seseorang jika ia meremehkan saudaranya yang Muslim.” (HR. at-Tirmidzi). &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-5927251071609059177?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/5927251071609059177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2011/12/bahaya-ghibah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/5927251071609059177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/5927251071609059177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2011/12/bahaya-ghibah.html' title='Bahaya Ghibah'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-7487306359954835142</id><published>2011-12-05T19:00:00.000-08:00</published><updated>2011-12-05T19:03:33.313-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sholihah'/><title type='text'>Jadilah Muslimah yang Pandai Bersyukur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-ahV7YgOaWhI/Tt2FrL3rkKI/AAAAAAAAAGA/6-_x49maXBg/s1600/jumpcrourou0708ez3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ahV7YgOaWhI/Tt2FrL3rkKI/AAAAAAAAAGA/6-_x49maXBg/s400/jumpcrourou0708ez3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682845281778634914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="&amp;#45;-"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pembaca muslimah,&lt;/strong&gt; sungguh sebuah kewajaran, Ketika anda ingin memiliki baju bagus, perhiasan indah, tampilan  menarik, sebab Secara fithrah, wanita memang senantiasa bertipe demikian. Wanita dengan tabiatnya sebagai pendamping pria, memang selalu suka berhias, berdandan dan mempercantik diri. Kesukaannya terhadap benda-benda duniawi juga cenderung lebih besar ketimbang kaum pria. Maka sungguh tidak bijak bila “fithrah” itu dihambat sedemikian rupa, atau bahkan dihentikan secara sepihak. Islam adalah agama fithrah, yang sudah pasti akan memiliki tatanan ajaran yang selaras dengan kebutuhan fihtrah.&lt;span id="more-644"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun apa yang dikehendaki fithrah tidaklah sama dengan apa yang dimaui oleh hawa nafsu? Hal-hal yang berlebihan selalu saja berlawanan dengan fithrah itu sendiri. Sebagian istri tenggelam dalam khayalan. Mereka terlampau berlebih-lebihan dalam menuntut kesempurnaan. Dalam benaknya, pernikahan laksana surga Firdaus. Di dalamnya tak ada kepenatan, beban, ataupun kesusahan. Ia menginginkan pernikahan sesuai dengan gambaran dan fantasinya, tanpa bisa menoleransi adanya sedikit pun kesulitan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, ketika sang istri berhadapan dengan kenyataan yang sarat tanggung jawab, saat ia dituntut untuk mengambil keputusan, melahirkan anak dan menghadapi berbagai macam kesulitan hidup, banyak di antara mereka yang tak sanggup menghadapinya. Tak jarang yang akhirnya berpikir bahwa ia telah keliru memilih pendamping hidup.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Betapa apa yang dialaminya, jauh di luar apa yang selama ini dibayangkannya. Di satu sisi, ia sadar bahwa ia adalah  istri yang harus melayani suami. Tapi di sisi lain,  nafsu dan syahwatnya berkubang ambisi dan fantasi yang entah kapan bisa terpuaskan. Kondisi itu pada sebagian wanita bisa memuncak menjadi depresi dan tekanan hidup yang hebat. Bahkan ia tak segan memohon cerai, hanya agar terlepas dari ikatan-ikatan yang terasa amat membelenggunya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Salah satu faktor dominan yang menyebabkan terjadinya persepsi semacam itu, adalah kecenderungan sebagian masyarakat memetik inspirasi dari kisah-kisah roman picisan, novel-novel terjemahan, sinetron televisi atau berbagai tayangan film layar lebar.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kisah, sinetron maupun film tersebut seringkali menggambarkan kehidupan pernikahan yang serba nyaman dan tak pernah dihinggapi masalah. Gaya hidup glamour sering digambarkan sebagai model-model kesuksesan yang patut diteladani.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Belum lagi tingkah polah selebritis yang saling berlomba mengambil simpati dengan tampilah wahnya.  Ketika istri mengendarai bahtera pernikahan, pengalaman yang ia hadapi jauh bertentangan dengan berbagai gambaran itu. Dirinya dikagetkan dengan kenyataan-kenyataan yang sebelumnya tak pernah terlintas di benaknya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Nah Pembaca Muslimah&lt;/strong&gt;, jika anda saat ini sudah bersuami maka sebagai istri yang bijaksana hendaknya bersikap adil dalam memandang, tidak larut dalam mimpi atau membiarkan jiwa menerawang ke lembah khayalan dan fantasi buta. Tak usah berlebihan dalam menuntut kesempurnaan. Kehidupan rumah tangga bukanlah sebuah gambaran sesaat. Bukan pula cerita khayalan yang direkayasa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ia sesungguhnya realitas yang berbaur penderitaan, angan-angan, kesenangan dan kesedihan, layaknya semua kenyataan hidup lainnya. Semua ini dapat diatasi jika bahtera kehidupan dijalani dengan memperbaiki pola beradaptasi dengannya. Seni menikmati realitas harus dipelajari setahap demi setahap. Belajar menahan derita dan kesusahan adalah seni agar hati tak mudah mati.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan jika Anda adalah seorang istri yang gagal mendapatkan sebagian fantasi Anda sebelum menikah, haruskah Anda mengatakan, ‘Yang namanya susah, tetap saja susah.’ Lalu Anda membiarkan diri Anda tenggelam dalam kesusahan itu? Tentu tidak demikian! Anda harus belajar untuk menahan diri, menguatkan jiwa dan rohani untuk menghadapinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kekuatan memikul tanggung jawab, beban dan berbagai kesulitan merupakan faktor terbesar bagi terciptanya kebahagiaan pernikahan. Orang yang paling bahagia adalah orang yang paling mampu bersusah payah. Meski dalam realitasnya, belum tentu ia akan mengalami segala kepayahan itu. Artinya, saat Anda siap disuntik untuk berobat, Anda akan menjadi pasien yang berbahagia. Meski ternyata Anda tak harus mengalaminya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ukhti muslimah, saat saudari mampu menjadi istri yang tak banyak menuntut –bukan tak punya keinginan dan permintaan sama sekali–, saudari telah membuka pintu kebahagiaan untuk kehidupan rumah tangga kalian berdua.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagi suami, tak ada yang lebih indah dari ungkapan seorang istri, ‘Tak apa mas, namanya belum rezeki. Sabar, aku juga tak terlalu butuh kok. Yang ada ini saja sudah jauh dari mencukupi.’&lt;br /&gt;Wah, sungguh itu adalah kata-kata mujarab, untuk mengobati segala kepenatan jiwa, menghilangkan pikiran yang suntuk, bahkan membangun motivasi untuk lebih giat lagi bekerja dan berusaha.&lt;br /&gt;Beratkah untuk melakukannya? Tidak juga. Sebenarnya, yang dibutuhkan cuma “sesekali” sadar aja. Saat saudari berkeinginan kuat memiliki sesuatu, dan saudari melihat suami sedang berkemampuan, sampaikan saja terus terang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalau suami punya beberapa kebutuhan yang sangat mendesak, tahan dulu keinginan itu. Saat sudah lapang, tak apa minta lagi. Bila dibelikan, ucapkanlah terima kasih. Meski ia adalah suami saudari dan memang sudah kewajibannya memberikan apa yang menjadi kebutuhan saudari, terima kasih itu perlu dan sangat berpengaruh menciptakan kebahagiaan di hati saudari. Jangan lupa tersenyum dan memperlihatkan wajah gembira. Tak cukup hanya senang sendiri dalam hati. Karena berbagi itu perlu, apalagi berbagi kebahagiaan. Sepanjang permintaan itu masih dalam batas kewajaran dan suami saudari mampu, boleh saja anda meminta. Asal jangan terus-terusan meminta. Biarpun suami mampu, dan permintaan itu sederhana, “sesekali” menahan diri itu perlu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalau “sesekali” itu bisa saudari lakukan lebih banyak, akan lebih baik lagi. semakin banyak, semakin baik pula. Syukur-syukur, suami saudari memiliki pengertian mendalam, sehingga tanpa diminta pun anda sering dibelikan apa yang disuka. Itu akan lebih baik, karena nilai ketulusannya lebih banyak.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan yang terpenting, hal itu akan lebih mengurangi beban pikiran suami, yang bisa jadi tak saudari ketahui secara pasti. Terkadang, bisa jadi suami saudari menahan diri untuk tidak memberitahukan kebutuhannya, demi kebahagiaan saudari.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rosululloh &lt;em&gt;shallallahu ‘alaih wasallam&lt;/em&gt; bersabda, &lt;em&gt;“Saya melihat  kebanyakan penghuni neraka adalah kaum wanita.” Para sahabat bertanya, “Mengapa wahai Rosululloh?” Beliau menjawab, “Mereka mengingkari keluarga dan kebaikan-kebaikan suami. Jika sekiranya engkau berbuat baik kepadanya, lalu ia melihat sedikit kekurangan darimu, maka ia berkata: ‘Saya tidak melihat suatu kebaikan darimu sama sekali’.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena itu Seorang istri, hendaknya tetap bersyukur meskipun kesulitan menimpanya, sebagai tanda terima kasihnya kepada Alloh atas takdir yang ditentukan kepadanya. Apalagi bila kenyataannya, ia juga banyak menerima kesenangan, dan kesulitan itu justru dirasakan olehnya sesekali saja. Ia harus menjaga amarah, jangan banyak mengeluh dan memperhatikan adab-adab dalam menghadapi segala wujud musibah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya,wahai muslimah, Jadilah anda wanita yang pandai bersyukur. Jadilah Ahli Surga…. Wallahu’alam…..&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-7487306359954835142?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/7487306359954835142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2011/12/jadilah-muslimah-yang-pandai-bersyukur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/7487306359954835142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/7487306359954835142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2011/12/jadilah-muslimah-yang-pandai-bersyukur.html' title='Jadilah Muslimah yang Pandai Bersyukur'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ahV7YgOaWhI/Tt2FrL3rkKI/AAAAAAAAAGA/6-_x49maXBg/s72-c/jumpcrourou0708ez3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-6370796983713172457</id><published>2011-10-28T04:21:00.000-07:00</published><updated>2011-10-28T04:39:00.133-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manhaj'/><title type='text'>Hati-hati..!! Ali Hasan Al-Halabi menyebar pemikiran Murji'ah yang Sesat</title><content type='html'>&lt;a href="http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/buku-dilarang-terlarang.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 565px; height: 350px;" src="http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/buku-dilarang-terlarang.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(96, 122, 76); font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold; background-color: rgb(236, 243, 252); "&gt;FATWA LAJNAH DAIMAH TENTANG BUKU KARYA ALI HASAN AL-HALABI..&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;Lembaga tetap dalam berfatwa dengan pimpinan Syaikh yang mulia : Abdul Aziz Alus Syaikh Hafizhahullah Ta’ala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;الحمد لله وحده والصلاة والسلام على من لا نبي بعده . . وبعد :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;Sesungguhnya lembaga tetap untuk pembahasan ilmiah dan fatwa telah menelaah apa yang ditujukan kepada mufti  yang mulia dari sebagian penasehat berupa beberapa permohonan fatwa yang terkait amanah umum bagi lembaga para ulama besar,nomor : 2928,2929, tanggal : 13-5-1421 H, dan nomor : 2929 dan tanggal 13-5- 1421 H, tentang keadaan dua buah kitab yang berjudul&lt;b&gt;  “Ath-Tahdzir min fitnah at-takfir”&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;“Shaihatu nadziir”&lt;/b&gt;, penyusun dua kitab tersebut: Ali Hasan Al-Halabi, bahwasanya kedua kitab itu mengajak kepada &lt;b&gt;mazhab murji’ah&lt;/b&gt;, yang menyatakan bahwa amalan bukan syarat sahnya iman, lalu dia menisbatkan hal itu kepada Ahlus sunnah wal jama’ah. Dia menyandarkan dalam dua kitab ini pada penukilan-penukilan dari Syaikhul islam Ibnu Taimiyah dan Al-Hafizh Ibnu Katsir dan yang lainnya -semoga Allah merahmati mereka semua-.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;Karena kehendak para penasehat untuk menjelaskan kandungan yang terdapat didalam dua kitab ini agar para pembaca dapat mengetahui antara yang haq dan yang batil .dan seterusnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;Setelah Lajnah mempelajari dua kitab tersebut, dan menelaah keduanya, maka jelaslah bagi lajnah bahwa kitab “At-tahdzir min fitnah at-takfir” tulisan Ali Hasan Al-Halabi pada apa yang dia sandarkan kepada ucapan para ulama dalam muqaddimah-nya dan catatan kakinya mengandung hal berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;b&gt;Pertama :&lt;/b&gt; Penulisnya membangun kitab ini diatas mazhab&lt;b&gt; murji’ah&lt;/b&gt; yang bid’ah lagi batil, yang membatasi kekafiran hanya pada kufur juhud (kufur pengingkaran) dan kufur takdzib (kufur karena mendustakan) dan istihlal qalbi (menghalalkan apa yang diharamkan dengan hatinya,pen), sebagaimana yang tersebut di hal:6, foot note ke:2, dan hal:22. Ini menyelisihi aqidah ahlus sunnah wal-jama’ah bahwa kekafiran bisa terjadi melalui ucapan, perbuatan, dan keragu- raguan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;b&gt;Kedua :&lt;/b&gt; Merubah penukilan dari Ibnu Katsir rahimahullah Ta’ala dalam Al-Bidayah wan-Nihayah: 13/118, dimana dia menyebutkan pada foot note-nya di halaman: 15 menukil dari Ibnu Katsir “bahwa Jengis khan mengklaim bahwa hukum “al-yasiq” berasal dari sisi Allah dan bahwa ini yang menjadi sebab kafirnya mereka (bangsa Tatar,pen)”. Tatkala merujuk ke sumber rujukan yang dimaksud tidak ditemukan apa yang dinisbatkannya kepada Ibnu Katsir –rahimahullah Ta’ala-.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;b&gt;Ketiga :&lt;/b&gt; Mengada-ada atas nama Syaikhul islam Ibnu Taimiyah –rahimahullah Ta’ala- pada hal: 17- 18, dimana penyusun kitab tersebut menisbatkan kepada Beliau “bahwa hukum yang diganti tidak menunjukkan kekafiran menurut Syaikhul Islam kecuali jika disertai pengetahuan dan keyakinan hati, dan menganggapnya sebagai sesuatu yang halal. Ini semata-mata mengada-ada atas nama Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah –rahimahullah Ta’ala- sebab Beliau (syaikhul Islam,pen) adalah penyebar mazhab salaf Ahlus sunnah waljama’ah dan prinsip mereka, sebagaimana yang telah disebutkan, sedangkan ini hanyalah merupakan mazhab murji’ah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;b&gt;Keempat &lt;/b&gt;: Merubah maksud perkataan &lt;i&gt;'Allamah&lt;/i&gt; yang mulia: Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh rahimahullah Ta’ala dalam risalahnya yang berjudul “Tahkiim al-qawaaniin al-wadh’iyyah”. Dimana penyusun buku tersebut menyatakan bahwa Syaikh mensyaratkan penghalalan dalam hatinya, padahal ucapan Syaikh sangat jelas seperti jelasnya matahari dalam risalah tersebut diatas aqidah ahlus sunnah wal-jama’ah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;b&gt;Kelima : &lt;/b&gt;Memberi komentar terhadap ucapan para ulama yang dia sebutkan dengan membawa ucapan mereka kepada sesuatu yang bukan maknanya,seperti yang terdapat di halaman: 108, foot note:1, hal:109 foot note:21, hal:110 foot note:2.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;b&gt;Keenam : &lt;/b&gt;Sebagaimana didalam kitab ini juga menampakan sikap meremehkan permasalahan berhukum dengan selain apa yang diturunkan Allah, khususnya pada halaman: 5 foot note:1, dengan alasan bahwa perhatian untuk memurnikan tauhid dalam permasalahan ini menyerupai Syi’ah Rafidhah, dan ini merupakan kesalahan fatal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;b&gt;Ketujuh :&lt;/b&gt; Menelaah risalah yang kedua dengan judul “Shaihatu nadziir”, maka ditemukan bahwa kitab ini bersandar kepada kitab yang telah disebutkan, dan keadaan keduanya sebagaimana yang telah disebutkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;Maka sesungguhnya Lajnah Daaimah melihat bahwa kedua kitab ini: &lt;b&gt;tidak boleh dicetak, tidak boleh disebarkan, dan tidak boleh diedarkan disebabkan karena pada keduanya terdapat kebatilan dan perubahan makna,&lt;/b&gt; dan kami menasehati penulis kedua kitab tersebut untuk bertaqwa kepada Allah pada dirinya dan pada kaum muslimin, terkhusus para pemuda mereka, dan hendaknya bersungguh- sungguh dalam memperoleh ilmu syar’I melalui tangan para ulama yang dipercaya ilmunya dan baik aqidahnya. Sebab ilmu merupakan amanah dan tidak boleh disebarkan kecuali yang sesuai dengan al-kitab dan as-sunnah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;Hendaknya dia meninggalkan berbagai pemikiran ini dan cara-cara &lt;b&gt;penipuan dalam merubah makna ucapan para ulama&lt;/b&gt;, sebagaimana yang diketahui bahwa kembali kepada kebenaran merupakan keutamaan dan kemuliaan bagi seorang muslim. Semoga Allah memberi taufik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(153, 0, 0); font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; background-color: rgb(236, 243, 252); "&gt;Penulis: Lajnah Daaimah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;b&gt;Lajnah Daaimah untuk pembahasan ilmiah dan fatwa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;Pimpinan : Abdul Aziz bin Abdillah bin Muhammad Alus Syaikh &lt;i&gt;Hafidzahullah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;Anggota : Saleh bin Fauzan Al-Fauzan &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;Hafidzahullah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;Anggota : Bakr bin Abdillah Abu Zaid &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;Hafidzahullah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;Anggota : Abdullah bin Abdurrahman Al-Ghudayyaan &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;Hafidzahullah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;b&gt;Berikut naskahnya dalam bahasa Arab :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;اللجنة الدائمة للإفتاء برئاسة سماحة الشيخ عبد العزيز آل الشيخ حفظه الله&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;الحمد لله وحده والصلاة والسلام على من لا نبي بعده . . وبعد :&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;فإن اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء اطلعت على ما ورد إلى سماحة المفتي العام من بعض الناصحين من إستفتاآت مقيدة بالأمانة العامة لهيئة كبار العلماء برقم : ( 2928 ) ، ( 2929 ) بتاريخ : 13 / 5 / 1421 هـ. ورقم ( 2929 ) وتاريخ 13 / 5 / 1421 هـ. بشأن كتابي ( التحذير من فتنة التكفير ) ، ( صيحة نذير ) لجامعهما / علي حسن الحلبي ، وأنهما يدعوان إلى مذهب الإرجاء ، من أن العمل ليس شرط صحة في الإيمان . وينسب ذلك إلى أهل السنّة والجماعة ، ويبني هذين الكتابين على نقول لشيخ الإسلام ابن تيمية والحافظ بن كثير وغيرهما رحم الله الجميع .&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;ورغبة الناصحين بيان ما في هذين الكتابين ليعرف القراء الحق من الباطل . . الخ . .&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;وبعد دراسة اللجنة للكتابين المذكورين ، والإطلاع عليهما تبين للجنة أن كتاب :&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;(التحذير من فتنة التكفير ) جمع / علي حسن الحلبي فيما أضافه إلى كلام العلماء في مقدمته وحواشيه يحتوي على ما يأتي:&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;1- بناه مؤلفه على مذهب المرجئة البدعي الباطل ، الذين يحصرون الكفر بكفر الجحود والتكذيب والاستحلال القلبي ، كما في ص / 6 حاشية /2 وص/22 ، وهذا خلاف ما عليه أهل السنة والجماعة: من أن الكفر يكون بالاعتقاد وبالقول وبالفعل وبالشك.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;2- تحريفه في النقل عن ابن كثير - رحمه الله تعالى - في: ( البداية والنهاية: 13 / 118 ) حيث ذكر في حاشيته ص / 15 نقلاً عن ابن كثير: ( أن جنكيز خان ادعى في الياسق أنه من عند الله وأن هذا هو سبب كفرهم ) ،وعند الـرجوع إلى الـموضع المذكور لم يوجد فيه ما نسبه إلى ابـن كثير - رحمه الله تعالى - .&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;3- تقوله على شيخ الإسلام ابن تيمية - رحمه الله تعالى - في ص / 17 - 18 إذ نسب إليه جامع الكتاب المذكور: أن الحكم المبدل لا يكون عند شيخ الإسلام كفراً إلا إذا كان عن معرفة واعتقاد واستحلال. وهذا محض تقول على شيخ الإسلام ابن تيمية - رحمه الله تعالى - فهو ناشر مذهب السلف أهل السنّة والجماعة ومذهبهم ، كما تقدم وهذا إنما هو مذهب المرجئة.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;4- تحريفه لمراد سماحة العلامة الشيخ / محمدبن إبراهيم آل شيخ - رحمه الله تعالى - في رسالته: تحكيم القوانين الوضعية. إذ زعم جامع الكتاب المذكور: أن الشيخ يشترط الاستحلال القلبي ، مع أن كلام الشيخ واضح وضوح الشمس في رسالته المذكورة على جادة أهل السنة والجماعة.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;5- تعليقه على كلام من ذكر من أهل العلم بتحميل كلامهم مالا يحتمل ، كما في الصفحات 108 حاشية / 1، 109 حاشية / 21 ، 110 حاشية / 2.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;6- كما أن في الكتاب التهوين من الحكم بغيرما أنزل الله ، وبخاصة في ص / 5 ح / 1 ، بدعوى أن العناية بتحقيق التوحيد في هذه المسألة فيه مشابهة للشيعة - الرافضة - وهذا غلط شنيع.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;7- وبالإطلاع على الرسالة الثانية ( صيحة نذير ) وُجد أنها كمُساند لما في الكتاب المذكور - وحالهكما ذُكر -.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;فإن اللجنة الدائمة ترى أن هذين الكتابين: لا يجوز طبعهما ولانشرهما ولا تداولهما لما فيهما من الباطل والتحريف. وننصح كاتبهما أن يتقي الله فينفسه وفي المسلمين ، وبخاصة شبابهم .&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;وأن يجتهد في تحصيل العلم الشرعي على أيدي العلماء الموثوق بعلمهم وحُسن معتقدهم. وأن العلم أمانة لا يجوز نشره إلا على وفق الكتاب والسنّة.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;وأن يقلع عن مثل هذه الآراء والمسلك المزري في تحريف كلام أهل العلم ، ومعلوم أن الرجوع إلى الحق فضيلة وشرف للمسلم. والله الموفق.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين .&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء .&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;عضو : عبد الله بن عبد الرحمن الغديان .&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;عضو: بكر بن عبد الله أبو زيد .&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;عضو: صالح بن فوزان الفوزان .&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;الرئيس : عبد العزيز بن عبد الله بن محمد آل الشيخ .&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-6370796983713172457?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/6370796983713172457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2011/10/ali-hasan-al-halabi-menyebar-pemikiran.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/6370796983713172457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/6370796983713172457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2011/10/ali-hasan-al-halabi-menyebar-pemikiran.html' title='Hati-hati..!! Ali Hasan Al-Halabi menyebar pemikiran Murji&apos;ah yang Sesat'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-9046191965536077322</id><published>2011-10-28T00:47:00.001-07:00</published><updated>2011-12-05T18:57:13.650-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tsaqofah'/><title type='text'>Narasumber Acara Faforit FAJRI FM 99.3 Mhz, Call Sign PM3FIE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-xNEvXRcNRnE/Tt2EbB-xGGI/AAAAAAAAAF0/x-o5jinrORc/s1600/LOGO%2BBARU%2BFAJRIFM%2B2011.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 229px; height: 280px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-xNEvXRcNRnE/Tt2EbB-xGGI/AAAAAAAAAF0/x-o5jinrORc/s400/LOGO%2BBARU%2BFAJRIFM%2B2011.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682843904734468194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat ini radio FAJRI memiliki 19 &lt;a href="http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2011/10/narasumber-acara-faforit-fajri-fm-993_20.html"&gt;Narasumber&lt;/a&gt; yang mengisi kajian Pagi, Sore dan Malam. Inilah beberapa namanya:&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DR. Muhammad Sarbini, M.H.I.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengisi Kajian Fiqih, Setiap Malam  Jum’at, Pukul 19.30 -21.30 WIB.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Disiarkan Langsung dari Masjid Raya HASMI.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Abu ‘Aisyah Rahendra Maya, S.Th.I., M.Pd.I.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengisi Kajian Wawasan Islam (Tsaqofah Islamiyah), Setiap Selasa Malam, Pukul 20.00 -21.30 WIB.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; ‘Ali Maulida, S.Sos.I., M.Pd.I.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengisi Kajian Rubrik Akhlaq, Setiap Rabu Pagi, 06.30-07.30 WIB&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hudan Dimyati Ahmad, S.Sos.I., M.Pd.I.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengisi Kajian al-Gozwul Fikri (Perang Pemikiran), Setiap Rabu Malam, Pukul 20.00-21.30 WIB&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Muhammad Hidayat Ginanjar, M.Pd.I.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengisi Kajian Tarbiyatul Aulad (Pendidikan Anak) Setiap Minggu Pagi,  Pukul 05.30-06.30 WIB.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Fachri Fachrudin, S.H.I., M.E.I.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengisi Kajian Menata Hati, Setiap Selasa Sore, Pukul 16.00-17.00 WIB.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ir. Nur Sukma&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beliau adalah Presiden Direktur PT. Gaswara Group. Mengisi Rubrik Usaha Islami, Hari Ahad Sore, 16.00-17.00 WIB.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Abu Jundi Saifudin, S.Pd.I.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengisi Kajian di Rubrik Dakwah, Setiap Malam Minggu, Pukul 20.00-21.30 WIB.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Abu Hanzolah ‘Arifin, S.H.I.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengisi Kajian Fiqih Muamalah, Setiap Jum’at Pagi, Pukul 05.30-06.30 WIB.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ade ‘Abdul Qohar, S.Pd.I.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengisi Kajian Motivasi Islami, Setiap Sabtu Pagi, Pukul 05.30-06.30 WIB.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;‘Abdul Malik Sukirman&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengisi Kajian Ahlussunnah wal Jama’ah, Setiap Malam Senin, Pukul 09.45-21.30 WIB. Disiarkan Langsung dari Masjid Raya HASMI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;‘Azzam, S.Th.I.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengisi Kajian tentang Pemuda dan M ahasiswa, Setiap Sabtu Sore, Pukul 16.00-17.00 WIB.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Herman Saptaji, S.Th.I.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengisi Kajian Kisah-Kisah dalam al-Qur’an, Setiap Senin Pagi  Pukul 05.30 -06.30 WIB.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Eka Sakti Habibulloh, Lc.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengisi Kajian Keluarga Sakinah, Setiap Rabu Sore, Pukul 16.00-17.00 WIB.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ibrohim Bafadhol, Lc.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengisi Kajian ‘Aqidah, Setiap Senin Sore, Pukul 16.00-17.00 WIB.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ahmad Nur Rifa’I, Lc.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengisi Kajian Tafsir ayat-ayat Hukum, Setiap Senin Malam, Pukul 20.00- 21.30 WIB.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Solahudin, Lc.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengisi Kajian Muslimah, Setiap Jum’at Malam, Pukul 20.00 -21.30 WIB.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rudi ‘Abdurrohman, Lc.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengisi Kajian Hadits Riyadhussolihin, Setiap Kamis Pagi, Pukul 05.30-06.30 WIB.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hawari, Lc.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengisi Kajian Tafsir Maudhu’i, Setiap Selasa Pagi, Pukul 05.30-06.30 WIB.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-9046191965536077322?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/9046191965536077322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2011/10/narasumber-acara-faforit-fajri-fm-993_28.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/9046191965536077322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/9046191965536077322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2011/10/narasumber-acara-faforit-fajri-fm-993_28.html' title='Narasumber Acara Faforit FAJRI FM 99.3 Mhz, Call Sign PM3FIE'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-xNEvXRcNRnE/Tt2EbB-xGGI/AAAAAAAAAF0/x-o5jinrORc/s72-c/LOGO%2BBARU%2BFAJRIFM%2B2011.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-3593184370299335980</id><published>2011-10-24T03:37:00.000-07:00</published><updated>2011-10-24T03:51:21.627-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Sholat Idul Adha 1432 H</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/internasional/0eid-ul-fitr-riyadh.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 372px; height: 268px;" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/internasional/0eid-ul-fitr-riyadh.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirilah Solat Idul Adha 1432 H&lt;br /&gt;Tanggal : 10 Dzulhijjah 1432 H&lt;br /&gt;Waktu       : Pukul 06.30 WIB sampai Selesai&lt;br /&gt;Khotib      : DR. Muhammad Sarbini, M.H.I. (Ketua DPP HASMI)&lt;br /&gt;Tempat  : Lapangan Kantor Pusat HASMI&lt;br /&gt;        Jl. Raya Purnama RT. 05/01 Sukamantri, Tamansari, Kab. Bogor&lt;br /&gt;              Cp. Abu Nafisah : 0821 2265 1199&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajak Serta Keluarga Anda&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-3593184370299335980?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/3593184370299335980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2011/10/sholat-idul-adha-1432-h.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/3593184370299335980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/3593184370299335980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2011/10/sholat-idul-adha-1432-h.html' title='Sholat Idul Adha 1432 H'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-3095607978313474927</id><published>2011-10-24T03:21:00.000-07:00</published><updated>2011-10-24T03:31:21.428-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih'/><title type='text'>Iddah Wanita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSYHLgKMcCX61kvbW-zpZRO94LD5NxNXdMB9_D7HJgT8IRq0MHuJQ"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 223px; height: 226px;" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSYHLgKMcCX61kvbW-zpZRO94LD5NxNXdMB9_D7HJgT8IRq0MHuJQ" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. PENGERTIAN IDDAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut bahasa, kata iddah berarti bilangan, atau perhitungan.&lt;br /&gt;Menurut Istilah, Iddah adalah masa dimana seorang wanita menanti atau menunda pernikahan setelah ia dicerai atau ditinggal mati oleh suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. MACAM-MACAM MASA IDDAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah beberapa macam masa iddah beserta waktunya&lt;br /&gt;1. Isteri yang ditinggal mati oleh Suami, maka masa Iddahnya adalah 4 bulan 10 Hari.&lt;br /&gt;"Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah Para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber'iddah) empat bulan sepuluh hari. kemudian apabila telah habis 'iddahnya, Maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka, menurut yang patut. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat. (QS. Al-Baqoroh: 234)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Isteri yang dicerai dalam keadaan hamil, maka masa iddahnya adalah sampai ia melahirkan.&lt;br /&gt;Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. (QS. At-Tholaq: 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Isteri yang dicerai oleh suami, namun belum sempat digauli, masa iddahnya adalah tidak ada&lt;br /&gt;“ Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu menikahi perempuan- perempuan yang beriman, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya Maka sekali-sekali tidak wajib atas mereka 'iddah bagimu yang kamu minta menyempurnakannya. Maka berilah mereka mut'ah dan lepaskanlah mereka itu dengan cara yang sebaik- baiknya.” (QS. Al-Ahzab: 49)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Isteri yang dicerai suami dalam keadaan normal, masa iddahnya adalah 3 kali suci&lt;br /&gt;“Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru” (QS. Al-Baqoroh: 228)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Isteri yang dicerai dalam keadaan belum haid (karena masih kecil), atau Isteri dalam keadaan menopause (sudah tidak haidh lagi). Maka massa Iddahnya adalah 3 bulan.&lt;br /&gt;Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), Maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. (QS. At-Tholaq: 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis : Yusuf al-Fajri, S.Pd.I&lt;br /&gt;Sumber: al-Wajiz Fiqh Sunah, ‘Abdul Adzim bin Badawi al-Kholafi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-3095607978313474927?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/3095607978313474927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2011/10/iddah-wanita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/3095607978313474927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/3095607978313474927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2011/10/iddah-wanita.html' title='Iddah Wanita'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-6565387934235958987</id><published>2011-10-20T15:29:00.000-07:00</published><updated>2011-10-28T00:46:17.603-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Narasumber Acara Faforit FAJRI FM 99.3 Mhz, Call Sign PM3FIE</title><content type='html'>&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTWy_hyyQm5Zq5LYoceW2zzy5XIT_ITUGp8gLMz60rsRA7oLJgg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 137px; height: 368px;" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTWy_hyyQm5Zq5LYoceW2zzy5XIT_ITUGp8gLMz60rsRA7oLJgg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat ini radio FAJRI memiliki 19 &lt;a href="http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2011/10/narasumber-acara-faforit-fajri-fm-993_20.html"&gt;Narasumber&lt;/a&gt; yang mengisi kajian Pagi, Sore dan Malam. Inilah beberapa namanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DR. Muhammad Sarbini, M.H.I.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengisi Kajian Fiqih, Setiap Malam  Jum’at, Pukul 19.30 -21.30 WIB.&lt;br /&gt;Disiarkan Langsung dari Masjid Raya HASMI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Abu ‘Aisyah Rahendra Maya, S.Th.I., M.Pd.I.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengisi Kajian Wawasan Islam (Tsaqofah Islamiyah), Setiap Selasa Malam, Pukul 20.00 -21.30 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; ‘Ali Maulida, S.Sos.I., M.Pd.I.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengisi Kajian Rubrik Akhlaq, Setiap Rabu Pagi, 06.30-07.30 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hudan Dimyati Ahmad, S.Sos.I., M.Pd.I.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengisi Kajian al-Gozwul Fikri (Perang Pemikiran), Setiap Rabu Malam, Pukul 20.00-21.30 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Muhammad Hidayat Ginanjar, M.Pd.I.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengisi Kajian Tarbiyatul Aulad (Pendidikan Anak) Setiap Minggu Pagi,  Pukul 05.30-06.30 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Fachri Fachrudin, S.H.I., M.E.I.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengisi Kajian Menata Hati, Setiap Selasa Sore, Pukul 16.00-17.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ir. Nur Sukma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah Presiden Direktur PT. Gaswara Group. Mengisi Rubrik Usaha Islami, Hari Ahad Sore, 16.00-17.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Abu Jundi Saifudin, S.Pd.I.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengisi Kajian di Rubrik Dakwah, Setiap Malam Minggu, Pukul 20.00-21.30 WIB.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Abu Hanzolah ‘Arifin, S.H.I.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengisi Kajian Fiqih Muamalah, Setiap Jum’at Pagi, Pukul 05.30-06.30 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ade ‘Abdul Qohar, S.Pd.I.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengisi Kajian Motivasi Islami, Setiap Sabtu Pagi, Pukul 05.30-06.30 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;‘Abdul Malik Sukirman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengisi Kajian Ahlussunnah wal Jama’ah, Setiap Malam Senin, Pukul 09.45-21.30 WIB. Disiarkan Langsung dari Masjid Raya HASMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;‘Azzam, S.Th.I.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengisi Kajian tentang Pemuda dan M ahasiswa, Setiap Sabtu Sore, Pukul 16.00-17.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Herman Saptaji, S.Th.I.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengisi Kajian Kisah-Kisah dalam al-Qur’an, Setiap Senin Pagi  Pukul 05.30 -06.30 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Eka Sakti Habibulloh, Lc.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengisi Kajian Keluarga Sakinah, Setiap Rabu Sore, Pukul 16.00-17.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ibrohim Bafadhol, Lc.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengisi Kajian ‘Aqidah, Setiap Senin Sore, Pukul 16.00-17.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ahmad Nur Rifa’I, Lc.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengisi Kajian Tafsir ayat-ayat Hukum, Setiap Senin Malam, Pukul 20.00- 21.30 WIB.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Solahudin, Lc.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengisi Kajian Muslimah, Setiap Jum’at Malam, Pukul 20.00 -21.30 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rudi ‘Abdurrohman, Lc.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengisi Kajian Hadits Riyadhussolihin, Setiap Kamis Pagi, Pukul 05.30-06.30 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hawari, Lc.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengisi Kajian Tafsir Maudhu’i, Setiap Selasa Pagi, Pukul 05.30-06.30 WIB.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-6565387934235958987?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/6565387934235958987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2011/10/narasumber-acara-faforit-fajri-fm-993_20.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/6565387934235958987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/6565387934235958987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2011/10/narasumber-acara-faforit-fajri-fm-993_20.html' title='Narasumber Acara Faforit FAJRI FM 99.3 Mhz, Call Sign PM3FIE'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-4101960940447620616</id><published>2011-09-23T08:59:00.001-07:00</published><updated>2011-09-23T09:19:14.436-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Jumpa Pendengar FAJRI FM 99.3 Mhz</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} chttp://www.blogger.com/img/blank.gifatch(e) {}" href="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/320468_1808444349452_1790278117_1215207_194926143_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 460px; height: 220px;" src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/320468_1808444349452_1790278117_1215207_194926143_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Ayoo.. Ajak Keluarga, Saudara, dan Teman Kita Untuk Hadir di Acara Jumpa Pendengar Radio FAJRI Se JABODETABEK 2011, Klik Gambar di atas ini untuk memperbesar. Info lebih lanjut hubungi 0251 7166362 Kunjungi Juga web FAJRI FM di &lt;a href="http://www.fajrifm.com"&gt;www.fajrifm.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-4101960940447620616?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/4101960940447620616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2011/09/jumpa-pendengar-fajri-fm-993-mhz.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/4101960940447620616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/4101960940447620616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2011/09/jumpa-pendengar-fajri-fm-993-mhz.html' title='Jumpa Pendengar FAJRI FM 99.3 Mhz'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-5112142075590760291</id><published>2011-08-03T18:17:00.000-07:00</published><updated>2011-09-23T09:16:27.735-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Romadhon Mau Ngapain ya..?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/284333_1708447689598_1790278117_1122379_7249852_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 460px; height: 220px;" src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/284333_1708447689598_1790278117_1122379_7249852_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Romadhon Mau Ngapain? Ini mah Pertanyaan yang mudah, romadon ya jelas ibadah lah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;1. Berpuasa&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. Solat lima waktu tentu harus diutamakan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. Bersedekah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;4. Solat Tarawih&lt;/div&gt;&lt;div&gt;5. Baca Al-Qur'an&lt;/div&gt;&lt;div&gt;6. Belajar Agama Islam&lt;/div&gt;&lt;div&gt;7. Bayar Zakat&lt;/div&gt;&lt;div&gt;8. I'tikaf, dll.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nah untuk nomor 6. Belajar Agama Islam terkadang kaum muslimin kebingungan mau  belajar kemana? Nah di sini saya beri saran agar mendengarkan radio &lt;a href="http://www.fajrifm.com"&gt;FAJRI FM 99.3 Mhz&lt;/a&gt;. Acaranya Bagus-barus, Non Stop 24 Jam &amp;amp; Full Dakwah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kelebihan Radio &lt;a href="http://www.fajrifm.com"&gt;Fajri FM 99.3 M&lt;/a&gt;hz dibanding lainnya :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. Mengajarkan Islam yang benar sesuai ajaran Rosululloh SAW, dan juga menjelaskan             kesalahan untuk dihindari.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. Informasi dan Berita Dunia Islam yang komprehensif&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. Tidak Mengandung Maksiat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;4. Bahasanya Lugas, Cerdas, dan Mudah Dimengerti.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;5. Selalu memakai dalil al-Qur'an dan as-Sunnah serta Ijma' dalam kajian/ceramahnya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;6. Acaranya Kreatif dan Inovatif.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;7. Suara Jernih (terutama wilayah Bogor dan Depok).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;8. Narasumber yang Berkompeten di Bidangnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;9. Kajiannya lengkap, Mulai dari Aqidah, Syari'ah, Keluarga Sakinah, Hadits, Fiqih, Manhaj,               Akhlak, Muslimah, Gozwul Fikri, Tsaqofah, Kisah, Siroh, Tafsir, Renungan. Dll.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;10. Dikemas Secara Persuasif dan Interaktif.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;11. Bisa didengarkan melalui streaming internet di &lt;a href="http://www.fajrifm.com"&gt;www.fajrifm.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;12. Dapat pula didengar melalui flexi, caranya : ketik *55*230993, hanya Rp. 350/Jam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Insya Allah dengan mendengarkan radio &lt;a href="http://www.fajrifm.com"&gt;FAJRI FM 99.3 M&lt;/a&gt;hz, Romadhon akan semakin bermakna.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-5112142075590760291?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/5112142075590760291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2011/08/romadhon-mau-ngapain-ya.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/5112142075590760291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/5112142075590760291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2011/08/romadhon-mau-ngapain-ya.html' title='Romadhon Mau Ngapain ya..?'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-2833283906355376675</id><published>2011-07-17T03:47:00.000-07:00</published><updated>2011-07-17T03:54:30.171-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tolak Syubhat'/><title type='text'>Harakah Sunah, Bukan Bid'ah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://img200.imageshack.us/img200/2109/meetingfacilitation300.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 218px;" src="http://img200.imageshack.us/img200/2109/meetingfacilitation300.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertanyaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, ada anggapan bahwa harokah itu dilarang, dengan alasan bahwa Rasululloh tidak mengajarkan untuk membuat kelompok tersebdiri.. Lalu mengapa harus ada DPP, DPC, DPD dll, kemudian juga bukankah dengan mendrikan harokah tersendiri malah memecah belah umat, dan para anggotanya pun akan memandang berbeda kepada orang yang diluar anggotanya/anggota ormas lain, sebagaimana yang telah terjadi pada Ormas dan partai-partai Islam yang telah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jawaban.!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini memang syubhat yang banyak disebarkan oleh pihak2 tertentu yang membingungkan orang awam.. Sebenarnya ini syubhat murahan yang sangat enteng dan mudah sekali jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, Arti dari organisasi adalah kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama, ini berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia. Dan biasanya Organisasi itu dipimpin oleh satu orang, yang memiliki beberapa anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari definisi tersebut, maka bisa kita fahami bahwa, ternyata di masa Rosul pun sudah ada organisasi, Rasul dan para sahabatnya senantiasa berkumpul, bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, yaitu untuk menyebarkan dakwah Islam. Buktinya adalah:&lt;br /&gt;1. Rasulullah dan para Sahabat senantiasa berkumpul di Daarul Arqom untuk mendiskusikan dan merapatkan tujuan tertentu.&lt;br /&gt;2. Rasul selalu mendata anggotanya, sehingga Rasul tahu berapa Jumlah pasukan Perangnya, jumlah kuda yang dimiliki anggotanya, jumlah senjata yang dimiliki. Dll&lt;br /&gt;3. Rasulullah meng absensi setiap pasukan perangnya. Sehingga Rasul tahu siapa yang tidak ikut dalam jihad dan peperangan. Lalu siapa yang Idzin tidak ikut berperang. Dll&lt;br /&gt;4. Di masa Rosul ada kelompok Muhajirin dan Ansor. Dan dalam setiap jihad, setiap kabilah pasukan memegang bendera kabilahnya masing-masing, ada kabilah bani fulan dan bani fulan.&lt;br /&gt;5. Rasulullah juga sering mengutus para Sahabatnya untuk menjadi Juru dakwah di Wilayah-wilayah tertentu yang menjadi target dakwah. Inipun disebutnya Organisasi/manajemen.&lt;br /&gt;Dengan demikian jelaslah bagi kita bahwa Organisasi sudah ada di masa Rasulullah Saw. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, Jika kita melihat Definisi Organisasi, maka berarti kita bisa Simpulkan bahwa setiap ada kelompok orang yang bersama-sama merumuskan suatu tujuan, dengan seorang ketua dan beberapa anggota, maka itu pun termasuk organisasi. Seperti Pesantren, DKM Masjid, Sekolah SD, SMP, SMA, Universitas. Itu semua termasuk Organisasi. Lalu apa yang salah dengan Organisasi? &lt;br /&gt;Dan anehnya, orang yang melarang organisasi pun ternyata secara tidak sadar ia telah berorganisasi, seperti membuat Yayasan, pesantren, sekolah. Dll&lt;br /&gt;Seharusnya orang yang melarang organisasi harus melarang dan mengharamkan untuk mendirikan sekolahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, Dalil-dalil Al-Qur’an tentang Berorganisasi sangat banyak, diantaranya:&lt;br /&gt;“ Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS. As-Shaff : 4)&lt;br /&gt;Dalam ayat tersebut Allah menyukai jika kita berdakwah secara berjama’ah/berkelompok. Bukan da’wah yang sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa, dan janganlah tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan” (QS. Al-Maidah : 52)&lt;br /&gt;Ayat tersebut juga menegaskan bahwa kita diperintahkan untuk saling tolong menolong, dan aktivitas tolong menolong dalam kebaikan ini hanya ada pada Amal Jama’i/Organisasi.&lt;br /&gt;Rasulullah dan para sahabatnya juga berjama’ah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;, Jika dakwah tidak Berorganisasi, maka hal itu menunjukan bahwa dakwahnya tidak serius. Sebab tantangan dakwah sangat berat, umat ini dikepung dengan berbagai kesesatan, dari mulai kaum liberal, musyrikin, ahlul bid’ah, Misionaris Kristen kafir. Semua musuh-musuh Islam tersbt juga berharokah dan berorganisasi dengan sangat rapi dalam memusuhi Islam. Akal yang sehat tentu akan sangat setuju tentang pentingnya sebuah harokah/jama’ah.&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin tantangan tersebut bisa diatasi dengan perorangan? Tidak mungkin. Bahkan hanya untuk mengurus sebuah masjid saja perlu adanya organisasi DKM. Apa lagi untuk mengurus ummat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;, Anggapan bahwa adanya harokah itu memecah belah umat tidak bisa dijadikan dalil untuk melarang harokah, dalil itu hanyalah al-Qur’an, Sunnah dan Ijma’. Lagi pula belum bisa dibuktikan bahwa Organisasi memecah belah umat. Yang memecah belah umat bukan Organisasi, karena dalam Islam kita diajarkan untuk saling mencintai karena Allah dan Membenci Karena Allah. Maka kepada setiap muslim kita wajib mencintai dan mendukung mereka dalam ketaatan, walaupun berbeda Organisasi. Yang disebut Oleh rasulullah bahwa Islam terpecah menjadi 73 kelompok bukanlah terpecah menjadi 73 Organisasi, tetapi yang dimaksud adalah perpecahan manhaj / kelompok pemikiran, seperti Khowarij, Murji’ah, Qodariyah dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun masalah fanatic terhadap Organisasi, maka sekali lagi ini bukan alasan atau dalil untuk melarang Setiap Organisasi, karena tidak Semua Organisasi Seperti Itu. Walaupun faktanya memang ada segelintir orang yang fanatic terhadap organisasinya, sehingga ia mengkafirkan atau menganggap sesat orang lain yang berada di luar organisasinya. Jika seperti itu kenyataannya maka jelas hal itu diharamkan dalam Islam. Namun sekali lagi ditekankan “Tidak Semua Organisasi Seperti Itu” Sehingga tidak bisa menjadikan alasan tersebut untuk melarang Organisasi Secara Totalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit fanatic memang membahayakan, namun fanatic pun bisa terjadi pada perorangan. Contohnya: Jika ada orang yang hanya mau mengaji kepada Ustadz “A” dan tidak mau mengaji kepada Ustadz lainnya, karena menganggap selain Ustadz “A” adalah sesat dan masuk neraka, bahkan menganggap Ustadz “A” pasti benar, tidak pernah salah dan pasti masuk surga. Maka kita tidak ragu lagi bahwa orang tersebut telah terjatuh pada sifat Fanatik kepada Figur, dan ini adalah hal yang sangat berbahaya. Sebagaimana hal ini menimpa Kaum Nuh As yang menganggap orang-orang Soleh mereka sebagai Tuhan karena mengkultuskan orang Soleh tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, walaupun fanatic itu berbahaya, namun meninggalkan organisasi karena takut fanatic adalah sebuah kesalahan. Sebab ia telah menyelisihi Tauladan dari Rasulullah dan para Sahabatnya. Sepertihalnya penyakit Riya’ dalam amal, Riya’ adalah penyakit hati yang berbahaya, dan Solat berjama’ah di masjid sangat rawan sekali Riya’. Namun jika seseorang meninggalkan solat berjama’ah hanya karena takut riya’ maka berarti ia telah salah total. Seharusnya ia tetap solat berjama’ah sambil tetap memohon kepda Allah agar dihilangkan dari sifat Riya’. Begitupun dengan Berorganisasi dalam Da’wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keenam&lt;/span&gt;: Para Ulama besar di arab pun, tidak pernah melarang jama’ah/berorganisasi dalam dakwah, kami memiliki fatwa-fatwa ulama besar dari timur tengah.. seperti syaikh bin Baz, syaikh Solih al-Fauzan dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesimpulannya&lt;/span&gt; : Berharokah/Organisasi Itu Sangat Dianjurkan, Selama Harokah/Organisasi itu berdiri di atas Manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah. Mari kita berharokah, karena Setan akan mengincar orang-orang yang sendirian..!!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-2833283906355376675?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/2833283906355376675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2011/07/harakah-sunah-bukan-bidah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/2833283906355376675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/2833283906355376675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2011/07/harakah-sunah-bukan-bidah.html' title='Harakah Sunah, Bukan Bid&apos;ah'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-2100036024791854496</id><published>2011-06-13T16:29:00.001-07:00</published><updated>2011-06-13T16:34:10.551-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran Islam'/><title type='text'>Cinta Palsu Ala Syi'ah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://dedyzulvita.files.wordpress.com/2010/12/ahl-ul-bait.jpg?w=146&amp;h=150"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 146px; height: 149px;" src="http://dedyzulvita.files.wordpress.com/2010/12/ahl-ul-bait.jpg?w=146&amp;h=150" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Kami Ahlulbait!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami Cinta Dan Selalu Membela Ahlulbait!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah slogan yang dielu-elukan oleh pembesar-pembesar agama Syi’ah. Dengan slogan dan doktrin ini mereka membius, menghipnotis dan mengecoh antek-anteknya yang berputar dalam satu orbit  dan standby di frekwensi yang sama. Dengan dalih bahwa Ahlulbait berhak mendapatkan khumus (seperlima) dari harta setiap orang yang beragama Syi’ah, mereka dengan mudahnya mengeruk dan menjarah harta para pengikutnya. Dan yang paling mengerikan lagi, pemerkosaan dan perzinahan terselubung yang mereka lakukan terhadap pengikutnya dari kaum Hawa, seakan sudah menjadi legal dan halal dengan label nikah mut’ah yang mereka tempelkan. Dengan mencatut nama Ahlulbait semua itu mereka lakukan, sedangkan Ahlulbait sama sekali tidak ada hubungannya dengan mereka serta bersih dari tuduhan palsu mereka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita membongkar cinta palsu Syi’ah terhadap Ahlulbait, tentunya kita harus tahu terlebih dahulu, Siapakah Ahlulbait itu? Ahlulbait adalah orang-orang yang sah pertalian nasabnya sampai kepada Hasyim bin Abdi Manaf (Bani Hasyim) baik dari kalangan laki-laki (yang sering disebut dengan syarif) atau wanita (yang sering disebut Syarifah), yang beriman kepada Rosululloh  dan meninggal dunia dalam keadaan beriman. Dan istri-istri beliau juga termasuk Ahlul Bait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang mengaku dirinya Ahlussunnah, maka dia berkewajiban untuk mencintai dan mengakui kedudukan mereka yang sangat mulia di sisi Alloh  dan Rosul-Nya. Dan di antara kemuliaan itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Alloh  membersihkan Ahlulbait dari kejelekan. (Lihat QS. al-Ahzab: 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perintah Rosululloh   untuk berpegang dengan bimbingan mereka. Beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai manusia sesungguhnya aku telah meninggalkan sesuatu kepada kalian yang apabila kalian berpegang teguh dengannya, maka kalian tidak akan tersesat: Kitabulloh dan Ahlulbaitku.” (HR. at-Tirmidzi dengan sanad shohih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tidak ragu lagi, bahwa Ahlulbait memiliki kedudukan yang sangat istimewa di sisi Alloh dan Rosul-Nya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah  berkata: “Dan tidak ragu lagi bahwa mencintai Ahlulbait adalah wajib.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat adalah orang-orang yang sangat memuliakan Ahlulbait baik dari kalangan para sahabat sen-diri maupun para tabi’in. Demikianlah hendaknya sikap seorang Muslim kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sudah barang tentu, tolak ukur kecintaan terhadap mereka semata-mata karena iman dan kekerabatan mereka dengan Rosululloh Shallallahu Alaihi wa Sallam. Tanpa iman tidak akan bermanfaat sama sekali kekerabatan seseorang dengan Rosululloh Shallallahu Alaihi wa Sallam. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaitu di hari yang harta dan anak keturunan tidak lagi bermanfaat. Kecuali seseorang yang menghadap Alloh dengan hati yang selamat.” (QS. asy-Syu’ara’: 88-89)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula bila ada Ahlulbait yang jauh dari sunnah Rosul, maka martabatnya di bawah seseorang yang berpegang teguh dengan sunnah Rosul, walaupun dia bukan Ahlulbait. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Alloh adalah orang yang paling bertakwa.” (QS. al-Hujurat: 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah orang-orang Syi’ah membela dan mencintai Ahlulbait? Ataukah pernyataan mereka itu hanyalah bualan untuk eksistensi agama mereka (Syi’ah) dan untuk memporak-porandakan agama kita (Islam). Untuk mendapatkan jawbannya, mari kita simak bersama ungkapan cinta mereka dalam ben-tuk realitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering mendengar atau membaca dalam buku-buku yang ditulis oleh penghulu-penghulu agama Syi’ah, dengan lantangnya mereka mengatakan “Kami mencintai Rosululloh! Kami Mencintai Ahlulbait!” Tapi kalau kita perhatikan, itu semua hanyalah bualan, karena sebenarnya mereka telah menikam Rosululloh  dari belakang, dengan membuat hadist-hadist palsu dan berdusta atas nama Rosululloh  demi menopang tindakan mereka dalam mengkafirkan para sahabat Nabi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak segan-segan menta’wil, memutarbalikkan ayat-ayat al-Qur’an untuk dipaksakan memenuhi selera mereka dalam menafsirkannya, sekalipun menyimpang jauh dari kaidah-kaidah bahasa Arab sebagai bahasa al-Qur’an itu sendiri. Dan tidak kepalang tanggung, mereka menuduh ayat-ayat al-Qur’an yang tidak dapat dipaksakan untuk memenuhi selera mereka telah diubah ayat-ayatnya dan diganti oleh para Sahabat Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, bahkan sebenarnya, mereka menganggap Kitabulloh secara keseluruhan sudah tidak asli lagi, karena yang asli hanya ada di tangan imam mereka yang ghoib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, mana bukti kecintaan orang-orang  Syi’ah terhadap Rosululloh dan Ahlulbait?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktikanlah cinta kalian wahai orang-orang Syi’ah, dengan mengikuti Rosululloh dan para sahabatnya. Karena itulah konsekwensi logis dari mencintai Alloh Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Cinta Palsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih jelas lagi, mari kita simak bukti-bukti kebobrokan cinta palsu mereka terhadap Ahlulbait, yang selama ini mereka gembor-gemborkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita membaca sejarah Islam, maka sepanjang sejarah itu, tidak akan kita temukan satu pun upaya maupun pembelaan dan loyalitas orang Syi’ah terhadap Islam dan kaum Muslimin, tetapi sebaliknya, yang dibuktikan oleh sejarah adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pembunuhan terhadap Kholifah al-Faruq Umar Ibnul Khoththob Radhiyallahu Anhu dilakukan oleh mereka melalui Abu Lu’lu’ah al-Majusi yang diberi gelar oleh Syi’ah dengan gelar Baba Syuja’uddin (Pahlawan agama sejati) dan hari terjadinya pembunuhan itu dijadikan hari raya oleh mereka.&lt;br /&gt;    Pembunuhan Kholifah Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu Anhu, telah direncanakan dan dilakukan oleh tangan-tangan berdarah mereka yaitu oleh Abdulloh bin Saba’ dan kader-kadernya.&lt;br /&gt;    Khilafah ‘Abbasiah yang merupakan Khilafah Ahlilbait dari anak keturunan al-‘Abbas bin Abdul Mutholib dari Bani Hasyim telah mereka tumbangkan dengan membunuh ratusan ribu kaum Muslimin melalui pengkhianatan dan persekongkolan pemimpin-pemimpin mereka, Nashiruddin Atthusi dan Ibnul al-gomi dengan Hulaku Khan dan bala tentara Mongolnya.&lt;br /&gt;    Berkhianat terhadap kaum Muslimin dan bersekongkol dengan bala tentara Salibis untuk menghalangi Sholahuddin al-Ayyubi agar tidak bisa membebaskan Baitulmaqdis dan al-Aqsho serta seluruh Palestina dari cengkraman balatentara Salibis. Yaitu dengan bentuk  kerja sama ke-rajaan mereka yang menamakan diri dinasti Fathimiyyah dengan bala tentara Salibis.&lt;br /&gt;    Kerajaan Syi’ah Shofawiyah di Iran telah bersekongkol dengan Yahudi, Nashroni dan Freemasonry untuk menjatuhkan Khilafah Utsmaniyah, yang merupakan perbentengan terakhir bagi Islam dan kaum Muslimin di kala itu untuk membendung penjajahan Barat; dan yang lebih celaka lagi, mereka membatalkan Hukum Jihad dengan alasan Imam mereka yang ghoib belum keluar dari persembunyiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian-kejadian ini adalah fakta sejarah yang tidak bisa dielakkan, yang mencatat kejahatan dan pengkhianatan Syi’ah terhadap Islam dan kaum Muslimin. Sejarah modern hari ini pun mencatat kejahatan-kejahatan mereka yang serupa yang dilakukan oleh Amal Syi’ah maupun Syi’ahnya Khumaini di Lebanon terhadap warga Palestina. Begitu halnya dengan pengkhianatan-pengkhianatan mereka di Afghanistan yang bukan rahasia lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah sebagian  bukti sejarah atas sikap dan tindakan makar mereka terhadap Islam dan kaum Muslimin sepanjang sejarah yang lalu maupun sejarah modern. Dan masih banyak lagi makar-makar yang lainnya kalau kita teliti dan telusuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku….!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sangat jelas bagi kita, bahwa cinta mereka adalah cinta palsu yang berbisa, racun yang berbahaya. Mudah-mudahan kita bisa menyelamatkan diri dari arus serangan yang mereka lancarkan, bahkan lebih daripada itu, kita bisa menyelamatkan saudara-saudara kita yang tidak sempat melawan arus  atau malah sengaja melebur dengan arus yang begitu derasnya. (Anfalullah, Lc)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-2100036024791854496?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/2100036024791854496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2011/06/cinta-palsu-ala-syiah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/2100036024791854496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/2100036024791854496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2011/06/cinta-palsu-ala-syiah.html' title='Cinta Palsu Ala Syi&apos;ah'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-7336087226457687160</id><published>2011-01-13T18:37:00.000-08:00</published><updated>2011-01-13T18:49:33.899-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tsaqofah'/><title type='text'>Budaya Membaca, Budaya Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT-1Xvw_KnQvhg1r3SPdKSpKdmdb3mggjwQLgVbfuaB1WrcmESs"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 224px; height: 225px;" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT-1Xvw_KnQvhg1r3SPdKSpKdmdb3mggjwQLgVbfuaB1WrcmESs" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kapan terakhir kali Anda mendengar seorang Muslim memenangkan hadiah Nobel dalam bidang ilmu pengetahuan dan kedokteran? Bagaimana dengan publikasi ilmiah? Sayang sekali, Anda tidak akan menemukan banyak nama kaum Muslim dalam bidang ilmu pengetahuan dan makalah-makalah ilmiah. Apa yang kurang? Alasan apa yang kita miliki? Andalah yang bisa menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;I. Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebuah publikasi yang baru saja diterbitkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menanggapi pembangunan di wilayah Arab mengemukakan bahwa dunia Arab yang terdiri dari 22 negara hanya mampu menerjemahkan 330 buku per tahun. Angka itu sangat menyedihkan karena hanya seperlima dari jumlah buku-buku yang mampu diterjemahkan oleh sebuah negara kecil seperti Yunani dalam setahunnya! Bahkan Spanyol mampu menerjemahkan rata-rata 100.000 buku setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ada alergi atau keengganan untuk membaca dan menerjemahkan ilmu yang asal-muasalnya berasal dari nenek moyang kita sendiri (Islam)? Padahal upaya utama untuk mendapatkan kembali warisan ilmu terdahulu adalah dengan membaca, menganalisa, mengumpulkan, menyempurnakan dan menyalurkan ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa tingkat pendidikan pada kaum Muslim rendah? Sementara ayat pertama dari Al-Qur`an adalah ‘Iqra (berarti: Bacalah). Apakah mereka lupa pada sabda Nabi Muhammad SAW yang menegaskan bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap orang, laki-laki dan perempuan” (Shahih Al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagaimana pula dengan sabda beliau yang menjelaskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keutamaan orang berilmu atas ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi, dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, akan tetapi mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang mengambilnya berarti telah mengambil bagian yang banyak” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kenyataannya sekarang, bahwa begitu giatnya kaum Muslim dalam mencari kekayaan materi hingga mereka sendiri tidak tahu bagaimana untuk membelanjakannya. Sikap seperti itu begitu beresiko dan memalukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;II. Upaya yang harus dilakukan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keprihatinan akan hal-hal diatas harus dibangun dan tidak sepatutnya lagi hanya sebatas sekat nasionalisme semata, namun harus menyentuh nilai-nilai transendental di bawahnya. Problematika umat Islam tidak hanya berupa serangan budaya asing dengan berbagai bawaan unsur negatifnya, melainkan dari kalangan internal tubuh umat Islam sendiri. Diakui atau tidak, maka saat ini peradaban keilmuan umat Islam jauh tertinggal dari peradaban non Islam atau sebut saja “Dunia Barat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu elemen terpenting dalam peradaban keilmuan adalah budaya membaca.  Karena dengan membaca maka setiap individu akan semakin terbuka daya berpikirnya, semakin luas wawasan dan pengetahuanya. Namun sayang, bangsa Indonesia yang notabene berpenduduk mayoritas Islam kurang memperhatikan tentang hal ini. Budaya membaca bagi bangsa Indonesia khususnya kaum Muslim masih berada jauh di bawah “bangsa-bangsa Barat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kategori tertentu, ada sebuah penelitian tentang penjualan barang-barang secara online di internet. Untuk wilayah Indonesia, hasil dari penelitian ini cukup mengejutkan. Buku menduduki peringkat terakhir yang di jual di internet. Yang tertinggi masih berupa barang-barang konsumtif, seperti alat-alat elektronik dan kendaraan. Bandingkan dengan Amerika Serikat dan juga beberapa negara maju di Eropa. Mereka meletakkan buku pada peringkat teratas dari barang-barang  yang di transaksikan secara online. Demikian pula perbandingan kualitas dan kuantitas dari perpustakaan mereka,  yang bila dibandingkan dengan negara Indonesia maka memiliki perbedaan yang cukup signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilik penjelasan diatas, maka jangan heran bila hingga saat ini negara-negara yang berasaskan Islam atau yang berpenduduk mayoritas Islam selalu menjadi penonton dalam kancah percaturan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia. Sehingga dengan demikian sangat perlu dilakukan perubahan yang mendasar bagi setiap individunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh manusia Indonesia khususnya umat Islam,  agar kembali menjadi obor pengetahuan. Diantaranya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A. Faedah membaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari buku saya yang berjudul: “Mustika Ilmu dan Pengobatan Jiwa” maka dijelaskan beberapa faedah yang di dapatkan dengan membaca, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca dapat melatih kecerdasan, mengembangkan akal dan pikiran, serta membersihkan hati.&lt;br /&gt;Membaca bisa mengasah daya ingat dan pemahaman serta meningkatkan pengetahuan.&lt;br /&gt;Membaca dapat membantu seseorang untuk berpikir lebih jernih dan tenang. Membuat hati agar lebih terarah serta tidak berbuat yang tidak berguna dalam kehidupan.&lt;br /&gt;Banyak membaca, maka akan memotivasi seseorang untuk menciptakan sebuah karya tulis yang  dapat berguna bagi orang lain.&lt;br /&gt;Dengan membaca, maka seseorang akan terhindar dari kejenuhan, sebab ia telah memiliki obat penawarnya yang positif.&lt;br /&gt;Meskipun apa yang ia baca itu tidak bisa mendatangkan faedah, maka setidaknya seseorang telah terhindar dari perbuatan-perbuatan yang tidak baik selama waktu luangnya, karena ia telah menghabiskan waktu hanya dengan duduk tenang dalam membaca.&lt;br /&gt;Dengan banyak membaca, maka akan mematangkan kemampuan seseorang dalam mencari atau memproses ilmu pengetahuan. Mengetahui apa saja yang belum ia ketahui secara detil, serta bisa mempelajari bidang-bidang pengetahuan yang berbeda secara bersamaan.&lt;br /&gt;Membaca telah berhasil membuat seorang diri terbebas dari belenggu kebodohan dan menciptakan sebuah budaya yang sangat positif bagi kehidupan umat manusia.&lt;br /&gt;Dengan membaca, maka akan menimbulkan banyak ide dan gagasan baru, sehingga bisa meningkatkan produktifitas seseorang.&lt;br /&gt;Dengan membaca, maka seseorang dapat mengambil sebuah pelajaran dari pengalaman orang lain atau kebijaksanaan dari kalangan bijak bestari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;B. Keutamaan ilmu dibandingkan harta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan suatu hari sepuluh orang terpelajar mendatangi Imam Ali bin Abi Thalib RA. Mereka ingin mengetahui mengapa ilmu lebih baik daripada harta, dan mereka meminta agar masing-masing dari mereka diberikan jawaban yang berbeda. Imam Ali RA pun menjawab sebagaimana berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu adalah warisan Nabi, sebaliknya harta adalah warisan Fir`aun. Sebagaimana Nabi lebih unggul daripada Fir`aun, maka ilmu lebih baik daripada harta.&lt;br /&gt;Engkau harus menjaga hartamu, tetapi Ilmu akan menjagamu. Maka dari itu, Ilmu lebih baik daripada harta.&lt;br /&gt;Ketika Ilmu dibagikan ia semakin bertambah. Ketika harta dibagikan ia berkurang. Seperti itulah bahwa ilmu lebih baik daripada harta.&lt;br /&gt;Manusia yang mempunyai banyak harta memiliki banyak musuh, sedangkan manusia berilmu memiliki banyak teman. Untuk itu, ilmu lebih baik daripada harta.&lt;br /&gt;Ilmu menjadikan seseorang bermurah hati karena pandangannya yang luas, sedangkan manusia kaya dikarenakan kecintaannya kepada harta menjadikannya sengsara. Seperti itulah bahwa ilmu lebih baik daripada harta.&lt;br /&gt;Ilmu tidak dapat dicuri, tetapi harta terus-menerus terekspos oleh bahaya akan pencurian. Maka, ilmu lebih baik daripada harta.&lt;br /&gt;Seiring berjalannya waktu, kedalaman dan keluasan ilmu bertambah. Sebaliknya, timbunan dirham menjadi berkarat. Untuk itu, ilmu lebih baik daripada harta.&lt;br /&gt;Engkau dapat menyimpan catatan kekayaanmu karena ia terbatas, tetapi engkau tidak dapat menyimpan catatan ilmumu karena ia tidak terbatas. Untuk itulah mengapa ilmu lebih baik daripada harta.&lt;br /&gt;Ilmu mencerahkan pikiran, sementara harta akan cenderung menjadikannya gelap. Maka dari itu, ilmu lebih baik daripada harta.&lt;br /&gt;Ilmu lebih baik daripada harta, karena ilmu menyebabkan Nabi berkata kepada Tuhan “Kami menyembah-Nya sebagaimana kami adalah hamba-hamba-Nya”, sementara harta membahayakan, menyebabkan Fir`aun dan Namrud bersikap congkak dengan menyatakan diri mereka sebagai Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;C. Kewajiban dalam mencari ilmu pengetahuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Alasan utama dibalik kegemilangan kaum Muslim awal terletak pada pencarian mereka terhadap ilmu pengetahuan, walaupun ilmu itu harus diperoleh di tempat yang sulit dan tersembunyi. Sebagai generasi Islam sejati, mereka telah mengerti akan sabda Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah (fisabilillah) hingga ia kembali (ke rumahnya)” (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga dengan menela`ah semua hadits Nabi Muhammad SAW diatas, maka menuntut ilmu adalah wajib hukumnya bagi setiap umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;D. Kualitas kepemimpinan dan dukungan pemerintah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman awal keislaman, penguasa kaum Muslim tidak hanya menjadi pendukung edukasi, tapi mereka sendiri merupakan para sarjana yang hebat. Mereka juga dikelilingi oleh kaum terpelajar seperti para ahli filosofi, ahli ilmu falak (Astronomi), ahli fiqh, ahli hadits, ulama, analis, penyair, matematikawan, ilmuwan, insinyur, arsitek dan dokter. Kaum terpelajar memiliki nilai yang tinggi di pemerintahan. Mereka membangun perpustakan, universitas, pusat penelitian, dan observatorium. Mereka mengundang kaum terpelajar dari seluruh bangsa dan agama untuk datang ke wilayah mereka. Sehingga kota yang mereka bangun menjadi metropolitan dalam ilmu pengetahuan di segala bidang. Sebagaimana universitas saat ini seperti Harvard, MIT, Standford, Yale dan Princeton, universitas-universitas kaum Muslim dahulu adalah universitas terunggul di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apa yang kita miliki saat ini? Kebanyakan pemimpin di negeri kaum Muslim adalah setengah terpelajar, yang dikelilingi (dengan tingkat pengecualian yang rendah) oleh kroni-kroni mereka yang kualifikasi terpenting bagi mereka bukanlah kompetensi atau pendidikan, tetapi karena berhubungan dengan penguasa atau keluarganya.&lt;br /&gt;Penguasa-penguasa kita (dengan tingkat pengecualian yang rendah) telah korup dan mementingkan diri sendiri. Tidak heran, mereka dikelilingi oleh orang-orang korup yang diberikan posisi untuk menggemukkan simpanan kerabat-kerabat mereka. Lebih lanjut, ketika jumlah istana dan rumah-rumah megah terus meningkat, maka tidak satupun universitas yang dibangun oleh penguasa-penguasa ini. Hanya beberapa persen dari budget negara yang dibelanjakan untuk pendidikan dan penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, adalah wajar ketika saat ini kita terus menyaksikan begitu suramnya catatan penemuan ilmiah atau prestasi dari negara-negara Muslim. Tidak ada satupun universitas dari negeri kaum Muslim yang berada pada peringkat 100 universitas terbaik di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;E. Melangkah melampaui apa yang diharapkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang dikemukakan diatas, kaum Muslim sangat jauh tertinggal pada setiap bidang pengetahuan. Adalah tidak mungkin menutupi jurang yang semakin lebar ini hanya dengan mengikuti arus atau hanya melakukan apa-apa dengan langkah seadanya. Strategi kita seharusnya adalah berusaha melangkah melampaui kemampuan rata-rata kita, melakukan hal-hal yang lebih besar dan terus mengkaji hakekat ajaran Islam yang Rahmatan lil `alamin. Sebagaimana yang dulu pernah dilakukan oleh para ulama, ilmuwan, pendidik dan para pejabat kekhalifahan Abasiyah di Baghdad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;III. Kesimpulan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku sekalian, dengan deretan ilmuwan Muslim pada masa kejayaan Islam (baca: Peradaban Islam: Obor pengetahuan), tidaklah sulit untuk menyetujui apa yang dikatakan oleh George Sarton, ”Tugas utama kemanusian telah dicapai oleh para Muslim. Filosof terbaik, Al-Farabi adalah seorang Muslim. Matematikawan terbaik, Abul Kamil dan Al-Khawarismi adalah Muslim. Bapak kedokteran dunia yaitu Ibnu Sina adalah seorang ulama Muslim. Ahli geography (Ilmu Bumi) dan ensklopedia terbaik, Al-Masudi adalah seorang Muslim. Dan Al-Tabari, ahli sejarah terbaik juga seorang Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika negara-negara Muslim atau negara yang berpenduduk mayoritas Islam ingin mengambil kembali khazanah pengetahuan yang hilang, mereka harus meneliti kembali jejak mereka terdahulu yang membuat mereka sukses, dan menyingkirkan cara-cara yang dipakai pada saat ini karena mengantarkan mereka pada kegelapan dan kehancuran. Sebab, sejak seribu tahun yang lalu, ketika umat Islam sebagai pembawa cahaya pengetahuan dunia pada zaman kegelapan. Mereka menciptakan peradaban Islam itu karena didorong oleh ajaran agama, gemar membaca, melakukan penelitian serta membuat penemuan ilmiah. Sehingga dunia lain (Barat) pun menjadi iri dan belajar banyak  dari mereka selama berabad-abad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 17 April 2010&lt;br /&gt;Mashudi Antoro (Oedi`)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disadur dari buku Mustika Ilmu dan Pengobatan Jiwa, karya; Mashudi Antoro]&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-7336087226457687160?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/7336087226457687160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2011/01/budaya-membaca-budaya-islam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/7336087226457687160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/7336087226457687160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2011/01/budaya-membaca-budaya-islam.html' title='Budaya Membaca, Budaya Islam'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-3417364253387710244</id><published>2011-01-13T18:30:00.000-08:00</published><updated>2011-01-13T18:34:17.379-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tsaqofah'/><title type='text'>Budaya Menulis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS6FqtatmLWokSDpzHN-WLqrChFubitPyyPFcBB4oymIKVtYsgMtg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 252px;" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS6FqtatmLWokSDpzHN-WLqrChFubitPyyPFcBB4oymIKVtYsgMtg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menulis adalah bagian dari media berekspresi. Seseorang menulis karena ingin menuangkan ide yang telah menumpuk dalam pikirannya. Banyak orang tertarik dalam bidang tulis-menulis salah satunya ingin menjadi seseorang yang dikenal. Terlepas dari hal itu, menulis adalah suatu kegiatan positif yang mendayagunakan kata-kata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang tidak dapat menuangkan ide-ide secara lisan dapat mengungkapkannya melalui tulisan. Dengan menulis, seorang seperti membenamkan diri dalam proses kreatif. Karena ketika menulis, itu berarti seseorang tersebut menciptakan sesuatu, yang juga berarti melontarkan pertanyaan-pertanyaan, mengalami keraguan dan kebingungan, sampai akhirnya menemukan pemecahan. Dan ketika proses kreatif tersebut semakin dilatih, seseorang akan semakin mudah untuk mengalihkan keahliannya kepada bidang lain yang juga membutuhkan solusi kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat banyaknya manfaat kegiatan menulis, budaya menulis tentu perlu ditumbuhkembangkan. Namun untuk menumbuhkan kebudayaan tersebut hal yang pertama kali yang harus dimiliki yaitu menumbuhkan dulu kecintaan dan kebiasaan kita dalam hal membaca. Sebab dibutuhkan kemampuan ataupun kecerdasan bahasa guna mengungkapakan pemikiran agar ketika menulis, seorang penulis dapat dengan mudah dalam hal pemilihan kata yang tepat didalam tulisannya. Dan membaca merupakan solusinya. Semakin banyak buku yang dibaca, semakin banyak juga kata-kata yang bisa diproduksi. Ibarat semakin banyak minum air, maka semakin banyak mengeluarkan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu fenomena yang terjadi saat ini adalah, menulis ibarat sebuah momok yang menakutkan. Padahal dalam menempuh pendidikan, kita tidak dapat melepaskan aktivitas kita dari kegiatan membaca dan menulis. Seringkali kita menemukan, banyaknya jumlah mahasiswa yang harus tertunda kelulusannya karena terkendala dalam tugas akhirnya dalam penulisan skripsi. Tidak hanya itu, seringkali juga kita menemukan banyak kasus plagiat yang terjadi di Indonesia, hanya demi mengejar suatu gelar yang sangat prestise. Seperti kasus plagiat yang baru-baru ini menimpa Anak Agung Banyu Prawita, seorang guru besar jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Katolik Parahyangan. Gelar Profesor sekaligus Guru besar terpaksa harus dicopot, sebab artikelnya yang berjudul RI as A New Middle Power memiliki banyak kesamaan dengan artikel yang ditulis Carl Ungerer, penulis asal Australia. Tulisannya berjudul The Middle Power, Concept in Australia Foreign Policy yang telah lebih dulu dimuat di Australian Journal of Politics and History Volume 53, 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjiplakan tersebut tentu bukan “prestasi” yang patut dibanggakan oleh bangsa ini. Sebab sebagai bangsa bermartabat, seharusnya kita malu dan khawatir karena punya “budaya menjiplak”. Sebab, jika penjiplakan dibiarkan terus-menerus, pelan tetapi pasti bangsa ini bakal kehilangan jati diri, karakter, dan daya cipta.&lt;br /&gt;Kasus penjiplakan yang terjadi tersebut tentu tidak perlu terulang lagi apabila masyarakat kita telah dapat membudayakan kembali budaya baca yang menjadi titik pangkal dari budaya menulis.. Budaya baca saat ini masih merupakan menjadi kendala yang sangat besar bagi kita harus lebih dikedepankan kembali untuk meningkatkan kemauan untuk membaca dimasyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya sedikit-sedikit membaca yang menjadi slogan bagi masyarakat Islam di masa keemasannya, bertolak belakang dengan budaya kita yang tidak sedikit-dikit membaca, namun hanya sedikt membaca. Kita dapat melihat di televisi, baik dalam situasi apapun, seperti didalam kendaraan pada saat bepergian atau menunggu kedatangan bis umum, banyak diantara masyarakat Jepang memanfaatkan waktu luangnya tersebut dengan membaca. Bertolak belakang halnya dengan budaya kita, yang lebih senang untuk bercanda didalam bis ataupun memanfaatkan waktu didalam bis untuk memejamkan matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan tersebut seharusnnya dapat kita ubah. Kita tidak perlu hingga meniru masyarakat Jepang yang begitu senangnya dalam hal membaca. Kita dapat memulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu dengan menanyakan sudah berapa lembar dari sebuah buku yang telah saya baca dalam satu hari ini. Bagaimana mungkin kita dapat membuat sebuah tulisan yang baik apabila kita jarang sekali membaca. Sebab aktivitas membaca dan menulis pada dasarnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Untuk dapat melakukan aktivitas menulis, seseorang dituntut membudayakan aktivitas membaca. Namun demikian, aktivitas membaca yang menjadi landasan menulis ini ternyata belum begitu maksimal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal budaya membaca dapat membuka cakrawala pengetahuan yang sangat berguna. Lebih dari itu, membaca dan menulis bukan sekedar menyampaikan ide, informasi, atau data dan peristiwa. Namun melatih seseorang untuk dapat berperilaku jujur. sebab tulisan yang dibuat atas dasar kejujuran dapat memberikan energi berupa kepuasan dan semangat untuk berkarya bagi penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak media yang dapat kita gunakan sebagai tempat kita menuangkan tulisan kita. Salah satu media virtual yang relevan untuk meningkatkan kompetensi profesional seseorang dalam mengembangkan aktivitas dan budaya menulis adalah blog (weblog). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi kehadiran tekhnologi jejaring sosial seperti facebook dan twitter yang perkembanganya sangat pesat, justru menyebabkan penurunan jumlah pengguna blogger yang biasa menghasilkan karya-karya berupa tulisan ilmiah yang sangat berguna. Memang kita juga tidak dapat memungkiri, hadirnya jejaring sosial tersebut menumbuhkembangkan budaya menulis bagi masyarakat. Namun tulisan yang dihasilkan lebih banya berupa curhat seputar cinta dan artikel copy paste dari sumber lain. Meski tentu saja ada satu dua orang yang saya nilai sebenarnya memiliki bakat besar dalam bidang tulis menulis dan saya menyukai tulisan yang dibuatnya, namun secara umum memang harus diakui bahwa budaya menulis secara aktif masih belum membudaya. Terlebih jenis tulisan yang bersifat reflektif dan personal. Mereka hanya tertarik menulis dengan karakter pendek dan hanya berupa ungkapan status daripada menulis panjang dan berisi hal-hal positif dan lebih detail, seperti saat menulis di blog. Hal ini didukung lagi dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang cenderung menyukai percakapan atau obrolan yang santai ketimbang harus menelaah tulisan yang panjang lagi dan menjenuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah seharusnya peka dengan segala keadaan ini. Dibutuhkan suatu upaya yang dapat mendorong para generasi muda saat ini guna lebih membudayakan kegiatan membaca dan menulis. Sebab cepat atau lambat, hal ini akan berdampak serius bagi sumber daya manusia di negara kita ini. Penjiplakan yang marak terjadi tentu tidak akan terjadi apabila membaca dan menulis telah menjadi suatu kebudayaan bagi masyarakat kita.&lt;br /&gt;Mengatasi fenomena ini lebih tepat langkah awal yang ditempuh yaitu dengan menghidupan kembali gerakan gemar membaca dan gemar menulis dari level pendidikan yang lebih rendah (Tk dan Sd) sampai keperguruan tinggi yang langsung diimplementasikan dalam kehidupan dan bukan cuma hanya lewat seminar dan simposium yang hanya dihadiri oleh kalangan tertentu yang cendrung untuk mengkonsumsi buat memperkaya wawasan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara penyelenggarakan pendidikan tepat adalah dengan mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. Penegasan itu jelas tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab III Pasal 4 ayat 5. Begitu pentingnya sehingga lelulur bangsa Indonesia menciptakan ungkapan membaca adalah kunci ilmu, sedangkan gudang ilmu adalah buku.&lt;br /&gt;Faktor penting dalam masyarakat yang mampu mendorong tumbuhnya minat baca adalah guru. Sebab guru memiliki peluang untuk menciptakan pembelajaran yang berbasis buku, juga mendorong siswa untuk aktif mengeksplorasi konteksnya dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diamati, sebagian besar kegiatan di sekolah lebih berorientasi pada misi pendidikan dan pengajaran oleh guru di kelas, sedangkan visi dan misi ilmiah dalam bentuk penulisan dan publikasi ilmiah sering terabaikan. Implikasi dari kenyataan tersebut, penulisan dan publikasi karya ilmiah di kalangan tenaga pendidik masih memprihatinkan. Hal ini ditandai dengan rendahnya produktivitas guru ataupun dosen dalam menulis dan mempublikasikan karya ilmiah, termasuk di dalamnya pemakaian bahasa Indonesia ragam tulis ilmiah.&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, keengganan para dosen atau tenaga pendidik selama ini untuk menulis disebabkan banyak diantara mereka yang tidak punya banyak waktu serta imbalan menulis yang masih relatif kecil. Karena itu, alangkah lebih baik bila pemerintah juga untuk menyediakan dana bagi para penulis dari kalangan tenaga pendidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, motivasi internal dalam diri mahasiswa sendiri untuk giat menulis tentu saja sangat diharapkan. Respons positif diharapkan muncul dari mahasiswa dengan, pertama, mengerjakan tugas-tugas penyusunan makalah, paper, laporan praktik/observasi sesuai kaidah keilmuan dan kepenulisan yang benar. Kedua, berperan dan berpartisipasi aktif dalam setiap perlombaan karya tulis ilmiah sebagai upaya menerapkan dan menguji ilmu pengetahuan terkait jurusan dan program studinya. Ketiga, mengembangkan ilmu pengetahuan terkait jurusan dan program studinya melalui karya-karya tulis yang dapat memberikan kontribusi bagi kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber bacaan atau referensi tentunya sangat mempengaruhi hasil tulisan. Buku yang dibaca oleh seorang dapat berpengaruh dalam pengembangan karya. Membaca sesuai kebutuhan menjadikan tulisan lebih bernilai karena memiliki dasar-dasar yang kuat. Dengan membaca seseorang mempunyai wawasan yang lebih luas dan memiliki perspektif lain mengenai dunia yang sedang digeluti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca merupakan awal dari tindakan menulis. Seseorang yang telah banyak melahap buku bacaan sekali waktu ingin menumpahkan kembali gagasan-gagasan yang telah dihimpunnya. Namun untuk membangun budaya membaca dan menulis dibutuhkan sarana dan prasarana yaitu buku dan perpustakaan yang harus dibangun sampai tingkat desa bahkan RT/RW. Dan hal inilah salah satu faktor yang menyebabkan kemampuan membaca anak-anak Indonesia tergolong rendah. Sebab sarana dan prasarana khususnya perpustakaan baik diperpustakaan sekolah maupun diperguruan tinggi sekalipun yang buku-bukunya belum mendapat prioritas. Sedangkan kegiatan membaca membutuhkan buku-buku yang memadai dan bermutu serta ditunjang eksistensi perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan merupakan sarana sumber belajar yang efektif untuk menambah pengetahuan melalui beraneka bacaan. Berbeda dengan pengetahuan dan ketrampilan yang dipelajari secara klasikal di sekolah, perpustakaan menyediakan berbagai bahan pustaka yang secara individual dapat digumuli peminatnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan di masa kini dan yang akan datang perpustakaan di Indonesia menjadi bagian hidup keseharian masyarakat Indonesia dan merupakan kebutuhan hidup sehari-hari. Peranan perpustakaan dalam menumbuh kembangkan minat baca dan cinta buku merupakan keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar. Sebab menciptakan manusia cerdas, terampil, dan berkualitas ditentukan oleh membaca. Tanpa membaca tiada berarti apa-apa bagi manusia.&lt;br /&gt;Orang yang kutu buku belum tentu dapat mengungkapkan gagasan-gagasannya dalam bentuk tulisan. Namun seorang penulis pasti juga seorang pembaca yang baik. Semakin banyak buku yang kita baca, semakin banyak pula ide yang masuk kedalam otak kita. Jika kita hanya membaca tanpa usaha untuk menulis, maka kita tak ubahnya ibarat sebuah gudang buku, bukan penerbit buku. Gudang hanya untuk menyimpan barang-barang yang biasanya lama tanpa mengeluarkan atau menciptakan karya yang baru. Setiap pabrik atau perusahaan memiliki gudang namun permasalahannya tidak semua gudang merupakan kepunyaan pabrik. Pabrik memproduksi barang baru sedangkan gudang hanya menyimpannya. Semua gudang merupakan kepunyaan pabrik. Pabrik memproduksi barang baru sedangkan gudang hanya menyimpannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu merubah paradigma kita yang selama ini puas dan bangga hanya dengan mengoleksi dan membaca karya-karya orang lain, dengan menciptakan karya tulis untuk orang lain. Kita jangan puas hanya sebagai konsumen, yang membeli, mengumpulkan dan membaca pikiran orang lain. Kita perlu menjadi produsen untuk menciptakan karya yang dapat dinikmati oleh orang lain. Oleh karena itu, mari kita menjadikan membaca dan menulis menjadi budaya dalam kehidupan kita sehari hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://chandrasilaen.wordpress.com/2010/07/24/budaya-menulis/ dengan sedikit edit dari Admin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-3417364253387710244?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/3417364253387710244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2011/01/budaya-menulis.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/3417364253387710244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/3417364253387710244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2011/01/budaya-menulis.html' title='Budaya Menulis'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-2495654452139674584</id><published>2010-12-21T15:59:00.000-08:00</published><updated>2010-12-21T16:16:52.081-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tsaqofah'/><title type='text'>Mengapa Ummat Islam Mundur dan Ummat Kafir Maju?</title><content type='html'>Saat ini boleh dikata ummat Islam adalah ummat yang paling tertinggal dibanding ummat-ummat beragama lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummat Yahudi meski berjumlah hanya 15 juta, namun menguasai ekonomi dan politik dunia. Mereka bisa menguasai masjidil Aqsha tanpa perlawanan berarti dari ummat Islam yang katanya berjumlah 1,2 milyar atau 80 kali lipat lebih banyak dari kaum Yahudi.&lt;br /&gt;Ummat Nasrani di Eropa, Australia, AS, sangat maju di bidang teknologi dan menguasai negara-negara Islam secara ekonomi dan politik. Mereka mampu membuat mobil, kapal selam, kapal induk yang mampu memuat ratusan kapal terbang, rudal antar benua, pesawat ulang alik yang mengelilingi bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Amerika Serikat dan sekutunya mampu menyerang dan menjajah dan membunuh ummat Islam di Afghanistan dan Irak tanpa perlawanan dari seluruh ummat Islam. Sebagian ummat Islam dengan semangat “Toleransi” justru bekerjasama dengan AS dan Sekutunya yang sebenarnya merupakan kafir harbi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan Ummat Islam sekarang ini ekstrimnya boleh dikatan sedang terbelakang.&lt;br /&gt;Padahal zaman Nabi, sahabat, dan beberapa generasi sesudahnya selama 700 tahun ummat Islam begitu maju menguasai dunia. Islam berkibar dari Ternate, India, Timur Tengah, Yugoslavia, Albania, Bulgaria, Yunani, bahkan hingga Spanyol.&lt;br /&gt;Ummat Islam mampu mengalahkan orang-orang kafir, Yahudi, bahkan 2 kerajaan Super Power saat itu yaitu Romawi dan Persia. Bahkan ibukota kedua negara tersebut, yaitu Constantinople (Istambul) dan Baghdad saat ini tetap berada di tangan Islam yaitu di negara Turki dan Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat jihad ummat Islam begitu tinggi sehingga 200 ribu pasukan Romawi tidak mampu mengalahkan pasukan Islam yang dipimpin Khalid bin Walid yang berjumlah hanya 3 ribu orang. Bukannya tentara Islam yang mundur, justru pasukan Romawilah yang mundur ketakutan akibat strategi Khalid bin Walid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Perang Salib antara ummat Kristen dengan Ummat Islam yang terjadi beberapa kali dari tahun 1096 hingga 1291 untuk memperebutkan Palestina, hanya perang Salib pertama yang dimenangkan ummat Kristen. Setelah itu ummat Islam yang menang dan berkuasa hingga abad 20 sebelum akhirnya jatuh ke tangan Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ini semua bisa terjadi?&lt;br /&gt;Syekh Amir Syakib Arsalan menulis satu buku yang mengungkap hal ini dengan judul ”Mengapa Ummat Islam Mundur dan Ummat Selainnya Maju?”&lt;br /&gt;1. Sebab pertama kenapa ummat Islam mundur adalah karena ummat Islam sudah tidak mempraktekkan ajaran Islam yang termuat dalam Al Qur’an dan Hadits. Padahal itu adalah pedoman kita agar hidup bahagia dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;Nabi SAW bersabda: “Aku tinggalkan bagimu dua perkara, jika kamu berpegang teguh kepada keduanya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya yaitu kitab Allah dan Sunnah Rasul(hadits)”. Ditambah lagi Qur’an sendiri menyatakan dalam surat Al-Furqon ayat 30. Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur’an itu sesuatu yang tidak diacuhkan”. Menyoroti masalah ini Ibnu Taimiyyah mengatakan: “Barang siapa yang tidak membaca Qur’an maka dia telah menjauhi Qur’an, dan barang siapa yang membaca tapi tidak pernah merenungkan isinya maka dia telah menjauhi Qur’an, dan barang siapa yang membaca lalu merenungkan isinya tapi tidak pernah mengamalkan nya maka dia telah menjauhi qur’an pula”. Tapi hal iniditujukan kepada orang yang berbeda kemampuan pemahamannya terhadap Qur”an.&lt;br /&gt;Dalam Islam begitu banyak ajaran yang jika dilaksanakan akan bermanfaat bagi ummat Islam sendiri.&lt;br /&gt;Sebagai contoh, Nabi berkata bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap Muslim lelaki dan perempuan [Ibnu Majah). Artinya jika kita mempelajari ilmu yang bermanfaat kita akan mendapat pahala, sedang jika tidak belajar kita akan berdosa.&lt;br /&gt;Namun kenyataannya banyak ummat Islam yang malas belajar. Bahkan ada yang beranggapan wanita tidak perlu sekolah tinggi-tinggi toh akhirnya juga tinggal di dapur.&lt;br /&gt;Akibatnya ummat Islam jadi bodoh dan terbelakang.&lt;br /&gt;Sebaiknya ummat Non Muslim begitu rajin belajar. Tidak hanya S1, tapi juga S2, bahkan S3 dan banyak juga yang tetap belajar meski tidak melalui pendidikan formal seperti Bill Gates yang meski tidak lulus kuliah tapi tetap terus belajar sehingga bisa membuat sistem operasi komputer yang dipakai luas di seluruh dunia.&lt;br /&gt;Ummat Non Muslim begitu cerdas hingga mereka bisa membuat pesawat terbang, kapal induk, peluru kendali, mobil, komputer, dan sebagainya, sementara ummat Islam karena bodoh nyaris tidak bisa apa-apa.&lt;br /&gt;Nabi juga berkata: ”Kebersihan sebagian dari iman.” Namun ternyata ummat Islam banyak yang hidup jorok. Bahkan banyak pesantren yang merupakan tempat kaderisasi ulama yang begitu kotor tempat wudlu, kamar mandi, apalagi WC-nya. Saya sempat melihat air yang begitu kotor dan hijau dipakai untuk berwudlu di pesantren.&lt;br /&gt;Sebaliknya, ummat Non Muslim hidup begitu bersih. Untuk kamar kecil saja, airnya begitu bersih dan jernih. Bahkan mereka bisa mencari nafkah dengan menjadikan kebersihan sebagai usaha/bisnis mereka. Sebagai contoh perusahaan Swedia, Electrolux, memproduksi berbagai produk kebersihan seperti Vacuum Cleaner, alat pel listrik, dan sebagainya. Unilever merupakan perusahaan Multinasional yang kaya dengan produk kebersihan seperti sabun mandi, shampo (pembersih rambut), dan juga sabun cuci. Mereka jadi bersih dan makmur dengan menjalankan kebersihan yang sebenarnya merupakan ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ummat Islam tidak bersatu, tapi berpecah-belah. Padahal ummat Islam diperintahkan untuk bersatu.&lt;br /&gt;Allah sudah mengingatkan kepada kita . QS. Ali Imran : 103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni'mat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW bersabda: "Akan terpecah belah umatku seperti terpecah-belahnya Yahudi dan Nasrani menjadi 73 golongan, semuanya masuk neraka kecuali kaum yang mengikuti ajaran-ajaranku dan sahabat-sahabatku".&lt;br /&gt;Pada zaman Nabi, ummat Islam juga berusaha untuk dipecah-belah dan diadu-domba baik oleh orang kafir Mekkah, mau pun kaum Yahudi misalnya dengan berusaha menimbulkan fanatisme suku antara kelompok Muhajirin dan Anshar. Tapi Nabi berhasil mendamaikan dan mempersatukan mereka. Seharusnya para ulama yang merupakan pewaris Nabi harus berusaha mempersatukan ummat Islam yang terpecah-belah baik dalam kelompok bangsa/negara mau pun aliran.&lt;br /&gt;Bahkan ummat Islam juga disusupi oleh kaum munafik yang dipimpin Abdullah bin Ubay bin Salul untuk memecah-belah ummat Islam dari dalam. Kaum munafik ini bahkan membangun masjid guna memecah-belah ummat Islam.&lt;br /&gt;”Di antara orang-orang munafik itu ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan pada orang-orang mukmin, untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta.&lt;br /&gt;Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguh- nya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih. [At Taubah:107-108]&lt;br /&gt;Ummat Islam bukan hanya tidak sholat di masjid itu (Masjid Dliror), bahkan membakarnya sehingga orang-orang munafik tidak bisa memecah-belah ummat Islam.&lt;br /&gt;”Maka mengapa kamu terpecah menjadi dua golongan dalam menghadapi orang-orang munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri ? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barangsiapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan untuk memberi petunjuk kepadanya.&lt;br /&gt;Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir seperti mereka. Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolongmu, hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan pula&lt;br /&gt;menjadi penolong” [An Nisaa’:88-89]&lt;br /&gt;Surat Al Baqoroh ayat 1-20 menjelaskan Muslim yang lurus, orang yang kafir, dan orang yang munafik. Ini agar ummat Islam bisa bersatu dengan Muslim yang lurus dan terhindar dari pecah-belah / adu domba kaum kafir dan munafik.&lt;br /&gt;Dengan persatuan, ummat Islam tidak terkalahkan. Tidak hanya kaum kafir Quraisy yang gagal mengalahkan ummat Islam, tapi juga kaum Yahudi, Persia, dan Romawi. Mereka akhirnya takluk di tangan pejuang Islam.&lt;br /&gt;Negara-negara Barat maju karena mereka bersatu. Di bawah kepemimpinan Amerika Serikat dan kelompoknya yang disebut NATO, mereka bersatu menyerang ummat Islam di Afghanistan, Iraq, dan juga memberikan dukungan penuh pada Israel yang menjajah Palestina dan menguasai masjid Al Aqsha.&lt;br /&gt;Presiden AS, George W Bush mengatakan: ”Either with us or against us!”. Berjuang bersama kami. Jika tidak berarti melawan kami!” Jika tidak turut berjuang bersama George W Bush, berarti jadi musuh Bush cs.&lt;br /&gt;Ummat Islam dulu juga begitu. Ketika bin Malik, Hilal bin Umayyah dan Mararah bin Rabi’ tidak ikut berperang, mereka dikucilkan sehingga merasa berdosa:&lt;br /&gt;”dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” [At Taubah:118]&lt;br /&gt;Ummat Islam gagal membebaskan masjid Al Aqsha karena politik adu domba dan pecah belah yang dilancarkan oleh AS dan sekutunya.&lt;br /&gt;Jika ummat Islam bersatu, tidak mungkin orang-orang kafir mampu memerangi ummat Islam dan menang:&lt;br /&gt;”Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti.” [Al Hasyr:14]&lt;br /&gt;Sebagai contoh ratusan ribu ummat Islam dibantai di Iraq, Afghanistan, dan Palestina oleh AS dan Israel. Ternyata justru sebagian pemimpin Arab seperti presiden Mesir Hosni Mobarak atau Raja Arab Saudi, Abdullah, yang bersekutu dengan AS/Israel. Arab Saudi bahkan menyediakan negaranya sebagai pangkalan militer puluhan ribu tentara AS yang membantai ummat Islam di Iraq dan Afghanistan serta menyediakan minyak bagi tank, pesawat tempur, dan roket AS dan Israel.&lt;br /&gt;Sering ummat Islam ribut dan bertengkar karena masalah furu’iyah/cabang sehingga akhirnya terpecah-belah dan mudah ditaklukkan musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ummat Islam sudah banyak yang Cinta Dunia dan Takut Mati.&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW berkata: ”Kamu akan diperebutkan oleh bangsa-bangsa lain sebagaimana orang-orang yang berebut melahap isi mangkok makanan. Para sahabat bertanya, “Apakah saat itu jumlah kami sedikit, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tidak, bahkan saat itu jumlah kalian banyak sekali tetapi seperti buih air bah (tidak berguna) dan kalian ditimpa penyakit wahan.” Mereka bertanya lagi, “Apa itu penyakit wahan, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Kecintaan yang sangat kepada dunia dan takut mati.” (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;Saat ini mayoritas ummat Islam terlalu cinta dunia dan takut mati. Kebanyakan ummat Islam boleh dikata alergi terhadap perang. Apalagi ada beberapa boneka kelompok Barat yang berusaha melenyapkan ajaran jihad dengan perang dan menggantinya dengan ajaran Damai dan Cinta meski pada saat ini ummat Islam diserang dan dibunuh di Afghanistan, Iraq, dan Palestina. Ajaran Jihad pun berusaha untuk dipersempit sehingga perang tidak termasuk di situ.&lt;br /&gt;Allah mewajibkan ummat Islam untuk berperang membela diri dan orang-orang yang dizalimi:&lt;br /&gt;”Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan membela orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!.” [An Nisaa’:75]&lt;br /&gt;”Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu” [Al Baqoroh:190]&lt;br /&gt;”Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” [Al Baqarah:216]&lt;br /&gt;Dalam Islam kita diperintahkan untuk selalu dalam keadaan siap untuk berperang, sehingga ketika musuh menyerang, kita tidak terbantai dan terjajah:&lt;br /&gt;”Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” [Al Anfaal:60]&lt;br /&gt;Negara-negara Barat paham mengenai hal ini. Mereka punya semboyan: ”Si Vis Pacem Para Bellum”. Agar bisa damai, kita harus menyiapkan perang. Artinya jika kita kuat dan siap perang, maka musuh tidak berani menyerang dan memerangi kita sehingga kita bisa hidup damai.&lt;br /&gt;Negara-negara Barat maju karena banyak melakukan peperangan. Dari Eropa, mereka berperang menyerang penduduk-penduduk di benua Asia, Afrika, Australia, dan Amerika. Akibatnya saat ini Kanada, Amerika Serikat, Australia, serta negara-negara Amerika Latin seperti Meksiko dan Brazil boleh dikata mayoritas penduduknya dan pemimpinnya berasal dari Eropa.&lt;br /&gt;Negara-negara Barat juga melakukan peperangan baik dalam perang Dunia I, Perang Dunia II, Perang Korea, Perang Vietnam, Perang Afghanistan, Perang Iraq, dan sebagainya. Puluhan juta tentara mereka mati karenanya. Tapi musuh yang mereka bunuh (di antaranya ummat Islam) lebih banyak lagi dan mereka berhasil menguasai sumber daya dan kekayaan negara lain sehingga bisa maju dan kaya.&lt;br /&gt;Seharusnya ummat Islam harus berani berperang untuk membela diri. Para ulama dan pemuda Islam yang sadar juga harus semangat untuk berperang membela orang-orang yang dijajah:&lt;br /&gt;”Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti” [Al Anfaal:65]&lt;br /&gt;Saat ini kebanyakan ummat Islam takut untuk mati di dalam peperangan. Sebaliknya mati ketika tawuran sekolah, tawuran antar warga, perang Supporter bola, atau mati terinjak dalam konser jadi hal yang biasa ketimbang mati syahid di dalam peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hilangnya semangat Jihad. Jihad adalah satu kesungguhan untuk berjuang di jalan Allah.&lt;br /&gt;Ada hadits dloif yang berusaha memperkecil makna Jihad sebagai hanya perang melawan hawa nafsu dan bukan berperang. Padahal jihad adalah perjuangan yang sungguh-sungguh sehingga bukan hanya harta saja yang dikorbankan, tapi juga nyawa.&lt;br /&gt;Ayat di bawah menjelaskan orang yang berjihad dengan harta dan nyawa jauh lebih tinggi derajadnya ketimbang orang yang tidak ikut berperang:&lt;br /&gt;”Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar” [An Nisaa’:95]&lt;br /&gt;Ummat Islam ketika perang dulu tidak takut mati. Justru mereka berperang dengan sengit agar bisa mati syahid dan mendapatkan surga:&lt;br /&gt;”Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” [At Taubah:111]&lt;br /&gt;Orang-orang kafir heran, ummat Islam bukannya berusaha menghindari mati, tapi justru berusaha mati di dalam peperangan. Sehingga mereka begitu fokus menyerang musuh dan sulit untuk dikalahkan.&lt;br /&gt;Dalam Perang Mu’tah, 3.000 pasukan Muslim dengan sabar melawan 200.000 pasukan Romawi. Mereka tidak mundur ketakutan. Justru pasukan Romawi yang mundur ketakutan karena strategi Panglima Muslim, Khalid bin Walid. Ketika ada yang mengusulkan untuk minta bantuan pasukan kepada Nabi, Abdullah bin Rawahah (salah satu syuhada) berkata: ”Demi Allah apa yang tidak kalian sukai sebenarnya justru yang kita cari, yaitu mati syahid. Kita tidak berperang karena jumlah, kekuatan, dan banyaknya personil. Kita perang karena Islam yang dengannya Allah memuliakan kita. Maka berangkatlah karena di sana hanya ada 2 kebaikan: Menang atau Mati Syahid!” (Siroh Nabawiyah, Syaikh Shafiyyurrahman al Mubarakfury).&lt;br /&gt;Zaid bin Harits, Ja’far bin Abu Thalib, Abdullah bin Rawahah mati syahid. Total hanya 12 pasukan Muslim yang mati syahid. Sementara jumlah tentara Romawi yang gugur lebih banyak lagi.&lt;br /&gt;Ibnu ’Umar yang melihat jasad Ja’far mengatakan bahwa ada 70 luka karena tikaman dan sabetan di tubuh Ja’far. Semua di tubuh bagian depan.&lt;br /&gt;Itulah kehebatan semangat Jihad yang dimiliki ummat Islam. Meski kalah jumlah dan menghadapi Superpower dunia saat itu, mereka tidak gentar dan menang.&lt;br /&gt;Sesungguhnya Jihad adalah semangat yang membuat ummat Islam menjadi kuat dan sulit untuk dizalimi, dijajah, atau dikalahkan. Orang-orang kafir membenci ini dan berusaha menghapusnya dengan memasukkan berbagai ajaran/paham sehingga ummat Islam jauh dari jihad. Misalnya dengan tasawuf, ummat Islam diasyikkan dengan ”mujahadah” sehingga lebih asyik menyepi dan ”berzikir” ketimbang berjihad.&lt;br /&gt;Padahal jihad adalah satu kewajiban:&lt;br /&gt;”Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya..” [Al Hajj:78]&lt;br /&gt;Jihad adalah pintu atau syarat untuk masuk surga:&lt;br /&gt;”Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.” [Ali ’Imran:142]&lt;br /&gt;”Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan jihad yang besar.” [Al Furqon:52]&lt;br /&gt;Hanya orang yang munafik/tidak beriman yang tidak mau berperang dan berjihad:&lt;br /&gt;”Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.” [At Taubah:44]&lt;br /&gt;”Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut perang) merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: “Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini.” Katakanlah: “Api neraka jahannam itu lebih sangat panasnya” jika mereka mengetahui.” [At Taubah:81]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tidak mandiri di bidang ekonomi. Saat ini secara ekonomi ummat Islam dikuasai oleh orang-orang kafir. Ummat Islam bukan sebagai produsen atau penghasil. Tapi hanya sebagai pembeli/pemakai. Jika orang-orang kafir mengembargo, maka ummat Islam akan kesulitan.&lt;br /&gt;Sumber daya dan kekayaan alam negara-negara Islam saat ini dikuasai oleh orang-orang kafir. Minyak, gas, emas, tembaga, perak, boleh dikata dikelola oleh Multi National Company (MNC) dari negara-negara Barat yang perekonomiannya didominasi Yahudi bekerjasama dengan segelintir pemimpin Muslim yang korup.&lt;br /&gt;Ummat Islam hanya mendapat persentase yang amat kecil. Sebagai contoh dari minyak saja mereka mengeruk keuntungan Rp 154 trilyun per tahun. Akibatnya ummat Islam jadi miskin, sementara orang-orang kafir bertambah kaya. Ummat Islam sering kesulitan dana untuk membangun masjid, sekolah-sekolah Islam dan tidak mampu menyantuni fakir miskin dan anak Yatim. Banyak anak-anak miskin yang berkeliaran di jalan mencari makan.&lt;br /&gt;Nabi Muhammad bukan hanya mengadakan boikot terhadap produk asing. Tapi bahkan melarang orang-orang kafir masuk ke kota Mekkah. Padahal saat itu perekonomian masih dikuasai oleh orang-orang kafir. Ketika sebagian orang Islam ada yang khawatir nanti bisa susah/miskin, Allah menghibur mereka:&lt;br /&gt;”Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [At Taubah:28]&lt;br /&gt;Justru dengan melarang orang-orang kafir masuk, ummat Islam malah mandiri di bidang ekonomi dan menjadi lebih makmur.&lt;br /&gt;Sebagai contoh, jika minyak, gas, emas, tembaga, perak, dan sebagainya dikelola oleh ummat Islam sendiri, maka semua keuntungan masuk ke tangan ummat Islam. Bukan recehan kecil yang hanya nol sekian persen yang diberikan oleh orang-orang kafir tersebut.&lt;br /&gt;Dengan begitu ummat Islam bisa makmur dan kuat. Kemiskinan bisa dikurangi.&lt;br /&gt;6. ummat Islam tidak bisa menentukan prioritas (Tertib/urutan kepentingan) bersama yang harus dikerjakan bersama.&lt;br /&gt;Sering ummat Islam mengerjakan hal-hal yang tidak penting dan tidak segera ketimbang hal yang sangat penting dan mendesak.&lt;br /&gt;Padahal berbagai ajaran Islam seperti sholat, haji, wudlu, dan sebagainya merupakan pendidikan tentang mengerjakan sesuatu menurut urutan yang benar/tertib. Ummat Islam harus bisa menentukan mana pekerjaan yang harus diselesaikan lebih dulu, dan mana yang bisa dikerjakan kemudian.&lt;br /&gt;Ummat Islam juga sering gagal menentukan musuh mana dulu yang harus dilawan sekarang dan yang mana bisa dilakukan kemudian. Sering ummat Islam perang sesama mereka sementara lawan yang harus diserang seperti Israel yang menjajah Palestina atau AS yang menjajah Iraq dan Afghanistan justru aman dari mulut dan tangan ummat Islam.&lt;br /&gt;Sebagai contoh kita menyaksikan perang Iraq melawan Iran yang menewaskan 2 juta ummat Islam, kemudian Iraq melawan Kuwait dan Saudi yang juga menewaskan banyak korban. Di saat yang sama negara-negara yang berperang dan mengorbankan nyawa jutaan rakyatnya ini tidak ada satu pun yang menyerang Israel untuk membebaskan Masjidil Aqsha.&lt;br /&gt;Nabi Muhammad dan para sahabat tidak pernah ribut apalagi perang dengan sesama. Bahkan ketika kelompok munafik Abdullah bin Ubay memecah-belah ummat Islam sehingga dari 1.000 pasukan Muslim, 300 membelot ke Abdullah bin Ubay, Nabi tidak memeranginya. Kata Nabi, jika aku membunuhnya, nanti orang akan berkata bahwa ummat Islam saling bunuh. Nabi juga menandatangani perjanjian damai dan kerjasama pertahanan dengan orang-orang Yahudi untuk menghadapi serangan kaum kafir Mekkah. Ketika kaum Yahudi berkhianat, baru Nabi memerangi mereka.&lt;br /&gt;Jadi Nabi Muhammad SAW bertindak cerdas untuk menentukan lawan yang harus diserang dan mana yang diajak bekerjasama. Bukan memerangi seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ummat Islam gagal menemukan hal yang bermanfaat.&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairoh ra, dia berkata: “Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Sebagian tanda dari baiknya keislaman seseorang ialah ia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.” (Hadits hasan, diriwayatkan Tirmidzi dan lainnya)&lt;br /&gt;”Gemarlah kepada hal-hal yang berguna bagimu” [Muslim]&lt;br /&gt;Negara Barat maju karena banyak menemukan dan membuat hal yang berguna baik untuk orang lain mau pun diri mereka sendiri. Mereka membuat mobil dan kapal terbang sehingga orang bisa bepergian dengan cepat dan nyaman. Mereka membuat handphone dan telepon sehingga orang bisa berbicara dengan saudara dan temannya meski terpisah jauh sekali. Mereka membuat berbagai peralatan yang bermanfaat bagi kita semua seperti vacuum cleaner dan sebagainya.&lt;br /&gt;Dengan menggemari hal yang bermanfaat, mereka memberikan manfaat bagi orang lain dan diri mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Ummat Islam Kurang menguasai media massa. Akibatnya ketika Islam dicitrakan sebagai teroris dan hukum Islam dilecehkan, ummat Islam tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan tidak jarang ummat Islam diadu-domba dengan berbagai pemberitaan di media massa.&lt;br /&gt;Memang ummat Islam punya media cetak dan radio meski pembacanya tidak sebanyak media yang dimiliki oleh kelompok non Muslim dan sekuler. Contohnya di Indonesia oplah majalah Islam hanya 100 ribu atau kurang dengan pembaca kurang dari 500 ribu orang. Kurang dari 0,3% dari total penduduk Indonesia.&lt;br /&gt;Bahkan untuk TV Nasional yang dapat menjangkau 200 juta penduduk Indonesia, tidak ada TV yang dimiliki oleh ummat Islam. Semuanya dimiliki kelompok Non Muslim atau sekuler. Bahkan 2 di antara TV Nasional di Indonesia dikuasai oleh Konglomerat Media Yahudi: Rupert Murdoch.&lt;br /&gt;Di dunia boleh dikata media massa dikuasai oleh Non Muslim. Media massa terkemuka seperti TV CNN, majalah Time, New York Time dikuasai oleh mereka. Begitu pula dengan Hollywood yang film-filmnya ditonton jutaan orang. Tak jarang di film tersebut selain dipropagandakan gaya hidup sex bebas juga ummat Islam digambarkan sebagai teroris.&lt;br /&gt;Padahal media massa sangat penting untuk menyampaikan berita. Mukjizat terbesar Nabi Muhammad adalah Al Qur’an yang artinya ”Bacaan” atau informasi. Salah satu tugas utama Nabi adalah menyampaikan berita:&lt;br /&gt;”Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah.” [Al Ahzab:47]&lt;br /&gt;”Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan” [Al Baqarah:119]&lt;br /&gt;”Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan” [Al Fath:8]&lt;br /&gt;Tentu saja untuk menyampaikan berita itu kepada masyarakat luas diperlukan berbagai media. Nabi melakukannya dengan berpidato ke masyarakat luas, dakwah dari mulut ke mulut, menyampaikan utusan, dan juga mengirim surat.&lt;br /&gt;Tak jarang banyak berita yang memojokkan ummat Islam dan justru membela aliran-aliran sesat. Ini karena media massa dikuasai kelompok yang tidak senang dengan Islam. Oleh karena itu ummat Islam harus menguasai media massa agar ummat Islam bisa mendapatkan berita dari sumber yang benar. Bukan berita dari orang-orang fasik yang memojokkan Islam:&lt;br /&gt;”Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” [Al Hujuraat:6]&lt;br /&gt;Tentu saja kekurangan dana menyebabkan ummat Islam tidak dapat menguasai media massa. Tapi dengan media massa juga ummat Islam sebetulnya bisa menggalang dana. Tentunya ini tidak akan berhasil jika tidak dilakukan secara berjama’ah oleh seluruh ummat Islam, dengan sebuah tandzim yang berasaskan Ahlussunnah wal Jama’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sebab utamanya adalah yang nomor satu, adapun yang lainnya itu adalah efek negatif dari sebab nomor satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-2495654452139674584?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/2495654452139674584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/12/mengapa-ummat-islam-mundur-dan-ummat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/2495654452139674584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/2495654452139674584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/12/mengapa-ummat-islam-mundur-dan-ummat.html' title='Mengapa Ummat Islam Mundur dan Ummat Kafir Maju?'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-2002723130600064458</id><published>2010-12-13T20:10:00.000-08:00</published><updated>2010-12-13T20:49:43.993-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tolak Syubhat'/><title type='text'>Syubhat Seputar Jenggot</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://maghfirah.files.wordpress.com/2008/12/mishari.jpg?w=400&amp;h=553"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 135px; height: 190px;" src="http://maghfirah.files.wordpress.com/2008/12/mishari.jpg?w=400&amp;h=553" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Syubhatnya: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bukankah Nabi mengaitkan perintah memelihara jenggot itu dengan perintah menyelisihi Kaum Yahudi?!.. Dan karena di era ini, ada beberapa Kaum Yahudi yang memanjangkan jenggotnya, mengapa kita tidak memotong jenggot agar kita menyelisihi mereka?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ada banyak jawaban untuk syubhat ini, diantaranya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a. Mereka yang memanjangkan jenggotnya hanya sebagian kecil saja, mayoritasnya tetap tidak memelihara jenggot. Padahal kita tahu, bahwa hukum standar untuk kelompok tertentu, itu didasarkan pada perbuatan seluruh atau mayoritas individunya, bukan pada perbuatan sebagian kecilnya. Ini menunjukkan bahwa perintah menyelisihi mereka dengan memanjangkan jenggot masih sesuai dengan kenyataan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Rosul -shollallohu alaihi wasallam- tidak hanya mengaitkannya dengan perintah menyelisihi Kaum Yahudi, tapi juga mengaitkannya dengan perintah menyelisihi Kaum Musyrikin, Kaum Majusi, dan Kaum Nasrani. Dan kita tahu, kebanyakan dari mereka sampai saat ini, masih memangkas habis jenggotnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Dua perintah beliau ini, (yakni perintah memanjangkan jenggot dan perintah menyelisihi Kaum Yahudi, Nasrani, Majusi, dan Musyrikin), adalah dua perintah yang berdiri sendiri-sendiri, dan dua-duanya harus dijalankan semuanya. Sehingga kita tidak boleh menyelisihi mereka, jika konsekuensinya harus meninggalkan perintah untuk memanjangkan jenggot, wallohu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa dalil bahwa dua perintah ini berdiri sendiri-sendiri?&lt;br /&gt;Dalilnya adalah banyaknya perintah dari Alloh dan Rosul-Nya untuk menyelisihi mereka tanpa dibarengi perintah memanjangkan jenggot. Sebaliknya, ada juga perintah memanjangkan jenggot tanpa dibarengi perintah menyelisihi mereka. Perhatikanlah nash-nash berikut:&lt;br /&gt;أَنّ رسول الله صلى الله عليه وسلمُ أَمَرَ بِإِحْفَاءِ الشَّوَارِبِ وَإِعْفَاءِ اللِّحْيَة (رواه مسلم)&lt;br /&gt;Sesungguhnya Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- telah menyuruh menyukur tipis kumis dan memanjangkan jenggot. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;عن أبي الزبير: كنا نؤمر أن نوفي السبال, ونأخذ من الشارب (مصنف ابن أبي شيبة 5/25504)&lt;br /&gt;Abuz Zubair mengatakan: “Dahulu kami (para sahabat) diperintah untuk memanjangkan jenggot, dan menyukur kumis”. (Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah 5/25504)&lt;br /&gt;عن أبي أمامة, قال عليه الصلاة والسلام: يَا مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ حَمِّرُوا وَصَفِّرُوا وَخَالِفُوا أَهْلَ الْكِتَابِ… تَسَرْوَلُوا وَائْتَزِرُوا وَخَالِفُوا أَهْلَ الْكِتَابِ… فَتَخَفَّفُوا وَانْتَعِلُوا وَخَالِفُوا أَهْلَ الْكِتَابِ (حسنه الحافظ في الفتح والألباني في الصحيحة)&lt;br /&gt;Dari Abu Umamah, Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: Wahai Kaum Anshor, semirlah (uban) dengan warna merah dan kuning, selisihilah Kaum Ahli Kitab… Pakailah celana dan sarung, selisihilah Kaum Ahli Kitab… Ringankanlah dan pakailah alas kaki, selisihilah Kaum Ahli Kitab… (Hadits ini dihasankan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar di Fathul Bari 10/254, dan Albani di Silsilah Shohihah, hadits no: 1245)&lt;br /&gt;Lihatlah… Pada hadits pertama dan kedua, ada perintah memanjangkan jenggot, tanpa dibarengi perintah menyelisihi kaum Ahli Kitab… Sedang pada hadits ketiga, ada banyak perintah menyelisihi kaum Ahli Kitab, tanpa dibarengi perintah memanjangkan jenggot. Ini menunjukkan bahwa kedua perintah itu berdiri sendiri-sendiri, dan harus dikerjakan semuanya… Dan ketika dua perintah itu berkumpul pada satu amalan, maka itu lebih menguatkan petunjuk wajibnya amalan itu, sebagaimana terjadi pada masalah memanjangkan jenggot ini,wallohu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Perintah menyelisihi mereka adalah khusus pada hal-hal yang menyelisihifitrah dan Syariat Islam, jika pada keadaan tertentu mereka kembali padafitrahnya dan sesuai Syariat Islam, maka kita tidak diperintahkan menyelisihinya.&lt;br /&gt;Banyak contoh dalam masalah ini:&lt;br /&gt;1. Jika mereka pada masa-masa tertentu, menjadi jujur dan amanah, bahkan melebihi kaum muslimin, bolehkah kita bohong dan berkhianat dengan dalih menyelisihi mereka?!&lt;br /&gt;2. Jika di saat ini, banyak dari mereka yang menghargai waktu, bahkan melebihi kaum muslimin, apa kita diperintah menyelisihinya?!&lt;br /&gt;3. Jika suatu saat, mereka lebih memperhatikan kebersihan lingkungan melebihi kaum muslimin, apa kita dibolehkan mengumuhkan lingkungan kita, karena ingin menerapkan perintah menyelisihi mereka?!… dan selanjutnya anda bisa meneruskan sendiri contoh-contoh yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-2002723130600064458?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/2002723130600064458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/12/syubhat-seputar-jenggot.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/2002723130600064458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/2002723130600064458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/12/syubhat-seputar-jenggot.html' title='Syubhat Seputar Jenggot'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-5172929958500922508</id><published>2010-12-10T04:45:00.000-08:00</published><updated>2010-12-10T20:00:27.726-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Satanisme mencengkram dunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRG8GmzynnMMGsXAJZB1Vo_QjISraA5PTnvnxWW3x2omt-2HSd2zQ"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 219px;" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRG8GmzynnMMGsXAJZB1Vo_QjISraA5PTnvnxWW3x2omt-2HSd2zQ" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman, jumpa kembali dalam rubrik firoq, dan insya Allah pada kesempatan kali ini saya akan sedikit memaparkan salah satu aliran sesat yang perlu diwaspadai, yaitu Setanisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman, setan adalah makhluk yang terkutuk, mereka berusaha menyesatkan manusia dari sirotulmustaqim, ia membuat jalan-jalan alternatif yang mengantarkan manusia kepada neraka, target utama dari setan adalah menjadikan manusia kafir kepada Allah, baik dengan menyembah tuhan-tuhan palsu berupa patung atau pohon, atau bahkan menyembah setan secara langsung yang dikenal dengan satanisem. secara singkat satanisem atau setanisme dapat diartikan sebagai penyembahan setan dan menjadikannya sebagai tuhan. Selain menolak beriman kepada Allah, gerakan jahat ini memiliki ajaran melaksanakan hal-hal yang oleh agama dianggap berdosa. Setanisme juga menerima setan, lambang kejahatan, sebagai pemimpin dan pembimbing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, kita akan mengupas Sejarah Satanisme&lt;br /&gt;Kaum Setanis, yakni para pengikut ajaran setanisme, sudah ada dan melaksanakan kegiatan mereka di setiap tahap sejarah dan dalam setiap peradaban, dari Mesir kuno sampai Yunani kuno, serta sejak Abad Pertengahan sampai hari ini. Di antara abad ke-14 dan ke-16, para tukang sihir dan orang yang menolak agama sama-sama memuja setan. Setelah tahun 1880-an, di Prancis, Inggris, Jerman, dan sekaligus di berbagai negara lain di Eropa dan Amerika, Setanisme diatur dalam perkumpulan dan tersebar di kalangan orang yang mencari keyakinan dan agama lain.&lt;br /&gt;Penyembahan setan terus berlanjut sejak abad ke-19, mula-mula sebagai Setanisme tradisional, lalu dalam aliran sesat yang lebih kecil yang merupakan pecahannya. Upacara kejam yang dilakukan oleh tukang sihir dan orang-orang tak bertuhan, pengorbanan anak dan orang dewasa kepada setan, perayaan Misa Hitam dan upacara Setanisme tradisional lainnya telah diwariskan diam-diam secara turun temurun.&lt;br /&gt;Lambang Setanisme tradisional yang terpenting adalah dewa Romawi kuno alias Baphomet. Pada waktu itu, Baphomet menjadi lambang bagi orang yang memuja setan. Para ahli sejarah yang menelusuri asal-usul sosok bapomet berkepala kambing ini telah menemukan beberapa petunjuk penting tentang kegiatan Setanis. Lambang Setanis terpenting kedua adalah pentagram, yaitu bintang bersegi lima di dalam lingkaran. Yang menarik, ada dua perkumpulan rahasia lainnya di samping para Setanis yang menggunakan Baphomet danpentagram sebagai lambang. Yang pertama adalah perkumpulan Kesatria Biara Yerusalem alias Knight Templars, yaitu perkumpulan yang dituduh oleh Gereja Katolik sebagai penyembah setan, dan dibubarkan pada tahun 1311. Perkumpulan lainnya adalah perkumpulan Mason yahudi yang telah bertahun-tahun lamanya menimbulkan rasa penasaran karena kerahasiaan dan upacaranya yang aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ahli sejarah, yang telah menyelidiki masalah itu, percaya bahwa terdapat hubungan antara Kesatria Biara Yerusalem dengan perkumpulan Mason. Menurut mereka, kedua kelompok itu saling melanjutkan satu sama lain. Sesudah Kesatria Biara Yerusalem dilarang oleh Gereja, perkumpulan itu melanjutkan keberadaannya secara rahasia dan akhirnya berubah menjadi paham yahudi Mason, atau dikenal akrab dengan freemasonry. Yang pasti tentang Freemasonry adalah: perkumpulan ini bersifat amat rahasia, punya susunan organisasi, dengan anggota di seluruh pelosok dunia. Uraian yang diberikan para ahli seperti Leo Taxil, yang pernah menjadi seorang Mason, namun telah keluar dari perkumpulan itu, mengatakan bahwa para Mason amat menghormati Baphomet dan melangsungkan upacara yang menyerupai tata-cara penyembahan setan. Kenyataan lain yang menimbulkan kecurigaan adalah bahwa banyak pengikut Setanisme yang kemudian menjadi anggota organisasi Masonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, para setanis telah meninggalkan upacara dan markasnya yang rahasia itu, untuk keluar ke jalan-jalan. Para Setanis bergiat di setiap negara untuk menyebarkan ajarannya dengan gigih dalam buku-buku, terbitan berkala, dan terutama di Internet dalam usaha mereka menarik anggota. Tak peduli di negara mana pun mereka berada, para Setanis menampilkan citra yang sama. Cara berpakaian, tata cara penyembahan, kesamaan surat yang mereka tinggalkan sebelum melakukan bunuh diri dan ciri lainnya menunjukkan bahwa Setanisme bukanlah gerakan biasa yang dipenuhi para penganggur, melainkan sebuah organisasi yang sengaja bersandar pada landasan pemikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, kami akan mengulas berbagai aliran Musik dan Film Satanisme.&lt;br /&gt;Satanisme muncul dalam banyak hal salah satunya adalah film dan musik. Banyak film yang menceritakan dengan terbuka idiom satanisme serta kisah kuasa gelap alias dark forces. Film populer seperti : Friday The 13th, The Crow, Devils Advocate, Interview With The Vampire, bahkan serial The X-Files mengandung alur cerita dimana setan, satanisme atau black magic menjadi bagian penting dari film tersebut. &lt;br /&gt;Dalam musik ada banyak sekali contoh musik yang berisi satanisme, sebagai contoh adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lagu dari Ozzy Osbourne "Anggur baik, tapi Wiski lebih cepat, bunuh dirilah satu-satunya jalan keluar"&lt;br /&gt; Lagu dari David Bowie yang dikutip majalah Rolling Stone mengatakan “Rock akan selalu menjadi musik setan”&lt;br /&gt; Lagu dari Stairway to Heaven, jika di putar terbalik akan memunculkan syair pemujaan setan.&lt;br /&gt; Lagu dari Metallica dengan judul The Prince melantunkan “ Aku ingin menjual jiwaku. Setan ambil jiwaku..”&lt;br /&gt; Pink Floyd menulis lagu Lucifer Sam dengan lirik : “Lucifer Sam selalu duduk di sisimu..selalu dekat denganmu”. Lucifer adalah nama salah satu setan.&lt;br /&gt; Thn 1992, Red Hot Chilli Peppers saat penerimaan anugreah MTV Awards berucap. “Pertama-tama kami ingin berterima kasih pada Setan”.&lt;br /&gt;Selain itu, masih banyak sekali aliran musik penyembah setan, biasanya bisa diketahui dari lirik lagu mereka, atau penampilan mereka yang menyerupai setan, seperti band “slipknot, punk keras dan lain sebagainya.”&lt;br /&gt;Di Indonesia : - Group Black Metal biasanya Sebelum naik panggung, mereka melakukan ritual penyembahan setan seperti menyembelih marmut hidup dan meminumdarahnya, kadang mereka membawa salib terbalik ke atas panggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya bagi seorang muslim, gerakan penyembah setan di kalangan pemusik sudah tak aneh lagi, karena musik itu adalah salah satu jenis seruling setan yang tentunya akan menjadi jerat bagi manusia yang memainkan ataupun yang hanya mendengarkan, sehingga ia akan lupa kepada Allah, dan akhirnya mereka akan menjadi para penyembah setan.  &lt;br /&gt;Pembaca yang budiman, Setan juga merekrut melalui sepak bola. &lt;br /&gt;Siapa yang tidak kenal dengan Klub Manchester United ? Klub Sepak Bola asal Inggris dengan segudang prestasi. Pada akhir tahun 1960an lambang setan mulai dimasukkan menjadi bagian dari logo Manchester United. Setan berwarna merah yang sedang memegang Garpu Tala tepat diletakkan pada tengah logo. Bahkan para suporter “eM Yu” sangat bangga dengan julukan klub tersebut yang dikenal dengan setan merah. Dan nyatanya pendukung “eM Yu”  sangat banyak di Indonesia.&lt;br /&gt;Selain itu, gerakan para penyembah setan di indoneisa yang sangat gencar adalah dalam bidang perdukunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin tahu betul fenomena ilmu sihir yang merebak bagai jamur di musim hujan di tengah masyarakat Indonesia maupun masyarakat dunia secara umum. Praktek syirik ini pun dikemas dalam berbagai tampilan ada yang elegan sehingga tampak lebih modern seperti yang kita lihat dalam acara hipnotis  pada acara reality show.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya hipnotis hanyalah fenomena kesurupan jin atau setan seperti kesurupan pada umumnya, tetapi jin atau setan yang merasuk dalam orang yang terhipnotis itu bekerjasama dengan si penghipnotis atau dibawah kendali penghipnotis sehingga bisa dikendalikan, sedangkan kesurupan yang terjadi di berbagai tempat umum seperti sekolah, pabrik dan lain lain yang kadang diberitakan di media cetak maupun elektronika maka setan yang merasuk itu tidak ada yang mengendalikan sehingga perbuatan mereka tidak terkontrol. Bisa juga kasus kesurupan di tempat umum tersebut karena kesengajaan pihak pihak tertentu dengan banyak motif dibalik kejadian itu.&lt;br /&gt;Hipnotis termasuk sihrul ai’n yang artinya sihir atau tipuan mata.Tipuan mata ini dilakukan oleh syetan terhadap manusia sehingga seseorang terbuaikan dan terpengaruh dengan keinginannya melalui pandangan mata atau melalui mantra-mantra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun dalam atraksi-atraski yang menakjubkan, diantaranya adalah debus. Yaa.. Mungkin di antara Pembaca ada yang pernah menyaksikan atraksi-atraksi debus yang mendebarkan, ada orang yang mengiris lidah dengan silet atau pisau, makan api, menusuk jarum ke pipi sampai tembus tanpa mengeluarkan darah, menusuk perut dengan pedang atau atraksi maut lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim yang memiliki aqidah kuat tentu tidak ragu lagi bahwa yang meraka lakukan itu adalah salah satu bentuk sihir, dan sebelum melakukan atraksi maut tersebut, mereka meminta bantuan kepada setan untuk memberikan kekuatan gaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sayangnya Karena lemahnya Aqidah Islamiyah di masyarakat kita dan pandainya agen-agen setan dalam mengemas produk yang mereka tawarkan serta maraknya media-media masa yang mengiklankan mereka, maka sungguh sangat memprihatinkan banyak sekali masyarakatyang tertipu dan terpedaya. Sihir yang dikemas dalam bentuk “debus” dianggap sebagai karomah dan budaya Islam yang harus dilestarikan, penyimpangan mereka dianggap wajar dan suatu keharusan, sedangkan keanehan mereka dianggap suatu keistimewaan.&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman.. Mungkin Inilah pembahasan yang bisa kami sampaikan.. semoga bermanfaat, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Majalah Intisari HASMI dan wikipedia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-5172929958500922508?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/5172929958500922508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/12/satanisme.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/5172929958500922508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/5172929958500922508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/12/satanisme.html' title='Satanisme mencengkram dunia'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-3465436939019794804</id><published>2010-10-19T02:34:00.000-07:00</published><updated>2010-10-19T02:37:31.083-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Larangan Menyembunyikan Ilmu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTGyY1DTW6ZOKjN5e5DVdoWbxqUg8Razh5fmOMkyOsiLbBfoIk&amp;t=1&amp;usg=__JcRtUm4GF5RiOkXbyNyW_VcLUXI="&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 229px; height: 184px;" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTGyY1DTW6ZOKjN5e5DVdoWbxqUg8Razh5fmOMkyOsiLbBfoIk&amp;t=1&amp;usg=__JcRtUm4GF5RiOkXbyNyW_VcLUXI=" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللاعِنُونَ * إِلا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَبَيَّنُوا فَأُولَئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ وَأَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيمُ&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati, kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang” &lt;/span&gt;[QS. Al-Baqarah : 159-160].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qurthubiy rahimahullah berkata :&lt;br /&gt;أخبر الله تعالى أن الذي يكتم ما أنزل من البينات والهدى ملعون. واختلفوا من المراد بذلك، فقيل: أحبار اليهود ورهبان النصارى الذين كتموا أمر محمد صلى الله عليه وسلم، وقد كتم اليهود أمر الرجم. وقيل: المراد كل من كتم الحق، فهي عامة في كل من كتم علما من دين الله يحتاج إلى بثه،....... قوله تعالى: {مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ} الكناية في "بيناه" ترجع إلى ما أنزل من البينات والهدى. والكتاب: اسم جنس، فالمراد جميع الكتب المنزلة.&lt;br /&gt;قوله تعالى: {أُولَئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ} أي يتبرأ منهم ويبعدهم من ثوابه ويقول لهم: عليكم لعنتي، كما قال للّعين: {وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِي} [ص: 78]. وأصل اللعن في اللغة الإبعاد والطرد، وقد تقدم.&lt;br /&gt;قوله تعالى: {وَيَلْعَنُهُمُ اللاَّعِنُونَ} قال قتادة والربيع: المراد "باللاعنون" الملائكة والمؤمنون. قال ابن عطية: وهذا واضح جار على مقتضى الكلام.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah ta’ala telah mengkhabarkan orang yang menyembunyikan keterangan-keterangan yang jelas dan petunjuk yang diturunkan Allah termasuk orang yang terlaknat. Para ulama berselisih pendapat maksud orang yang terlaknat tersebut. Dikatakan : Mereka adalah para rahib Yahudi dan pendeta Nashara yang menyembunyikan perkara Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Orang-orang Yahudi juga telah menyembunyikan ayat rajam.[1] Dikatakan juga bahwa yang dimaksud orang yang terlaknat tersebut adalah orang yang menyembunyikan kebenaran. Dan hal itu berlaku umum bagi setiap orang yang menyembunyikan ilmu agama Allah yang seharusnya disebarluaskan….. Dan firman-Nya ta’ala  : ‘Setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab’ ; merupakan kinayah dari kalimat : ‘setelah Kami menerangkannya’ yang kembali pada apa yang telah Allah turunkan berupa berbagai keterangan dan petunjuk. Adapun Al-Kitab merupakan kata jenis, yang mempunyai maksud semua kitab suci yang diturunkan oleh Allah…. Firman-Nya : ‘mereka itu dilaknati Allah’ ; maksudnya : Allah berlepas diri dari mereka dan menjauh dari mereka dari pahala, lalu Allah pun berfirman : ‘Wajib atas kalian akan laknat-Ku’ sebagaimana firman Allah : ‘sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu’ (QS. Shaad : 78). Dan asal kata dari laknat adalah menjauhi dan mengusir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman-Nya ta’ala : ‘mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati’. Tentang ayat ini, Qataadah dan Ar-Rabii’ berkata : ‘Maksud dari kata al-laa’inuun adalah para malaikat dan orang-orang beriman. Ibnu ‘Athiyyah berkata : ‘Maknanya ini adalah jelas sesuai dengan maksud kalimat” [Al-Jaami’ li-Ahkaamil-Qur’aan, 2/479-483 tahqiq : Dr. ‘Abdullah bin ‘Abdil-Muhsin At-Turkiy; Muassasah Ar-Risalah, Cet. 1/1427 – dengan peringkasan].&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Ahmad Syaakir rahimahullah berkata :&lt;br /&gt;هذا وعيد شديد لمن كتم ما جاءت به الرسل من الدلالات البينة على المقاصد الصحيحة والهدى النافع للقلوب، من بعد ما بينه الله تعالى لعباده في كتبه التي أنزلها على رسله. قال أبو العالية : نزلتْ في أهل الكتاب، كتموا صفة محمد صلى الله عليه وسلم. ثم أخبر أنهم يلعنهم كلّ شيء على صنيعهم ذلك، فكما أن العالم يستغفر له كل شيء حتى الحوت في الماء والطير في الهواء - فهؤلاء بخلاف العلماء، فيلعنهم اللهُ ويلعنهم اللاعنون.......وجاء في هذه الآية أن كاتم العلم يلعنه الله والملائكة والناس أجمعون. واللاعنون ؤيضاًَ، وهم كل فصيح وأعجمي، إما بلسان المقال أو الحال، أو لو كان له عقل، أو يوم القيامة. والله أعلم. ثم استثى الله تعالى من هؤلاء من تاب إليه فقال : "إلا الذيين تابوا وأصلحوا وبيّنوا" أي : رجعوا عما كانوا فيه وأصلحوا أعمالهم وبينوا الناس ما كانوا كتموه. "فأولئك أتوب عليهم وأنَ التوّاب الرحيم". وفي هذا دلالة على أنّ الداعية إلى كفر أو بدعة أذا تاب إلى الله تاب الله عليه......&lt;br /&gt;artinya:&lt;br /&gt;“Ini merupakan peringatan yang keras bagi orang yang menyembunyikan apa saja yang diturunkan dengannya para Rasul, berupa ajaran dan petunjuk yang bermanfaat bagi hati, setelah Allah ta’ala terangkan kepada hamba-hamba-Nya sebagaimana tercantum dalam kitab-kitab yang diturunkan kepada para rasul-Nya.  Abul-‘Aaliyyah berkata : ‘Ayat ini diturunkan kepada Ahli Kitab yang menyembunyikan sifat Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian Allah pun mengkhabarkan bahwasanya mereka dilaknat oleh segala sesuatu atas perbuatan yang mereka lakukan. Sebagaimana para ulama dimintakan ampun oleh segala sesuatu termasuk ikan yang di air dan burung yang terbang di udara; maka keadaan mereka kebalikan dari para ulama tersebut – yang Allah melaknatnya dan segala sesuatu yang bisa melaknat pun melaknatnya…… Dan dalam ayat ini juga diterangkan bahwasannya orang yang menyembunyikan ilmu akan dilaknat oleh Allah, para malaikat, dan seluruh manusia. Kemudian Allah ta’ala mengecualikan dari mereka siapa saja yang bertaubat kepada-Nya. Allah berfirman : ‘kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran)’ ; yaitu mereka kembali pada kebenaran, memperbaiki amal-amal mereka, serta menerangkan kepada manusia tentang apa yang telah mereka sembunyikan sebelumnya. Firman Allah : ‘maka terhadap mereka itu Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang’ – dalam ayat ini terdapat pentunjuk bahwa orang yang mengajak pada kekufuran dan kebid’ahan apabila bertaubat kepada Allah, maka Dia akan menerima taubatnya.…. [‘Umdatut-Tafsiir, 1/279-280].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rasulullah bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;عن أبي هريرة قال : إن الناس يقولون أكثر أبو هريرة، ولولا آيتان في كتاب الله ما حدثت حديثا، ثم يتلو: {إن الذين يكتمون ما أنزلنا من البينات - إلى قوله - الرحيم}.......&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah, ia berkata : “Orang-orang berkata : ‘Abu Hurairah terlalu banyak meriwayatkan hadits’. Jika saja bukan karena dua ayat dalam Kitabullah, niscaya aku tidak akan meriwayatkan hadits”. Kemudian ia (Abu Hurairah) membaca firman Allah : ‘Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati, kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima tobatnya dan Akulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang’ (QS. Al-Baqarah : 159-160)…..” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 118].&lt;br /&gt;Al-Haafidh Ibnu Hajar rahimahullah saat mengomentari hadits di atas berkata :&lt;br /&gt;ومعناه: لولا أن الله ذم الكاتمين للعلم ما حدث أصلا، لكن لما كان الكتمان حراما وجب الإظهار، فلهذا حصلت الكثرة لكثرة ما عنده.&lt;br /&gt;“Dan makna dari perkataan ‘jika saja bukan karena dua ayat’ adalah : Jikalau bukan karena Allah mencela orang-orang yang menyembunyikan ilmu, aku tidak akan meriwayatkan hadits sama sekali. Namun karena menyembunyikan ilmu itu adalah diharamkan dan harus disampaikan, maka ia pun banyak meriwayatkan karena banyak hadits yang ia miliki” [Fathul-Baariy, 1/214].&lt;br /&gt;عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال مثل الذي يتعلم العلم ثم لا يحدث به كمثل الذي يكنز الكنز فلا ينفق منه&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah : Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Perumpamaan orang yang mempelajari ilmu kemudian tidak menyampaikannya adalah seperti orang yang menyimpan harta namun tidak menafkahkannya darinya (membayarkan zakatnya)” [Diriwayatkan oleh Ath-Thabaraniy dalam Al-Ausath no. 689; shahih – lihat Ash-Shahiihah no. 3479].&lt;br /&gt;عبد الله بن عمرو : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال من كتم علما ألجمه الله يوم القيامة بلجام من نار&lt;br /&gt;Dari ‘Abdullah bin ‘Amr : Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda : “Barangsiapa yang menyembunyikan ilmu, niscaya Allah akan mengikatnya dengan tali kekang dari api neraka di hari kiamat kelak” [Diriwayatkan oleh Ibnu Hibbaan no. 96, Al-Haakim 1/102, dan Al-Khathiib dalam Taariikh Baghdaad 5/38-39; hasan].&lt;br /&gt;عن أبي هريرة قال : قال رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم: "من سئل عن علمٍ فكتمه ألجمه اللّه بلجام من نارٍ يوم القيامة".&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Barangsiapa yang ditanya tentang satu ilmu lalu menyembunyikannya, niscaya Allah akan mengikatnya dengan tali kekang dari api neraka di hari kiamat kelak” [Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 3658, At-Tirmidziy no. 2649, Ath-Thayalisiy no. 2534, Ibnu Abi Syaibah 9/55, Ahmad 2/263 &amp; 305 &amp; 344 &amp; 353 &amp; 499 &amp; 508, Ibnu Maajah no. 261, Ibnu Hibbaan no. 95, Al-Haakim 1/101, Al-Baghawiy no. 140, dan yang lainnya; shahih].&lt;br /&gt;Al-Munawiy rahimahullah berkata :&lt;br /&gt;فالحديث خرج على مشاكلة العقوبة للدنب وذلك لأنه سبحانه أخذ الميثاق على الذين أوتوا الكتاب ليبيننه للناس ولا يكتمونه. وفيه حث على تعليم العلم لأن تعلم العلم إنما هو لنشره ودعوة الخلق إلى الحق والكاتم يزاول إبطال هذه الحكمة وهو بعيد عن الحكيم المتقن ولهذا كان جزاؤه أن يلجم تشبيهاً له بالحيوان الذي سخر ومنع من قصد ما يريده فإن العالم شأنه دعاء الناس إلى الحق وإرشادهم إلى الصراط المستقيم&lt;br /&gt;“Hadits tersebut berisi sanksi hukum atas sebuah dosa, karena Allah subhaanahu wa ta’ala telah mengambil perjanjian terhadap kaum yang diberikan Al-Kitab (Ahli Kitab) agar menerangkannya kepada manusia dan tidak menyembunyikannya. Padanya juga terdapat anjuran untuk mengajarkan ilmu, sebab menuntut ilmu bertujuan untuk menyebarkannya dan mengajak manusia kepada kebenaran. Adapun orang yang menyembunyikan ilmu pada hakekatnya telah membatalkan hikmah ini. Ia sangat jauh dari sifat bijaksana dan mutqin (kokoh dalam ilmu). Oleh karena itu, balasan baginya adalah dikekang sebagaimana hewan kekangan yang dipaksa dan dicegah dari apa yang dikehendakinya. Sesungguhnya kedudukan seorang ‘aalim (ulama) adalah mengajak manusia kepada kebenaran dan membimbing mereka kepada jalan yang lurus” [Faidlul-Qadiir, no. 8732].&lt;br /&gt;Al-Khaththaabiy rahimahullah berkata :&lt;br /&gt;هذا في العلم الذي يلزمه تعليمهُ إياه، ويتعين فرضه عليه، كمن رأى كافراً يريد الإسلام يقول : علمني، ما الإسلام ؟ وكمن يرى رجلاً حديث عهد بالإسلام، لا يُحسن الصلاة، وقد حضر وقتها، يقول : علمني كيف أصلي، وكمن جاء مستقياً في حلال و حرام يقول : أفتوني، وأرشدوني، فإنه يلزم في هذه الأمور أن لا يمنعوا الجواب، فمن فعل كان آثماً مُستحقاً للوعيد، وليس كذلك الأمر في نوافل العلم التي لا ضرورة بالناس إلى معرفتها، والله أعلم.&lt;br /&gt;“Ini berlaku pada ilmu yang harus diajarkan kepada orang lain yang hukumnya fardlu ‘ain. Seperti halnya seorang yang melihat orang kafir yang ingin masuk Islam dan berkata : ‘Ajarkanlah aku, apa itu Islam ?’. Juga seperti orang yang baru saja masuk Islam yang tidak bagus shalatnya. Saat waktu shalat tiba, ia berkata : ‘Ajarkanlah aku, bagaimana aku melakukan shalat’. Juga seperti seseorang yang datang meminta fatwa dalam perkara halal dan haram. Ia berkata : ‘Berikanlah aku fatwa dan bimbinglah aku’. Barangsiapa yang menemui perkara-perkara seperti ini, hendaklah ia tidak menahan jawaban. Barangsiapa yang menahan jawaban, maka ia berdosa dan layak mendapatkan ancaman. Namun tidak demikian halnya dalam perkara ilmu yang disunnahkan dimana manusia tidak wajib mengetahuinya (yaitu tidak wajib memberi jawaban). Wallaahu a’lam [Syarhus-Sunnah oleh Al-Baghawiy, 1/302, tahqiq Syu’aib Al-Arna’uth &amp; Muhammad Zuhair Syaawisy; Al-Maktab Al-Islaamiy, Cet. 2/1403].&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Ahmad Syaakir rahimahullah berkata :&lt;br /&gt;تبليغُ العلم واجبٌُ، لا يجوزُ كتمانه، ولكنهم خصصوا ذلك بأهله، وأجازوا كتمانه عمن يكون مستعمداً لأخذه، وعمن يصر على الخطأ بعد إخباره بالصواب.&lt;br /&gt;سُئل بعضُ العلماء عن شيء [من] العلم ؟ فلم يُجبْ، فقال السائل : أما سَمعتَ حديث : ((من علم العلماً فكتمه ألجم يوم القيامة بلجامٍ من نار)) ؟ فقال : اترك اللجام واذهب ! فإن جاء من يفقه وكتمتُه فَلْيُلْجمنيْ به.&lt;br /&gt;“Menyampaikan ilmu adalah wajib, tidak diperbolehkan untuk menyembunyikannya. Akan tetapi hal itu dikhususkan bagi ahlinya (benar-benar menguasainya), dan diperbolehkan orang yang belum menguasai atau sering keliru untuk menyembunyikannya.&lt;br /&gt;Sebagian ulama pernah ditanya tentang satu perkara ilmu, namun ia tidak menjawabnya. Maka orang yang bertanya itu berkata : ‘Bukankah engkau telah mendengar hadits : ‘Barangsiapa yang mengetahui satu ilmu namun menyembunyikannya, niscaya ia akan diikat dengan tali kekang dari api neraka di hari kiamat kelak’ ?’. Maka ulama tersebut menjawab : ‘Tinggalkanlah tali kekang dan pergilah !. Apabila ada orang yang mengetahui ilmu ini dan kemudian aku menyembunyikannya, maka ikatlah aku dengan tali kekang ini !” [Al-Ba’iitsul-Hatsiits, hal. 440, ta’liq : Al-Albaaniy; Maktabah Al-Ma’aarif, Cet. 1/1417].&lt;br /&gt;Memang benar yang dikatakan oleh Asy-Syaikh Ahmad Syaakir rahimahullah. Walaupun menyampaikan ilmu itu wajib, maka itu hanya dibebankan pada mereka mampu, berilmu, dan benar-benar menguasai pokok persoalan yang hendak disampaikan/ditanyakan. Jangan sampai seseorang berfatwa dan berbicara mengenai agama Allah tanpa landasan ilmu, padahal Allah ta’ala telah berfirman :&lt;br /&gt;قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالإثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ&lt;br /&gt;“Katakanlah: "Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak atau pun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui" [QS. Al-A’raaf : 33].&lt;br /&gt;Wallaahu a’lam bish-shawwaab.&lt;br /&gt;Semoga risalah kecil ini ada manfaatnya.&lt;br /&gt;sumber:http://abul-jauzaa.blogspot.com/2010/02/menyembunyikan-ilmu.html&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-3465436939019794804?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/3465436939019794804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/10/larangan-menyembunyikan-ilmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/3465436939019794804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/3465436939019794804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/10/larangan-menyembunyikan-ilmu.html' title='Larangan Menyembunyikan Ilmu'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-2888859883298823286</id><published>2010-09-15T23:37:00.000-07:00</published><updated>2010-09-15T23:43:46.058-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih'/><title type='text'>Wajibkah Bercadar?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS4VDPrGsnM60wc9qwootb0k32Mk3IUFkZvyEfqTdmODxfCv4I&amp;t=1&amp;usg=__ZsUzhQTIuo6y_XHCZsvMLGvpzRw="&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 239px; height: 176px;" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS4VDPrGsnM60wc9qwootb0k32Mk3IUFkZvyEfqTdmODxfCv4I&amp;t=1&amp;usg=__ZsUzhQTIuo6y_XHCZsvMLGvpzRw=" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banyak pertanyaan yang ditujukan kepada kami, baik secara langsung maupun lewat surat, tentang masalah hukum cadar (menutup wajah) bagi wanita. Karena banyak kaum muslimin belum memahami masalah ini, dan banyak wanita muslimah yang mendapatkan problem karenanya, maka kami akan menjawab masalah ini dengan sedikit panjang. Dalam masalah ini, para ulama berbeda pendapat. Sebagian mengatakan wajib, yang lain menyatakan tidak wajib, namun merupakan keutamaan. Maka di sini -insya Allah- akan kami sampaikan hujjah masing-masing pendapat itu, sehingga masing-masing pihak dapat mengetahui hujjah (argumen) pihak yang lain, agar saling memahami pendapat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Dalil yang Mewajibkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini akan kami paparkan secara ringkas dalil-dalil para ulama yang mewajibkan cadar bagi wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertama, firman Allah subhanahu wa ta’ala:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُن&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka.” (QS. An Nur: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala memerintahkan wanita mukmin untuk memelihara kemaluan mereka, hal itu juga mencakup perintah melakukan sarana-sarana untuk memelihara kemaluan. Karena menutup wajah termasuk sarana untuk memelihara kemaluan, maka juga diperintahkan, karena sarana memiliki hukum tujuan. (Lihat Risalah Al-Hijab, hal 7, karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin, penerbit Darul Qasim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedua, firman Allah subhanahu wa ta’ala:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.” (QS. An Nur: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud berkata tentang perhiasan yang (biasa) nampak dari wanita: “(yaitu) pakaian” (Riwayat Ibnu Jarir, dishahihkan oleh Syaikh Mushthafa Al Adawi, Jami’ Ahkamin Nisa’ IV/486). Dengan demikian yang boleh nampak dari wanita hanyalah pakaian, karena memang tidak mungkin disembunyikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketiga, firman Allah subhanahu wa ta’ala:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada (dan leher) mereka.” (QS. An Nur: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan ayat ini wanita wajib menutupi dada dan lehernya, maka menutup wajah lebih wajib! Karena wajah adalah tempat kecantikan dan godaan. Bagaimana mungkin agama yang bijaksana ini memerintahkan wanita menutupi dada dan lehernya, tetapi membolehkan membuka wajah? (Lihat Risalah Al-Hijab, hal 7-8, karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin, penerbit Darul Qasim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keempat, firman Allah subhanahu wa ta’ala:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلاَ يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَايُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.” (QS. An Nur: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah melarang wanita menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasannya yang dia sembunyikan, seperti gelang kaki dan sebagainya. Hal ini karena dikhawatirkan laki-laki akan tergoda gara-gara mendengar suara gelang kakinya atau semacamnya. Maka godaan yang ditimbulkan karena memandang wajah wanita cantik, apalagi yang dirias, lebih besar dari pada sekedar mendengar suara gelang kaki wanita. Sehingga wajah wanita lebih pantas untuk ditutup untuk menghindarkan kemaksiatan. (Lihat Risalah Al-Hijab, hal 9, karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin, penerbit Darul Qasim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kelima, firman Allah subhanahu wa ta’ala:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَالْقَوَاعِدُ مِنَ النِّسَآءِ الاَّتِي لاَيَرْجُونَ نِكَاحًافَلَيْسَ عَلَيْهِنَّ جُنَاحٌ أَن يَضَعْنَ ثِيَابَهُنَّ غَيْرَ مُتَبَرِّجَاتٍ بِزِينَةٍ وَأَن يَسْتَعْفِفْنَ خَيْرٌ لَّهُنَّ وَاللهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nur: 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita-wanita tua dan tidak ingin kawin lagi ini diperbolehkan menanggalkan pakaian mereka. Ini bukan berarti mereka kemudian telanjang. Tetapi yang dimaksud dengan pakaian di sini adalah pakaian yang menutupi seluruh badan, pakaian yang dipakai di atas baju (seperti mukena), yang baju wanita umumnya tidak menutupi wajah dan telapak tangan. Ini berarti wanita-wanita muda dan berkeinginan untuk kawin harus menutupi wajah mereka. (Lihat Risalah Al-Hijab, hal 10, karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin, penerbit Darul Qasim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Mas’ud dan Ibnu Abbas berkata tentang firman Allah “Tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka.” (QS An Nur:60): “(Yaitu) jilbab”. (Kedua riwayat ini dishahihkan oleh Syaikh Mushthafa Al-Adawi di dalam Jami’ Ahkamin Nisa IV/523)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ‘Ashim Al-Ahwal, dia berkata: “Kami menemui Hafshah binti Sirin, dan dia telah mengenakan jilbab seperti ini, yaitu dia menutupi wajah dengannya. Maka kami mengatakan kepadanya: “Semoga Allah merahmati Anda, Allah telah berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَالْقَوَاعِدُ مِنَ النِّسَآءِ الاَّتِي لاَيَرْجُونَ نِكَاحًافَلَيْسَ عَلَيْهِنَّ جُنَاحٌ أَن يَضَعْنَ ثِيَابَهُنَّ غَيْرَ مُتَبَرِّجَاتٍ بِزِينَةٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan.” (QS. An-Nur: 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud adalah jilbab. Dia berkata kepada kami: “Apa firman Allah setelah itu?” Kami menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَأَن يَسْتَعْفِفْنَ خَيْرٌ لَّهُنَّ وَاللهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan jika mereka berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur: 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, “Ini menetapkan jilbab.” (Riwayat Al-Baihaqi. Lihat Jami’ Ahkamin Nisa IV/524)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keenam, firman Allah subhanahu wa ta’ala:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;غَيْرَ مُتَبَرِّجَاتٍ بِزِينَةٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan.” (QS. An-Nur: 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti wanita muda wajib menutup wajahnya, karena kebanyakan wanita muda yang membuka wajahnya, berkehendak menampakkan perhiasan dan kecantikan, agar dilihat dan dipuji oleh laki-laki. Wanita yang tidak berkehendak seperti itu jarang, sedang perkara yang jarang tidak dapat dijadikan sandaran hukum. (Lihat Risalah Al-Hijab, hal 11, karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al- ‘Utsaimin, penerbit: Darul Qasim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketujuh, firman Allah subhanahu wa ta’ala:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِالْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلاَبِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu berkata, “Allah memerintahkan kepada istri-istri kaum mukminin, jika mereka keluar rumah karena suatu keperluan, hendaklah mereka menutupi wajah mereka dengan jilbab (pakaian semacam mukena) dari kepala mereka. Mereka dapat menampakkan satu mata saja.” (Syaikh Mushthafa Al-Adawi menyatakan bahwa perawi riwayat ini dari Ibnu Abbas adalah Ali bin Abi Thalhah yang tidak mendengar dari ibnu Abbas. Lihat Jami’ Ahkamin Nisa IV/513)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qatadah berkata tentang firman Allah ini (QS. Al Ahzab: 59), “Allah memerintahkan para wanita, jika mereka keluar (rumah) agar menutupi alis mereka, sehingga mereka mudah dikenali dan tidak diganggu.” (Riwayat Ibnu Jarir, dihasankan oleh Syaikh Mushthafa Al-Adawi di dalam Jami’ Ahkamin Nisa IV/514)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu berkata, “Wanita itu mengulurkan jilbabnya ke wajahnya, tetapi tidak menutupinya.” (Riwayat Abu Dawud, Syaikh Mushthafa Al-Adawi menyatakan: Hasan Shahih. Lihat Jami’ Ahkamin Nisa IV/514)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu ‘Ubaidah As-Salmani dan lainnya mempraktekkan cara mengulurkan jilbab itu dengan selendangnya, yaitu menjadikannya sebagai kerudung, lalu dia menutupi hidung dan matanya sebelah kiri, dan menampakkan matanya sebelah kanan. Lalu dia mengulurkan selendangnya dari atas (kepala) sehingga dekat ke alisnya, atau di atas alis. (Riwayat Ibnu Jarir, dishahihkan oleh Syaikh Mushthafa Al-Adawi di dalamJami’ Ahkamin Nisa IV/513)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As-Suyuthi berkata, “Ayat hijab ini berlaku bagi seluruh wanita, di dalam ayat ini terdapat dalil kewajiban menutup kepala dan wajah bagi wanita.” (Lihat Hirasah Al-Fadhilah, hal 51, karya Syaikh Bakar bin Abu Zaid, penerbit Darul ‘Ashimah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perintah mengulurkan jilbab ini meliputi menutup wajah berdasarkan beberapa dalil:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Makna jilbab dalam bahasa Arab adalah: Pakaian yang luas yang menutupi seluruh badan. Sehingga seorang wanita wajib memakai jilbab itu pada pakaian luarnya dari ujung kepalanya turun sampai menutupi wajahnya, segala perhiasannya dan seluruh badannya sampai menutupi kedua ujung kakinya.&lt;br /&gt;   2. Yang biasa nampak pada sebagian wanita jahiliah adalah wajah mereka, lalu Allah perintahkan istri-istri dan anak-anak perempuan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam serta istri-istri orang mukmin untuk mengulurkan jilbabnya ke tubuh mereka. Kata idna’ (pada ayat tersebut يُدْنِينَ -ed) yang ditambahkan huruf (عَلَي) mengandung makna mengulurkan dari atas. Maka jilbab itu diulurkan dari atas kepala menutupi wajah dan badan.&lt;br /&gt;   3. Menutupi wajah, baju, dan perhiasan dengan jilbab itulah yang dipahami oleh wanita-wanita sahabat.&lt;br /&gt;   4. Dalam firman Allah: “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu”, merupakan dalil kewajiban hijab dan menutup wajah bagi istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak ada perselisihan dalam hal ini di antara kaum muslimin. Sedangkan dalam ayat ini istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan bersama-sama dengan anak-anak perempuan beliau serta istri-istri orang mukmin. Ini berarti hukumnya mengenai seluruh wanita mukmin.&lt;br /&gt;   5. Dalam firman Allah: “Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” Menutup wajah wanita merupakan tanda wanita baik-baik, dengan demikian tidak akan diganggu. Demikian juga jika wanita menutupi wajahnya, maka laki-laki yang rakus tidak akan berkeinginan untuk membuka anggota tubuhnya yang lain. Maka membuka wajah bagi wanita merupakan sasaran gangguan dari laki-laki nakal/jahat. Maka dengan menutupi wajahnya, seorang wanita tidak akan memikat dan menggoda laki-laki sehingga dia tidak akan diganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Lihat Hirasah Al-Fadhilah, hal 52-56, karya Syaikh Bakar bin Abu Zaid, penerbit Darul ‘Ashimah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedelapan, firman Allah subhanahu wa ta’ala:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَّ جُنَاحَ عَلَيْهِنَّ فِي ءَابَآئِهِنَّ وَلآ أَبْنَآئِهِنَّ وَلآإِخْوَانِهِنَّ وَلآ أَبْنَآءِ إِخْوَانِهِنَّ وَلآ أَبْنَآءِ أَخَوَاتِهِنَّ وَلاَ نِسَآئِهِنَّ وَلاَ مَامَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ وَاتَّقِينَ اللهَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada dosa atas istri-istri Nabi (untuk berjumpa tanpa tabir) dengan bapak-bapak mereka, anak-anak laki-laki mereka, saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara mereka yang perempuan, perempuan-perempuan yang beriman dan hamba sahaya yang mereka miliki, dan bertakwalah kamu (hai istri-istri Nabi) kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.” (QS. Al Ahzab: 55)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir berkata, “Ketika Allah memerintahkan wanita-wanita berhijab dari laki-laki asing (bukan mahram), Dia menjelaskan bahwa (para wanita) tidak wajib berhijab dari karib kerabat ini.” Kewajiban wanita berhijab dari laki-laki asing adalah termasuk menutupi wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesembilan, firman Allah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَسْئَلُوهُنَّ مِن وَرَآءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS. Al Ahzab: 53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini jelas menunjukkan wanita wajib menutupi diri dari laki-laki, termasuk menutup wajah, yang hikmahnya adalah lebih menjaga kesucian hati wanita dan hati laki-laki. Sedangkan menjaga kesucian hati merupakan kebutuhan setiap manusia, yaitu tidak khusus bagi istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat saja, maka ayat ini umum, berlaku bagi para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan semua wanita mukmin. Setelah turunnya ayat ini maka Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam menutupi istri-istri beliau, demikian para sahabat menutupi istri-istri mereka, dengan menutupi wajah, badan, dan perhiasan. (Lihat Hirasah Al-Fadhilah, hal: 46-49, karya Syaikh Bakar bin Abu Zaid, penerbit Darul ‘Ashimah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesepuluh, firman Allah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَانِسَآءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِّنَ النِّسَآءِ إِنِاتَّقَيْتُنَّ فَلاَ تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلاً مَّعْرُوفًا {32} وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلاَتَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ اْلأُوْلَى وَأَقِمْنَ الصَّلاَةَ وَءَاتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik. dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta’atilah Allah dan Rasul-Nya.Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al Ahzab: 32-33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini ditujukan kepada para istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi hukumnya mencakup wanita mukmin, karena sebab hikmah ini, yaitu untuk menghilangkan dosa dan membersihkan jiwa sebersih-bersihnya, juga mengenai wanita mukmin. Dari kedua ayat ini didapatkan kewajiban hijab (termasuk menutup wajah) bagi wanita dari beberapa sisi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Firman Allah: “Janganlah kamu tunduk dalam berbicara” adalah larangan Allah terhadap wanita untuk berbicara secara lembut dan merdu kepada laki-laki. Karena hal itu akan membangkitkan syahwat zina laki-laki yang diajak bicara. Tetapi seorang wanita haruslah berbicara sesuai kebutuhan dengan tanpa memerdukan suaranya. Larangan ini merupakan sebab-sebab untuk menjaga kemaluan, dan hal itu tidak akan sempurna kecuali dengan hijab.&lt;br /&gt;   2. Firman Allah: “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu” merupakan perintah bagi wanita untuk selalu berada di dalam rumah, menetap dan merasa tenang di dalamnya. Maka hal ini sebagai perintah untuk menutupi badan wanita di dalam rumah dari laki-laki asing.&lt;br /&gt;   3. Firman Allah: “Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu” adalah larangan terhadap wanita dari banyak keluar dengan berhias, memakai minyak wangi dan menampakkan perhiasan dan keindahan, termasuk menampakkan wajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Lihat Hirasah Al-Fadhilah, hal 39-44, karya Syaikh Bakar bin Abu Zaid, penerbit, Darul ‘Ashimah).&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.hasmi.org/apakah-hukum-cadar-menutup-wajah-bagi-wanita-wajib-atau-tidak.html"&gt;www.hasmi.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-2888859883298823286?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/2888859883298823286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/09/wajibkah-bercadar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/2888859883298823286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/2888859883298823286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/09/wajibkah-bercadar.html' title='Wajibkah Bercadar?'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-7906998115495067640</id><published>2010-09-08T18:33:00.000-07:00</published><updated>2010-09-08T18:42:43.044-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Salafus sholih di akhir Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRRCMOMV3FvcIlNUeuY2K2F40PenvHKfP5KXpLOdwKnToKKHOQ&amp;t=1&amp;usg=__Hqp6lXZg4RuujxN89XqPTSsFYeQ="&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 275px; height: 183px;" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRRCMOMV3FvcIlNUeuY2K2F40PenvHKfP5KXpLOdwKnToKKHOQ&amp;t=1&amp;usg=__Hqp6lXZg4RuujxN89XqPTSsFYeQ=" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan Hampir Berlalu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan hampir meninggalkan kita dan tiada tersisa daripadanya melainkan sedikit saja Berbahagialah orang-orang yang telah berbuat kebaikan dan menutupnya dengan sempurna. Adapun orang-orang yang telah menyia-nyiakannya maka berusahalah untuk menutupnya dengan kebaikan pula, karena yang dinilai dari amal adalah penutupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati orang-orang yang bertakwa selalu merasakan kerinduan kepada bulan Ramadhan ini dan merasakan kepedihan yang sangat apabila harus berpisah darinya. Bagaimana mungkin seorang mukmin tidak menangis ketika berpisah dengannya, padahal dia tidak mengetahui apakah bisa bertemu lagi dengannya atau tidak?, apakah masih ada umur untuk kembali bertemu dengannya?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salafush Shaleh Pada Akhir Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah –subahanahu wa ta’ala memuji orang-orang yang melakukan ketaatan kepadaNya dalam firmanNya: “Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka, Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka, Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun), Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka, mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.” (QS. Al-Mukminuun: 57-61).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunda ‘Aisyah –radhiallahu anha berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah –sallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam tentang ayat ini, aku berkata: Apakah mereka adalah orang-orang yang meminum khamr, berzina dan mencuri? Beliau –sallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam menjawab: “Tidak, wahai puteri Ash-Shiddiq! Akan tetapi mereka adalah orang-orang yang berpuasa, shalat dan bersedekah dan mereka takut amal mereka tidak diterima (Allah –subahanahu wa ta’ala). Mereka itulah orang-orang yang bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para salafush shaleh bersungguh-sungguh dalam memperbaiki dan menyempurnakan amal mereka kemudian setelah itu mereka memperhatikan dikabulkannya amal tersebut oleh Allah –subahanahu wa ta’ala dan takut daripada ditolaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Ali –radhiallahu ‘anhu berkata: “Mereka lebih memperhatikan dikabulkannya amal daripada amal itu sendiri. Tidakkah kamu mendengar Allah –subahanahu wa ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (mengabulkan) dari orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Maa’idah: 27).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Fadhalah bin ‘Ubaid –rahimahullah berkata: Sekiranya aku mengetahui bahwa amalku ada yang dikabulkan sekecil biji sawi, hal itu lebih aku sukai daripada dunia seisinya, karena Allah –subahanahu wa ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (mengabulkan) dari orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Maa’idah: 27).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Malik bin Dinar –rahimahullah: Takut akan tidak dikabulkannya amal adalah lebih berat dari amal itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Abdul Aziz bin Abi Rawwaad –rahimahullah: Aku menjumpai mereka (salafush shaleh) bersungguh-sungguh dalam beramal, apabila telah mengerjakannya mereka ditimpa kegelisahan apakah amal mereka dikabulkan ataukah tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata sebagian salaf –rahimahumullah: Mereka (para salafush shaleh) berdoa kepada Allah–subahanahu wa ta’ala selama enam bulan agar dipertemukan bulan Ramadhan, kemudian mereka berdoa kepada Allah –subahanahu wa ta’ala selama enam bulan agar amal mereka dikabulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Abdul Aziz –rahimahullah keluar pada hari raya Iedul Fitri dan berkata dalam khutbahnya: Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah berpuasa karena Allah –subahanahu wa ta’ala selama tiga puluh hari, dan kamu shalat (tarawih) selama tiga puluh hari pula, dan hari ini kamu keluar untuk meminta kepada Allah –subahanahu wa ta’ala agar dikabulkan amalmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian salaf tampak bersedih ketika hari raya Iedul Fitri, lalu dikatakan kepadanya: Ini adalah hari kesenangan dan kegembiraan. Dia menjawab: Kamu benar, akan tetapi aku adalah seorang hamba yang diperintah oleh Tuhanku untuk beramal karenaNya, dan aku tidak tahu apakah Dia mengabulkan amalku atau tidak?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Agar Amal Dikabulkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah –subahanahu wa ta’ala tidak akan menerima suatu amalan kecuali ada padanya dua syarat, yaitu: Ikhlas karena Allah –subahanahu wa ta’ala semata dan mutaba’atus sunnah atau mengikuti sunnah Rasulullah –sallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah –subahanahu wa ta’ala berfirman : “(Allah) Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS. Al-Mulk: 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Fudhail bin ‘Iyad –rahimahullah mengatakan bahwa yang dimaksud ayat tersebut dengan yang lebih baik amalnya adalah yang ikhlas karena Allah –subahanahu wa ta’ala semata dan mengikuti sunnah Rasulullah –sallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ikhlas Dalam Beramal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas adalah mendekatkan diri kepada Allah –subahanahu wa ta’ala dengan melakukan ketaatan dan membersihkan niat dan hati dari segala yang mengotorinya. Ikhlas adalah beramal karena Allah –subahanahu wa ta’ala semata dan membersihkan hati dan niat dari yang selain Allah –subahanahu wa ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas adalah amalan yang berat karena hawa nafsu tidak mendapatkan bagian sedikitpun, namun kita harus selalu melatih diri kita sehingga menjadi mudah dan terbiasa untuk ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah –sallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam bersabda: “Allah tidak akan menerima amalan kecuali yang ikhlas dan hanya mengharapkan wajahNya.” (HR. An-Nasa’i dengan sanad hasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang hamba tidak akan bisa selamat dari godaan syaitan kecuali orang-orang yang ikhlas saja, sebagaima firman Allah –subahanahu wa ta’ala yang mengkisahkan tentang iblis: “Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka.” (QS. Shaad: 82-83).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang ikhlas adalah orang yang beramal karena Allah –subahanahu wa ta’ala semata dan mengharapkan kebahagiaan abadi di kampung akhirat, hatinya bersih dari niat-niat lain yang mengotorinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ya’kub -rahimahullah: “Orang yang ikhlas adalah orang yang menyembunyikan kebaikannya sebagaimana ia menyembunyikan keburukannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tidak ikhlas adalah orang yang melakukan amalan akhirat untuk mencari dunia seperti, ingin mendapatkan harta, kedudukan, jabatan, pangkat, kehormatan, pujian, riya’ dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tidak ikhlas adalah orang yang rugi karena hari kiamat kelak mereka tidak mendapatkan apa-apa dari amalan mereka selama di dunia, bahkan Allah –subahanahu wa ta’ala murka kepada mereka dan memberikan hukuman yang setimpal, “Dan (jelaslah) bagi mereka akibat buruk dari apa yang telah mereka perbuat dan mereka diliputi oleh pembalasan yang mereka dahulu selalu memperolok-olokkannya.” (QS. Az-Zumar: 48) . “Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” (QS. Al-Furqaan:23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beramal Sesuai Sunnah / Mutaba’atus Sunnah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mutaba’ah adalah melakukan amalan yang sesuai sunnah Rasulullah –sallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam karena setiap amalan ibadah yang tidak dicontohkan Rasulullah –sallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam pasti ditolak dan tidak diterima oleh Allah –subahanahu wa ta’ala. Jadi semua ibadah yang kita kerjakan harus ada contoh, ajaran dan perintah dari Rasulullah –sallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam dan kita dilarang melakukan suatu amal ibadah yang tidak ada contoh, ajaran dan perintah dari Rasulullah –sallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah –sallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam bersabda: “Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak ada ajarannya dari kami maka amalnya tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau –sallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam bersabda pula: “Barangsiapa mengadakan perkara baru dalam agama kami yang tidak ada ajarannya maka dia tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Rajab –rahimahullah: “Hadis ini adalah salah satu prinsip agung (ushul) dari prinsip-prinsip Islam dan merupakan parameter amal perbuatan yang lahir (terlihat), sebagaimana hadis “Innamal a’maalu binniyyaat…” (Hadis tentang niat), adalah merupakan parameter amal perbuatan yang batin (tidak terlihat). Sebagaimana seluruh amal perbuatan yang tidak dimaksudkan untuk mencari keridhaan Allah –subahanahu wa ta’ala maka pelakunya tidak mendapatkan pahala, maka demikian pula halnya segala amal perbuatan yang tidak atas dasar perintah Allah –subahanahu wa ta’ala dan RasulNya –sallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam juga tertolak dari pelakunya. Siapa saja yang menciptakan hal-hal baru dalam agama yang tidak diizinkan oleh Allah –subahanahu wa ta’ala dan RasulNya –sallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam, maka bukanlah termasuk perkara agama sedikitpun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau berkata pula: “Makna hadis (diatas adalah): bahwa barangsiapa amal perbuatannya keluar dari syari’at dan tidak terikat dengannya, maka tertolak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Daqiq Al-‘Ied –rahimahullah: “Hadis ini adalah salah satu kaidah agung dari kaidah-kaidah agama dan ia merupakan jawami’ul kalim (kata-kata yang singkat namun padat) yang diberikan kepada Al-Musthafa –sallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam, karena sesungguhnya ia (hadis ini) dengan jelas merupakan penolakan semua bid’ah dan segala yang dibuat-buat (dalam perkara agama).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah –subahanahu wa ta’ala berfirman: “Katakanlah –wahai Rasulullah-: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, pasti Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu.” (QS. Ali ‘Imran: 31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah –subahanahu wa ta’ala berfirman: “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr: 7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah –sallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam bersabda: “Hati-hatilah kalian dari perkara-perkara baru dalam agama, karena semua perkara baru (bid’ah) dalan agama adalah tersesat.” (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud dll). [Abdullah Shaleh Hadrami/ASH]http://&lt;a href="www.kajianislam.net"&gt;www.kajianislam.net&lt;/a&gt;/&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-7906998115495067640?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/7906998115495067640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/09/salafus-sholih-di-akhir-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/7906998115495067640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/7906998115495067640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/09/salafus-sholih-di-akhir-ramadhan.html' title='Salafus sholih di akhir Ramadhan'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-5346408897733615885</id><published>2010-09-06T07:56:00.000-07:00</published><updated>2010-09-06T08:16:13.346-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih'/><title type='text'>Hukum Memainkan dan Mendengarkan Musik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTRe5DkrHKqi7XLl4zYD_mCthfBCQsS6qVs5sZi5ZF6Rrv2GmA&amp;t=1&amp;usg=__n_uFjrQlOqKrtj7NK-PuYj0wiAU="&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 284px; height: 177px;" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTRe5DkrHKqi7XLl4zYD_mCthfBCQsS6qVs5sZi5ZF6Rrv2GmA&amp;t=1&amp;usg=__n_uFjrQlOqKrtj7NK-PuYj0wiAU=" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Fenomena gandrung terhadap musik melanda rakyat Indonesia di semualapisan masyarakat. Baik, kaya miskin, tua muda, rakyat biasa ataupun pejabat ternama.&lt;br /&gt;Tak heran, jika terdengar suara alunan musik yang tak henti-hentinya, di terik siang hari yang menyengat atau di kediginan malam yang begitu heningnya dari gedung bertingkat atau warung nasi disudut desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realita di atas menunjukan begitu terpuruknya masyarakat kita. Merekaasyik menikmati seruling setan (musik) tanpa sadar bahwasetan menancapkan bendera kesesatan hingga membuat mereka lalai dari mengingat Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lantas, bagaimanakah hukum musik menurut prespektif Islam? &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Hendaklah kita ketahui bahwa memainkan alat-alat musik, apa saja bentuknya, hukum asalnya adalah haram. Baik alat musik yang berasal dari luar negeri, seperti Timur Tengah, atau dari negara-negara Eropa, seperti, Yunani, Inggris, Perancis, Jerman,  Spanyol, dan lainnya. Atau dari dalam negeri, yaitu dari daerah-daerah di wilayah nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini meliputi seluruh jenis alat musik, baik alat musik era modern ataupun tradisional dengan berbagai jenis dan ragamnya, seperti piano, drum, gitar, terompet, seruling, kendang, bedug, gamelan, angklung, kulintang, gong, kenong dan lainnya. Dan meliputi seluruh jenis musik yang ada, baik rock, pop, jazz, dangdut, keroncong, campur-sari, dan lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain alat-alat musik, keharaman ini juga meliputi mejual-belikanya, mendengarkan permainan musik, merekamnya, mengundang group musik untuk memainkanya, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Adapun dalil larangan alat-alat musik disebutkan oleh banyak hadits, antara lain sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Dari Abdurrahman bin Ghanm al-Asy'ari, dia berkata: "Abu 'Amir atau Abu Malik Al-Asy'ari telah menceritakan kepadaku, demi Alloh dia tidak berdusta kepadaku, dia telah mendengar Nabi shallallahu'laihi wa sallam bersabda: "Benar-benar akan ada beberapa kelompok orang dari umatku akan menghalalkan kemaluan (yakni zina), sutera, khamr, dan alat-alat musik. Dan beberapa kelompok orang benar-benar akan singgah ke lereng sebuah gunung dengan binatang ternak mereka. Seorang yang miskin mendatangi mereka untuk satu keperluan, lalu mereka berkata: "Kembalilah kepada kami besok." Kemudian Alloh membinasakan mereka pada malam hari dan menimpakan gunung (kepada sebagain mereka), serta merobah yang lainnya menjadi kera-kera dan babi-babi sampai hari Kiamat. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun makna sabda beliau "akan menghalalkan" dalam hadits di atas adalah sebagaimana dikatakan oleh Syeikh Ali Al-Qari: "Maknanya: mereka akan menganggap halal perkara-perkara yang diharamkan ini dengan mem-bawakan syubhat-syubhat dan dalil-dalil yang lemah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah dan renungkanlah kandungan hadits di atas. Beliau shallallahu'laihi wa sallam mem-berikan informasi kepada umat Islam bahwa kelak pada umatnya ada kelompokorang yang berani menghalalkan musik. Akibat buruk dari perbuatan mereka, maka Allah menimpakan siksa yang sangat dahsyat, yaitumembinasakan dan menimpakan gunung kepada sebagain mereka, sementara sebagian yanglain dirubah menjadi kera dan babi. Bahkan dalam hadits yang lain, Rosululloh shallallahu'laihi wa sallam menjelaskan bahwa Allah akan membenamkan mereka ke dalam perut bumi dan menimpakan hujan batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosululloh shallallahu'laihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;"Sekelompok orang dari umatku benar-benar akan minum khamr, dan merekaakan menamakan khamr dengan nama lain. Di atas kepala mereka akan dimainkan alat-alat musik dan penyanyi-penyanyi wanita. Alloh akan mem-benamkan mereka ke dalam bumi, dan menjadikan yang lainnya menjadi kera-kera dan babi-babi. (HR. Bukhari, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan al-Baihaqi) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosululloh shallallahu'laihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;Dari Imran bin Hushain, bahwa Rosululloh shallallahu'laihi wa sallam bersabda; "Pada umat ini akanterjadi khosf (tanah tenggelam), mash (wajah dan tubuh manusia dirobah jadi binatang) dan qadzf (hujan batu)." Seorang laki-laki dari kaum muslimin bertanya: "Wahai Rosululloh, kapan itu terjadi?" Beliau menjawab, "Jika muncul penyanyi-penyanyi dari wanita, alat musik dari jenis apa saja, dan khamr telah diminum secara merata." (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perkataan Sahabat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak riwayat dari para sahabat, sebagai generasi terbaik umat ini, yang mengharamkan alat-alat musik. Sedangkan mengikuti jalan mereka merupakan kewajiban yang tidak diragukan oleh seseorang pun. Inilah di antara perkataan mereka:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ibnu Mas'ud&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika menjelaskan firman Alloh ta'ala:&lt;br /&gt; "Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yangtidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pe-ngetahuan…(QS. Lukman {31}:6)&lt;br /&gt;Ibnu Mas'ud berkata: "Itu (perkatan yang tidak berguna) adalah nyanyian, demi Alloh Yang tidak ada sesembahan kecuali Dia, beliau ulang tiga kali." (HR. Ibnu Abi Syaibah;Ibnu Jarir; dan lainnya dengan sanad yang shahih)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ibnu Abbas:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beliau berkata: "…. al-ma'azif (alat musik jenis apapun) haram, al-kuubah (bedug, gendang, drum dan semacamnya) haram, dan seruling haram."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hikmah Haramnya Alat Musik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun tidak mengetahui hikmah sesuatu yang disyari'atkan, tetapi seorang mukmin wajib menyakini hikmah Allah di dalam seluruh syari'atnya, baik yang berupa perintah maupun larangan. Demikian juga seorang muk-min tidak boleh meragukan sesuatu yang disyari'atkan sampai jelas hikmahbaginya. Karena hal ini bertentangan dengan keimanan. Keimanan yang benar adalah kepasrahan mutlak kepada pembuat syari'at Yang Maha Bijaksana. Sebagaiman firman AllohTa’ala:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga merekamenjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, Kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya." (QS. An-Nisa:65)&lt;br /&gt;Salafus Shalih berpendapat bahwa alat-alat musik itu akan melalaikan hamba dari dzikir dan taat kepada Allah, serta kewajiban-kewajiban agama. Hal ini mereka fahami dari firman Allah ta'ala:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt; &lt;br /&gt;"Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan." &lt;/span&gt;(QS. Luqman:6)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Alat Musik yang Diperbolehkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Telah berlalu dalil-dalil umum yang mengharamkanmusik. Dengan demikian hukum asal musik adalah haram, kecuali yang diperbolehkan oleh syari'at. Alat musik yang dikecualikan dari hukumnya yang haram, hanyalah duff saja, (Duff adalah: rebana tanpa lonceng/suara pada ling-karannya; jika ada loncengnya namanya dalam bahasa Arab adalah muzhir, demikian yang disebutkan dalam Fathul Bari yang dimainkan dalam dua keadaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nyanyian dengan diiringi duff, yang dimainkan oleh wanita di waktu walimah    pernikahan.&lt;br /&gt;Nabi shallallahu'laihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Batasan antara yang halal dan haram adalah duff dan suara di dalam pernikahan." &lt;/span&gt;(HR. Nasai, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Nyanyian dengan diiringi duff, yang dimainkan oleh gadis-gadis kecil saat hari raya. Dan perlu diketahui bahwa menabuh duff merupakan perbuatan wanita, bukan perbuatan laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Adapun dalil pengecualian di atas adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Dari Aisyah , ia berkata: "Rasulullah shallallahu'laihi wa sallam masuk menemuiku, sedangklan di dekatku ada dua jariyah (gais kecil yang belum baligh) yang sedang menyanyi-nyanyian bu'ats. Lalu beliau tidur di atas kasur dan memalingkan wajahnya. Dan Abu Bakar masuk, lalu dia menghadirkku dan mengatakan: "Seruling setan di dekat Rasulullah menghadapkan wajahnya kepada Abu Bakar lalu bersabda: "Biarkan keduanya." Ketika beliau tidak memperhatikan, aku cubit keduanya, maka keduanya keluar." (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain: "Rasulullah shallallahu'laihi wa sallam bersabda: "Wahai Abu Bakar, sesunguhnyatiap-tiap kaum memiliki hari raya, dan ini adalah hari raya kita. "&lt;br /&gt;Imam Al-Baghawi berkata: "Bu'ats adalah peperangan bangsa Arab yang terkenal. Pada perperangan tersebut jatuh korban yang banyak  pada suku Khazraj dan kemenagan diraih oleh suku Aus. Kemudian pe-perangan antara kedua suku itu terus berlanjut sampai tegaknya agama Islam."&lt;br /&gt;sumber:Harokah Sunniyah Untuk Masyarakat Islam. &lt;a href="http://www.hasmi.org/prespektif-islam-tentang-musik.html"&gt;hasmi.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-5346408897733615885?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/5346408897733615885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/09/hukum-memainkan-dan-mendengarkan-musik.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/5346408897733615885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/5346408897733615885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/09/hukum-memainkan-dan-mendengarkan-musik.html' title='Hukum Memainkan dan Mendengarkan Musik'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-8909642514889545993</id><published>2010-09-04T19:08:00.001-07:00</published><updated>2010-09-04T19:10:30.442-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Antara gembira dan sedih?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTlq2YlpWeD8k6bhVYkOkvdzEGCFMtZrtgN4Er8R5bRdtUEXZE&amp;t=1&amp;usg=__TZBfwBppTl50GBfAHTCk_qiNAhc="&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 251px; height: 201px;" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTlq2YlpWeD8k6bhVYkOkvdzEGCFMtZrtgN4Er8R5bRdtUEXZE&amp;t=1&amp;usg=__TZBfwBppTl50GBfAHTCk_qiNAhc=" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan sebentar lagi meninggalkan kita semua. Di akhir Ramadhan Allah menjanjikan pahala yang berlipat dan diajauhkan dari api neraka. Tidak ketinggalan pula perintah Allah untuk memperbanyak ibadah, salah satu di antaranya i’tikaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja sebagian banyak orang menyambut gembira datangnya lebaran. Yang dari kota sibuk mempersiapkan mudik. Dan di kampung tidak kalah sibuknya menyambut saudaranya dari kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemudik biasanya ada perasaan pamer (riya) saat berada di kampung. Mereka merasa sukses berada di kota. Plat mobil luar kota berjejer di sepanjang kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetangga yang kurang mampu hanya berbisik-bisik dan tidak bisa menikmati kesuksesan yang didapat para pemudik. Pujian setinggi langit dari tetangga membuat baju sesak yang dikenakan para pemudik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegembiraan yang mereka pancarkan sudah mencerminkan ibadah yang didapat? Wa’allahu’alam. Berapa juz yang dikhatamkan? Apakah hanya menghabiskan juz buah saat berbuka atau sahur saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir Ramadhan Allah memberikan obral pahala. Begitu juga para pedagang mengobral dagangannya untuk menarik konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua obral ini akan berbeda. Jika orang tersentuh akan kemurahan Allah dan hatinya terbuka, bermunajat dan i’tikaf dijalankannya. Sedangkan seseorang yang hatinya masih belum terbuka dan memikirkan duniawi, jalan yang ditempuh i’tikaf di pasar atau mall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini tarawih di masjid mulai sepi dan pasar atau mall mulai ramai. Mereka berfikir lebaran itu diidentikan baju baru dan serba baru. Kita melihat di media yang memberitakan pegadaian begitu ramai menjelang lebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking semangatnya berlebaran, hutang pun dijalankan, hanya untuk membeli baju baru, kue atau masakan opor ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salahkan orang menarik keuntungan duniawi dengan halal? Dalam agama tidak ada larangan. Tidak salah juga para pedagang mengatakan larisnya dagangan sebagai berkah Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jangan dilupakan juga bulan yang hanya satu kali dalam satu tahun yaitu Ramadhan terdapat Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari 1000 bulan. Mungkin saja banyak orang yang menangis meninggalkan Ramdhan melihat keutamaan bulan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya. Apakah kita termasuk orang gembira atau sedih saat meninggalkan Ramadhan? Hanya diri kita yang bisa menjawabnya.&lt;br /&gt;sumber:http://lomba.kompasiana.com&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-8909642514889545993?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/8909642514889545993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/09/antara-gembira-dan-sedih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/8909642514889545993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/8909642514889545993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/09/antara-gembira-dan-sedih.html' title='Antara gembira dan sedih?'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-922013810314825609</id><published>2010-09-04T18:45:00.000-07:00</published><updated>2010-09-04T18:50:34.459-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Debus.. Karomah atau Sihir?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSc9rME9eF2XsKeKzMFs0dM2Hr1YhydGlRNygCsYTAaNQXUUxw&amp;t=1&amp;usg=__I6YcgiyG_bolSeOaJu-Gum7I9sc="&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 233px; height: 216px;" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSc9rME9eF2XsKeKzMFs0dM2Hr1YhydGlRNygCsYTAaNQXUUxw&amp;t=1&amp;usg=__I6YcgiyG_bolSeOaJu-Gum7I9sc=" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah daerah diminta melestari-kan seni bela diri debus khas budaya Banten, karena saat ini seni bela diri tersebut sudah langka di masyarakat. "Saya sangat prihatin seni bela diri debus yang merupakan warisan nenek moyang nyaris menghilang," kata Ketua Paguyuban Tjimande Tarik KolotKebon Djeruk Hilir (TTKKDH) Kabupaten Lebak Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sekelumit gambaran pembelaan dari orang-orang yang pro debus, mereka dengan berbagai cara dan upaya terus mempertahankan debus yang mereka anggap sebagai budaya Islam yang harus dilestarikan,dan konon kata mereka tradisi debus ini merupakan peninggalan dari sultan Tirtayasa sebagai bentuk metode da’wah dalam menyebarkan agama Islam khususnya di daerah Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin di antara pembaca ada yang pernah menyaksikan atraksi-atraksi debus yang mendebarkan, ada orang yang mengiris lidah dengan silet atau pisau, makan api, menusuk jarum ke pipi sampai tembus tanpa mengeluarkan darah, menusuk perut dengan pedang atau atraksi maut lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena lemahnya Aqidah Islamiyah di masyarakat kita dan pandainya agen-agen setan dalam mengemas produk yang mereka tawarkan serta maraknya media-media masa yang mengiklankan mereka, maka sungguh sangat memprihatinkan  banyak sekali masyarakatyang tertipu dan terpedaya. Sihir yang dikemas dalam bentuk “debus” dianggap sebagai karomah dan budaya Islam yang harus dilestarikan, penyimpangan mereka dianggap wajar dan suatu keharusan, sedangkan keanehan mereka dianggap suatu keistimewaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang Islam adalah agama Rohmah(kasih sayang), Islam menghargai adat kebiasaan di suatu daerah sebagaimana qoidah “al-‘adatu muhakkamah (adat dapat menjadi hukum)”, akan tetapi tidak berarti semua adat tradisi bisa menjadi dan boleh dipakai serta dilestarikan. Disinilah sebenarnya letak nilai keIslaman kita di sisi Alloh Subhanahu wata’ala, karena seorang muslim itu selain diwajibkan untuk ta’at kepada Alloh juga dituntut untuk mengingkari serta menjauhi setiap bentuk pelanggaran-pelanggaran syari’ ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas “debus” itu karomah atau sihir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah debus itu karomah, maka berarti tidak ada pelanggaran syariah dan boleh dilestarikan, tetapi jika debus itu sihir berarti telah terjadi suatu pelanggaran terhadap syariat Islam; harus diingkari serta dijauhi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih jelasnya, marilah kita perhatikan perbedaan antara karomah dan sihir agar tidak tertipu oleh setan dari jin atau setan manusia, tidak mudah tergoda oleh penampilan dan kemasan, tidak mudah tergiur oleh gencarnya iklan dan bujuk rayuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Karomah berasal Alloh sedangkan sihir dari setan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Nabi Zakaria ‘Alaihissalambertanya kepada Maryam tentang makanan yang selalu tersedia di mihrabnya. Maryam menjawab, ”Makanan itu dari sisi Alloh”. Sedangkan kita mengetahui bahwa Maryam bukanlah seorang Rosul atau Nabi, sehingga hal yang luar biasa itu bukan diketegorikan sebagai mukjizat, tetapi itulah karomah yang diberikan Alloh kepada sosok perempuan yang suci, Ibu dari Nabi Isa ‘Alaihissalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah serupa namun berbeda pernah dialami oleh al-Hallaj atau al Husein bin Mansur seorang tokoh Sufi bersama sekelompok pengikutnya, ketika mereka meminta makanan manisan, maka Al-Hallaj bangkit dan pergi ke suatu tempat yang tidak jauh, dan tidak beberapa lama kemudian ia kembali dengan membawa nampan yang penuh manisan. Tetapi akhirnya terkuak bahwa nampan yang penuh manisan itu adalah hasil curian Jin (setan) dari sebuah warung permen di Yaman. Begitulah cerita sihir yang diklaim pengikut Al-Hallaj sebagai karomah (Majmu Fatawa permulaan jilid 35, Ibnu Taimiyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Karomah tidak dapat dipelajari sedangkan sihir bisa dipelajari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lembaran siroh, kehidupan suri tauladan kita Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasallam, tidaklah kita baca bahwa Rosululloh mempelajari karomah atau mengajarkan kepada para sahabatnya ilmu-ilmu kebatinan dan ilmu kesaktian sehingga para sahabat menjadi sakti mandra-guna mempunyai ilmu kebal,dapat menghilang, terbang dan lain sebagainya sehingga mereka ketika berperang melawan orang-orang kafir selalu menang. Karena karomah bukanlah suatu ajaran, akan tetapi hadiah dan karunia langsung dari Alloh yang diberikan kepada hamba-Nya yang beriman dan sholih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada di antara masyarakat kita yang belajar ilmu karomah (kata mereka) dengan cara-cara yang seakan-akan Islami.Seperti puasa dengan jumlah bilangan hari atau dengan wirid dan doa tertentu dalam hitungan ratusan bahkan ribuan. Bahkan ada yang memburu karomah dengan bermeditasi dan bertapa ditempat-tempat yang dikeramatkan, yang lebih naif lagi, dalam menjalankan ritualitas tersebut mereka melakukan pelanggaran dan pengabaian perintah-perintah Alloh Subhanahu wata’alayang wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dengan metode pembelajaran tersebut mereka mendapatkan sesuatu yang luar biasa maka bisa dipastikan bahwa itu adalah sihir bukan karomah dan setanlah yang menjadi maha guru mereka. Alloh  Subhanahu wata’ala memberitahukan hal tersebut dengan firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan mereka mengikuti apa yang dibacaoleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), akan tetapi setan-setanlah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka ‘mengajarkan’ sihir kepada manusia” (QS. Al-Baqoroh : 102)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Karomah tidak dapat didemonstrasikan sedangkan sihir dapat didemonstrasikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak pernah mendengar riwayatatau membaca siroh kehidupan Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasallambahwa Rosululloh dangan parasahabat-nya mempersiapkan diri, latihan jurus tenaga dalam atau berkemas-kemas untuk pertunjukan kesaktian atau kehebatan ilmu kedigdayaan, entah itu untuk penggalangan dana atau hiburan ataupun menjadikan-nya sebagai sarana da’wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang Khalid bin Walid Rodiallohu ‘anhupernahmelakukan sesuatu yang spektakuler, itu pun terpaksa dan bukan dipersiapkan terlebih dahulu tetapi spontanitas. Selanjutnya Khalid bin Walid Rodiallohu ‘anhutidak pernah mempertunjukkan kembali kejadiantersebut yaitu meminum racun waktu dia dan pasukannya mengepung benteng musuh. Pimpinan mereka berkata, ”Kami tidak akan menyerah sebelum kamu meminum racun.” Khalid pun lalu meminumnya dan dia tetap segar bugar dengan idzin Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itulah, apabila ada seseorangyang tampak darinya sesuatu yang luar biasa, lalu yang bersangkutan berusaha menampilkan kembali atau memamerkan kepada khalayak ramai, maka bisa dipastikan itu adalah sihir &amp; bukan karomah. Apalagi kalau hal tersebut dijadikan sebagai obyek bisnis atau mesin pencetak uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-922013810314825609?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/922013810314825609/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/09/debus-karomah-atau-sihir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/922013810314825609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/922013810314825609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/09/debus-karomah-atau-sihir.html' title='Debus.. Karomah atau Sihir?'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-484476074962965000</id><published>2010-09-04T18:30:00.000-07:00</published><updated>2010-09-04T18:37:10.047-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih'/><title type='text'>Agar 'Idul Fitri Sesuai Sunnah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRvsi4j3XJvXXexZTtv-cvayKu_Xljgo_tCASjz9AUoJfKxlrs&amp;t=1&amp;usg=__MisGULtPPwDtEXVe1z3IGE2LmBE="&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 289px; height: 174px;" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRvsi4j3XJvXXexZTtv-cvayKu_Xljgo_tCASjz9AUoJfKxlrs&amp;t=1&amp;usg=__MisGULtPPwDtEXVe1z3IGE2LmBE=" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lebaran adalah hari yang tidak asing bagi kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. Hari yang penuh suka cita, di mana kaum muslimin dibolehkan kembali makan dan minum di siang hari setelah satu bulan penuh berpuasa. Namun, jika kita tinjau perayaan lebaran (’Iedul Fitri) yang telah kita laksanakan, sudah sesuaikah apa yang kita lakukan dengan keinginan Alloh dan Rosul-Nya? Atau malah kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan perintah-Nya, dengan sekedar ikut-ikutan kebanyakan manusia? Untuk mengetahui perihal ini, mari kita simak bersama bahasan berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Definisi ‘Ied&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata “Ied” menurut bahasa Arab menunjukkan sesuatu yang kembali berulang-ulang, baik dari sisi waktu atau tempatnya. Kata ini berasal dari kata “Al ‘Aud” yang berarti kembali dan berulang. Dinamakan “Al ‘Ied” karena pada hari tersebut Alloh memiliki berbagai macam kebaikan yang diberikan kembali untuk hamba-hambaNya, yaitu bolehnya makan dan minum setelah sebulan dilarang darinya, zakat fithri, penyempurnaan haji dengan thowaf, dan penyembelihan daging kurban, dan lain sebagainya. Dan terdapat kebahagiaan, kegembiraan, dan semangat baru dengan berulangnya berbagai kebaikan ini. (Ahkamul ‘Iedain, Syaikh Ali bin Hasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diperhatikan, saat ini telah menyebar di kalangan masyarakat, bahwa makna “Iedul Fitri” adalah kembali kepada fitroh (suci) karena dosa-dosa kita telah terhapus. Hal ini kurang tepat, baik secara tinjauan bahasa maupun istilah syar’i. Kesalahan dari sisi bahasa, apabila makna “Iedul Fitri” demikian, seharusnya namanya “Iedul Fithroh” (bukan ‘Iedul Fitri). Adapun dari sisi syar’i, terdapat hadits yang menerangkan bahwa Iedul Fitri adalah hari dimana kaum muslimin kembali berbuka puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Huroiroh berkata: “Bahwasanya Nabi shollallohu’alaihi wa sallam telah bersabda: ‘Puasa itu adalah hari di mana kalian berpuasa, dan (’iedul) fitri adalah hari di mana kamu sekalian berbuka…’” (HR. Tirmidzi dan Abu dawud, shohih) (Majalah As Sunnah 05/I, Ustadz Abdul Hakim). Oleh karena itu, makna yang tepat dari “Iedul Fitri” adalah kembali berbuka (setelah sebelumnya berpuasa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pensyariatan ‘Ied (hari raya) Adalah Tauqifiyyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari raya (tahunan) yang dimiliki oleh kaum muslimin, hanya ada dua, yaitu ‘Iedul Fitri dan ‘Iedul Adha. Adakah hari raya yang lain? Jawabnya: tidak ada. Karena pensyariatan hari raya merupakan hak khusus Alloh ‘azza wa jalla. Suatu hari dikatakan hari raya apabila Alloh menetapkan bahwa hari tersebut adalah hari raya (’Ied). Namun, jika tidak, kaum muslimin tidak diperkenankan merayakan atau memperingati hari tersebut. Alasannya adalah hadits Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari Anas rodhiyallohu ‘anhu bahwa beliau berkata, “Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam datang ke Madinah dan (pada saat itu) penduduk Madinah memiliki dua hari raya yang dipergunakan untuk bermain (dengan permainan) di masa jahiliyyah. Lalu beliau bersabda: ‘Aku telah datang kepada kalian, dan kalian memiliki dua hari yang kalian gunakan untuk bermain di masa jahiliyyah. Sungguh Alloh telah menggantikan untuk kalian dua hari yang lebih baik dari itu, yakni hari Nahr (’Iedul Adha) dan hari fitri (’Iedul Fitri).” (HR. Ahmad dan Abu Dawud, shohih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari raya yang dimiliki penduduk Madinah saat itu adalah hari Nairuz dan Mihrojan, yang dirayakan dengan berbagai macam permainan. Kedua hari raya ini ditetapkan oleh orang-orang yang bijak pada zaman tersebut karena cuaca dan waktu pada saat itu sangat tepat/bagus. (Ahkamul ‘Iedain, Syaikh Ali bin Hasan). Tatkala Nabi datang, Alloh mengganti kedua hari tersebut dengan dua hari raya pula yang Alloh pilih untuk hamba-hamba-Nya. Sejak saat itu, dua hari raya yang lama tidak diperingati lagi. Berdasarkan hal ini, pensyariatan hari raya adalah tauqifiyyah (sesuai dengan perintah Alloh). Seseorang tidak diperbolehkan menetapkan hari tertentu untuk perayaan/peringatan kecuali memang ada dalil yang benar dari Alloh (Al Qur’an) maupun Rosul-Nya (Al Hadits). Sehingga tidak benar, apa yang dilakukan sebagian besar kaum muslimin saat ini, dengan melakukan berbagai macam peringatan/perayaan yang sama sekali tidak ada tuntunannya. Di antaranya: peringatan/perayaan maulid Nabi, Isro Mi’roj, Nuzulul Quran, hari Kartini, hari ibu, dan hari ulang tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tuntunan Nabi Saat Hari Raya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perayaan ‘Iedul Fitri maupun ‘Iedul Adha merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Alloh. Dan ibadah tidak terlepas dari dua hal, yang semestinya harus ada, yaitu: (1) Ikhlas ditujukan hanya untuk Alloh semata dan (2) Sesuai dengan tuntunan Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang dituntunkan Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam terkait dengan pelaksanaan hari raya, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mandi Sebelum ‘Ied: Disunnahkan bersuci dengan mandi untuk hari raya karena hari itu adalah tempat berkumpulnya manusia untuk sholat. Namun, apabila hanya berwudhu saja, itu pun sah. (Ahkamul Iedain, Dr. Abdulloh At Thoyyar – edisi Indonesia). Dari Nafi’, bahwasanya Ibnu Umar mandi pada saat ‘Iedul fitri sebelum pergi ke tanah lapang untuk sholat (HR. Malik, sanadnya shohih). Berkata pula Imam Sa’id bin Al Musayyib, “Hal-hal yang disunnahkan saat Iedul Fitri (di antaranya) ada tiga: Berjalan menuju tanah lapang, makan sebelum sholat ‘Ied, dan mandi.” (Diriwayatkan oleh Al Firyabi dengan sanad shohih, Ahkamul Iedain, Syaikh Ali bin Hasan).&lt;br /&gt;    Makan di Hari Raya: Disunnahkan makan saat ‘Iedul Fitri sebelum melaksanakan sholat dan tidak makan saat ‘Iedul Adha sampai kembali dari sholat dan makan dari daging sembelihan kurbannya. Hal ini berdasarkan hadits dari Buroidah, bahwa beliau berkata: “Rosululloh dahulu tidak keluar (berangkat) pada saat Iedul Fitri sampai beliau makan dan pada Iedul Adha tidak makan sampai beliau kembali, lalu beliau makan dari sembelihan kurbannya.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah, sanadnya hasan). Imam Al Muhallab menjelaskan bahwa hikmah makan sebelum sholat saat ‘Iedul Fitri adalah agar tidak ada sangkaan bahwa masih ada kewajiban puasa sampai dilaksanakannya sholat ‘Iedul Fitri. Seakan-akan Rosululloh mencegah persangkaan ini. (Ahkamul Iedain, Syaikh Ali bin Hasan).&lt;br /&gt;    Memperindah (berhias) Diri pada Hari Raya: Dalam suatu hadits, dijelaskan bahwa Umar pernah menawarkan jubah sutra kepada Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam agar dipakai untuk berhias dengan baju tersebut di hari raya dan untuk menemui utusan. (HR. Bukhori dan Muslim). Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam tidak mengingkari apa yang ada dalam persepsi Umar, yaitu bahwa saat hari raya dianjurkan berhias dengan pakaian terbaik, hal ini menunjukkan tentang sunnahnya hal tersebut. (Ahkamul Iedain, Syaikh Ali bin Hasan). Perlu diingat, anjuran berhias saat hari raya ini tidak menjadikan seseorang melanggar yang diharamkan oleh Alloh, di antaranya larangan memakai pakaian sutra bagi laki-laki, emas bagi laki-laki, dan minyak wangi bagi kaum wanita.&lt;br /&gt;    Berbeda Jalan antara Pergi ke Tanah Lapang dan Pulang darinya: Disunnahkan mengambil jalan yang berbeda tatkala berangkat dan pulang, berdasarkan hadits dari Jabir, beliau berkata, “Rosululloh membedakan jalan (saat berangkat dan pulang) saat iedul fitri.” (HR. Al Bukhori). Hikmahnya sangat banyak sekali di antaranya, agar dapat memberi salam pada orang yang ditemui di jalan, dapat membantu memenuhi kebutuhan orang yang ditemui di jalan, dan agar syiar-syiar Islam tampak di masyarakat. (Ahkamul Iedain, Syaikh Ali bin Hasan). Disunnahkan pula bertakbir saat berjalan menuju tanah lapang, karena sesungguhnya Nabi apabila berangkat saat Iedul Fitri, beliau bertakbir hingga ke tanah lapang, dan sampai dilaksanakan sholat, jika telah selesai sholat, beliau berhenti bertakbir. (HR. Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang shohih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperbolehkan saling mengucapkan selamat tatkala ‘Iedul Fitri dengan “taqobbalalloohu minnaa wa minkum” (Semoga Alloh menerima amal kita dan amal kalian) atau dengan “a’aadahulloohu ‘alainaa wa ‘alaika bil khoiroot war rohmah” (Semoga Alloh membalasnya bagi kita dan kalian dengan kebaikan dan rahmat) sebagaimana diriwayatkan dari beberapa sahabat. (Ahkamul Iedain, Dr. Abdulloh At Thoyyar – edisi Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jika Terkumpul Hari Jum’at dan Hari Raya Dalam Satu Hari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hari raya dan hari Jumat berbarengan dalam satu hari, gugurlah kewajiban sholat Jum’at bagi orang yang telah melaksanakan sholat ‘Ied, namun bagi Imam hendaknya tetap mengerjakan sholat Jum’at agar dapat dihadiri oleh orang yang ingin menghadirinya dan orang yang belum sholat ‘Ied. Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh berkata, “Diperbolehkan bagi mereka (kaum muslimin), jika ‘ied jatuh pada hari Jum’at untuk mencukupkan diri dengan sholat ‘ied saja dan tidak menghadiri sholat Jumat.” (Ahkamul Iedain, Dr. Abdulloh At Thoyyar – edisi Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hal-Hal yang Terkait Sholat Ied Secara Ringkas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena terbatasnya jumlah halaman, berikut kami ringkaskan hal-hal yang terkait dengan sholat ‘Ied, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dasar disyari’atkannya: QS. Al Kautsar ayat 2, dan hadits dari Ibnu Abbas, beliau berkata, “Aku ikut melaksanakan sholat ‘Ied bersama Rosululloh, Abu Bakar dan Umar, mereka mengerjakan sholat ‘Ied sebelum khutbah.” (HR. Buhori dan Muslim)&lt;br /&gt;    Hukum sholat ‘Ied: Fardhu ‘Ain, menurut pendapat terkuat.&lt;br /&gt;    Waktu sholat ‘Ied: Antara terbit matahari setinggi tombak sampai tergelincirnya matahari (waktu Dhuha), menurut kebanyakan ulama.&lt;br /&gt;    Tempat dilaksanakannya: Disunnahkan di tanah lapang di luar perkampungan (berdasarkan perbuatan Nabi), jika terdapat udzur dibolehkan di masjid (berdasarkan perbuatan Ali bin Abi Tholib).&lt;br /&gt;    Tata cara sholat ‘Ied: Dua roka’at berjama’ah, dengan tujuh takbir di roka’at pertama (selain takbirotul ihrom) dan lima takbir di roka’at kedua (selain takbir intiqol -takbir berpindah dari rukun yang satu ke rukun yang lain).&lt;br /&gt;    Adzan dan iqomah pada sholat ‘Ied: Tidak ada adzan dan iqomah, atau seruan apapun sebelum dilaksanakan sholat karena tidak adanya dalil untuk hal tersebut.&lt;br /&gt;    Khutbah pada sholat ‘Ied: Satu kali khutbah tanpa diselingi dengan duduk, menurut pendapat yang terkuat.&lt;br /&gt;    Qodho’ sholat ‘Ied jika terluput: Tidak perlu meng-qodho’, menurut pendapat yang terkuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kemungkaran yang Biasa Dilakukan Tatkala ‘Iedul Fitri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tasyabbuh (meniru-niru) orang-orang kafir dalam pakaian dan mendengarkan musik/nyanyian (kecuali rebana yang dimainkan oleh wanita yang masih kecil). Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang meniru-niru suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.” (HR. Ahmad, sanadnya hasan) dan sabda Nabi yang lain, “Akan datang sekelompok orang dari umatku yang menghalalkan (padahal hukumnya haram) perzinaan, pakaian sutra bagi laki-laki, khomr (sesuatu yang memabukkan), dan alat musik…” (HR. Al Bukhori secara mu’allaq dan Imam Nawawi berkata bahwa hadits ini shohih dan bersambung sesuai syarat shohih). Dan Ibnu Mas’ud rodhiyallohu ‘anhu mengatakan bahwa yang dimaksud ‘Lahwal Hadits’ (perkataan yang tidak bermanfaat) dalam surat Luqman ayat 6 adalah Al Ghinaa‘ (nyanyian).&lt;br /&gt;    Tabarruj-nya (memamerkan kecantikan) wanita, dan keluarnya mereka dari rumahnya tanpa keperluan yang dibenarkan syariat agama. Hal tersebut diharamkan di dalam syari’at ini, di mana Alloh berfirman, “Dan hendaklah kamu (wanita muslimah) tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyyah yang dahulu, dan dirikanlah sholat serta tunaikanlah…” (QS. Al Ahzab: 33). Dalam suatu hadits disebutkan bahwa ada dua golongan dari ahli neraka yang tidak pernah dilihat oleh Nabi: “….salah satu di antaranya adalah wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang (tidak menutup seluruh tubuhnya, atau berpakaian namun tipis, atau berpakaian ketat) yang melenggak-lenggokkan kepala. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium bau surga.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;    Berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahrom. Fenomena ini merupakan musibah yang sudah sangat merata. Tidak ada yang selamat dari musibah ini kecuali yang dirohmati Alloh. Padahal perbuatan ini adalah haram berdasarkan sabda Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam, “Sungguh, seandainya kepala kalian ditusuk dengan jarum dari besi, lebih baik daripada dia menyentuh wanita yang tidak halal dia sentuh.” (lihat Silsilah Al Ahadits As Shohihah 226) (Ahkamul Iedain, Syaikh Ali bin Hasan).&lt;br /&gt;    Mengkhususkan ziarah kubur pada hari raya ‘Ied. Tidak terdapat satu dalil pun yang menunjukkan perintah Alloh ataupun tuntunan Nabi untuk ziarah ke kubur pada saat ‘Iedul Fitri. Ziarah kubur memang termasuk ibadah yang disyariatkan, namun, pengkhususan waktu untuk ziarah saat ‘Iedul Fitri membutuhkan dalil. Jika tidak terdapat dalil, perbuatan tersebut bukan tuntunan Nabi dan tidak boleh dilaksanakan. Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang beramal suatu amalan (untuk tujuan ibadah) di mana tidak termasuk dalam urusan kami, maka amalnya tersebut tertolak (tidak akan diterima).” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;    Begadang saat malam ‘Iedul Fitri. Banyak di antara kaum muslimin yang menghidupkan malam ‘Ied dengan takbir via mikrofon. Hal ini sangat mengganggu kaum muslimin yang hendak beristirahat. Hukum mengganggu orang lain adalah haram. Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam bersabda, “Muslim (yang baik) adalah yang tidak mengganggu muslim lainnya dengan lisan dan tangannya.” (HR. Muslim). Sehingga jika memang hendak bertakbir, hendaknya tidak dengan suara yang keras. Ada lagi di antara kaum muslimin yang menjadikan malam ‘Ied untuk begadang dengan bermain catur, kartu atau sekedar ngobrol tanpa tujuan. Akibatnya, tatkala pagi datang, kebanyakan dari mereka sulit menjalankan sholat subuh secara berjamaah. Bahkan ada yang sampai ogah-ogahan menjalankan sholat ‘Ied.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, semoga tulisan ini bermanfaat. Semoga Alloh memberikan balasan yang baik bagi yang menulis, membaca, dan yang menyebarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Dipostkan oleh: Yusuf Supriadi&lt;br /&gt;Penulis: Adid Adep Dwiatmoko&lt;br /&gt;Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar&lt;br /&gt;Artikel &lt;a href="www.muslim.or.id"&gt;www.muslim.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-484476074962965000?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/484476074962965000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/09/agar-idul-fitri-sesuai-sunnah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/484476074962965000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/484476074962965000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/09/agar-idul-fitri-sesuai-sunnah.html' title='Agar &apos;Idul Fitri Sesuai Sunnah'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-3290080341992589140</id><published>2010-08-30T19:37:00.001-07:00</published><updated>2010-08-30T20:00:51.236-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tolak Syubhat'/><title type='text'>Haram Jabat Tangan Dengan Lawan Jenis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRcKPFT1HQTZiKh0WH3ccaC1XHexgpjHa-UGcFxILAOVeMNOgQ&amp;t=1&amp;usg=__zGCQgmByPCqffUyFUD1vDXmV-4U="&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 222px;" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRcKPFT1HQTZiKh0WH3ccaC1XHexgpjHa-UGcFxILAOVeMNOgQ&amp;t=1&amp;usg=__zGCQgmByPCqffUyFUD1vDXmV-4U=" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berjabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahrom seolah sudah menjadi kebiasaan atau tradisi yang mendarah daging di negri ini terlebih lagi di waktu lebaran, mereka dengan tanpa merasa berdosa menyentuh tangan wanita, menggenggamnya dan merasakan kelembutan serta kehalusan kulitnya dengan dalih untuk saling bermaafan. Kebiasaan seperti ini merupakan hal berbahaya yang dapat mengotori hati kita setelah selama bulan romadhon kita bersusah payah menjaga hati, mata, lisan, dan aggota badan lainnya dari maksiat. Dimana menjaga diri dari maksiat tidak hanya dilakukan di bulan romadhon, justru bulan romadhon itu hendaknya kita jadikan latihan untuk menahan diri dari syahwat pada sebelas bulan berikutnya. Namun sungguh disayangkan ketika memasuki hari Iedul fitri seolah ibadah yang kita lakukan selama bulan romadhon tidak menghasilkan perubahan jiwa dan prilaku, dimana hati, mata, tangan, dan lisan kita yang terjaga dari kemaksiatan selama bulan romadhon, kini hal itu tidak lagi terjadi, mata kita dengan bebas tanpa berdosa menatap wanita yang berhias dengan pakaian barunya, tangan kitapun dengan bebas menjabat tangan mereka dengan dalih menjalin keakraban dan saling bermaafan, padahan semua itu dilarang oleh syari’at, dan menjalin keakraban atau bermaafan tidaklah harus dengan memandangi wajah mereka atau menjabat tangna mereka. Mungkin hal ini disebabkan oleh syubhat dan kejahilan alias kebodohan kita terhadap perintah dan larangan Allah, atau bisa juga disebabkan karena syahwat. Maka dari itu mari kita pelajari kembali syari’at yang mulia ini, semoga kita menjadi hamba Allah yang bertakwa.&lt;br /&gt;Dalil Yang Melarang Jabat Tangan Dengan Wanita Bukan Mahramnya. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berikut ini kami akan bawakan Dalil Yang Melarang Jabat Tangan Dengan Wanita Bukan Mahramnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalil yang mengharamkan jabat tangan dengan selain mahram adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.Rosululloh bersabda :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لأن يطعن في رأس أحدكم بمخيط من حديد خير له من أن يمس امرأة لا تحل له&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh apabila kepala salah seorang di antara kalian ditusuk dengan jarum besi, hal itu lebih baik dari pada dia menyentuh perempuan yang tidak halal baginya. (Lihat ash-Shohihah no. 226.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Albani mengomentari : Dalam hadits ini ada ancaman keras terhadap siapa saja yang menyentuh wanita bukan mahramnya. Di dalamnya terdapat dalil akan haramnya menjabat tangan kaum wanita, karena hal itu termasuk menyentuh tanpa ada keraguan. Dewasa ini banyak kaum muslimin yang melanggarnya, di antara mereka ada yang sekaliber ulama, seandainya mereka melanggarnya, akan tetapi hati mereka, maka permasalahannya menjadi lebih ringan. Akan tetapi yang jadi masalah mereka menghalalkanya dengan berbagai jalan dan penafsiran.( Idem.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; 2.Rosululloh bersabda :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كتب على ابن آدم نصيبه من الزنا, مدرك ذلك لا محا لة. فالعينان زناهما النظر, والأذنان زناهما الاستماع, واللسان زناه الكلام, واليد زناها البطش, والرجل زناها الخطا, والقلب يهوي ويتمنى, ويصدق ذلك الفرج ويكذبه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah pasti untuk anak Adam bagiannya dari zina, pasti dia akan menjumpainya. Kedua mata berzina melalui pandangan. Kedua telinga berzina melalui pendengaran. Lisan berzina melalui pembicaraan. Tangan berzina dengan memegang. Kaki berzina dengan melangkah. Hati berzina dalam bentuk hasrat dan berangan-angan. Kemudian kemaluan akan membenarkannya atau mendustakannya. HR. Al-Bukhori dan Muslim, ini adalah lafadz Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An-Nawawi berkomentar : Hadits ini menjelaskan bahwa anak Adam telah ditakdirkan bagiannya dari zina, di antara mereka ada yang benar-benar berzina dengan cara memasukkan kemaluan kepada kemaluan yang tidak halal. Di antara mereka ada yang berzina secara kiasan, sepertidengan cara memandang sesuatu yang diharamkan, mendengarkan hal-hal yang menjerumuskan kepada perzinaan serta yang berhubungan dengannya, menyentuh dengan tangan dalam bentuk menyentuh tangan atau mencium wanita yang bukan mahramnya, berjalan kaki menuju perzinaan, melihat, menyentuh, atau bercengkerama dengan wanita yang mahramnya, serta semisalnya, dan termasuk juga memikirkannya dengan hati. (Lihat al-Minhaj karya an-Nawawi ketika menjelaskan hadits di atas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.Rosululloh bersabda :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إني لا أصافح النساء&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan kaum wanita (yang bukan mahram-pent.) (Lihat ash-Shohihah no. 226)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4.’Aisyah menyatakan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ما مست يد رسول الله يد امرأة إلا يملكها&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan Rosululloh tidak pernah menyentuh tangan seorang wanita pun, kecuali yang beliau miliki (nikahi dll). HR. Al-Bukhori dan at-Turmudzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5.Abdulloh bin ‘Amr bin al-’Ash menyatakan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كان لا يصافح النساء في البيعة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Rosululloh tidak menjabat tangan wanita (yang bukan mahramnya) ketika bai’at. Lihat Shohihul Jami’ (4732).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-‘Allamah Muhammad al-Amiin asy-Syinqithi mengatakan : Telah tetap Rosululloh bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إني لا أمس أيدي النساء&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak menyentuh tangan-tangan kaum wanita. (Lihat Shohihul Jami’ no.(7054))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga sabda Beliau :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إني لا أصافح النساء&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan kaum wanita (yang bukan mahram-pent.). Lihat ash-Shohihah no. 226.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian. [QS. Al-Ahzab : 21]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka wajib bagi kita untuk tidak berjabat tangan dengan kaum wanita bukan mahramnya, sebagai perwujudan sikap peneladanan kita kepada Rosululloh. Bahkan tindakan Beliau yang tidak menjabat tangan kaum wanita ketika baiat, merupakan dalil yang begitu jelas tentang tidak bolehnya seorang lelaki berjabat tangan dengan wanita bukan mahramnya, dan tidak boleh bagian tubuh seorang lelaki menyentuh bagian tubuh wanita bukan mahramnya, karena jenis sentuhan yang paling ringan adalah berjabatan tangan. Apabila Beliau tidak mau melakukannya di saat yang sebenarnya diperlukan jabat tangan (yakni: ketika bai’at), maka hal itu merupakan bukti bahwa perbuatan tersebut tidak boleh dilakukan. Dan tidak seorang pun yang berhak menyelisihi Beliau, karena Beliaulah yang membuat aturan bagi umatnya, baik berupa perkataan, perbuatan maupun ketetapan. (Adhwaaul Bayaan (6/ 603))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6.Seandainya tidak ada dalil-dalil di atas, maka di dalam kaedah &lt;/span&gt;:”Menutup pintu-pintu kemungkaran” tersimpan dalil yang amat kuat untuk melarang jabat tangan dengan wanita bukan mahramnya. (Adillah Tahrimi Mushofahah al-Ajnabiyyah karya Muhammad Ahmad Ismail al-Muqoddam, hal. : 19.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7.Ibnu ‘Athiyyah dan ats-Tsa’labi menukilkan ijma’ para ulama&lt;/span&gt; bahwa tangan Nabi tidak pernah sekali pun menyentuh tangan wanita bukanmahramnya. (Al-Muharror al-Wajiiz (4/ 30), al-Jawaahir al-Hisaan (10/ 260-269), dinukil dari Mushoofahah al-Ajnabiyyah fii Miizaanil Islam hal. : 67.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pendapat Para Ulama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas ulama sepakat akan tidak bolehnya berjabat tangan dengan kaum wanita bukan mahramnya, berikut ini uraian pendapat-pendapat mereka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Madzhab Hanafi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Al-Kaasaani menjelaskan : Adapun hukum menyentuh dua anggota badan ini (tapak tangan dan wajah wanita yang bukan mahramnya), adalah tidak halal. Karena hukum bolehnya melihat dua anggota badan tadi adalah karena keadaan darurat yang telah kami uraikan. Sedangkan dalam hal ini tidak ada sikon darurat untuk menyentuh (wanita yang bukan mahramnya). Padahal, menyentuh lebih berpotensi untuk membangkitkan nafsu syahwat dari pada sekedar melihat. Pembolehan perkara yang lebih ringan dari dua perkara, tidak menyebabkan perkara yang lebih berat menjadi boleh. (Lihat Badai’ush Shonaai’ (6/ 2959).)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Madzhab Maliki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Abul Barokaat, Ahmad bin Muhammad bin Ahmad ad-Dardiir menjelaskan : Dan tidak boleh berjabat tangan dengan wanita (bukan mahramnya-pent.), meskipun kaum lelaki sudah tidak berselera kepadanya. (Asy-Syarhush Shoghiir (4/ 760) dengan perantaraan buku Adillah Tahriimi Mushofahah al-Ajnabiyyah, hal. 23.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ibnu ‘Abdil Baar berkata : Sabda Beliau “Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan kaum wanita (yang bukan mahram-pent.)” adalah dalil akan tidak bolehnya seorang lelaki menyentuh wanita bukan mahramnya baik dengan tangannya maupun dengan berjabat tangan dengannya. (At-Tamhiid (12/ 312).)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Madzhab Syafi’i.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    An-Nawawi menyatakan : Dikarenakan memandang (wanita yang bukan mahramnya-pent.) diharamkan, maka menyentuhnya lebih pantas untuk diharamkan, karena terasa lebih nikmat. (Lihat Roudhotuth Thoolibiin (7/ 28).)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ibnu Hajar menjelaskan : Di dalam hadits ini, ada larangan menyentuh kulit wanita yang bukan mahramnya tanpa ada sikon darurat yang membolehkannya. (Lihat Fathul Bari (13/ 133).)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Madzhab Hambali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Al-Imam Ishaq bin Manshuur al-Maruzi menceritakan : Aku pernah bertanya kepada Ahmad bin Hambal : Apakah anda membenci jabat tangan dengan kaum wanita (bukan mahram-pent.)? Ahmad menjawab : Aku membencinya. (Masail Ahmad wa Ishaq (211/1) dinukil dari ash-Shohihah hadits no.(529).)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syekh Al-Albani menyatakan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, tidak ada satu hadits shohih pun yang menyebutkan bahwa Nabi pernah berjabat tangan dengan wanita bukan mahramnya, bahkan ketika membaiat mereka, apalagi ketika hanya sekedar bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sebagian orang yang berdalil dengan hadits Ummu ‘Athiyyah untuk membolehkan jabat tangan dengan wanita bukan mahramnya (padahal didalamnya tidak disebutkan jabat tangan), kemudian mereka berpaling dari hadits-hadits shohih yang menyebutkan sucinya beliau dari berjabat tangan dengan wanita bukan mahramnya, maka pasti hal ini bukan muncul dari seorang beriman dengan ikhlas, terlebih lagi ada ancaman yang keras terhadap siapa saja yang menyentuh wanita bukan mahramnya, sebagimana hadits (Maksudnya hadits Ma’qil Ibnu Yasaar yang merupakan dalil pertama dalam pembahsan ini.) terdahulu (Ash-Shohihah (3/ 65-66).)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syekh Abdul Aziz bin Baaz berkata :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabat tangan kaum lelaki dengan kaum perempuan yang bukan mahramnya tidak boleh, karena ketika membaiat, Nabi bersabda : Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan kaum wanita (yang bukan mahram-pent.). (Lihat ash-Shohihah no. 226.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah pernah menyatakan : Tangan Rosululloh tidak pernah menyentuh tangan seorang wanita pun ketika membaiat, kecuali dengan perkataan saja. (HR. Al-Bukhori dan Muslim dan selainnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh berfirman : Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al-Ahzab :21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikarenakan juga bahwa jabat tangan dengan kaum wanita bukan mahramnya merupakan sarana pembawa fitnah bagi kedua belah fihak, maka wajib ditinggalkan. Adapun jabat tangannya seorang wanita dengan kaum wanita, laki-laki mahramnya, seperti bapak, paman dan lainnya, maka tidak ada masalah. (Fatawa ‘Ulama al-Balad al-Haram hal. : 575.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SYUBHAT DAN BANTAHANNYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uraian singkat ini akan kami tutup dengan pembahasan sebagian syubhat seputarnya, meskipun masih banyak syubhat selain yang kita sebutkan, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syubhat 1 :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إني لا أصافح النساء&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan kaum wanita (yang bukan mahram-pent.). (Lihat ash-Shohihah no. 226.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tidaklah memberikan pengertian larangan mutlak atas hukum jabat tangan dengan wanita bukan mahramnya, karena hal itu diucapkan berkenaan dengan baiat saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jawab:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah persangkaan yang lemah, karena kaidah para ulama menyatakan, bahwa sebab khusus (suatu dalil) tidak diperhitungkan, selama lafadznya bersifat umum, dan inilah keadaan sabda Nabi tersebut di atas, maka keharaman jabat tangan dengan wanita (bukan mahramnya) berlaku mutlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalil-dalil yang melarang jabat tangan ketika baiat memberikan pengertian lain yang lebih kuat, yaitu : Kalau saja ketika baiat Beliau tidak menjabat tangan kaum wanita padahal secara asal, baiat itu dengan tangan dan berjabat tangan, maka jabat tangan dengan wanita di luar itu lebih pantas untuk dilarang. (Adillah Tahrimi Mushofahah al-Ajnabiyyah karya Muhammad Ahmad Ismail al-Muqoddam, hal. :36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syubhat 2 :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabat tangan dengan wanita bukan mahramnya sekarang ini telah menjadi sesuatu yang darurat, karena adat ini begitu tersebar luas di masyarakat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jawab :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tersebarluasnya jabat tangan dengan wanita bukan mahram, bukan keadaan darurat sebagaimana persangkaan sebagian orang. Karena kebiasaan masyarakat tidak memiliki kekuatan untuk merubah hukum yang telah tetap berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah. Hukum yang bisa dirubah oleh kebiasaan masyarakat adalah hukum yang dasarnya adalah adat istiadat masyarakat, sehingga akan berubah sesuai dengan adat istiadat masyarakat. (ibid, hal. 37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syubhat 3 :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jabat tangan dengan wanita bukan mahramnya boleh, jika dilandasi oleh niatan yang bersih dan hati yang suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jawab :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Syariat yang suci melarang suatu perbuatan yang bisa menimbulkan kerusakan tanpa memperhitungkan niat pelakunya, karena yang dinilai adalah akibat perbuatan tersebut. Selama akibatnya buruk, maka perbuatan yang menyebabkannya dilarang (karena dinilai buruk juga). Hal ini sebagai upaya menutup pintu kerusakan, meskipun pelakunya tidak bermaskud melakukan kerusakan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila telah diketahui bahwa tujuan dan niat itu tersembunyi, maka yang tepat adalah tidak memperhitungkannya, karena niat tidak ada standartnya, dan yang diperhitungkan hanyalah yang jelas standartnya. Karena syariat ini berlaku bagi semua manusia, bukan hanya bagi segolongan tertentu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam al-Fatawa al-Kubro III/139 menjelaskan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-sebab ini, apabila secara umum akan menimbulkan perbuatan haram, maka syariat mengharamkannya secara mutlak. Demikian juga apabila terkadang menimbulkan perbuatan haram dan terkadang tidak, akan tetapi tabiat manusia cenderung terjerumus didalamnya. (Adillah Tahrimi Mushofahah al-Ajnabiyyah karya Muhammad Ahmad Ismail al-Muqoddam, hal. : 18-19.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syubhat 4 :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Larangan berjabat tangan tidak berlaku apabila sang wanita adalah seorang yang tua renta, berdasarkan riwayat Abu Bakar yang menyatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أن رسول الله كان يصافح العجائز&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa Rosululloh dahulu berjabat tangan dengan wanita-wanita tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jawab :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Riwayat ini tidak bisa dijadikan dalil, karena sumbernya tidak jelas, sebagaimana dikatakan oleh al-Imam az-Zaila’i dalam Nashbur Rooyah (4/ 240) : Ghorib (yakni : tidak ada sumbernya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian larangan berjabat tangan dengan wanita bukan mahramnya berlaku umum. Wallohu a’laam. (Mushoofahah al-Ajnabiyyah fii Miizaanil Islam hal. : 45-46.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah tulisan ini kami susun seringkas mungkin agar mudah difahami dan dipraktekkan, sehingga pahala ibadah Romadhon kita senantiasa murni dan bersih dengan permulaan yang baik ini. Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disarikan dari buku Adillah Tahriimi Mushoofahah al-Ajnabiyyah karya Muhammad Ahmad Ismail al-Muqoddam, Mushoofahah al-Ajnabiyyah fii Miizaanil Islam karya Muhammad bin Abduh Alu Muhammad al-Abyadhi, Kifayatul Akhyaar karya Abu Bakar bin Muhammad al-Husaini (2/ 63-65) Dicuplik dari Majalah adz-Dzakhirah al-Islamiyah edisi Syawwal 1428 H.]&lt;br /&gt;Sumber:&lt;a href="http://abusalma.net/?p=668"&gt;http://abusalma.net&lt;/a&gt; dengan beberapa tambahan dan perubahan gaya tulisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-3290080341992589140?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/3290080341992589140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/08/berjabat-tangan-dengan-lawan-jenis-yang.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/3290080341992589140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/3290080341992589140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/08/berjabat-tangan-dengan-lawan-jenis-yang.html' title='Haram Jabat Tangan Dengan Lawan Jenis'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-2000311761474029946</id><published>2010-08-30T02:45:00.000-07:00</published><updated>2010-08-30T02:50:14.694-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Ikhlas, Syarat Diterimanya Amal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTJWg9nhMZDBXHrejCnzSioVXmyNZ1yqUz7V5zRnMZyaXs3BBc&amp;t=1&amp;h=161&amp;w=231&amp;usg=__HoPTNz1CJds01vgNVFbKfOBFT-I="&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 231px; height: 161px;" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTJWg9nhMZDBXHrejCnzSioVXmyNZ1yqUz7V5zRnMZyaXs3BBc&amp;t=1&amp;h=161&amp;w=231&amp;usg=__HoPTNz1CJds01vgNVFbKfOBFT-I=" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Peran hati bagi seluruh anggota badan ibarat raja bagi para prajuritnya. Semua bekerja berdasar perintahnya. Tunduk kepadanya. Karena perintah hatilah istiqomah dan penyelewengan itu ada. Hati adalah raja, seluruh tubuh adalah pelaksana titah-titahnya. Hati yang selamat dikategorikan sebagai hati yang terbebas dari setiap syahwat dan syubhat sedangkan hati yang mati adalah hati yang tidak mengenal siapa Robb-Nya. Hati seperti ini selalu berjalan bersama hawa nafsu dan kenikmatan duniawi sehingga amal perbuatannya mengaharapkan pujian dan perhatian orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas merupakan sifat terpuji dalam hati seseorang yang akan menghiasi prilaku seorang muslim. Segalanya karena Alloh dan untuk Alloh ta’ala. Ikhlas adalah perhiasan hati yang akan menyelamatkan seseorang dari kerugian akhirat, tanpa ikhlas amal perbuatan akan sia-sia tiada guna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas artinya memurnikan tujuan mendekatkan diri kepada Alloh ta’ala dari hal-hal yang mengotorinya. Arti lainnya; menjadikan Alloh ta’ala sebagai satu-satunya tujuan dalam segala amal perbuatan dan perkataan baik dzohir maupun batin.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;URGENSI IKHLAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Amal perbuatan hati yang terpenting&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;      Ikhlas merupakan amalan hati yang sangat penting. Dasar dan syarat diterimanya amal perbutan. Tanpa ikhlas manusia akan tersesat dan menjadi orang-orang yang merugi. Dengan ikhlas amal perbuatan akan menjadi agung sekalipun amal itu sepele menurut pandangan manusia. Imam ibnu qoyyim rohimahulloh berkata:” Amal perbuatan hati adalah dasar,dan perbuatan anggota badan merupakan pengikut dan penyempurna saja, dan sesungguhnya niat sebagai ruh sedangkan amal perbuatan bagaikan jasad.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari abu hurairoh radhiallohu anhu berkata, Rosululloh sholallohu alaihi wassalam bersabda :”seseungguhnya Alloh tidak memandang kepada jasad-jasad dan rupa-rupa kamu, akan tetapi dia memandang kepada hati dan amal-amal kamu.” (HR. Muslim 6543)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syarat diterimannya ibadah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;      Ikhlas adalah syarat diterimanya amal ibadah yang di kerjakan sesuai dengan tuntunan Rosulullohsholallohu alaihi wassalam. Alloh ta’ala telah memerintahkan kita untuk itu dalam firmannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:" Dan tidaklah mereka disuruh kecuali supaya menyembah hanya kepada Alloh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus." (Albayinah 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Izz bin Abdissalam berkata:” Ikhlas dalam beribadah adalah syarat.” Dan Sidiq hasan khon juga berkata:”Tidak ada perbedaan pendapat bahwasannya ikhlas syarat sah dan diterimanya amal perbuatan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Benteng dari bujukan setan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Ikhlas bukan hanya amalan hati yang mendapatkan kedudukan tinggi di sisi Alloh ta’ala dan paling utama, selain itu ikhlas juga sebagai benteng seorang mukmin dari bujuk rayu syetan dan fitnah orang-orang yang sesat menyesatkan, ketahuilah bahwa syetan tifdak akan mampu membobol benteng seorang mukmin yang beribadah dengan ikhlas, sebagaimana firman Alloh ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya :"Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau Aku akan menyesatkan mereka semuanya.Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlas di antara mereka." (QS. Shod 83)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Akhlak orang-orang mulia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Para salafus sholih sangat memperhatikan niat ikhlas mereka dan saling memberikan wasiat antara satu dan yang lainnya untuk senantiasa mengikhlaskan niat dalam hidup, sebagaimana apa yang pernah di tulis oleh umar bin khotob untuk abu musa al-as’ary, ‘Barangsiapa yang niatnya ikhlas karena Alloh ta’ala niscaya Alloh ta’ala akan mencukupkan dirinya dari apa-apa yang terdapat di antara manusia “ Dan juga sebagaimana yang sudah mashur bahwa para salafuf sholih memulai tulisannya dengan hadits “Sesungguhnya amal perbuatan tergantung niatnya” hal ini sebagai bentuk pengingatan kepada para penulis kitab khususnya untuk mengikhlaskan niat. Imam Abdurrahman bin mahdi mengatakan, “Barangsiapa yang ingin mengarang suatau kitab maka hendaknya memulai tulisannya dengan hadis ini!”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PENOPANG-PENOPANG IKHLAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Ilmu yang mantap.&lt;br /&gt;    Berteman dengan orang yang ikhlas dan mengambilo manfaat dari do'anya.&lt;br /&gt;    Membaca kisah orang yang ikhlas.&lt;br /&gt;    Bersungguh-sungguh melawan hawa nafsu.&lt;br /&gt;    Berdo'a dan memohon pertolongan Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PENGARUH IKHLAS TERHADAP AMAL PERBUATAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Kelanggengan amal perbuatan.&lt;br /&gt;    Amanah.&lt;br /&gt;    Ilmu yang benar.&lt;br /&gt;    Tekad yang kuat melakukan amal perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SIFAT ORANG-ORANG IKHLAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Hanya mengharapkan wajah Alloh ta'ala.&lt;br /&gt;    Sembunyi-sembunyi dalam beramal jauh labih disukai.&lt;br /&gt;    Takut amalnya tidak diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;METHODE MERAIH IKHLAS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Mengetahui macam-macam riya, factor-faktor pendorong, dan penyebabnya, kemudian beruhasa memutus dan mencabut akar-akarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mengetahui keagungan Alloh ta'ala, yaitu dengan cara mengetahui nama-nama dan sifat-Nya, serta perbuatan-Nya dengan pengetahuan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mengetahui sesuatu yang telah disiapkan Alloh di akherat berupa nikmat dan adzab. Jika sang hamba telah mengetahui hal itu niscaya dia akan lari dan menghindarkan diri dari riya menuju ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Takut kepada riya yang merusak amal, sesunguhnya orang yang takut kepada suatu perkara ia akan tetap waspada terhadapnya, hingga ia selamat darinya.&lt;br /&gt;    Memperbanyak amal kebaikan dan melakukan ibadah-ibadah yang tersembunyi dan berusaha menyembunyikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tidak pengaruh oleh celaan manusia dan pujian mereka, sebab yang demikian itu sangat tidak bermanfaat dan tidak juga membahayakannya. Tetapi hendaknya takut kepada Alloh ta'ala dengan mengikhlaskan amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Selalu mengingat kematian dan memangkas angan-angan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Takut akan su'ul khotimah (akhir hayat yang buruk), dan rasa takut ini maka seorang hamba akan berusaha mengikhlaskan semua amalnya dan juga perkataannya.&lt;br /&gt;    Bergaul dan berteman dengan orang-orang yang ikhlas dalam beramal dan bertaqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Berdo'a dan kembali kepada alloh ta'ala agar mengenugrahi keikhlasan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Menghapus sifat tamak terhadap sesuatu yang sudah menjadi milik orang lain ataupun duniawi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mengetahui buah ikhlas, faidah-faidahnya dan akibat kebaikan yang ditinggalkannya baik di dunia dan di akherat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BUAH-BUAH IKHLAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Ketenangan Jiwa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas memberikan ketenangan jiwa dan memberikan kedamaian hati kepada pelakunya, sehingga membuatnya lapang dada dan tenang hatinya. Hatinya tertimpun pada satu tujuan, yaitu ketenangan dan keridhaan Allah ta'ala. Hasratnya terhimpun dalam satu wadah, yaitu meniti jalan yang membawanya kepada keridhaan Allah ta'ala. Tidak dapat diragukan, kejelasan tujuan dan kelurusan jalan ke arah itu mampu membuat manusia menjadi tenang menghadapi guncangan karena adanya berbagai trend, kecenderungan dan jalan yang bisa ditempuh. Rasulullah sholallohu alaihi wassalam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;))مَنْ جَعَلَ اْلهُـمُوْمَ هَـمًّاوَاحِدًا, كَفَاهُ اللهُ هَـمَّ دُنْـيَاهُ وَمَنْ تَشَعََبَتْهُ اْلـهُمُوْمَ, لَـمْ يُـبَالِ اللهُ فيِ أَيِّ اَوْدِيَةِ الـدُّ نْـيَا هَلَكَ.((&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa menjadikan berbagai hasrat sebagai satu hasrat, maka Allah mencukupkannya dari hasrat dunia, dan barangsiapa hasratnya bercabang-cabang, Allah tidak mempedulikannya di penjuru dunia manapun dia mengalami kehancuran dan kebinasaan."(Diriwayatkan Al-Hakim, dan Al-Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang di maksud hasratnya bercabang-cabang dalam hadits di atas: terbagi-bagi, tertuju kepada harta, kedudukan, nafsu dan lain-lainnya. Berbeda dengan orang mukmin, yang hasratnya hanya tertuju kepada keridhaan Alloh ta'ala. Beliau juga bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa dunia merupakan tujuannya, maka Allah memecah-mecah urusannya dan menjadikan kemiskinan ada didepan matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali yang telah ditetapkan baginya. Dan, barangsiapa akhirat merupakan niatnya, maka Allah menghimpun urusannya, menjadikan kecukupan ada di dalam hatinya dan dunia menghampirinya, dan dunia itu adalah sesuatu yang hina."(Diriwayatkan Ibnu Majah. Isnadnya shahih dan rawinya tsiqah. Lihat Az-Zawv'id, nomor 4105).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Kekuatan Rohani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas memberikan kekuatan rohani kepada orang yang mukhlis, karena keunggulan tujuan ikhlas di dalam dirinya dan kehendaknya yang menyatu, yaitu keridhaan dan pahala Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang gila harta, kedudukan, ketenaran atau gelar adalah orang yang amat lemah, yaitu tatkala tiba-tiba menyembul suatu harapan mewujudkan kerakusannya terhadap dunia. Dia orang lemah di hadapan orang-orang yang seharusnya dia beri. Dia orang lemah jika dia takut kehilangan keuntungan yang di harapkannya. Sedangkan orang yang menjual dunia karena Allah, maka dia bisa memperoleh kekuatandan tidak akan melemah, mendapat kemampuan yang tidak mengendor. Maka dengan kebebasannya dari dunia dan ikhlasnya jauh lebih kuat daripada segala kekuatan materiil yang di tangkap mata manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mukhlis karena Alloh tidak akan melemah dari janji-janji yang di obral, tidak bergeming karena ancaman, tidak menjadi hina karena kerakusan dan tidak bisa di cegah karena rasa takut. Teladannya dalam masalah ini adalah Nabi sholallohu alaihi wassalam, yang pernah ditawari kekuasaan, kedudukan yang terhormat, harta dan segala kenikmatan dunia, agar beliau menghentikan dakwahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi tawaran ini beliau menjawab dengan nada yang keras dan tegas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;((وَاللهِ لَوْ وَضَعُوْا الشَّمْسَ فيِ يَـمِيْنيِ وَاْلقَمَرَ فيِ شِـمَاليِ عَلىَ اَنْ اَتْرُكَ هَذَا اْلأَمْرَ مَاتَرَكْتُـهُ, حَتىَّ يَظْهَرَهُ اللهُ اَوْ اَهْلَكَ دُوْنَهُ.((&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi Alloh, andaikan mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan urusan ini, niscaya aku tidak akan meninggalkannya, hingga Allah menegakkannya atau membinasakan yang lainnya. (Yang serupa dengan hadits ini diriwayatkan Ibnu Ishaq di dalam Al-Maghazy, 1/170. kisah ini juga di sebutkan Ath-Thabary secara ringkas di dalam Al-Ausath, dari hadits Uqail bin Abu Thalib, dengan lafadz yang lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikata Nabi sholallohu alaihi wassalammempunyai nafsu yang tersembunyi terhadap harta, kekuasaan dan kedudukan, tentu ketegarannya menghadaoi tawaran yang menarik dari para pemimpin Quraisy tersebut akan melemah. Tetapi beliau tahu tujuannya, sehingga beliau pun ikhlas. Beliau tahu Rabb-nya sehingga tidak mau menyekutukan sesuatu dengan-Nya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Amal yang Berkesinambungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas bisa memberi kekuataan untuk beramal secara berkesinambungan kepada orang yang ikhlas. Seseorang yang beramal karena menyombong di hadapan orang lain, yang beramal karena nafsu perut dan kemaluan, akan menghentikan amalnya jika dia tidak mendapatkan sesuatu yang mengenyangkan nafsunya. Orang yang beramal karena mengharap ketenaran dan kedudukan, tentu akan bermalas-malasan atau merasa berat jika ada pertanda harapannya akan kandas. Orang yang beramal karena mencari muka di hadapan pemimpin tersebut di pecat atau mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan orang yang beramal karena Allah, tidak akan memutuskan amalnya, tidak mundur dan tidak malas-malasan sama sekali. Sebab alasan yang melatarbelakangi amalnya tidak pernah sirna. Wajah Allah tetap abadi jika wajah manusia sirna atau semua makhluk binasa. Firman-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: "Dan tidaklah segala sesauatu kecuali pasti binasa kecuali Alloh. bagi-Nyalah segala penentuan, dan Hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan".(QS. Al-Qashash: 88).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu orang-orang sholih berkata, "Segala sesuatu yang dilakukan karena Allah akan abadi dan berkesinambungan, sedangkan yang dilakukan karena selain Alloh akn terputus dan bercerai". Hal ini seringkali dikuatkan berbagai kejadian, bahkan kita bisa melihatnya sendiri dan setiap saat kita bisa melihatnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;4. Merubah yang Mubah dan Kebiasaan Menjadi Ibadah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas adalah penyegar amal, yang jika diletakkan di amal manapun, sekalipun amal-amal mubah dan kebiasaan, bisa merubahnya menjadi ibadah dan qurbah (jenis aktifitas yang dapat mendekatkan diri) kepoada Allah. Dalam sebuah hadits Nabi sholallohu alaihi wassalam, beliau pernah bersabda kepada Sa'ad:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya tidaklah engkau mengeluarkan nafkah seraya mencari keridhaan Allah melainkan engkau akan di beri pahala karenanya, termasuk pula satu suapan yang engkau letakkan dimulut istrimu". (HR. Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Tetap memperoleh Pahala Amal Sekalipun Belum Menyempurnakan Amal Itu atau Bahkan Belum Mengamalkannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di antara barakah ikhlas karena Allah, bahwa orang yang mukhlis dapat memperoleh pahal amal secara sempurna, sekalipun dia tidak mampu melaksanakannya secara sempurna. Kita perhatikan firman Allah berikut ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: "Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi Ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, Kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), Maka sungguh Telah tetap pahalanya di sisi Allah. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".(QS. An-Nisa: 100).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dengan niatnya yang tulus karena Allah seorang Muslim bisa mendapatkan pahala amal secara sempurna, sekalipun dia tidak melakukan amal itu dan tidak pula ditetapkan dalam syariat. Banyak contoh tentang hal ini yang disebutkan dalam berbagai hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Bukhari meriwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata, "Kami kembali dari perang Tabuk bersama Nabi sholallohu alaihi wassalam, lalu beliau bersabda:"sesungguhnya ada beberapa orang yang tertinggal di belakang kita di Madinah. Tidaklah kita melewati suatu wilayah dan lembah melainkan mereka senantiasa bersama kita. Mereka terhalang oleh satu alasan".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Pertolongan dan Perlindungan Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mukhlis mendapat pertolongan dan perlindungan dari Alloh, sebagaimana firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: "Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya?". (QS. Az-Zumar: 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa jauh ikhlasnya seseorang karena Alloh dan kemurniannya, sejauh itu pula pertolongan dan perlindungan yang diberikan Alloh. Uluran berdasarkan latar belakang ini bisa berupa uluran pertolongan, penguatan, taufiq maupun perlindungan, tergantung kepada kemurnian niat di dalam hati dan kebersihan sanubarinya. Allah ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: "Hai nabi, Katakanlah kepada tawanan-tawanan yang ada di tanganmu: "Jika Alloh mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang Telah diambil daripadamu dan dia akan mengampuni kamu". dan Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS. Al-Anfal: 70).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: "Sesungguhnya Alloh Telah ridho terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, Maka Alloh mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya)". (QS. Al-Fath: 18).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Peneguhan dan Pertolongan Tatkala Menghadapi Keulitan dan Krisis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di antara buah ikhlas ialah, bahwa Alloh mengulurkan bantuan kepada orang yang mukhlis, menjaganya dengan mata-Nya yang tidak pernah terpejam dan tidak berpaling darinya tatkala dia berada ditempat yang dilanda bencana, di kepung kesusahan dan kesulitan. Alloh senantiasa mengabulkan doanya, memenuhi panggilannya dan menyibak mendung yang mengelilinginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara hal yang aneh dalam masalah ini seperti yang telah di sebutkan al-Qur'an, adalah pengabulan Alloh terhadap dua orang-orang musyrik, tatkala mereka berada di atas perahu yang mengarungi lautan, lalu ada badai yang menerjang dan gelombang yang datang dari segala penjuru. Mereka berdoa kepada Allah dalam situasi yang kritis itu dengan sungguh-sungguh dan tulus. Lalu Allah mengabulkan doa mereka, sekalipun setelah itu kesungguhan dan ketulusan mereka berubah. Alloh berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:"Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka Telah terkepung (bahaya), Maka mereka berdoa kepada Alloh dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (mereka berkata): "Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, Pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur. Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, Sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil kezalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi, Kemudian kepada Kami-lah kembalimu, lalu kami kabarkan kepadamu apa yang Telah kamu kerjakan". (QS. Yunus: 22-23)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8. Masyarakat Aman dari Kejahatan dan Tercipta Stabilitas Kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak ketinggalan kita sebutkan dari peringatan di atas, bahwa hasil ikhlas tidak hanya terbatas di akhirat saja. Dengan kata lain, kita tidak mencari ikhlas agar amal-amal kita diterima disisi Alloh, kita bisa mendapatkan keberuntungan di akhirat dan masuk surga, atau kita bisa selamat dari neraka, tetapi lebih dari itu, bahwa ikhlas di tuntut agar segala urusan diduniabisa berjalan lancer, untuk membenarkan yang benar, meluruskan yang lurus, membatilkan yang batil, memasyarakatkan kebaikan, mengakkan keadilan, mengenyahkan kedzaliman dan membebaskan masyarakat dari berbagai dampak kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan menjadi kacau dan lepas kendalinya, jika tidak ada ikhlas, kemunafikan ada dimana-mana. Orang-orang munafik merajai dan dagangan mereka juga laku. Karena sudah ditunggangi hawa nafsu dan kepentingan diri sendiri untuk mendapatkan keduniaan dan materi, mereka tidak peduli jika ada orang kerdil menjadi raksasa, setan menjadi malaikat, pencoleng menjadi orang terpandang. Mereka bisa menuduh orang-orang yang mulia, mengkhianati orang-orang yang terpercaya, mendustakan orang-orang baik. Mereka tidak peduli jika fatamorgana menjadi air dan rekan menjadi lawan. Kita bisa merasakan yang demikian ini dalam syair-syair lama atau dalam tulisan sebagian para wartawan pada zaman sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang dimunculkan dari keikhlasan disamping yang tersebut diatas. Ikhlas dapat membuahkan kemenangan bagi umat, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah sholallohu alaihi wassalam: "Allah akan menolong umat ini Karena orang lemah diantara mereka, doa, sholat, dan ikhlas mereka". (Shahih At-Targhib wa Tarhib jilid: 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah pembahasan ikhlas. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kaum muslimin umumnya dan bagi yang membaca secara khusus.&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://www.hasmi.org"&gt;HASMI.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-2000311761474029946?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/2000311761474029946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/08/peran-hati-bagi-seluruh-anggota-badan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/2000311761474029946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/2000311761474029946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/08/peran-hati-bagi-seluruh-anggota-badan.html' title='Ikhlas, Syarat Diterimanya Amal'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-4929303002744932883</id><published>2010-08-25T20:35:00.000-07:00</published><updated>2010-08-25T20:46:50.252-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Meraih derajat mulia dengan menguasai Ilmu Agama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRFl1CyZJOOC7r0awG2kudwl92my-C-gGnzuOjyB_smt89G7tE&amp;t=1&amp;usg=__aeUgVGuT_XrFt569i-Lpl9PXSYQ="&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 257px; height: 196px;" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRFl1CyZJOOC7r0awG2kudwl92my-C-gGnzuOjyB_smt89G7tE&amp;t=1&amp;usg=__aeUgVGuT_XrFt569i-Lpl9PXSYQ=" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, orang yang mau belajar dan menekuni ilmu syar'i sudah sangat langka, yang banyak adalah belajar ilmu syar'i sekedarnya. Misalnya, sekali seminggu menghadiri pengajian, mengikuti kursus-kursus singkat, membaca buku terjemahan, atau sekedar mengikuti mata pelajaran agama di sekolah yang porsinya sangat kurang. Akibatnya, banyak umat Islam yang buta akan ajaran agamanya. Jangankan pengetahuan ilmu syar'i secara umum, hal-hal yang wajib diketahui dalam uru-san agama pun banyak yang tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertama,&lt;/span&gt; Yang dimaksud ilmu syar'i (agama) di sini, bukanlah sembarang ilmu agama, namun ilmu syar'i yang benar-benar shahih berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah sesuai dengan manhaj (pemahaman dan pengamalan) para ulama Salaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt; yang dimaksud ilmu syar'i di sini adalah yang menghantarkan seseorang kepada takwa (Lihat QS. Fathir: 28), sehingga ia selalu menjaga keta'atan kepada Allah, baik ketika sendiri maupun di tengah banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt; ilmu syar'i yang kita maksud di sini adalah yang mendorong pemiliknya untuk mengamalkannya. Ia tidak sekedar wacana, teori atau sekedar pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sebab Kurangnya Motivasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak sebab sehingga seseorang kurang atau tidak termotivasi belajar ilmu syar'i. Di antara yang terpenting adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertama,&lt;/span&gt; Tidak Mengetahui Tingginya Kedudukan Ilmu Syar'i.&lt;br /&gt;Padahal Nabi Shallallaahu alaihi wasalam menyatakan, artinya: "Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan untuknya, niscaya ia dipahamkan dalam urusan agamanya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Bukti Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba adalah dengan menganugerahinya pemahaman ilmu syar'i. Mereka itulah ulama, pewaris para nabi, penjaga syari'ah dan kemurnian agama Allah (Lihat QS. At-Taubah: 122). Ibnu Qayyim Rahimahullaah berkata: "Barangsiapa mencari ilmu untuk menghidupkan Islam, maka ia termasuk orang-orang shiddiqin, yang derajatnya setelah derajat para nabi ‘alaihimus salam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt; Tidak Mengetahui Kewajiban Mencari Ilmu Syar'i.&lt;br /&gt;Memang, tidak semua ilmu syar'i wajib kita ketahui secara luas dan mendalam. Misalnya harus memahami ilmu tafsir, hadits, aqidah, fiqh, faraidh dsb, sebab yang demikian itu adalah tugas para ulama (Lihat QS. At-Taubah: 122). Tetapi di dalam Islam, ada ilmu yang hukum mempelajarinya adalah fardhu ain (wajib bagi setiap individu muslim). Yaitu ilmu syar'i yang berkaitan dengan ibadah dan muamalah yang dikerjakan seseorang. Seperti syahadat, shalat, puasa, zakat, haji bagi yang mampu, dsb. Artinya, orang yang mengerjakan shalat misalnya, harus terlebih dahulu belajar tentang shalat secara benar sesuai tuntunan RasulAllah . Bila tidak belajar tentang tata cara shalat, maka dia berdosa sebab berakibat pada berbagai kesalahan dalam shalatnya, demikian juga dengan amalan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt; Terjangkit Penyakit Cinta Dunia dan Takut Mati.&lt;br /&gt;Kini mayoritas umat Islam memandang sesuatu dengan kaca mata duniawi. Artinya, sejauh mana sesuatu itu bisa mendatangkan manfaat materiil dan bisa menjamin kesejahteraannya di dunia. Karena dalam pandangan mereka ilmu syar'i tidak menjanjikan kekayaan, jabatan dan popularitas maka mereka enggan mempelajarinya. Padahal bila manusia hidup sekedar untuk memenuhi kebutuhan jasmani (materi), maka tidak ada bedanya dengan binatang. (Lihat QS. Muham-mad:12) Pemenuhan kebutuhan jasmani tidak menjamin kebahagiaan dan ketenangan. Kebahagiaan letaknya di hati, sedangkan hati makanannya adalah ilmu syar'i yang mendekatkannya kepada Allah Maha Pemberi, yang memberikan kebahagiaan hakiki, di dunia maupun di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Agar TermotivasiI Belajar Ilmu Syar'i&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Ikhlas Karena Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sarana terbesar untuk memotivasi seseorang belajar ilmu syar'i adalah niat yang ikhlas dan jujur kepada Allah. Orang yang belajar karena Allah semata, akan mendapatkan pertolongan Allah, sehingga semangatnya terus berkobar. Imam Ibnu Jamaah rahima-hullah menegaskan tentang ikhlas: "Hendaknya dalam belajar ia memaksudkan hanya untuk mengharapkan ridha Allah, mengamalkannya, meng-hidupkan syari'ah-Nya, menerangi hatinya, menghiasi batinnya dan untuk mendapatkan janji Allah bagi para ahli ilmu. Sebaliknya, tidak untuk mendapatkan hal-hal duniawi, seperti kepemimpinan, jabatan, harta, dan pujian manusia !&lt;br /&gt;Jika seseorang merasa kurang ikhlas, maka jangan lantas berhenti menuntut ilmu, tetapi wajib memaksa dirinya untuk ikhlas karena Allah, berusaha terus memperbaiki niat dan membersihkannya. Bila dia benar-benar jujur kepada Allah untuk mencapai keikhlasan, insya Allah ia akan dimudahkan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Mengenal Perjuangan Ulama Salaf Dalam Menuntut Ilmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafi'i rahimahullah pernah ditanya, “Bagaimana hasrat tuan ter-hadap ilmu?”Beliau manjawab, “Saya seperti mendengar kata-kata yang tidak pernah saya dengar. Saya bahkan ingin agar saya punya banyak pendengaran, supaya bisa menikmati seperti yang dinikmati oleh kedua telinga saya”. “Bagaimana kerakusan anda terhadap ilmu?” Beliau menjawab,“Seperti rakusnya pencari harta yang mencapai puncak kenikmatan karena hartanya.' 'Bagaimana tuan mencari ilmu?' beliau menjawab 'Seperti seorang ibu yang bingung mencari anaknya, yang semata wayang'. Ibnu Asakir dalam menceritakan Abu Manshur Muhammad bin Husain An-Naisaburi berkata, 'Beliau terus bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, meski dalam kondisi fakir. Bahkan beliau meng-ulangi dan menulis pelajarannya di bawah sinar rembulan, karena tidak mampu membeli minyak lampu.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir berkata, 'Ilmu tidak bisa diperoleh dengan leha-leha.' Muhammad bin Thahir Al-Maqdisi berkata, 'Untuk menuntut ilmu hadits, saya mengalami kencing darah dua kali, pertama di Baghdad dan kedua di Makkah. Hal itu karena saya berjalan dengan kaki telanjang di tengah sengatan terik matahari. Saya tidak pernah naik kendaraan saat mencari hadits kecuali sekali, dan saya selalu membawa kitab-kitab di punggung saya.' Sementara Imam Baqi bin Mukhallad Al-Andalusi pada tahun 221H berjalan kaki dari Andalus (Spanyol) ke Baghdad untuk menemui dan belajar kepada Imam Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.Mengetahui Penyesalan Ulama Salaf Atas Hilangnya Kesempatan Menuntut Ilmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ahmad bin Ibrahim Al-Abbas berkata, 'Ketika sampai berita wafatnya Imam Muhammad Ar-Razi, saya masuk kamar dan menangis. Keluargaku mengerumuniku dan bertanya, 'Apa yang menimpamu?' 'Imam Muhammad Ar-Razi telah wafat, kalian melarangku ke sana untuk menuntut ilmu,' jawab-ku. Akhirnya mereka mengizinkanku mencari ilmu kepada Syaikh Hasan bin Sinan.' Abu Ali Al-Farisi berkata: 'Terjadi kebakaran besar di Baghdad, semua kitabku terbakar, padahal saya menulisnya dengan kedua tanganku. Selama dua bulan saya tidak kuasa berbicara dengan seorang pun, karena kesedihan dan duka yang dalam, bahkan beberapa saat saya dalam keadaan linglung.' Imam Syu'bah bin Al-Hajjaj berkata, 'Saya ingat, saya pernah ketinggalan tidak mendengar satu hadits dari Syaikh saya, sehingga saya sakit (karena sangat menyesal dan sedih akibat ketinggalan tersebut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Mengetahui Bagaimana Para Ulama Salaf Tidak Tidur Untuk Menuntut Ilmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan, Imam Asad bin Al-Furat melakukan perjalanan ke Iraq un-tuk belajar kepada Syaikh Muhammad bin Hasan Asy-Syaibani Rahimahullaah. Imam Asad berkata, “Saya orang asing dan bekalku hanya sedikit, bagaimana agar saya bisa belajar lebih dari sekedar mengikuti kajian tuan?” Syaikh Asy-Syaibani menjawab, “Tetaplah ikut kajian pada siang hari, dan saya khususkan waktu malam untuk mengajarimu sendirian. Menginaplah di rumahku dan kamu akan saya ajari ilmu'. Imam Asad berkata, "Maka saya pun menginap di rumah beliau, beliau mendatangiku dengan membawa seember air. Beliau lalu membacakan ilmu untukku, jika malam telah larut dan aku mengantuk, beliau mengambil air dan memercikkannya ke mukaku, sehingga saya bersemangat lagi. Demikian terus berlalu, sehingga saya selesai belajar ilmu apa saja yang saya inginkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul Qasim Al-Muqri' berkata, Imam Al-Hazimi senantiasa menelaah kitab dan mengarang hingga terbit fajar. Seseorang kemudian berkata kepada pembantunya, 'Jangan kamu berikan minyak untuk pelitanya, barangkali beliau istirahat malam itu.' Ketika malam tiba, Imam Al-Hazimi meminta minyak kepada pembantunya. Lalu dijawab, minyaknya telah habis. Imam Al-Hazimi lalu masuk ke rumahnya dan shalat di dalam kegelapan malam sampai terbit fajar.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Menjauhi Teman-Teman Yang Malas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di antara pembunuh semangat belajar ilmu syar'i adalah berteman dengan orang-orang ahli maksiat. Tidak kalah bahayanya adalah bergaul dengan orang-orang yang malas serta enggan melakukan kegiatan positif dan bermanfaat. Abu Hurairahzberkata, Rasulullah Shallallaahu alaihi wasalam bersabda: "Seseorang itu tergantung agama kawannya. Karena itu, hendaknya salah seorang dari kamu melihat siapa temannya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Merasakan Bahwa Anda Terus Berperang dengan Setan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setan adalah musuh bebuyutan anak cucu Adam. Mereka menghalangi setiap muslim dari menjalankan kebaikan, termasuk mencari ilmu. Di antara cara setan dalam menghalangi manusia dari mencari ilmu syar'i adalah:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, menunda-nunda belajar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali seseorang ingin mempelajari ilmu dan membaca, setan membisikinya dengan mengatakan, tunda saja besok pagi, sekarang waktunya tidak tepat. Demikian dilakukan setan setiap saat, sampai orang itu menjadi tua, dan tidak berkesempatan mempelajari agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedua, dibisiki bahwa ilmu syar'i tidak akan bisa mengubah sesuatu pun bagi &lt;/span&gt;kondisinya sekarang. Argumen ini dapat kita bantah dengan melihat keadaan para pembaharu dan ulama Salaf. Seperti yang terjadi pada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Muhammad bin Abdul Wahab. Senjata mereka dalam memperbaiki keadaan adalah hujjah (dalil) dan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt; membisiki bahwa dirinya tidak akan mampu belajar ilmu syar'i. Apalagi jika yang bersangkutan adalah orang awam yang baru saja bertaubat kepada Allah. Ia merasa tidak bisa menuntut ilmu agama karena terbiasa dengan kemaksiatan dan kemalasan. Ia merasa sulit menghilangkan masa lalunya, sehingga sulit pula belajar ilmu syar'i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengobati penyakit ini ada dua hal penting yang harus diingat, pertama, merubah kebiasaan masa lalu yang buruk menjadi kebiasaan yang terpuji dengan terus melawan hawa nafsu dan membiasakan kebaikan, dan kedua, hendaknya ia merenungkan keadaan para penuntut ilmu. Di antara mereka dahulunya ada orang-orang yang sesat, kemudian Allah menganugerahkan hidayah dan istiqamah kepada mereka, maka mereka menjadi giat menuntut ilmu. Mengapa ia tidak berusaha seperti mereka?&lt;br /&gt;dari: &lt;a href="alsofwah.or.id "&gt;alsofwah.or.id &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-4929303002744932883?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/4929303002744932883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/08/meraih-derajat-mulia-dengan-menguasai.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/4929303002744932883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/4929303002744932883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/08/meraih-derajat-mulia-dengan-menguasai.html' title='Meraih derajat mulia dengan menguasai Ilmu Agama'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-2062204376957895687</id><published>2010-08-25T20:19:00.000-07:00</published><updated>2010-08-25T20:25:10.239-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tolak Syubhat'/><title type='text'>Kami Berjuang Demi Membela Hak-Hak Manusia!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2LpQp6ZkGpM/SiDV48UXa7I/AAAAAAAAASA/y0Q9W3YEqkU/s320/no+esceptions.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 186px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2LpQp6ZkGpM/SiDV48UXa7I/AAAAAAAAASA/y0Q9W3YEqkU/s320/no+esceptions.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seruan semacam ini sering kita dengar. Terutama bagi para pengusung HAM. Dan banyak sekali kalangan yang tertipu dan terbius dengannya, sampai-sampai sebagian aktifis gerakan dakwah pun termakan oleh slogan ini. Padahal, di balik slogan -yang terdengar merdu ini- tersimpan rencana jahat Iblis dan bala tentaranya untuk menjauhkan manusia dari jalan Allah ta’ala, yaitu jalan tauhid. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah; Inilah jalanku, aku menyeru menuju Allah, di atas landasan bashirah/ilmu, inilah jalanku dan jalan orang-orang yang mengikutiku…” (QS. Yusuf: 108).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak-hak manusia sedemikian agung dalam pandangan mereka. Mereka benci dan murka apabila hak-hak manusia dihinakan dan diinjak-injak oleh sesamanya. Mereka pun bangkit dengan mengatasnamakan pejuang hak azasi manusia, pembela rakyat kecil, pembela kaum tertindas, dan gelaran-gelaran ‘keren’ lainnya. Orang-orang pun merasa tertuntut untuk mendukung mereka, karena mereka khawatir disebut tidak punya kepedulian terhadap sesama. Dan yang lebih busuk lagi, kalau ada yang menjadikannya sebagai sarana untuk meraih ambisi kekuasaan belaka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, hak-hak manusia -sebesar apapun jasanya, semulia apapun kedudukannya- tetap saja masih lebih rendah apabila dibandingkan dengan hak Allah ta’ala, Rabb yang menciptakan dan mengatur jagad raya. Apa lagi yang sering disuarakan oleh mereka adalah Hak-hak manusia yang bertentangan dengan hak Allah subhanahu wata’ala. Seperti pornografi dan pornoaksi, seolah-olah hak manusia dipertuhankan dan hak Allah dimanusiakan.Oleh sebab itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan agar dakwah tauhid didahulukan sebelum ajakan-ajakan yang lainnya. Beliau  bersabda, “Hendaklah yang pertama kali kamu serukan kepada mereka yaitu supaya mereka mentauhidkan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma). Demikian pula beliau mengajarkan kepada kita, “Hak Allah atas hamba adalah hendaknya mereka menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu’anhu). Namun, jangan disalahpahami bahwa ini berarti kita meremehkan hak-hak manusia, sama sekali tidak!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-2062204376957895687?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/2062204376957895687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/08/kami-berjuang-demi-membela-hak-hak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/2062204376957895687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/2062204376957895687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/08/kami-berjuang-demi-membela-hak-hak.html' title='Kami Berjuang Demi Membela Hak-Hak Manusia!'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2LpQp6ZkGpM/SiDV48UXa7I/AAAAAAAAASA/y0Q9W3YEqkU/s72-c/no+esceptions.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-108398057288655785</id><published>2010-08-25T20:00:00.000-07:00</published><updated>2010-08-25T20:05:45.353-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran Islam'/><title type='text'>Jangan Bicara Masalah Bid’ah!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wBDAAkGBwgHBgkIBwgKCgkLDRYPDQwMDRsUFRAWIB0iIiAdHx8kKDQsJCYxJx8fLT0tMTU3Ojo6Iys/RD84QzQ5Ojf/2wBDAQoKCg0MDRoPDxo3JR8lNzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzf/wAARCACbAO8DASIAAhEBAxEB/8QAHAAAAQUBAQEAAAAAAAAAAAAAAAEDBAUGAgcI/8QAQxAAAQMDAQUGAwYCCAUFAAAAAQACAwQFESEGEjFBUQcTImFxgZGhsRQyQlLB0SPhFSQlM2JygvAXNENTkjVEdKKy/8QAGgEBAAMBAQEAAAAAAAAAAAAAAAIDBAUBBv/EADERAAICAgECBAQFAwUAAAAAAAECAAMEESESMQUTQVEiYXGBFCMyodGRscEVM0Lh8P/aAAwDAQACEQMRAD8A9xQhCRBCEJEEISZSIqEJMpEVCEJEQoWBv+08lh24DZ3uNvmp2d63juHXxgfUcx6BbqKWOaJr43hzHjLXA5BCgrhiQPSX2471KrEcMNiOpHHAKQuAVRtRemWSzT1hwZAN2Jp/E88B+vspMQo2ZUiNYwVe5lO7aPvtvYbRC7+BFFI2TDtHSbod74AxjzPktgF4VsfVPbtfb55Huc+Wpw93UuyD9V7mD1VNFnWCZ0fE8UYzog9v39YuRlRbjXU1upJauslbHDGMuJ/3xTVyuNPbqaSqq5WxwxjLnHl6ea8c2r2kqtoqzQOZTMdiGDPE/mPU/Re3WisfOV4GA+U2+yjuZ6LslcqnaO41d1lDoqGE9xSQ593OPnjA9yFr1SbL25loslJRgeNjMyEc3nVx+JVs+QAcVOsEDnvM+SyNafL/AEjt9I4SFw6RrWlznNDQMkk6AKgv+1VusjSKmUvqMeGnj1efXoPMqmsTrltVMLhdcwWtrswUTR4ZvN5/EPkenUbBvQ7yS4rlPNbhf7/Sbpjg5oIIIPAhdJuPRoGnsui8dVOZp0hcb4Sg5SJ0hCEiCEISIIQhIghCEiCRKkSIw+sp2VLaZ8zGzvaXNjLsOcBxIHNPAhZ3baxuvNocackVlMTLTubod4cgeWfrhef2Pb662tzYqwCtgb4SJTiQf6uZ9VS9vQ2m7Tfj4D5FReo7I7iexoVBZNrbVeQ1tPOI5z/0JvC/26+2VdGUDirVYN2mN6nrbpYaM8e7UHF21sreTIIwMehKsuznar7JIyz3CTFO8/1Z7jpGfyHyPLofVVPaRI2Xa6p3T92ONp9d3+ay4yDkFcxrClpIn2NWKmTgJW/sPt859FyvxzwV5F2j3v8ApG6iigdmmoyWnB0dJzPtw+Kn27bx7NnJoqkl1whbuQOIz3mdA4+befXQrBlxcSXEkniTzV2ReGUATF4V4a1VzPYP09v5ki2zGnuNLODju5mOz08QXvF1u1LbKGSrq5O7iaOPMnkAOZK+fuGo48vVWt/v1Xe52OnduwxDdiiByByJPUnqqabvLU+82eIeHnLtQ74HePbT7SVO0FWHyAx0rDmKHOceZ6ldbF0Da3aCndIMxU/8Z464PhHxx8CqJXtlvbLLb5u4jbJVzuyXOHhYBoAevEnHmoo3U/U8vvp8vGNNC8ngT1ipulNQQOqK2dsUTeL3Hieg6n0WC2k2/qKsuhs7X08PAzu/vD6fl+vosjX3CquE/fVk75H8snRo6AclIsdqfdKoNyWQMwZXkcB0HmVc+Q9h6UnPo8Lpxk87IOz+39JZbKWB96qzV1pcaVjsyOcSTMemfqf1Xq1O9rGtYwANa0AADAACzbauitdLHGXRU1PGN1jXOAwP1KqqzbqlpwW0cElQ/k5x3G/ufkr06KV5PM5d5yfEbPgX4R2+k9D79uPvfFQLlfbfbR/XayOJx4MJy8+jRqvNG33aPaGo+z0kpib+IQeBrB/idx+a1WzezdHaXCpmP2mtdqZnjRp/wj9TqpLcX/SJXbgpjDdzc+w/z7TV2+sfWRd6aeWBh+4JsBzh1LeXv8lYsVdFKBzT7Z1eJzidniTMoymGyEpxqTyOIQhIghCCkQQuSs3tBbr94qiw3R7H6k0s4a5h/wAriMj0OQvCdDcnWodtE6+s0yReTydoG0dvqX09wpKcSx53mPicxw6fiOim03ak8f8AN2oHr3U37hUjJr9TOg3hGVragH6GelkaFePdpVi/o26/boGYpawknA+7JzHvx+K09P2m2mT+/p6uI5/KHfQpbztJsztDaJqKa4MjdIPA6SNwLHcjwxx81G1q7E1uW4SZWFeGZDo8HieTZOc5OQc5Wmsu211trRFM/wC2QDQMmPiHo7iPfIWbe3de5uQcHGWnIPp5Llc9XZDwZ9XbRXeurBuWe0dyZdrzNXRMexsob4X4yCAAqxCFEkk7MnXWtaBF7CCEIXknBCEJEELV7D7KRbQuqJayaSOmhIb/AAiA5zj5kHA9kzttswNnayIQSPkpZx4C/wC8CMZBIx1HxVhpbo6vSY/x1JvNAPxSqlstxhtbbnNSvZSPc0NkcQN7PAgccea6F4qoacU1GW08TeTNXEniS481ur1vT9lFG/GN1kDsZ5AgLzMDkp2r5ZHT6yrGsGYrG0A6YjX0+U6ke+RxfI9z3/mc4kq5s9hkqy2WrLoYDru/jd+w81DoqmkpMSPhdNMOuA0einO2km17uBg5Zc8le1ive3MhlWZbbrxk18/4m0ohBRwtgpo2RRj8LRz6nqVYwTlxwBk+S8zftFcMDckjZ5NjH65UqlbtBc8btVPHC78T3mNvsBjPsFqGQvZBOJZ4RaPjucD6menMk3QC8hg5lxwPmn6asp53lkNRFI8feEbw7HrhYm27MUTXNkuMsldLzDyQz4ZyfitZRGKnibFTRMiYODWNDQPYK9S55InNtWlOEbf24l1EpTCFWRSuI10UuJxPMqczyYhcNJXaRBJkJCQ0Ek4A5qnn2qsED92W7UjXZI3e8ycjyXhIHeSVWb9I3LkpNMrMT7f7ORHArXyHGf4cTj+igTdpdmYcQwVsunHuw36lQ86ses0rgZTcis/0mivtit98p+6r4A8geCQHD2eh/wBheWbT7EXCyl9RTg1dENe8Y3xsH+Jo+o+S0c/alBk/Z7VM7p3kzW/QFV9T2nVzwRBbqZgzpvyOd9MLPa1L9+86uDT4jjn4V+H2JmCQpl0uBuVU6odS00D3ElwgYWg+up1+HuoawHW+J9MhJUFhowQhK1pcQGgkk4AAySei8kuBEQlc1zXFrmua4aFrgQR6grZ7EbIw3SnddLs8MoWEhjC7dEmOJceTf25DjNELtoSjIya8evzHPEylDQVlwk3KGlmqHDiImF2EzNHJBNJFK0skjcQ5p0II4j5L1yq202btFO6mt5bIWNw2Omj8JPIZ4e68jmlfNK+WXxSPJc49STkn4lTtrRBwdmZ8PKuyCxdOlfT3noln2UsVFa23C6Pkq5RSiqfFndYxuMgEDz0GeOvQrG2m0Ve0Vzkgt0EcYOZCC4hkTSff0C1DRND2aVddKXPnrnsj3uYiBDGt9AAdPMrrs7uMFmsV8uU0TnthdGSGfedocD4lXFFZlXXGtznrddVVbb1dTA6HtDZGaq2S2nks103Wx1YbhzXeEu/C4eurfXCuO1pjXWCkkI8TaoAe7H/sqPtXex9ytkzCWyOpi7pgZyPdTe0qvMlgs8MpHez4qH6cMM1+b1MkKjoPSUIhsyaMjsW7/aTtkfsd52BfbZ5QxrBJE8l2CzUlrvTUFeU414588cVqNjNljtEKl8lW6nhiw07mpeTk6jhgY58/dUl6t5tl0q6Hve9MEm7vjTIxkH5/VZ7SzIpInTwxXVkWor7J51rtIjWue7dYCXHkBlWFNZ5ZCDO7uhzHF3wUKGongGIZHMH+Ep9tzrG/+4Lh0IBwo1msctL8pctxqnQ+veX9FQ0tO4FkQc4fifqVcQveTxWMZeatpyDGfVgU2m2hrjgR00Urs/ha79CtiZFWtD+0+ev8MzGPVYQfvNzStecK1p48YWQoLxd36m0Nwebp9z6grT0VXI5mZo2sd+Vr97HvgLQrK3acu2h6uGI+xBlxC0ABTIlXQTk8lOicXcsKcokticTcecJxIiY0woVXaaCtaW1dFTzDpJEHfVTUhdjRNCeqzKeDMpW9ntgqSTHTyUzs8YZSB8DkfJZ+u7LXDJoLmD0bPF+o/Zbq5X212xpdXV0MRH4C/Lj7DUrJXXtMoYsst1JNUO5Pl/ht/f5BZ7Fo18Wp1cS3xFv9rZ+vb95kq3YS/wBKfDTMqG9YZAfkcKhq6Gron7lZTTQOJwBIwtz8ePsr657dX2v3mtnbSxn8NO3Bx/mOSs5LLJM/fmkfI48XPcXE+5WCzyv+M+mxfxevz9fbvOFKt1vqrnWMpKKLvZ3gkNyBoBk6lRVd7JXmOxXJ1Y6AzymExxMDg0bzi3Uk+QKggBYb7S/Id0qZqxsjtGbps5d7TF3tdQyRxf8AcGHNHqQdPdafsmooJrjW1UrWukhja1mRndyTkj4LSbSbWGzXqkobhTRvop6cOnI1c0kkHTgWjGoXez1ijsm0c81AWm311NvRAHIY4EHA8sHIWxKVWz4TufP3+IW24rLaNFhsEdjzzMn2sNgZfacxgCU047wjnqcZ9lZWBtFtVspS2T7ZLSS0WHVDGMyHsGQDk6YOc+o4aLJba15uW09dK07wY/uWDybp9crUbS0rtl9i6Who2Oa+sdisnGhcd3Jb78PQH1Xgb8x2HaXWVEY1FO/jPb5TP7VM2fEsNFs9DNJLGQx84flkp6f4jnGowP05q9iNoaVhe6hEjQ0k91K0kD0OFZdnGzctdcI7pVRuZSU53o95uO9fyx5Dj64C0PaTtMyipH2ijk/rczf4xadY4z+p4enqFHywyGx+JJsq2u9cXHPVruTzJ9Da2Xns7pqGJwb3tI3u3cg4aj5hUGxezt0ttTXRXmjjjtk0WKgySjdO7qCMHhxyThVeyW3MtjoxQ1VM6op2/wB0WuDXR9Rg8QjanbuovVI6jpIHUtO/SQuflzx000AVnm1EBvUSj8Hmq9lIA6GO9+3zl3tBs9PdNo5Lnd5IKeyU7G4k73O+wa48sknXpjCxu117F+vDqmIFtMxojgY4YIaOeOpPJVBlkMbYzI8xt+6wuJa30HAey4Way3q2B6zrYuE1JDOd6Gh6aH8mSqC4Vdukc+hqZYHObuuMbsZHQphznTSF0jyXuOXPe4nJ6klcJeHBVFjrRmzoXZYDkyxhs75GBzp4w0/l8SlxWWnbgve959gFTQzSQu3opHNPkVYwXqRhAqIw/wA26Faa3p9ROPmUeIcmt9j5cS1gt1K0jEDM9Tk/VWdNTkYDBgeQ0VfQ19NUECOQB/5XaFXNNJjAIW9Ok/pnzN5vDatJ++5MpaU6E/IK2p6cDCiUsoVnA8EaBSlElQxgDCmxgDCixcFMj1Xs8j7V2uGrtImfuFdtEWFtts8LTwD6mpbp57rePxCy9fZtu7tvCqroII/+3FLuA/8AiPqV6MPRCrZOr1mqrLNX6UXf03/meRt7NL055MlRRtLuLi9xP/5Tn/DO5h2tdSAcz48/RepVlRDSQOnqJWRRMGXPe7AA9VgNoe0eKIuiskImdwNRKMNHo3iVQ9VKctOnj53iGQemr+w1KW4bBm3QGetvVJDGPxPjcM+Q119lk6psDJS2llfMwcHvj3M+gyT8cJy43CrudQZ6+oknk4AvP3R0A4AeiYiikmfuwsfI7oxu8fksTlGPwjU+hx67kG7n2ZwptkpzV3mhpx/1Khjf/sFDI1Wp7NaI1e1EMhA3aeN0rvI43R83Z9l5Wu3Aksq3y6HcegMndrR/t6l/+ICP/N60/ZvcDV7KGJx8VI50Qz+XGW/DOP8ASsv2tf8Ar1JnH/KDX/W9QdmNrGbP2ipp20zpqiol3tXbrAN0Djx6rUHCXsTOOcdr/Dq1QbI/nmZYuLjvk6nxE+fFeq2rtCs89BHHdWSsna0B47rvGuI5gj9V5VwAAPBCz12tWT0zqZODVkqos9PaejXztIYYDDYqZzMjAnlAG76N/deezzS1Er5p5HSSvJc97zkuPmm0Lx7Wc/FJY2FTjDVY+8EIQq5rghOwU8tQS2FocQMkZAXMsUkTt2SNzT0LcZXvSdSvzK+rpB5jtF9nMm7VN8B4ODiN3+SuRaaM6hj8Y5PJWe56qytlw7giGY5j5H8v8lfQ6b6XE5viVGQVNmO549JO/oalJ0dKP9Q/ZONsNK46Om9nD9lOZxyOHIqZA3JC3+TX6CfNf6hlDguZWR7M0z8ZdNn/ADj9ldW6zmlwG1NQ5n5HuDh9NFMpmZIVpCw6L1a1XsJXZmX2DTtuc01IRjUK1p6YdUzC1ToVZMsfhhDRnipTWjHBNR8E8OCRFwhCEiNvkbGwvkcGtAySTgALHXrbynie+lsVPJcqsaZjYTGPcfe9tPNamuttLcA1lbC2aNpz3b9W58xwPunoKaGmYGU8TImAYDWNAHwCiwJ7HUupapOXXfy9J5PU2LbDaaYTXCN0TM+EVDxGxnowZPyVhRdmTRrcbidOLaeP9XfsvS8ABQ7nXUlupJKqsnZFAwZL3cP5+ip/Dp3bmbj4rkkBKtKPYCZePZKwW2N0rqVsjYwXOkqZC4Ac/JYrabaUVTHUNpY2ChGhcxu533tyHzPPouNrtqp79OIYwYKFrvDFnV/Qu8/Lkm7Nsjdbme9fF9lg5yTNIyPJvE/JZ3fq+GocTr42N5Ki7Nfn0BPb/uZ8HGp4BWtsutzskEv2J32b7UBmTuxvFo/KTwGSeC2tPs7aLHSSVNSBUOibvPlmaCAPJvD6lYG7V8lyrpKqbQuOGt5MbyAVTVmrknmbKcuvOYoq7Qep9fbiMVFRPVTOlqZZJZHcXyOLiU1lPUlLNVzCKnYXvJ5cvMnkpN2oRQOhjL96RzS5xHDjpj5qsKxG5r86pXFQ7+0gIQrC2201bHyPyGYIb5u/ZeIhc6E9vvSheuw8SvRjOgSvaWOc1wwWnBQ0Fzg1vEkAKOudSzqGur0nckUjI2SObhjxlrgNE2tc2naIGwua1zA0NwRx5foqWvtL4N6SHL4uJHNv7habMcqNicnD8Xruco/B/YyPaZO7ro+j8sPv/PC0bgC0ggEHiCM5WSjfuSNe04LSCPZbeOISRte3UOaHA+RV2G21IM53j1fTYlo9ZWvtdLP96LdP5mHH8lGk2bc7WnmB8pB+oV8yEg8FPp4eGivahG7ic2nxHJqPDH6GZ61xV9E4U9dTvNPnDZmeIM9cclpIqPB0bp8VYU1NnGNFLFKWnQYCmi9I1KMi7zm69AE+0jUlNgjRW1PTcNEzBFg8NFZU+inKIrKXyKebT41T8a7SI01mE4EqEiCEISIJHcEqCkSsvV3pLPRmorHHU4jjaMvkd0aOZWEqbJtFtlUCpuf9nUI/uoX53mjqG/m8zj2Xogt9MKs1ZiDqjGBI7UtHRvQdccVI3B7dFW1fWeTxNVGT5A2g+L3Pp9JmLPsjabNuyQ05lqAP7+bxOz5Dg32181ZysJ6DzVm5gws7tjeo7FaXSs3TVSHu6dnMvPPHlx+C90qD5SG7cmwAnZMwnaHeBLUC107vBG7enI4F/Jvtx9fRUtg2erLw/vGjuqUHDpnDQ+Tep+S0OzexU9W8XC+h7WPO+Kck70hOuX9PTieeOC3TKZsUbY4mNYxoAa1owAOgCyrS1rdbzt2+IJhUjHx+SO5+cz1JaKa3U/c0zMDm46ucepKw21zt69vjHCONjfln9QvU5oSRwXlF2iluW01VFSs7x8lQ5jADp4Tjj08PspZI0gUSrwZi+Q1th7CR7Rbn3Kp7toIY3WR2Puj9yti2kbHG2ONu6xowAFZ2iyR22jbAwbzuMj/zu5lSZKXB4KdFIrHzmXxLObJs0P0jtPO9o6M09WJQMMn1On4h/v6pmwU5qLnFpkR5efbh88LZbQWt1XbJWsGZYx3jAOZGpHuMqr2Eou8iqKriHODGnrgZP1Coan88e06dWeT4ax38Q4/99pZfZzyC57jXgtAaLDeBTBpTvcFu1PmtzJ3PZwVIMtEA2fmw6Nf+xVxs1A+a1QtnY5ssRMTw4YIwVdQ03i1CtqWlDhqFAVKrdQmp8yyykVPzrtKJ1Hu8lJggAxormakHRNtpsclZMkWkhbporD7KCAQAmoI93CsGfdCRIX2bdKcZGWlSsdUYCROWaLtGEJEEIQkQQhCRBCEJEEIQkRDwVNLZ4Z7v/SNWe+ljG5TtcPDC3ngfmPM+mMY1ukm6Oi8I3JKxXtIvc+SQw+Sl4HRcvGi9kZXSsDAXkaN1Posnsns8+ijkrq1n9dqSXEHjG0nO769fgts5mSue5yVEqCQfaWpc6IyL695BjptOHBNy0/krdkWAUzJGpSqU5p9QcBNWq1xUMQhgYQzec7hwySf1x7K57ldwwgO4BNeskGIGow6m8PBRnUuvBXRYN1Md1lJGVjKfDuCsqOPDeC6ESehbugpER8YI4LjuR0UhCRGBHjknmjASoSIIQhIghCEiCEISIIQhIghCEiCEISIIQhIgg6hCEic7qXCVCREK5LcldoSI33a6a3C6QkQSYSoSImEqEJEEIQkQQhCRBCEJEEIQkQQhCRBCEJE//9k="&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 239px; height: 155px;" src="data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wBDAAkGBwgHBgkIBwgKCgkLDRYPDQwMDRsUFRAWIB0iIiAdHx8kKDQsJCYxJx8fLT0tMTU3Ojo6Iys/RD84QzQ5Ojf/2wBDAQoKCg0MDRoPDxo3JR8lNzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzf/wAARCACbAO8DASIAAhEBAxEB/8QAHAAAAQUBAQEAAAAAAAAAAAAAAAEDBAUGAgcI/8QAQxAAAQMDAQUGAwYCCAUFAAAAAQACAwQFESEGEjFBUQcTImFxgZGhsRQyQlLB0SPhFSQlM2JygvAXNENTkjVEdKKy/8QAGgEBAAMBAQEAAAAAAAAAAAAAAAIDBAUBBv/EADERAAICAgECBAQFAwUAAAAAAAECAAMEESESMQUTQVEiYXGBFCMyodGRscEVM0Lh8P/aAAwDAQACEQMRAD8A9xQhCRBCEJEEISZSIqEJMpEVCEJEQoWBv+08lh24DZ3uNvmp2d63juHXxgfUcx6BbqKWOaJr43hzHjLXA5BCgrhiQPSX2471KrEcMNiOpHHAKQuAVRtRemWSzT1hwZAN2Jp/E88B+vspMQo2ZUiNYwVe5lO7aPvtvYbRC7+BFFI2TDtHSbod74AxjzPktgF4VsfVPbtfb55Huc+Wpw93UuyD9V7mD1VNFnWCZ0fE8UYzog9v39YuRlRbjXU1upJauslbHDGMuJ/3xTVyuNPbqaSqq5WxwxjLnHl6ea8c2r2kqtoqzQOZTMdiGDPE/mPU/Re3WisfOV4GA+U2+yjuZ6LslcqnaO41d1lDoqGE9xSQ593OPnjA9yFr1SbL25loslJRgeNjMyEc3nVx+JVs+QAcVOsEDnvM+SyNafL/AEjt9I4SFw6RrWlznNDQMkk6AKgv+1VusjSKmUvqMeGnj1efXoPMqmsTrltVMLhdcwWtrswUTR4ZvN5/EPkenUbBvQ7yS4rlPNbhf7/Sbpjg5oIIIPAhdJuPRoGnsui8dVOZp0hcb4Sg5SJ0hCEiCEISIIQhIghCEiCRKkSIw+sp2VLaZ8zGzvaXNjLsOcBxIHNPAhZ3baxuvNocackVlMTLTubod4cgeWfrhef2Pb662tzYqwCtgb4SJTiQf6uZ9VS9vQ2m7Tfj4D5FReo7I7iexoVBZNrbVeQ1tPOI5z/0JvC/26+2VdGUDirVYN2mN6nrbpYaM8e7UHF21sreTIIwMehKsuznar7JIyz3CTFO8/1Z7jpGfyHyPLofVVPaRI2Xa6p3T92ONp9d3+ay4yDkFcxrClpIn2NWKmTgJW/sPt859FyvxzwV5F2j3v8ApG6iigdmmoyWnB0dJzPtw+Kn27bx7NnJoqkl1whbuQOIz3mdA4+befXQrBlxcSXEkniTzV2ReGUATF4V4a1VzPYP09v5ki2zGnuNLODju5mOz08QXvF1u1LbKGSrq5O7iaOPMnkAOZK+fuGo48vVWt/v1Xe52OnduwxDdiiByByJPUnqqabvLU+82eIeHnLtQ74HePbT7SVO0FWHyAx0rDmKHOceZ6ldbF0Da3aCndIMxU/8Z464PhHxx8CqJXtlvbLLb5u4jbJVzuyXOHhYBoAevEnHmoo3U/U8vvp8vGNNC8ngT1ipulNQQOqK2dsUTeL3Hieg6n0WC2k2/qKsuhs7X08PAzu/vD6fl+vosjX3CquE/fVk75H8snRo6AclIsdqfdKoNyWQMwZXkcB0HmVc+Q9h6UnPo8Lpxk87IOz+39JZbKWB96qzV1pcaVjsyOcSTMemfqf1Xq1O9rGtYwANa0AADAACzbauitdLHGXRU1PGN1jXOAwP1KqqzbqlpwW0cElQ/k5x3G/ufkr06KV5PM5d5yfEbPgX4R2+k9D79uPvfFQLlfbfbR/XayOJx4MJy8+jRqvNG33aPaGo+z0kpib+IQeBrB/idx+a1WzezdHaXCpmP2mtdqZnjRp/wj9TqpLcX/SJXbgpjDdzc+w/z7TV2+sfWRd6aeWBh+4JsBzh1LeXv8lYsVdFKBzT7Z1eJzidniTMoymGyEpxqTyOIQhIghCCkQQuSs3tBbr94qiw3R7H6k0s4a5h/wAriMj0OQvCdDcnWodtE6+s0yReTydoG0dvqX09wpKcSx53mPicxw6fiOim03ak8f8AN2oHr3U37hUjJr9TOg3hGVragH6GelkaFePdpVi/o26/boGYpawknA+7JzHvx+K09P2m2mT+/p6uI5/KHfQpbztJsztDaJqKa4MjdIPA6SNwLHcjwxx81G1q7E1uW4SZWFeGZDo8HieTZOc5OQc5Wmsu211trRFM/wC2QDQMmPiHo7iPfIWbe3de5uQcHGWnIPp5Llc9XZDwZ9XbRXeurBuWe0dyZdrzNXRMexsob4X4yCAAqxCFEkk7MnXWtaBF7CCEIXknBCEJEELV7D7KRbQuqJayaSOmhIb/AAiA5zj5kHA9kzttswNnayIQSPkpZx4C/wC8CMZBIx1HxVhpbo6vSY/x1JvNAPxSqlstxhtbbnNSvZSPc0NkcQN7PAgccea6F4qoacU1GW08TeTNXEniS481ur1vT9lFG/GN1kDsZ5AgLzMDkp2r5ZHT6yrGsGYrG0A6YjX0+U6ke+RxfI9z3/mc4kq5s9hkqy2WrLoYDru/jd+w81DoqmkpMSPhdNMOuA0einO2km17uBg5Zc8le1ive3MhlWZbbrxk18/4m0ohBRwtgpo2RRj8LRz6nqVYwTlxwBk+S8zftFcMDckjZ5NjH65UqlbtBc8btVPHC78T3mNvsBjPsFqGQvZBOJZ4RaPjucD6menMk3QC8hg5lxwPmn6asp53lkNRFI8feEbw7HrhYm27MUTXNkuMsldLzDyQz4ZyfitZRGKnibFTRMiYODWNDQPYK9S55InNtWlOEbf24l1EpTCFWRSuI10UuJxPMqczyYhcNJXaRBJkJCQ0Ek4A5qnn2qsED92W7UjXZI3e8ycjyXhIHeSVWb9I3LkpNMrMT7f7ORHArXyHGf4cTj+igTdpdmYcQwVsunHuw36lQ86ses0rgZTcis/0mivtit98p+6r4A8geCQHD2eh/wBheWbT7EXCyl9RTg1dENe8Y3xsH+Jo+o+S0c/alBk/Z7VM7p3kzW/QFV9T2nVzwRBbqZgzpvyOd9MLPa1L9+86uDT4jjn4V+H2JmCQpl0uBuVU6odS00D3ElwgYWg+up1+HuoawHW+J9MhJUFhowQhK1pcQGgkk4AAySei8kuBEQlc1zXFrmua4aFrgQR6grZ7EbIw3SnddLs8MoWEhjC7dEmOJceTf25DjNELtoSjIya8evzHPEylDQVlwk3KGlmqHDiImF2EzNHJBNJFK0skjcQ5p0II4j5L1yq202btFO6mt5bIWNw2Omj8JPIZ4e68jmlfNK+WXxSPJc49STkn4lTtrRBwdmZ8PKuyCxdOlfT3noln2UsVFa23C6Pkq5RSiqfFndYxuMgEDz0GeOvQrG2m0Ve0Vzkgt0EcYOZCC4hkTSff0C1DRND2aVddKXPnrnsj3uYiBDGt9AAdPMrrs7uMFmsV8uU0TnthdGSGfedocD4lXFFZlXXGtznrddVVbb1dTA6HtDZGaq2S2nks103Wx1YbhzXeEu/C4eurfXCuO1pjXWCkkI8TaoAe7H/sqPtXex9ytkzCWyOpi7pgZyPdTe0qvMlgs8MpHez4qH6cMM1+b1MkKjoPSUIhsyaMjsW7/aTtkfsd52BfbZ5QxrBJE8l2CzUlrvTUFeU414588cVqNjNljtEKl8lW6nhiw07mpeTk6jhgY58/dUl6t5tl0q6Hve9MEm7vjTIxkH5/VZ7SzIpInTwxXVkWor7J51rtIjWue7dYCXHkBlWFNZ5ZCDO7uhzHF3wUKGongGIZHMH+Ep9tzrG/+4Lh0IBwo1msctL8pctxqnQ+veX9FQ0tO4FkQc4fifqVcQveTxWMZeatpyDGfVgU2m2hrjgR00Urs/ha79CtiZFWtD+0+ev8MzGPVYQfvNzStecK1p48YWQoLxd36m0Nwebp9z6grT0VXI5mZo2sd+Vr97HvgLQrK3acu2h6uGI+xBlxC0ABTIlXQTk8lOicXcsKcokticTcecJxIiY0woVXaaCtaW1dFTzDpJEHfVTUhdjRNCeqzKeDMpW9ntgqSTHTyUzs8YZSB8DkfJZ+u7LXDJoLmD0bPF+o/Zbq5X212xpdXV0MRH4C/Lj7DUrJXXtMoYsst1JNUO5Pl/ht/f5BZ7Fo18Wp1cS3xFv9rZ+vb95kq3YS/wBKfDTMqG9YZAfkcKhq6Gron7lZTTQOJwBIwtz8ePsr657dX2v3mtnbSxn8NO3Bx/mOSs5LLJM/fmkfI48XPcXE+5WCzyv+M+mxfxevz9fbvOFKt1vqrnWMpKKLvZ3gkNyBoBk6lRVd7JXmOxXJ1Y6AzymExxMDg0bzi3Uk+QKggBYb7S/Id0qZqxsjtGbps5d7TF3tdQyRxf8AcGHNHqQdPdafsmooJrjW1UrWukhja1mRndyTkj4LSbSbWGzXqkobhTRvop6cOnI1c0kkHTgWjGoXez1ijsm0c81AWm311NvRAHIY4EHA8sHIWxKVWz4TufP3+IW24rLaNFhsEdjzzMn2sNgZfacxgCU047wjnqcZ9lZWBtFtVspS2T7ZLSS0WHVDGMyHsGQDk6YOc+o4aLJba15uW09dK07wY/uWDybp9crUbS0rtl9i6Who2Oa+sdisnGhcd3Jb78PQH1Xgb8x2HaXWVEY1FO/jPb5TP7VM2fEsNFs9DNJLGQx84flkp6f4jnGowP05q9iNoaVhe6hEjQ0k91K0kD0OFZdnGzctdcI7pVRuZSU53o95uO9fyx5Dj64C0PaTtMyipH2ijk/rczf4xadY4z+p4enqFHywyGx+JJsq2u9cXHPVruTzJ9Da2Xns7pqGJwb3tI3u3cg4aj5hUGxezt0ttTXRXmjjjtk0WKgySjdO7qCMHhxyThVeyW3MtjoxQ1VM6op2/wB0WuDXR9Rg8QjanbuovVI6jpIHUtO/SQuflzx000AVnm1EBvUSj8Hmq9lIA6GO9+3zl3tBs9PdNo5Lnd5IKeyU7G4k73O+wa48sknXpjCxu117F+vDqmIFtMxojgY4YIaOeOpPJVBlkMbYzI8xt+6wuJa30HAey4Way3q2B6zrYuE1JDOd6Gh6aH8mSqC4Vdukc+hqZYHObuuMbsZHQphznTSF0jyXuOXPe4nJ6klcJeHBVFjrRmzoXZYDkyxhs75GBzp4w0/l8SlxWWnbgve959gFTQzSQu3opHNPkVYwXqRhAqIw/wA26Faa3p9ROPmUeIcmt9j5cS1gt1K0jEDM9Tk/VWdNTkYDBgeQ0VfQ19NUECOQB/5XaFXNNJjAIW9Ok/pnzN5vDatJ++5MpaU6E/IK2p6cDCiUsoVnA8EaBSlElQxgDCmxgDCixcFMj1Xs8j7V2uGrtImfuFdtEWFtts8LTwD6mpbp57rePxCy9fZtu7tvCqroII/+3FLuA/8AiPqV6MPRCrZOr1mqrLNX6UXf03/meRt7NL055MlRRtLuLi9xP/5Tn/DO5h2tdSAcz48/RepVlRDSQOnqJWRRMGXPe7AA9VgNoe0eKIuiskImdwNRKMNHo3iVQ9VKctOnj53iGQemr+w1KW4bBm3QGetvVJDGPxPjcM+Q119lk6psDJS2llfMwcHvj3M+gyT8cJy43CrudQZ6+oknk4AvP3R0A4AeiYiikmfuwsfI7oxu8fksTlGPwjU+hx67kG7n2ZwptkpzV3mhpx/1Khjf/sFDI1Wp7NaI1e1EMhA3aeN0rvI43R83Z9l5Wu3Aksq3y6HcegMndrR/t6l/+ICP/N60/ZvcDV7KGJx8VI50Qz+XGW/DOP8ASsv2tf8Ar1JnH/KDX/W9QdmNrGbP2ipp20zpqiol3tXbrAN0Djx6rUHCXsTOOcdr/Dq1QbI/nmZYuLjvk6nxE+fFeq2rtCs89BHHdWSsna0B47rvGuI5gj9V5VwAAPBCz12tWT0zqZODVkqos9PaejXztIYYDDYqZzMjAnlAG76N/deezzS1Er5p5HSSvJc97zkuPmm0Lx7Wc/FJY2FTjDVY+8EIQq5rghOwU8tQS2FocQMkZAXMsUkTt2SNzT0LcZXvSdSvzK+rpB5jtF9nMm7VN8B4ODiN3+SuRaaM6hj8Y5PJWe56qytlw7giGY5j5H8v8lfQ6b6XE5viVGQVNmO549JO/oalJ0dKP9Q/ZONsNK46Om9nD9lOZxyOHIqZA3JC3+TX6CfNf6hlDguZWR7M0z8ZdNn/ADj9ldW6zmlwG1NQ5n5HuDh9NFMpmZIVpCw6L1a1XsJXZmX2DTtuc01IRjUK1p6YdUzC1ToVZMsfhhDRnipTWjHBNR8E8OCRFwhCEiNvkbGwvkcGtAySTgALHXrbynie+lsVPJcqsaZjYTGPcfe9tPNamuttLcA1lbC2aNpz3b9W58xwPunoKaGmYGU8TImAYDWNAHwCiwJ7HUupapOXXfy9J5PU2LbDaaYTXCN0TM+EVDxGxnowZPyVhRdmTRrcbidOLaeP9XfsvS8ABQ7nXUlupJKqsnZFAwZL3cP5+ip/Dp3bmbj4rkkBKtKPYCZePZKwW2N0rqVsjYwXOkqZC4Ac/JYrabaUVTHUNpY2ChGhcxu533tyHzPPouNrtqp79OIYwYKFrvDFnV/Qu8/Lkm7Nsjdbme9fF9lg5yTNIyPJvE/JZ3fq+GocTr42N5Ki7Nfn0BPb/uZ8HGp4BWtsutzskEv2J32b7UBmTuxvFo/KTwGSeC2tPs7aLHSSVNSBUOibvPlmaCAPJvD6lYG7V8lyrpKqbQuOGt5MbyAVTVmrknmbKcuvOYoq7Qep9fbiMVFRPVTOlqZZJZHcXyOLiU1lPUlLNVzCKnYXvJ5cvMnkpN2oRQOhjL96RzS5xHDjpj5qsKxG5r86pXFQ7+0gIQrC2201bHyPyGYIb5u/ZeIhc6E9vvSheuw8SvRjOgSvaWOc1wwWnBQ0Fzg1vEkAKOudSzqGur0nckUjI2SObhjxlrgNE2tc2naIGwua1zA0NwRx5foqWvtL4N6SHL4uJHNv7habMcqNicnD8Xruco/B/YyPaZO7ro+j8sPv/PC0bgC0ggEHiCM5WSjfuSNe04LSCPZbeOISRte3UOaHA+RV2G21IM53j1fTYlo9ZWvtdLP96LdP5mHH8lGk2bc7WnmB8pB+oV8yEg8FPp4eGivahG7ic2nxHJqPDH6GZ61xV9E4U9dTvNPnDZmeIM9cclpIqPB0bp8VYU1NnGNFLFKWnQYCmi9I1KMi7zm69AE+0jUlNgjRW1PTcNEzBFg8NFZU+inKIrKXyKebT41T8a7SI01mE4EqEiCEISIJHcEqCkSsvV3pLPRmorHHU4jjaMvkd0aOZWEqbJtFtlUCpuf9nUI/uoX53mjqG/m8zj2Xogt9MKs1ZiDqjGBI7UtHRvQdccVI3B7dFW1fWeTxNVGT5A2g+L3Pp9JmLPsjabNuyQ05lqAP7+bxOz5Dg32181ZysJ6DzVm5gws7tjeo7FaXSs3TVSHu6dnMvPPHlx+C90qD5SG7cmwAnZMwnaHeBLUC107vBG7enI4F/Jvtx9fRUtg2erLw/vGjuqUHDpnDQ+Tep+S0OzexU9W8XC+h7WPO+Kck70hOuX9PTieeOC3TKZsUbY4mNYxoAa1owAOgCyrS1rdbzt2+IJhUjHx+SO5+cz1JaKa3U/c0zMDm46ucepKw21zt69vjHCONjfln9QvU5oSRwXlF2iluW01VFSs7x8lQ5jADp4Tjj08PspZI0gUSrwZi+Q1th7CR7Rbn3Kp7toIY3WR2Puj9yti2kbHG2ONu6xowAFZ2iyR22jbAwbzuMj/zu5lSZKXB4KdFIrHzmXxLObJs0P0jtPO9o6M09WJQMMn1On4h/v6pmwU5qLnFpkR5efbh88LZbQWt1XbJWsGZYx3jAOZGpHuMqr2Eou8iqKriHODGnrgZP1Coan88e06dWeT4ax38Q4/99pZfZzyC57jXgtAaLDeBTBpTvcFu1PmtzJ3PZwVIMtEA2fmw6Nf+xVxs1A+a1QtnY5ssRMTw4YIwVdQ03i1CtqWlDhqFAVKrdQmp8yyykVPzrtKJ1Hu8lJggAxormakHRNtpsclZMkWkhbporD7KCAQAmoI93CsGfdCRIX2bdKcZGWlSsdUYCROWaLtGEJEEIQkQQhCRBCEJEEIQkRDwVNLZ4Z7v/SNWe+ljG5TtcPDC3ngfmPM+mMY1ukm6Oi8I3JKxXtIvc+SQw+Sl4HRcvGi9kZXSsDAXkaN1Posnsns8+ijkrq1n9dqSXEHjG0nO769fgts5mSue5yVEqCQfaWpc6IyL695BjptOHBNy0/krdkWAUzJGpSqU5p9QcBNWq1xUMQhgYQzec7hwySf1x7K57ldwwgO4BNeskGIGow6m8PBRnUuvBXRYN1Md1lJGVjKfDuCsqOPDeC6ESehbugpER8YI4LjuR0UhCRGBHjknmjASoSIIQhIghCEiCEISIIQhIghCEiCEISIIQhIgg6hCEic7qXCVCREK5LcldoSI33a6a3C6QkQSYSoSImEqEJEEIQkQQhCRBCEJEEIQkQQhCRBCEJE//9k=" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan semacam ini pun sering terlontar. Dalam persepsi mereka (orang jahil), bid’ah itu adalah masalah sensitif yang tidak perlu diungkit-ungkit. Mengapa demikian? Karena dengan memperingatkan umat dari bahaya bid’ah dan menjelaskan amalan-amalan serta keyakinan-keyakinan yang bid’ah akan menyebabkan timbulnya konflik internal di dalam tubuh kaum muslimin, dan menurut ‘hemat mereka’ hal itu  akan melemahkan kekuatan kaum muslimin dan memecah belah persatuan mereka. Sepintas, sepertinya ini adalah alasan yang masuk akal dan bisa diterima… Namun, jangan terburu-buru! Karena ternyata cara berpikir semacam ini tidak dibenarkan oleh agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, kita yakini bersama bahwa bid’ah adalah tercela dan sesat. Allah tidak menerima ibadah yang dilakukan namun tidak ada tuntunannya alias diada-adakan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa melakukan suatu amal yang tidak ada tuntunannya dari kami maka ia tertolak.” (HR. Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha). Sebagian ulama salaf juga berkata, “Bid’ah lebih disukai Iblis daripada maksiat. Karena maksiat masih ada kemungkinan diharapkan taubat darinya. Adapun bid’ah, maka sulit diharapkan taubat darinya.” Selain itu, sebagaimana kita yakini pula bahwa dalam berdakwah kita harus bersikap bijak, tidak boleh serampangan atau asal-asalan. Bahkan, sikap bijak/hikmah merupakan pilar dalam dakwah. Namun, bersikap bijak bukan dengan cara membiarkan kemungkaran merajalela tanpa pengingkaran kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala bid’ah menjadi penghalang diterimanya amalan, bahkan ia termasuk kategori dosa dan kemungkaran, maka sudah sewajarnya seorang da’i memperingatkan bahayanya dan menjelaskannya kepada umat. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di setiap khutbah Jum’at beliau selalu memperingatkan umat dari bahaya bid’ah dan mengingatkan mereka bahwa setiap bid’ah adalah kesesatan yang berujung kepada kehancuran, sebagaimana yang tertera di dalam khutbatul hajah di setiap awal ceramah. Oleh sebab itu para ulama menganggap bahwa orang yang membantah ahlul bid’ah adalah termasuk golongan mujahid!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah anda ingat bagaimana sahabat Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma dengan ilmu sunnah yang dimilikinya dengan tegas membantah dan berlepas diri dari bid’ah Qadariyah yang muncul di masanya? Demikian pula para ulama salaf lainnya seperti Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah yang dengan tegar mempertahankan aqidah al-Qur’an kalamullah dan bukan makhluk, dan masih banyak ulama lain yang melakukan perjuangan serupa seperti mereka berdua dengan segala resiko yang harus mereka tanggung di jalan dakwah ini. Maka apabila kita telah mengetahui itu semua, jelaslah bagi kita bahwa seorang da’i yang tidak menempuh jalan ini -memperingatkan umat dari bahaya bid’ah- itu maknanya dia telah berkhianat terhadap amanah dakwah. Karena ‘pengkhianatannya’ itulah statusnya akan berubah dari seorang da’i ilallah -orang yang mengajak kepada Allah- menjadi da’i ila ghairillah -orang yang mengajak kepada selain Allah-! &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Nas’alullahas salamah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lalu bagaimana menurut anda?&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-108398057288655785?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/108398057288655785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/08/jangan-bicara-masalah-bidah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/108398057288655785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/108398057288655785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/08/jangan-bicara-masalah-bidah.html' title='Jangan Bicara Masalah Bid’ah!'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-6317341655885234775</id><published>2010-08-24T20:02:00.000-07:00</published><updated>2010-08-25T08:13:45.385-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remaja'/><title type='text'>Wahai Shobat Muda.. Ngaji Yuk..!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRxJYDa9Bi5KLxLdnTcSnVFcCw2POCaGW7d22mQViNTgLuZmUs&amp;t=1&amp;usg=__5BAYIApaMQCtAGDZNnH761Wesuc="&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 307px; height: 164px;" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRxJYDa9Bi5KLxLdnTcSnVFcCw2POCaGW7d22mQViNTgLuZmUs&amp;t=1&amp;usg=__5BAYIApaMQCtAGDZNnH761Wesuc=" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wahai shobat muda, ada Info bagus buat kalian.. Terlebih lagi bagi yang tingal di Bogor..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian bisa mengisi bulan Romadhon ini dengan kegiatan yang super POSITIF.  &lt;br /&gt;Ikutilah Acara &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;FORKIP &lt;/span&gt;(Forum Kajian Islam Untuk Pelajar). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tema&lt;/span&gt;: &lt;br /&gt;Membangun Generasi Robbani di Bulan Suci &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tempat&lt;/span&gt;: &lt;br /&gt;&lt;a href="http://hasmi-islamicschool.com/home-mainmenu-1/sd.html"&gt;SDIT Al-Hidayah-Cibinong&lt;/a&gt;. Tepatnya disamping &lt;a href="http://www.pdpersi.co.id/?show=infors/jabar/cibinong"&gt;RSUD Cibinong-Bogor&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Waktunya&lt;/span&gt;: &lt;br /&gt;Hari Sabtu sampe Ahad, 28-29 Agustus 2010, dimulai dari pukul 14.00-13.45. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Fasilitas yang kalian dapatkan&lt;/span&gt;: &lt;br /&gt;     1. Ilmu yang bermanfaat.&lt;br /&gt;     2. Tempat yang nyaman.&lt;br /&gt;     3. Paket berbuka puasa dan makan sahur.&lt;br /&gt;     4. Snack.&lt;br /&gt;     5. Buku Tafsir sepersepuluh al-Qur’an.&lt;br /&gt;     6. Dorprize Menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Infaq&lt;/span&gt;: &lt;br /&gt;Rp. 5.000 doank&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan&lt;/span&gt;: &lt;br /&gt;     1. Khusus Laki-laki.&lt;br /&gt;     2. Pelajar SMA/sederajat.&lt;br /&gt;     3. Membawa mushaf al-Qur’an.&lt;br /&gt;     4. Membawa Alat tulis.&lt;br /&gt;     5. Membawa perlengkapan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buruan Daftar..!!&lt;/span&gt; Caranya mudah, Kalian bisa sms dengan format: &lt;br /&gt;Ketik FORKIP (Spasi) Nama (Spasi) Asal sekolah. Lalu kirim ke: 0857 8256 7334&lt;br /&gt;Contoh: FORKIP Ahmad SMAN 2 Bogor&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai ketinggalan..!!&lt;/span&gt;, Peserta dibatasi hanya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;80&lt;/span&gt; Orang&lt;br /&gt;     CP: Wahyu   0857 8256 7334&lt;br /&gt;        Thoriq   0878 0624 269&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-6317341655885234775?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/6317341655885234775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/08/wahai-shobat-muda-ada-info-bagus-buat.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/6317341655885234775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/6317341655885234775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/08/wahai-shobat-muda-ada-info-bagus-buat.html' title='Wahai Shobat Muda.. Ngaji Yuk..!!'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-1208140328366484108</id><published>2010-08-23T19:35:00.000-07:00</published><updated>2010-08-23T19:42:46.885-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih'/><title type='text'>Menggapai Pahala Lailatul Qodar dengan I'tikaf</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSEBB3Chs5HP6p4NHxcCPp5h6I-1zSxi7nHyvhRvoOvLK9L0xU&amp;t=1&amp;usg=__5O8nwPSkbQURbQvvvLH-sf4owAY="&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 194px;" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSEBB3Chs5HP6p4NHxcCPp5h6I-1zSxi7nHyvhRvoOvLK9L0xU&amp;t=1&amp;usg=__5O8nwPSkbQURbQvvvLH-sf4owAY=" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah atas berbagai macam nikmat yang Allah berikan. Shalawat dan salam atas suri tauladan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada keluarganya dan para pengikutnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bersemangatlah di Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadhan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Para pembaca -yang semoga dimudahkan Allah untuk melakukan ketaatan-. Perlu diketahui bahwa sepertiga terakhir bulan Ramadhan adalah saat-saat yang penuh dengan kebaikan dan keutamaan serta pahala yang melimpah. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu suri tauladan kita -Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam- dahulu bersungguh-sungguh untuk menghidupkan sepuluh hari terakhir tersebut dengan berbagai amalan melebihi waktu-waktu lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana istri beliau -Ummul Mu’minin Aisyah radhiyallahu ‘anha- berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah radhiyallahu ‘anha juga mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari berjima’, pen), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari &amp; Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka perhatikanlah apa yang dilakukan oleh suri tauladan kita! Lihatlah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah malah mengisi hari-hari terakir Ramadhan dengan berbelanja di pusat-pusat perbelanjaan untuk persiapan lebaran (hari raya). Yang beliau lakukan adalah bersungguh-sungguh dalam melakukan ibadah seperti shalat, membaca Al Qur’an, dzikir, sedekah dan lain sebagainya. Renungkanlah hal ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keutamaan Lailatul Qadar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, pada sepertiga terakhir dari bulan yang penuh berkah ini terdapat malam Lailatul Qadar, suatu malam yang dimuliakan oleh Allah melebihi malam-malam lainnya. Di antara kemuliaan malam tersebut adalah Allah mensifatinya dengan malam yang penuh keberkahan. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ (3) فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi. dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad Dukhan [44]: 3-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam yang diberkahi dalam ayat ini adalah malam lailatul qadar sebagaimana ditafsirkan pada surat Al Qadar. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.” (QS. Al Qadar [97]: 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberkahan dan kemuliaan yang dimaksud disebutkan dalam ayat selanjutnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadar [97] : 3-5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Perhatikanlah bahwa malam keberkahan tersebut adalah lailatul qadar. Dan Al Qur’an turun pada bulan Ramadhan sebagaimana firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;شَهْرُ رَمَضَانَ الذي أُنْزِلَ فِيهِ القرآن&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran.” (QS. Al Baqarah [2] : 185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sungguh sangat keliru yang beranggapan bahwasanya Al Qur’an itu turun pada pertengahan bulan Sya’ban atau pada 17 Ramadhan lalu diperingati dengan hari NUZULUL QUR’AN. Padahal Al Qur’an itu turun pada lailatul qadar. Dan lailatul qadar -sebagaimana pada penjelasan selanjutnya- terjadi pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Renungkanlah hal ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kapan Malam Lailatul Qadar Terjadi ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lailatul Qadar itu terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadinya lailatul qadar di malam-malam ganjil itu lebih memungkinkan daripada malam-malam genap, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadinya lailatul qadar di tujuh malam terakhir bulan ramadhan itu lebih memungkinkan sebagaimana hadits dari Ibnu Umar bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ – يَعْنِى لَيْلَةَ الْقَدْرِ – فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang memilih pendapat bahwa lailatul qadar adalah malam kedua puluh tujuh sebagaimana ditegaskan oleh Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu. Namun pendapat yang paling kuat dari berbagai pendapat yang ada sebagaimana dikatakan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari bahwa lailatul qadar itu terjadi pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dan waktunya berpindah-pindah dari tahun ke tahun. Mungkin pada tahun tertentu terjadi pada malam kedua puluh tujuh atau mungkin juga pada tahun yang berikutnya terjadi pada malam kedua puluh lima tergantung kehendak dan hikmah Allah Ta’ala. Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى تَاسِعَةٍ تَبْقَى ، فِى سَابِعَةٍ تَبْقَى ، فِى خَامِسَةٍ تَبْقَى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Hikmah Allah menyembunyikan pengetahuan tentang terjadinya malam lailatul qadar di antaranya adalah agar terbedakan antara orang yang sungguh-sungguh untuk mencari malam tersebut dengan orang yang malas. Karena orang yang benar-benar ingin mendapatkan sesuatu tentu akan bersungguh-sungguh dalam mencarinya. Hal ini juga sebagai rahmat Allah agar hamba memperbanyak amalan pada hari-hari tersebut dengan demikian mereka akan semakin bertambah dekat dengan-Nya dan akan memperoleh pahala yang amat banyak. Semoga Allah memudahkan kita memperoleh malam yang penuh keberkahan ini. Amin Ya Sami’ad Da’awat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Do’a di Lailatul Qadar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sangat dianjurkan untuk memperbanyak do’a pada lailatul qadar, lebih-lebih do’a yang dianjurkan oleh suri tauladan kita -Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam- sebagaimana terdapat dalam hadits dari Aisyah. Beliau radhiyallahu ‘anha berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ « قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?” Beliau menjawab, “Katakanlah: ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’ (artinya ‘Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani. Lihat Ash Shohihah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tanda Lailatul Qadar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;[1] Udara dan angin sekitar terasa tenang. Sebagaimana dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi. Haytsami mengatakan periwayatnya adalah tsiqoh/terpercaya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Malaikat menurunkan ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam beribadah, yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Manusia dapat melihat malam ini dalam mimpinya sebagaimana terjadi pada sebagian sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih, tidak ada sinar. Dari Abi bin Ka’ab bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Shubuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik.” (HR. Muslim) (Lihat Shohih Fiqh Sunnah II/149-150)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;I’tikaf dan Pensyari’atannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam sepuluh hari terakhir ini, kaum muslimin dianjurkan (disunnahkan) untuk melakukan i’tikaf. Sebagaimana Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf pada setiap Ramadhan selama 10 hari dan pada akhir hayat, beliau melakukan i’tikaf selama 20 hari. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang dimaksud dengan i’tikaf? Dalam kitab Lisanul Arab, i’tikaf bermakna merutinkan (menjaga) sesuatu. Sehingga orang yang mengharuskan dirinya untuk berdiam di masjid dan mengerjakan ibadah di dalamya disebut mu’takifun atau ‘akifun. (Lihat Shohih Fiqh Sunnah II/150)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan paling utama adalah beri’tikaf pada hari terakhir di bulan Ramadhan. Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan sampai Allah ‘azza wa jalla mewafatkan beliau. (HR. Bukhari &amp; Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah beri’tikaf di 10 hari terakhir dari bulan Syawal sebagai qadha’ karena tidak beri’tikaf di bulan Ramadhan. (HR. Bukhari &amp; Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;I’tikaf Harus di Masjid dan Boleh di Masjid Mana Saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I’tikaf disyari’atkan dilaksanakan di masjid berdasarkan firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid.” (QS. Al Baqarah [2]: 187)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dikarenakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu juga istri-istri beliau melakukannya di masjid, dan tidak pernah di rumah sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut mayoritas ulama, i’tikaf disyari’atkan di semua masjid karena keumuman firman Allah di atas (yang artinya) “Sedang kamu beri’tikaf dalam masjid”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun hadits marfu’ dari Hudzaifah yang mengatakan, “Tidak ada i’tikaf kecuali pada tiga masjid”, hadits ini masih dipersilisihkan apakah statusnya marfu’ atau mauquf. (Lihat Shohih Fiqh Sunnah II/151)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wanita Juga Boleh Beri’tikaf&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dibolehkan bagi wanita untuk melakukan i’tikaf sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan istri tercinta beliau untuk beri’tikaf. (HR. Bukhari &amp; Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun wanita boleh beri’tikaf di sini harus memenuhi 2 syarat: [1] Diizinkan oleh suami dan [2] Tidak menimbulkan fitnah (masalah bagi laki-laki). (Lihat Shohih Fiqh Sunnah II/151-152)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Waktu Minimal Lamanya I’tikaf&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I’tikaf tidak disyaratkan dengan puasa. Karena Umar pernah berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ya Rasulullah, aku dulu pernah bernazar di masa jahiliyah untuk beri’tikaf semalam di Masjidil Haram?” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Tunaikan nadzarmu.” Kemudian Umar beri’tikaf semalam. (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika beri’tikaf pada malam hari, tentu tidak puasa. Jadi puasa bukanlah syarat untuk i’tikaf. Maka dari hadits ini boleh bagi seseorang beri’tikaf hanya semalam, wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Yang Membatalkan I’tikaf&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang membatalkan i’tikaf adalah: [1] Keluar dari masjid tanpa alasan syar’i atau tanpa ada kebutuhan yang mubah yang mendesak (misalnya untuk mencari makan, mandi junub, yang hanya bisa dilakukan di luar masjid), [2] Jima’ (bersetubuh) dengan istri berdasarkan Surat Al Baqarah: 187 di atas. (Lihat Shohih Fiqh Sunnah II/155-156)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbanyaklah dan sibukkanlah diri dengan melakukan ketaatan tatkala beri’tikaf seperti berdo’a, dzikir, dan membaca Al Qur’an. Semoga Allah memudahkan kita untuk mengisi hari-hari kita di bulan Ramadhan dengan amalan sholih yang ikhlas dan sesuai dengan petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Rujukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Shohih Fiqh Sunnah II&lt;br /&gt;   2. Majalis Syahri Ramadhan&lt;br /&gt;   3. Adwa’ul Bayan&lt;br /&gt;Disalin dari:&lt;a href="http://muslim.or.id/"&gt;Muslim.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-1208140328366484108?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/1208140328366484108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/08/menggapai-pahala-lailatul-qodar-dengan.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/1208140328366484108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/1208140328366484108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/08/menggapai-pahala-lailatul-qodar-dengan.html' title='Menggapai Pahala Lailatul Qodar dengan I&apos;tikaf'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-678208638705085679</id><published>2010-08-22T21:49:00.000-07:00</published><updated>2010-08-24T06:33:53.500-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih'/><title type='text'>Puasa Mata= Menahan Pandangan/Ghodul bashor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wBDAAkGBwgHBgkIBwgKCgkLDRYPDQwMDRsUFRAWIB0iIiAdHx8kKDQsJCYxJx8fLT0tMTU3Ojo6Iys/RD84QzQ5Ojf/2wBDAQoKCg0MDRoPDxo3JR8lNzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzf/wAARCACpANwDASIAAhEBAxEB/8QAHAAAAQUBAQEAAAAAAAAAAAAAAAIDBAUGAQcI/8QAPBAAAgEDAwIEAwYEBAcBAQAAAQIDAAQRBRIhMUETIlFhBnGBFCMykaGxFULB4TNSYtEHJENjcvDxNYL/xAAZAQADAQEBAAAAAAAAAAAAAAAAAQIDBAX/xAAhEQEBAAICAgMBAQEAAAAAAAAAAQIRAyESMRNBUXEiYf/aAAwDAQACEQMRAD8A9xooooAooooAooooAooooAooooAorhYDvTTTAd6AerhNRHulHVqYe9QEkmg9LEtSTIo6mqZtRQ5O7y9qbfUcHC/rQfivPEWjxlqhXUVY8t+Rp6PUEOQCeKB4rkSA8AV3eO9UL6mFbHT3rq6sm3OMgUFpe7lPtSs1SjUl2qdpAbp704upqTgbemTg0DS3oqvjvUzg+mcZp8XI6BT+VBaSaKaWUHntS1cE9aAVRRRQBRRRQBRRRQBRRXMigO0VwsKaeUDpxQcmzjMB14pia5VRwRVfqGopCCC2azd/rnhkjdjPQZpe1TH9aWW/VFJZ6rLjWFXcdwIH61lr3VZCuS3Xt3qsOoeOTgkBOpPenpUxa+XVlKFncKuKrJtYaZjhvIOOOprI3+qSTS/Z492wDlxyBUbUtVNoixW2MngtnJo8T1GtOrK52biADxjpSbrU4lkRpZhsBwfNWEk1xhbiL8OTjKjJY1HgvnDiRoJWOeh/vT8T6b06uJJStv09qjzfEKwybTMxOMbVNZJtXlRiESFc9QOqg/pUH7XKWP2eNHZ24ZxkH3FPHEWt5Br2WG9Vj48u4li1OPrF05H3qwBuzYz9AKw4vpUCpdxeJJ2WMbT/AHq2s7J75EZxcA9VgTG76nGKUkhe2kg1Kf8Ak3y9AW6lj6YqzgvvDaT7Q8UaqMlc7ip9OKzNrYXEUn3MEgkQH/Fk3bffjjFWFlpNww3zuhUnzeHH+L5c0WnMV5Fr5ZCsQmkH8qxDr8zU221SQvuaAqAOfEkx+lVsdlIkSBT4MfUrK239F/rT+dqBY7iMBem3c2P2FEsK4VoYtVjJVNu9wvITt9elTTeKWj2khWHesdcahPFDulht44wPxT4Xd7jGT+dSLHVY3aPG05B8rvsTrjvVaZ2abeKYMPrjPrTwrJWWsRRAsZUKf9tCcfXpWptyXhRieqg1Nmkl5NGTXKKR6dzRupOaSTS2JC2akF6baTAph58d6LVzE7JNjoaqdQv/AA1bzDim9Qv0jH4uO9Y3WtX8rBDyeM0vdaTEaxrao25zyTwM9aoEmkvHkuJX2IvPWqm8aS7fgkY6k09hY7YHeSuOVWtNah62mT6jbzQsEdxs/FIf2qut5J9RHh2qeHFnLyZ5xUVo5b9tixGJAc4Xkn51LWBuFUMBjpgj9qc1oSUmYyWh8G3LEfzH+9V1whDHe2Is5bAq7XS3K4jt2YHr4rYBoOkiJHuLqX7sD8KDge3NLcPxrOHDYQbi4PlwvGKsholxPErFWAY5yf6VptP0uCHbth2k4LEnJFXEVsigqM/nmpvJFY4frLWnw42xQTwSNy+oq6sPhS1jO52kBHRc8VaosduRnqc557VaWy7k5yB71ncrVaiDDotgoKtAuB321Kt7KGNgIUGB0GKlwopdsEjHBGK7KpeUW6ZBOGkx2X+9IaLgs4QfEKAtnpU9LddmANoPOF4pCRhSoJAPRQKmIB3JHsaEK6e0hVgRCGYdC67vyzUOeKZ1K9AeAuMt+Qq/+XSugcVUpMZNY6gqP4XhW8Y/nkO364HSqe90xoCcRieMkhmZGPXk+bgdfc16Dd2gkiZwArrznZWS1NbwnxHuY4kycoA+fm2CR9Oa347v2yzVWmS5vRGYUSEEb23FR9QWJwPka9T0qSaWwhdvLlRjcOSPXivK9FgGpa2rQPvjYDJCc+U55JAJBPGDxzXr8KeHEqf5Rjijk1tk7XCeKDSGbFZKkcJ5pDPim5Hph5cUmkhcklQrqbymk3E+0Hmqq8u1/wA360ttMcUDVJHY4ySPas3c2v2hhtjOQed1XV5fRqpcuoA6knpWb1L4osLYkCTxHz0QUTf0vo5/B1L5fYMdqS9lbRn71gFzgAd6oLr4vupGItoNoPRjmqa71bVJyDJcbAD/ACqBWkxypXPGN2fssXQ4X0FLS7gTyjbtP5151LPeO433MjE9RupA+1LNuS5kDD/VnFOcdT8senfbYcnPT2qHfXayyW8CkFJGy/PUDt+1YITaljK3Uvtz0rsGoaiZDOXEpVSgYij4z+aPSNP1COd5352oxTJPp1qel2oVSBv3HCL6+lebxapeafZCGaBhk+Yjvzk1LPxKJcr95FLLhAxB+6j7njvUXBUzj0PS3E7mTO6NGwW/zt3I9h0q1ubpLe2adscdFz1OcAfU1jtK1m1EMcVpMhRRgANk/Wnv4ul9qkUSOGitDvJDYBkx39QBn6mosU2Uc8dnbPJdNjCmSVv3/wBqXosWY5L6ZStxdESOhOdigYVR8h+pNY2+1MardWmnRPmGSUNMUb8SpyRn0z+ZPzrYR3aKpZjtTGT6AClehpZbRJdgn/px4GPU/wDypIIz15qj067yLi4mYgzy4VDweAMACpk1+xNvbbSl1cZIAYN4aj8TH2GQPmQKSbE9HZnbABQDyt3J7/8Avzp8YPemVKJHwcKo6n0panIBHSriKdlTKY/es1rq/Z7VzbRNJLIdo8oYZ9xx+9acjdHz1qh1Sxubi9VFdU3DYoUB29zz0+da4ddsMqr/APh/YOkzXTpIoYN/0wqsx747AYwOT3rdioOj2jWdmIPIVUnbsXbxU/FK3dQbY0xI1OOaiytyahpDM0mKhXE2B1pVzNgHH71n9U1AQxls+Yds0rW0h69vQiks4A9TWI1z4nitpD9kKzPkh07H+9RdY1me8zGpABGMYqjNn4ZDY57808ZPdO38Rrq/utTkJkc7P8o6D5019kUONzBnzjpil3dtNABPb8Z/Gp7j1pMepRbR4g8KQHPI4x860/jO39OJbeXqRn14FNXH2dY5BldwGeT0pmfVkUeVjnk+U981HutUWQsEt12EY83T6CnNoyv/AFItZoxHE1wh3M4DYAH/ALxVi5hS7dlVXDcKN3oeR064rMzXM8uWc8nHIHp0oa7unYMZW3A8HvWk2z8our7VRGjRQqqysOGUY/SnLBXR7CCaIRxIDIxUg+Lk8ZJ4HNU1vNM0qktuYd2AO0+tbP4d0g6t97AWkfHmXqUPfoeh+VHfs5Zb7Lnv7e71BRqiIIoE8sKclnPb58DPYZpVjptldy3Fzc7UWVtkRVhtUL2/PPPtU26+E7+3t5IrS2IZ2yG38gjoR6cHFQP4FqEdmtkPtCxIMKQoAz6nJz+XWosX/EG+07T1jT7LOq3bNtWJjtKn1J7AVUtI9lDPFZ3jNATtllByHY9l9TVhN8N3aMWtZ4JH9GyG6cgA1EjtrbTow19BL9p3FVWSMhFBHUDoT75NOYwW5LHRtRm02Zpr2HZI6qqccIg7Afqferu9+LIzbxpbspZ2G5gTjHpis++tRCFxFpUEjBMiRVO5f9TAZGOnI4quhh+0TiS2dp71vOTjw4oh7Fsbj8qm4dtJy/T06y1dLS1S4dHmcgLBFnMkrf05+g61o9J3xq93eeGl1KAZSGysajoq57Drnuea8v0jU00+5xqGXvh02nJPsvpWms9eS4mSKYeNOTmOxtGDsPdmHlX5ngdhWVwbbljcG5SQG4uX8G1hO47/AChvRm9B0wO/X2pemXzanqdw8aypaWyCMBkx4jnkn6AAY9zWfcOZ45dRnhWWM7oo933Fp/rcn8b+me+MDjJvrK6mmijTSbbfAAP+YuCUUjuQMbmP0GfWiTTPJfoN4AH70qK0VGLLwxOSwHOPTNcsoWiRi8zSZPAKgBfYAf1Jp17qCOVInkRZH5VCfMR3OPT3qnNbungMDGMV2ko6uMqQQehByDSqCRZSMVX3L8Gps5qsu2wpNRW0U2qXfhKcHnsKxWrSyuWYk5PTFaq+j8Yszny+neqSW33MTL5QOntU7009xl1gKctgt+ppG0REkkb26g9BVvcp5zsycfzGq280maeHxDvVAGZie4xVTdFkk3VTd38VuTLI45TIGckms7d3slySIlATPAHb/amLpmM7gjgNwK7bAiRSqnGewrfDjc3Jy3SRZWTTOA361appNtgRtIA2c9M12BvDiebaAqDJ45qjuNQuJnLBioPQA1VmW+qyncX0mkAp5FbA9RUBtNZJPNkKTxx1ruk67PDKI7gmRG456itTbTWskbRPEXkbDbQQC3rg9q34u52jOaUtho8AzLON5A8sIByxrTfDF2dI1e2lSLwd5wQOg+RpwrF9g8actbsf8NGI3f8Ayq6a5s4DhWklbIYMW/Cc1dkvUTLp7tbW8U9uHwGY859KP4enIKKR6VF+ELz7Zo0Eh67eT61eYBrz7O3RL0zGqfC9jeeZoVD+q8VlNW+EbmFH+yuZUHOyQ5x8j2r1B1GOlRZowUPHehczsfO+t6KUkd42aCRR51cE4+eO3v6/pAuftSTLHdTXtzCigtGbgMCvPIB6jjpj517D8baSHtzd264ljOd1eZajZqTDcwphWcK6g4BJ9sjr9Oe4rSZbaePlNxUTywPE0ypdIMD7uODyke+Aqj8q1Pw0+pCFYNGs4bCFyC01ztJ//lR1PzNZ6JbNbmV7YXkMybsC3bLde38w/L5jvVhotyp+6XXNSjkboiIjd+5YU8pdFx16JoXw1Z2swvbyaa+uwTIZro5APchei8ceuOK0h1jTbMA3N1GGYAhB5mY9sKOSaxlhoFnf25/jHxFe3EJ5eJr1Y0A/1bQKmabrXwdoV01t8KaaNR1IrtYWMbSE+xkORj5ZHyrOYnnkv4tV1/X3caTappenByhvLtC00nvHGcDGe7fka7aD+K3JTRZf+XRgt3qjAO9wVPMaHv7keUdB7KtrDXtdBf4glXTrRjj+HWcmXdfSSXr9Fx860lvDDaQpDBGkUMS7VVQFVVHQAdhRWJ5FCqAOAO3pSqShBAI6UqkEK461WXSl8gDNWkwzUOVDzioraKO6t8qFUAKeuaoL5CX2qDj36fStZeRM2I4+M9TVXeWDKdyeZAckEdKzrbCbU1jpfiXA8UKUPOKtNVsx/C5gEH4TwKlWkO1kZuMnjPcVY3NurW7JtzkVrjl0z5cbcnzTd27faZBhuGNWemabJJMgVCASMlmq2+MdKk07VmXaQjeYHFVtozEZDuSh5Jrp48pY5M8a1V1pKtp0sIRGeRCQVGCK8xuIZLeZ4pVKyKcMDXr+jyxJBDGq5nmY4zyce9Gq6HpepO5kSN3UYL9wf61Ftl1YrGTTyfTLSa8u0jjRmAYFiOwrU6islnJAsit4a4zgD9Petda2VhpVqTBGiYOCQPwntmq+8v8AxreQLFHI6PsdG9eoI9M108WGrtlnntntSDTOjRXBZCmQzqRn+ntxTEQvI/CJ2+GRxyDyKl3BmaRZYlMncxOOhz29qatrZb67wV2MegiIxu9AK6MrJGcm69o/4ZPK+gxmY5Yk84962Yqj+ErH7BpEEQBxtHXrV4O9eXld5V1a0D0ptxntS2GaTyP5qQVGtQh7KYP/ACqT+leSzWS3GnzRODtPp1HvXsGt/wD5tx3Z0Kj54rDXWkiBY48ZR1wc9elTa6uDWrt5pc6a8SmaWWGd1HCSjduB6YPr3BJHTrmpGhy20k4tLq2aJmbAAwx5/wDJ+D7VpdX0ZzZkCISxRtkEjzRZ6/NT1x2qNZfDSanCsbSF7dvLu4OwjsM/hPyNbeUsZZTxu41eh/BHw1dyJcXukz3Nwo5N2jDp/pGAfyrdWNnZadEUs7aC0gUAbUQRg/pWN0H4a1u3Vxba7dxQqPuY7i3jdcemSzfsP9y8+D/iSSUyr8QC4/yRTPIir3OCnI59MVN7+2drU3+v2VkfCAmuLhiFSC3jLuxPTAHH1JAHc10W9xf7J9RHgQId4tVcEbvV2HBx6Dj51mYPhb4ojx4GuadppcDxntLHfI593c5P1pyP4N0y3ull+ItY1DWZ26QXk25CfaIUuiahNWtJJ/AtXN1IO1uN6r82HA+pqfGxZAWXae4zmoVjEREiwW4tLdOEiCgEj5Dhf3qfg0gZZc1HkjznHFSyMUgrmpq5VTNE6AsOTUZXGfOME+tXxQHtUeazV8nA/KouLbHOfaqmdGjAIXfH+EjoQT0qXasHTaSGIoaxHZaaazCHKlg3saPS/wDN9M58ffDw1PT/ABIh99HkqfWvKxH9jbDqRg8qOpr3YwllAYlhjoec1Qat8FWOpu0nnikJyGXH7VWOWkZccrBW1w1oEuMgzSnO7OSqnrUy3v43bIVVVyVyvQY/vU29+A7+K4M1vKlwiDCIo2N+XSqI211aOi3NnPFlnLBojyfWujHkxs7c2XFYskv7Vp3BUCZ4vDYg9e4OO9QJJY5GuY1hBnjJJK8bsVUxRm2uY5yd4/D15x8qsLuW5e/WS2GCyDJwPMP98V0eeLC4Zb9G4ZJYpYnj2mKQEnvtrQ/AXw82o6l/EJU2xRnhccE+oo+Hvg+81S/E93mK0B/ABgkd69Z02xhsbdIoIwiqMcVlyc25qNMMPHupMKBECjpjpS6BgUGudYzxmm2NKHHvSJeRxxQekW7TxRs6jqRVbqcUa27OUDMvIHFXBRcgnAA65qv1CZXJjCll7nZkfmM4+tKxthddRmobpN6xzxNET+FmBAP6VNttCVZTc6VIsFwV6MCY2PuB/SpkVhFNiS3upAfQY8w+lT7G3kt2VVUD12jAP07UQZ2IhuZbFTLeaVOjqPM1mpkVvfC8n6rUG41zSCPPrOp2R3Zw8LJ0/wDKMjHNaxeTjHI6il45psGfhv8ASruJ5jrE0kSAhyZTGAcZ5wFOaLDV/hy2BWynt0JGSY0bLfM4yfrV6YULBiiEjkEqM0vHufzoCHaalaXTbYJCx/8ABh+4qbmuYrtAJIrlLrmKVEJrhGaWRScUaPZsimZEz2qQRzXCKVi5lpF8PHSksvHTNSitIKUtLmSDJ/iIHXhjzxThjRgS2NncGnWj56dKbdDtK4470tK2hXGgaTeAvcWFu5/zFBz+VIs/h3SrKQG1tEjweMZqciPHFsznHGfWngxGOhNMuzkKRxkog2kdhTwbAzyagNIzR4Xh/WokrMZt0luz/wDcR9rD9arafC1dGVAeSB9a6ZF7kD0JIqljuogTgtIAeWIHiKfQ5HNV9wbiAtIrPcW7ZyjKAQfpj9APfNPZfE07TRIdruFPpTUl1AqgvJjPTPGflVDZ3F2YcJcGWFjlC+AQuOhK4wevUY4pyONwWZUKK8hE8T5wePxAdM+uOvJFAnGspJvEUlLhwOhxjj9KjwJvuFMjYYH7uRTtJ+YBwfp+lcXT45Jll2mO4QeWVGI3D3x+IfOpFrGzOfEXzHqBwD/769aDvU6Shb78OwAccHPP607twNrHnsa7b5CkE5I4ye9OMMjjrQxcC4+dLri9K7QBRRRQBRRRQBRRRQBXCK7RQCSKSRTlJIpU4RiuEUuuYpK2bK1zbTlBwaZ7MlB6CkMmOgxT+KNtI9o6RZUbuv8AeurApB4NP4ooHlUC4tEbzY8wPU0sW+DuOM/v86lMM1wjihXnUO2t9ssgICkHcuKcki2tlfKGwcH+Ug9QKfKfeZHcYpRGWzimm0zFjyADzDIqRHHgEd8/0rka/uafA4poypAG1h705SSKVQkUUUUAUUUUAUUUUAUUUUAUUUUAUUUUBwijFdooBBFcxSjSaRwUUUUjcxXDXa53pwbcwa7iuiig9uAV3bRS1p6K0KuK7XaKEiiiigCiiigCiiigCiiigP/Z"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 169px;" src="data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wBDAAkGBwgHBgkIBwgKCgkLDRYPDQwMDRsUFRAWIB0iIiAdHx8kKDQsJCYxJx8fLT0tMTU3Ojo6Iys/RD84QzQ5Ojf/2wBDAQoKCg0MDRoPDxo3JR8lNzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzf/wAARCACpANwDASIAAhEBAxEB/8QAHAAAAQUBAQEAAAAAAAAAAAAAAAIDBAUGAQcI/8QAPBAAAgEDAwIEAwYEBAcBAQAAAQIDAAQRBRIhMUETIlFhBnGBFCMykaGxFULB4TNSYtEHJENjcvDxNYL/xAAZAQADAQEBAAAAAAAAAAAAAAAAAQIDBAX/xAAhEQEBAAICAgMBAQEAAAAAAAAAAQIRAyESMRNBUXEiYf/aAAwDAQACEQMRAD8A9xooooAooooAooooAooooAooooAorhYDvTTTAd6AerhNRHulHVqYe9QEkmg9LEtSTIo6mqZtRQ5O7y9qbfUcHC/rQfivPEWjxlqhXUVY8t+Rp6PUEOQCeKB4rkSA8AV3eO9UL6mFbHT3rq6sm3OMgUFpe7lPtSs1SjUl2qdpAbp704upqTgbemTg0DS3oqvjvUzg+mcZp8XI6BT+VBaSaKaWUHntS1cE9aAVRRRQBRRRQBRRRQBRRXMigO0VwsKaeUDpxQcmzjMB14pia5VRwRVfqGopCCC2azd/rnhkjdjPQZpe1TH9aWW/VFJZ6rLjWFXcdwIH61lr3VZCuS3Xt3qsOoeOTgkBOpPenpUxa+XVlKFncKuKrJtYaZjhvIOOOprI3+qSTS/Z492wDlxyBUbUtVNoixW2MngtnJo8T1GtOrK52biADxjpSbrU4lkRpZhsBwfNWEk1xhbiL8OTjKjJY1HgvnDiRoJWOeh/vT8T6b06uJJStv09qjzfEKwybTMxOMbVNZJtXlRiESFc9QOqg/pUH7XKWP2eNHZ24ZxkH3FPHEWt5Br2WG9Vj48u4li1OPrF05H3qwBuzYz9AKw4vpUCpdxeJJ2WMbT/AHq2s7J75EZxcA9VgTG76nGKUkhe2kg1Kf8Ak3y9AW6lj6YqzgvvDaT7Q8UaqMlc7ip9OKzNrYXEUn3MEgkQH/Fk3bffjjFWFlpNww3zuhUnzeHH+L5c0WnMV5Fr5ZCsQmkH8qxDr8zU221SQvuaAqAOfEkx+lVsdlIkSBT4MfUrK239F/rT+dqBY7iMBem3c2P2FEsK4VoYtVjJVNu9wvITt9elTTeKWj2khWHesdcahPFDulht44wPxT4Xd7jGT+dSLHVY3aPG05B8rvsTrjvVaZ2abeKYMPrjPrTwrJWWsRRAsZUKf9tCcfXpWptyXhRieqg1Nmkl5NGTXKKR6dzRupOaSTS2JC2akF6baTAph58d6LVzE7JNjoaqdQv/AA1bzDim9Qv0jH4uO9Y3WtX8rBDyeM0vdaTEaxrao25zyTwM9aoEmkvHkuJX2IvPWqm8aS7fgkY6k09hY7YHeSuOVWtNah62mT6jbzQsEdxs/FIf2qut5J9RHh2qeHFnLyZ5xUVo5b9tixGJAc4Xkn51LWBuFUMBjpgj9qc1oSUmYyWh8G3LEfzH+9V1whDHe2Is5bAq7XS3K4jt2YHr4rYBoOkiJHuLqX7sD8KDge3NLcPxrOHDYQbi4PlwvGKsholxPErFWAY5yf6VptP0uCHbth2k4LEnJFXEVsigqM/nmpvJFY4frLWnw42xQTwSNy+oq6sPhS1jO52kBHRc8VaosduRnqc557VaWy7k5yB71ncrVaiDDotgoKtAuB321Kt7KGNgIUGB0GKlwopdsEjHBGK7KpeUW6ZBOGkx2X+9IaLgs4QfEKAtnpU9LddmANoPOF4pCRhSoJAPRQKmIB3JHsaEK6e0hVgRCGYdC67vyzUOeKZ1K9AeAuMt+Qq/+XSugcVUpMZNY6gqP4XhW8Y/nkO364HSqe90xoCcRieMkhmZGPXk+bgdfc16Dd2gkiZwArrznZWS1NbwnxHuY4kycoA+fm2CR9Oa347v2yzVWmS5vRGYUSEEb23FR9QWJwPka9T0qSaWwhdvLlRjcOSPXivK9FgGpa2rQPvjYDJCc+U55JAJBPGDxzXr8KeHEqf5Rjijk1tk7XCeKDSGbFZKkcJ5pDPim5Hph5cUmkhcklQrqbymk3E+0Hmqq8u1/wA360ttMcUDVJHY4ySPas3c2v2hhtjOQed1XV5fRqpcuoA6knpWb1L4osLYkCTxHz0QUTf0vo5/B1L5fYMdqS9lbRn71gFzgAd6oLr4vupGItoNoPRjmqa71bVJyDJcbAD/ACqBWkxypXPGN2fssXQ4X0FLS7gTyjbtP5151LPeO433MjE9RupA+1LNuS5kDD/VnFOcdT8senfbYcnPT2qHfXayyW8CkFJGy/PUDt+1YITaljK3Uvtz0rsGoaiZDOXEpVSgYij4z+aPSNP1COd5352oxTJPp1qel2oVSBv3HCL6+lebxapeafZCGaBhk+Yjvzk1LPxKJcr95FLLhAxB+6j7njvUXBUzj0PS3E7mTO6NGwW/zt3I9h0q1ubpLe2adscdFz1OcAfU1jtK1m1EMcVpMhRRgANk/Wnv4ul9qkUSOGitDvJDYBkx39QBn6mosU2Uc8dnbPJdNjCmSVv3/wBqXosWY5L6ZStxdESOhOdigYVR8h+pNY2+1MardWmnRPmGSUNMUb8SpyRn0z+ZPzrYR3aKpZjtTGT6AClehpZbRJdgn/px4GPU/wDypIIz15qj067yLi4mYgzy4VDweAMACpk1+xNvbbSl1cZIAYN4aj8TH2GQPmQKSbE9HZnbABQDyt3J7/8Avzp8YPemVKJHwcKo6n0panIBHSriKdlTKY/es1rq/Z7VzbRNJLIdo8oYZ9xx+9acjdHz1qh1Sxubi9VFdU3DYoUB29zz0+da4ddsMqr/APh/YOkzXTpIoYN/0wqsx747AYwOT3rdioOj2jWdmIPIVUnbsXbxU/FK3dQbY0xI1OOaiytyahpDM0mKhXE2B1pVzNgHH71n9U1AQxls+Yds0rW0h69vQiks4A9TWI1z4nitpD9kKzPkh07H+9RdY1me8zGpABGMYqjNn4ZDY57808ZPdO38Rrq/utTkJkc7P8o6D5019kUONzBnzjpil3dtNABPb8Z/Gp7j1pMepRbR4g8KQHPI4x860/jO39OJbeXqRn14FNXH2dY5BldwGeT0pmfVkUeVjnk+U981HutUWQsEt12EY83T6CnNoyv/AFItZoxHE1wh3M4DYAH/ALxVi5hS7dlVXDcKN3oeR064rMzXM8uWc8nHIHp0oa7unYMZW3A8HvWk2z8our7VRGjRQqqysOGUY/SnLBXR7CCaIRxIDIxUg+Lk8ZJ4HNU1vNM0qktuYd2AO0+tbP4d0g6t97AWkfHmXqUPfoeh+VHfs5Zb7Lnv7e71BRqiIIoE8sKclnPb58DPYZpVjptldy3Fzc7UWVtkRVhtUL2/PPPtU26+E7+3t5IrS2IZ2yG38gjoR6cHFQP4FqEdmtkPtCxIMKQoAz6nJz+XWosX/EG+07T1jT7LOq3bNtWJjtKn1J7AVUtI9lDPFZ3jNATtllByHY9l9TVhN8N3aMWtZ4JH9GyG6cgA1EjtrbTow19BL9p3FVWSMhFBHUDoT75NOYwW5LHRtRm02Zpr2HZI6qqccIg7Afqferu9+LIzbxpbspZ2G5gTjHpis++tRCFxFpUEjBMiRVO5f9TAZGOnI4quhh+0TiS2dp71vOTjw4oh7Fsbj8qm4dtJy/T06y1dLS1S4dHmcgLBFnMkrf05+g61o9J3xq93eeGl1KAZSGysajoq57Drnuea8v0jU00+5xqGXvh02nJPsvpWms9eS4mSKYeNOTmOxtGDsPdmHlX5ngdhWVwbbljcG5SQG4uX8G1hO47/AChvRm9B0wO/X2pemXzanqdw8aypaWyCMBkx4jnkn6AAY9zWfcOZ45dRnhWWM7oo933Fp/rcn8b+me+MDjJvrK6mmijTSbbfAAP+YuCUUjuQMbmP0GfWiTTPJfoN4AH70qK0VGLLwxOSwHOPTNcsoWiRi8zSZPAKgBfYAf1Jp17qCOVInkRZH5VCfMR3OPT3qnNbungMDGMV2ko6uMqQQehByDSqCRZSMVX3L8Gps5qsu2wpNRW0U2qXfhKcHnsKxWrSyuWYk5PTFaq+j8Yszny+neqSW33MTL5QOntU7009xl1gKctgt+ppG0REkkb26g9BVvcp5zsycfzGq280maeHxDvVAGZie4xVTdFkk3VTd38VuTLI45TIGckms7d3slySIlATPAHb/amLpmM7gjgNwK7bAiRSqnGewrfDjc3Jy3SRZWTTOA361appNtgRtIA2c9M12BvDiebaAqDJ45qjuNQuJnLBioPQA1VmW+qyncX0mkAp5FbA9RUBtNZJPNkKTxx1ruk67PDKI7gmRG456itTbTWskbRPEXkbDbQQC3rg9q34u52jOaUtho8AzLON5A8sIByxrTfDF2dI1e2lSLwd5wQOg+RpwrF9g8actbsf8NGI3f8Ayq6a5s4DhWklbIYMW/Cc1dkvUTLp7tbW8U9uHwGY859KP4enIKKR6VF+ELz7Zo0Eh67eT61eYBrz7O3RL0zGqfC9jeeZoVD+q8VlNW+EbmFH+yuZUHOyQ5x8j2r1B1GOlRZowUPHehczsfO+t6KUkd42aCRR51cE4+eO3v6/pAuftSTLHdTXtzCigtGbgMCvPIB6jjpj517D8baSHtzd264ljOd1eZajZqTDcwphWcK6g4BJ9sjr9Oe4rSZbaePlNxUTywPE0ypdIMD7uODyke+Aqj8q1Pw0+pCFYNGs4bCFyC01ztJ//lR1PzNZ6JbNbmV7YXkMybsC3bLde38w/L5jvVhotyp+6XXNSjkboiIjd+5YU8pdFx16JoXw1Z2swvbyaa+uwTIZro5APchei8ceuOK0h1jTbMA3N1GGYAhB5mY9sKOSaxlhoFnf25/jHxFe3EJ5eJr1Y0A/1bQKmabrXwdoV01t8KaaNR1IrtYWMbSE+xkORj5ZHyrOYnnkv4tV1/X3caTappenByhvLtC00nvHGcDGe7fka7aD+K3JTRZf+XRgt3qjAO9wVPMaHv7keUdB7KtrDXtdBf4glXTrRjj+HWcmXdfSSXr9Fx860lvDDaQpDBGkUMS7VVQFVVHQAdhRWJ5FCqAOAO3pSqShBAI6UqkEK461WXSl8gDNWkwzUOVDzioraKO6t8qFUAKeuaoL5CX2qDj36fStZeRM2I4+M9TVXeWDKdyeZAckEdKzrbCbU1jpfiXA8UKUPOKtNVsx/C5gEH4TwKlWkO1kZuMnjPcVY3NurW7JtzkVrjl0z5cbcnzTd27faZBhuGNWemabJJMgVCASMlmq2+MdKk07VmXaQjeYHFVtozEZDuSh5Jrp48pY5M8a1V1pKtp0sIRGeRCQVGCK8xuIZLeZ4pVKyKcMDXr+jyxJBDGq5nmY4zyce9Gq6HpepO5kSN3UYL9wf61Ftl1YrGTTyfTLSa8u0jjRmAYFiOwrU6islnJAsit4a4zgD9Petda2VhpVqTBGiYOCQPwntmq+8v8AxreQLFHI6PsdG9eoI9M108WGrtlnntntSDTOjRXBZCmQzqRn+ntxTEQvI/CJ2+GRxyDyKl3BmaRZYlMncxOOhz29qatrZb67wV2MegiIxu9AK6MrJGcm69o/4ZPK+gxmY5Yk84962Yqj+ErH7BpEEQBxtHXrV4O9eXld5V1a0D0ptxntS2GaTyP5qQVGtQh7KYP/ACqT+leSzWS3GnzRODtPp1HvXsGt/wD5tx3Z0Kj54rDXWkiBY48ZR1wc9elTa6uDWrt5pc6a8SmaWWGd1HCSjduB6YPr3BJHTrmpGhy20k4tLq2aJmbAAwx5/wDJ+D7VpdX0ZzZkCISxRtkEjzRZ6/NT1x2qNZfDSanCsbSF7dvLu4OwjsM/hPyNbeUsZZTxu41eh/BHw1dyJcXukz3Nwo5N2jDp/pGAfyrdWNnZadEUs7aC0gUAbUQRg/pWN0H4a1u3Vxba7dxQqPuY7i3jdcemSzfsP9y8+D/iSSUyr8QC4/yRTPIir3OCnI59MVN7+2drU3+v2VkfCAmuLhiFSC3jLuxPTAHH1JAHc10W9xf7J9RHgQId4tVcEbvV2HBx6Dj51mYPhb4ojx4GuadppcDxntLHfI593c5P1pyP4N0y3ull+ItY1DWZ26QXk25CfaIUuiahNWtJJ/AtXN1IO1uN6r82HA+pqfGxZAWXae4zmoVjEREiwW4tLdOEiCgEj5Dhf3qfg0gZZc1HkjznHFSyMUgrmpq5VTNE6AsOTUZXGfOME+tXxQHtUeazV8nA/KouLbHOfaqmdGjAIXfH+EjoQT0qXasHTaSGIoaxHZaaazCHKlg3saPS/wDN9M58ffDw1PT/ABIh99HkqfWvKxH9jbDqRg8qOpr3YwllAYlhjoec1Qat8FWOpu0nnikJyGXH7VWOWkZccrBW1w1oEuMgzSnO7OSqnrUy3v43bIVVVyVyvQY/vU29+A7+K4M1vKlwiDCIo2N+XSqI211aOi3NnPFlnLBojyfWujHkxs7c2XFYskv7Vp3BUCZ4vDYg9e4OO9QJJY5GuY1hBnjJJK8bsVUxRm2uY5yd4/D15x8qsLuW5e/WS2GCyDJwPMP98V0eeLC4Zb9G4ZJYpYnj2mKQEnvtrQ/AXw82o6l/EJU2xRnhccE+oo+Hvg+81S/E93mK0B/ABgkd69Z02xhsbdIoIwiqMcVlyc25qNMMPHupMKBECjpjpS6BgUGudYzxmm2NKHHvSJeRxxQekW7TxRs6jqRVbqcUa27OUDMvIHFXBRcgnAA65qv1CZXJjCll7nZkfmM4+tKxthddRmobpN6xzxNET+FmBAP6VNttCVZTc6VIsFwV6MCY2PuB/SpkVhFNiS3upAfQY8w+lT7G3kt2VVUD12jAP07UQZ2IhuZbFTLeaVOjqPM1mpkVvfC8n6rUG41zSCPPrOp2R3Zw8LJ0/wDKMjHNaxeTjHI6il45psGfhv8ASruJ5jrE0kSAhyZTGAcZ5wFOaLDV/hy2BWynt0JGSY0bLfM4yfrV6YULBiiEjkEqM0vHufzoCHaalaXTbYJCx/8ABh+4qbmuYrtAJIrlLrmKVEJrhGaWRScUaPZsimZEz2qQRzXCKVi5lpF8PHSksvHTNSitIKUtLmSDJ/iIHXhjzxThjRgS2NncGnWj56dKbdDtK4470tK2hXGgaTeAvcWFu5/zFBz+VIs/h3SrKQG1tEjweMZqciPHFsznHGfWngxGOhNMuzkKRxkog2kdhTwbAzyagNIzR4Xh/WokrMZt0luz/wDcR9rD9arafC1dGVAeSB9a6ZF7kD0JIqljuogTgtIAeWIHiKfQ5HNV9wbiAtIrPcW7ZyjKAQfpj9APfNPZfE07TRIdruFPpTUl1AqgvJjPTPGflVDZ3F2YcJcGWFjlC+AQuOhK4wevUY4pyONwWZUKK8hE8T5wePxAdM+uOvJFAnGspJvEUlLhwOhxjj9KjwJvuFMjYYH7uRTtJ+YBwfp+lcXT45Jll2mO4QeWVGI3D3x+IfOpFrGzOfEXzHqBwD/769aDvU6Shb78OwAccHPP607twNrHnsa7b5CkE5I4ye9OMMjjrQxcC4+dLri9K7QBRRRQBRRRQBRRRQBXCK7RQCSKSRTlJIpU4RiuEUuuYpK2bK1zbTlBwaZ7MlB6CkMmOgxT+KNtI9o6RZUbuv8AeurApB4NP4ooHlUC4tEbzY8wPU0sW+DuOM/v86lMM1wjihXnUO2t9ssgICkHcuKcki2tlfKGwcH+Ug9QKfKfeZHcYpRGWzimm0zFjyADzDIqRHHgEd8/0rka/uafA4poypAG1h705SSKVQkUUUUAUUUUAUUUUAUUUUAUUUUAUUUUBwijFdooBBFcxSjSaRwUUUUjcxXDXa53pwbcwa7iuiig9uAV3bRS1p6K0KuK7XaKEiiiigCiiigCiiigCiiigP/Z" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yang mudah-mudahan dirahmati Allah…Sebagaimana yang sering kita dengar bahwa Puasa bukan hanya sekedar menahan haus dan lapar, walaupun puasa seperti itu tetap sah, namun sungguh disayangkan kesempatan untuk mendapat pahala besar akan terlewatkan begitu saja jika kita hanya puas dengan hasil seperti itu. Rasulullah SAW bersabda: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya melainkan hanya rasa lapar dan dahaga.” &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(HR. Ath Thobroni). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang menyebabkan hilangnya pahala puasa kita adalah dikarenakan pandangan mata, mata memang anugrah dari Allah SWT, dan Allah memberikan kecenderungan kepada setiap laki-laki untuk tertarik kepda lawan jenis. Maka tak heran jika mata ini akan selalu tertarik dan tergoda untuk melihat pemandangan yang diharamkan untuk dilihat, terlebih lagi di zaman ini mayoritas wanita sudah kehilangan rasa malunya, mereka keluar rumah dengan mengenakan pakaian yang membuka aurat. Mereka ada dimana-mana, di TV, di Internet, Koran, Majalah, di kendaraan umum, sekolah, kampus, terlebih lagi di jalanan atau pusat perbelanjaan (mall). Seolah-olah tak ada tempat di dunia ini yang tidak terdapat wanita yang membuka aurat, bahkan di masjid sekalipun ada saja wanita yang masih menampakkan kecantikannya, dengan jilbab modis dan parfumnya yang semerbak. Tentu seorang Ikhwan atau laki-laki yang bijak tidak lantas hanya menyalahkan wanita yang membuatnya tergoda untuk memandang mereka, sebab sudah jelas bahwa para wanita yang membuka auratnya itu telah berdosa besar. Maka tak heran jika Rasulullah bersabda: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Aku melihat kedalam surga, maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang faqir dan aku menengok ke neraka maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah wanita.”&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;HR. Muslim&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, seorang laki-laki dituntut untuk bisa menahan pandangannya dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah, Menahan pandangan bukan berarti menutup atau memejamkan mata hingga tidak melihat sama sekali atau menundukkan kepala ke tanah saja, karena bukan ini yang dimaksudkan di samping tidak akan mampu dilaksanakan. Tetapi yang dimaksud adalah menjaganya dan tidak melepas kendalinya hingga menjadi liar. Pandangan yang terpelihara adalah apabila seseorang memandang sesuatu yang bukan aurat orang lain lalu ia tidak mengamat-amati kecantikan/kegantengannya, tidak berlama-lama memandangnya, dan tidak memelototi apa yang dilihatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali dalil-dalil yang memerintahkan kita untuk menahan pandangan dan larangan untuk mengumbarnya. Diantaranya adalah firman Allah dalam Al-Quran yang artinya: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya.” &lt;/span&gt;(An-Nur [24]: 30-31)&lt;br /&gt;Dalam ayat tersebut, Larangan menahan pandangan didahulukan dari menjaga kemaluan karena pandangan yang haram adalah awal dari terjadinya perbuatan zina. &lt;br /&gt;Disamping itu Rasulullah SAW juga bersabda, &lt;br /&gt;Diantaranya adalah dalam hadits yang diriwayatkan Dari Jabir bin Abdillah ra berkata: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Aku bertanya kepada Rasulullah saw tentang pandangan tiba-tiba atau tanpa sengaja, lalu beliau memerintahkanku untuk memalingkannya.&lt;/span&gt; (HR. Muslim).&lt;br /&gt;Maksudnya jangan meneruskan pandanganmu, karena pandangan tiba-tiba tanpa sengaja itu dimaafkan, tapi bila diteruskan berarti disengaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lainnya beliau juga bersabda:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Seorang laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki lain, dan seorang perempuan tidak boleh melihat aurat perempuan lain. Seorang laki-laki tidak boleh bercampur dengan laki-laki lain dalam satu pakaian, dan seorang perempuan tidak boleh bercampur dengan perempuan lain dalam satu pakaian. &lt;/span&gt;(HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud &amp; Tirmidzi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman, inilah diantara dalil yang menunjukan bahwa menahan pandangan adalah kewajiban bagi laki-laki terhadap wanita atau sebaliknya wanita terhadap laki-laki. Dan seperti yang kami sampaikan di awal tadi, bahwasanya untuk menahan pandangan di zaman ini tidak mudah, terutama bagi laki-laki, maka di bulan romadhon inilah saat yang tepat untuk melatih mata kita agar terbiasa untuk mengalihkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan Allah swt. Dan berikut ini kami akan sampaikan beberapa dampak negative dari mengumbar pandangan, semoga dengan mengetahui dampak negative ini kita semakin waspada terhadap pandangan yang liar, adapun diantara Akibat Negatif tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Rusaknya hati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pandangan yang haram dapat mematikan hati seperti anak panah mematikan seseorang atau minimal melukainya. Seorang penyair berkata: Segala peristiwa bermula dari pandangan, dan api yang besar itu berasal dari percikan api yang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Terancam jatuh kepada zina. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim berkata bahwa pandangan mata yang haram akan melahirkan lintasan pikiran, lintasan pikiran melahirkan ide, sedangkan ide memunculkan nafsu, lalu nafsu melahirkan kehendak, kemudian kehendak itu menguat hingga menjadi tekad yang kuat dan biasanya diwujudkan dalam amal perbuatan zina. Salah seorang Penyair berkata: Bermula dari pandangan, senyuman, lalu salam,..Lantas bercakap-cakap, membuat janji, akhirnya bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Lupa ilmu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafi’i berkata: Kuadukan kepada Waki’, guruku, tentang buruknya hafalanku..&lt;br /&gt;Sang guru mengarahkan dengan berkata: “Tinggalkanlah maksiat..!!.”&lt;br /&gt;Diberitahukannya kepada sang murid bahwa ilmu itu cahaya,&lt;br /&gt;Dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada pelaku maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Pandangan yang liar Merusak sebagian amal.&lt;/span&gt; hal ini sebagaimana Hudzaifah ra berkata: “Barangsiapa membayangkan bentuk tubuh perempuan di balik bajunya berarti ia telah membatalkan puasanya.”  Pembaca yang budiman, Tentu saja  yang dimaksud membatalkan puasa di sini bukanlah batal secara hakikat,  namun maksudnya adalah merusak pahala puasa.&lt;br /&gt;Inilah beberapa hal yang akan kita dapatkan jika membiarkan pandangan ini melihat hal-hal yang diharamkan Allah swt. Dan berikut ini juga kami akan coba berikan beberapa tips agar kita semua bisa menjaga pandangan ini. Diantaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Menghadirkan pengawasan Allah dan rasa takut akan siksa-Nya di dalam hati.&lt;br /&gt;2.Menjauhkan diri dari semua penyebab mengumbar pandangan seperti yang telah     disebutkan, diantaranya adalah jangan berkunjung ke tempat yang didalamnya banyak wanita pembuka aurat seperti pusat-pusat perbelanjaan, dan jangan menonton tv&lt;br /&gt;3.Selalu mengingat akibat-akibat negative dari mengumbar pandangan seperti yang sudah kami sebutkan tadi.&lt;br /&gt;4.menginat pahala dari Allah bahwa dengan menjauhi larangan Allah, kita akan mendapat kesempatan untuk masuk surga, dan disana terdapat bidadari yang cantik jelita.&lt;br /&gt;5.Segera memalingkan pandangan ketika tanpa disengaja melihat yang haram.&lt;br /&gt;6.Menyalurkan keinginan melalui jalan yang halal, yaitu pernikahan.&lt;br /&gt;7.Bergaul dengan orang-orang shalih dan Selalu merasa takut dengan su’ul khatimah ketika meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah diantara hal-hal yang dapat membantu kita agar dapat menahan pandangan, terutama saat menjalankan ibadah shoum romadhon. Dan mungkin ini saja yang dapat kami sampaikan di kesempatan kali ini, semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat. Dan semoga Allah meneripa ibadah puasa kita. &lt;br /&gt;Oleh: Yusuf Supriadi (Admin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sumber Inspirasi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;•&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2010/ghadh-dhul-bashar-menahan-pandangan-bagian-ke-1/"&gt;http://www.dakwatuna.com/2010/ghadh-dhul-bashar-menahan-pandangan-bagian-ke-1/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;•&lt;a href="http://lomba.kompasiana.com/group/puasa-dulu-baru-lebaran/2010/08/10/puasa-mataitu-yang-paling-sulit/"&gt;http://lomba.kompasiana.com/group/puasa-dulu-baru-lebaran/2010/08/10/puasa-mataitu-yang-paling-sulit/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;•&lt;a href="http://alhannan.ft.ugm.ac.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=17:mayoritas-penghuni-neraka-adalah-wanita&amp;catid=9:niswah&amp;Itemid=11"&gt;http://alhannan.ft.ugm.ac.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=17:mayoritas-penghuni-neraka-adalah-wanita&amp;catid=9:niswah&amp;Itemid=11&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-678208638705085679?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/678208638705085679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/08/puasa-matamenahan-pandanganghodul.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/678208638705085679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/678208638705085679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/08/puasa-matamenahan-pandanganghodul.html' title='Puasa Mata= Menahan Pandangan/Ghodul bashor'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-697190123207784640</id><published>2010-08-16T19:52:00.000-07:00</published><updated>2010-08-17T07:36:06.942-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih'/><title type='text'>Berpuasa Tapi Tidak Sholat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQJUL1TzUFJBH3J7HOmPgl0_BHk-Ov6m5VjYP4q_Ph0249vt7s&amp;t=1&amp;usg=__Oxl2FXgaNirx9NKJAJRHm6FjoxQ="&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 268px; height: 188px;" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQJUL1TzUFJBH3J7HOmPgl0_BHk-Ov6m5VjYP4q_Ph0249vt7s&amp;t=1&amp;usg=__Oxl2FXgaNirx9NKJAJRHm6FjoxQ=" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kita semua sudah sangat mengerti bahwa bulan romadhon adalah bulan diwajibkannya kita berpuasa, dan semarak menjalankan ibadah puasa ini sangat terasa sekali, dari mulai anak kecil sampai orang tua, mulai dari kota sampai pelosok pedalaman desa, hal ini patut kita syukuri. Namun Pembaca yang budiman, ada kesalahan fatal yang telah dilakukan oleh orang yang mengerjakan ibadah puasa, Kesalahan mereka adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengerjakan puasa tetapi meninggalkan shalat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan kesalahan yang besar. Sebab shalat adalah tiang agama dan rukun Islam yang paling agung setelah syahadat. Jauh lebih ringan meninggalkan puasa daripada meninggalkan shalat. Oleh karena itu, sungguh keliru jika seseorang berpuasa tetapi meninggalkan shalat. Bahkan orang yang meninggalkan shalat puasanya tidak sah dan tidak diterima, karena orang yang meninggalkan shalat hukumnya kafir dan murtad. Hal ini berdasarkan firman Allohsubhanahu wa ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudara kalian seagama…”&lt;/span&gt; (QS. at-Tau-bah [9]: 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini tegas menunjukkan bahwa orang yang tidak bertaubat dari kesyirikan, tidak mengerjakan shalat, dan tidak menunaikan zakat maka dia bukanlah saudara kita seislam, yakni berarti dia adalah orang kafir. Hanya saja dikecualikan darinya zakat, sebab meninggalkan zakat tidak sampai kafir, hal ini berdasarkan hadits Abu Hurairah tatkala Nabi -alaihishshalatu wassalam- menyebutkan siksaan yang menimpa orang yang tidak mengeluarkan zakat, kemudian beliau bersabda: yang artinya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Kemudian setelah dia disiksa, dia akan melihat jalannya, apakah menuju ke surga atau keneraka.” &lt;/span&gt;(HR. Abu Daud no. 1414)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman..Hadits ini mengkhususkan makna ayat di atas, di mana hadits ini menunjukkan bahwa setelah orang yang tidak menunaikan zakat itu disiksa, maka dia akan diperlihatkan tujuan akhirnya, apakah ke dalam neraka ataukah surga. Sisi pendalilannya bahwa masih ada kemungkinan dia untuk masuk ke dalam surga, dan ini jelas menunjukkan tidak kafirnya dia, Karen jika seseorang telah kafir tidak mungkin ada kemungkinan masuk ke surga. Adapun tentang solat, maka tidak ada dalil lain yang dapat merubah arti kafirnya meninggalkan solat, dengan demikian meninggalkan solat termasuk kafir. Ini adalah pendapat kebanyakan sahabat. ‘Abdulloh bin Syaqiq  rahimahulloh -seorang tabi’in yang mulia- berkata: “Bahwa-sanya para sahabat Nabi Muhammad  tidak menganggap suatu amalan yang apabila ditinggalkan menjadi kafir kecuali shalat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebagaimana telah dimaklumi bahwa orang kafir tidak diterima semua amal ibadahnya. Oleh karena itu, sudah sepantasnya seorang yang meninggalkan shalat menjadikan Ramadhan sebagai momen yang tepat untuk bertaubat dan melaksanakan shalat secara kontinyu baik di bulan Ramadhan yang suci ini maupun di bulan lainnya.&lt;br /&gt;Kemudian kesalahan berikutnya yang dilakukan kaum muslimin di bulan ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mereka Berpuasa, Mereka pun sholat, namun mereka hanya rajin mengerjakan solat di bulan ramadhan, sementara di bulan lainnya mereka kembali kepada kebiasaannya, yaitu tidak mengerjakan solat lima waktu.&lt;/span&gt; Nah Ini jelas-jelas merupakan kesalahan paling fatal dan dosa besar. Dan sayangnya hal ini banyak dilakukan oleh kaum muslimin. Dengan melakukan hal itu berarti Ibadah mereka selama bulan romadhon akan percuma, sebab ketika mereka mengumpulkan  pahala solat dan pahala puasa di bulan romadhon, mereka menghapus pahala tersebut dengan meninggalkan solat pada bulan lainnya, dimana hukum meninggalkan sholat adalah kafir, dan ketika seseorang sudah kafir alias keluar dari Islam, maka seluruh amalnya akan Terhapus dan tidak akan bisa menyelamatkan mereka dari api neraka. Rosululloh shalallohu alaihi wa sallam telah bersabda tentang kafirnya meninggalkan sholat, diantara sabda  beliau adalah:&lt;br /&gt;( بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ )&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“(Batas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.”&lt;/span&gt; (HR.Muslim)&lt;br /&gt;Kemudian dalam hadits yang lainnya Beliau bersabda:&lt;br /&gt;( الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ )&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Perjanjian antara kami (kaum Muslimin) dan mereka (orang-orang munafik) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya, maka sungguh ia telah kafir.”&lt;/span&gt; (HR. at-Tirmidzi, an-Nasa’i dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah hadits-hadits yang secara jelas menghukumi seseorang yang tidak solat adalah kafir. Jadi akan sia-sia amal ibadah kita di bulan romadhon, baik itu puasa kita, solat kita, tarawih kita, sedekah kita, semua pahalanya akan terhapus jika di luar bulan romadhon kita menjadi orang kafir gara-gara tidak solat lima waktu. Adapun dalil terhapusnya amalan orang kafir adalah firman Allah SWT dimana Allah menjelaskan nasib amal orang-orang kafir pada hari kiamat dalam firmannya:&lt;br /&gt;وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu bagaikan debu yang berterbangan.”&lt;/span&gt; (QS. Al-Furqan: 23)&lt;br /&gt;Di surat lainnya Allah menegarkan, Allah berfimran:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt; “Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apa pun. Dan di dapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya.” &lt;/span&gt;(QS. Al-Nuur: 39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian marilah kita menjaga Iman kita dengan senantiasa melaksanakan solat lima waktu, baik di  bulan romadhon maupun di luar  bulan romadhon, bahkan hingga nyawa ini dicabut pun kita harus tetap menjaga solat lima waktu. Jika sampai kita sering meninggalkan solat, maka iman kita akan hilang dan kita menjadi orang kafir. Sebab Iman itu bukan hanya di hati, tapi Iman itu harus dibuktikan dengan lisan dan perbuatan anggota badan, salah satunya adalah solat. Jika Iman itu hanya di hati, berarti Iblis pun beriman. Sebab Iblis mengakui bahwa yang menciptakan dirinya adalah Allah. Tetapi keimanan Iblis itu percuma ketika ia tidak mau diperintahkan sujud kepada nabi Adam. Sehingga Iblis akan menjadi penghuni neraka dan kekal di dalamnya. Begitupun dengan manusia, jika ia hanya mengakui dan percaya bahwa Allah adalah penciptanya, tetapi ia tidak mau sujud kepada Allah, tidak mau solat. Maka ia belum dikatakan sebagai orang yang beriman, inilah perinsip Ahlussunnah wal Jama’ah dalam masalah Iman. Bahwa Iman adalah Perkataan Hati, Perbuatan hati, Perkataan Lisan, dan Perbuatan Anggota Badan.&lt;br /&gt;Oleh: Yusuf Supriadi (Admin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber inspirasi:&lt;br /&gt;Buku LBKI: http://artikel.bukusaku.net/2010/08/kesalahan-kesalahan-di-bulan-ramadhan-bag-1/&lt;br /&gt;http://voa-islam.com/islamia/aqidah/2010/08/14/9194/bila-orang-kafir-ikut-berpuasa-ramadhan/&lt;br /&gt;http://buletin.muslim.or.id/fiqih/hukum-meninggalkan-shalat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8189270227272651376-697190123207784640?l=yusuf-istiqomah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/feeds/697190123207784640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/08/berpuasa-tapi-tidak-solat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/697190123207784640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8189270227272651376/posts/default/697190123207784640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusuf-istiqomah.blogspot.com/2010/08/berpuasa-tapi-tidak-solat.html' title='Berpuasa Tapi Tidak Sholat'/><author><name>Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_BFxmP5ir9YU/StPewQi67gI/AAAAAAAAADU/l14TfjTK03Y/s1600-R/quran.jpg%26h%3D78%26w%3D88%26usg%3D__ZV5xDa6KM29yV0WamBFcjAsVgb4%3D'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8189270227272651376.post-3803684648433672794</id><published>2010-08-15T21:18:00.000-07:00</published><updated>2010-08-15T21:28:45.974-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>SMS Tausiyah – SMS Dakwah – SMS Ramadhan – SMS Nasihat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wBDAAkGBwgHBgkIBwgKCgkLDRYPDQwMDRsUFRAWIB0iIiAdHx8kKDQsJCYxJx8fLT0tMTU3Ojo6Iys/RD84QzQ5Ojf/2wBDAQoKCg0MDRoPDxo3JR8lNzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzf/wAARCABOAE8DASIAAhEBAxEB/8QAHAABAAIDAQEBAAAAAAAAAAAABwUGAwQIAgAB/8QAQRAAAgECBAMFAwkFBwUAAAAAAQIDBBEABRIhBjFBBxMiUXEUYYEVIzIzQpGhscEWQ0Ry0Qg0UmOSwvCTstLh8f/EABgBAQEBAQEAAAAAAAAAAAAAAAABAwQC/8QAHREAAwEBAAIDAAAAAAAAAAAAAAECAxEEEiExUf/aAAwDAQACEQMRAD8ATOJuNMr4fl7mpcGUC7amColxsCfMjoAT1tbFXbtWp5gxpFp2UG17Sn81XB12qieo4pkREkkCq8hCgtbVIwJNvcqj4DFcyKeNGkjlcKtweYGAGI9qUt9kpv8Apv8A+WPadqUn2qamYddpF/INigLX5WoUfK9QigW092u3l9sY0Kiqo2nPdVizavtPYEn0ucAMWWdpuW1MoSshMC28UkcmtVHmwIVgPeAbddt8WvOs6oclyuTMa6YLToBYgglyeQXzJxzrSTJFWU7q6hlmS3rfbCfmlLTZlJw3llYpeljFZGqX2DxaQn3LqwBH5j2o5iZm9mpoaaIHaOSMvIR7ySAPu+JxojtNz5jdAjekAtiscXxmkzXTK37mM3Ppb8wcRkOZ0EcWmWqqQQTdIpBpOAE/IO1KSSuhgziKIQyuE75BbRcgAnflfCrfHJlVKtRST+yk2sbX2IA3/LHU2S1PtuUUNUTcz08cl/5lB/XAHP8A2k0klRxTKY3RfmSPGPOSTFcpMrlTVD3kFm31FfF6A+Xuxae0ObuuKZLkWMdzuB+8kxoUD0zqqO506rgE/ROOzLOan5MLtyzU+TwEEYSIjcHVubHn9nGtFw/KJlkilhGkhgrgsDY9duXuxY56CQXankSVSPo6gCMfq1RpqdYammIa1gQoPQ2N7+ZxrOUfhnWlEVTZLURmm1yU2iGYSXSMh23vuev6YVMxL0+UrmMFLJU1NHmNQY44yAzFtQNr7cr4oK1MRTRr8ZYWBt5/hhLlkmpuFswq6cL31PWvIoYEi+ojf/Vjn8mJml6muFU0+hl2o0NTLmNGYQQstNpZS5ABR26dfpYrNHl8qO7N3SF7Cychbblb9fPF24zrPlLIsjzR1VTUB9enkhZVYj4G+IOCmSojDQzIsgA5gAHyx6xzmp6yaW5Z4oMhiEL6qmVUcWKoNI8rfcTh14Ak7zg7Kd7mOnERP8hK/wC3A17TNSUaxz90qL4r94OX3+uFXsorFq+EE0WtHUzoLdPnC3+7E8hSpXBk26fQn7RJo4uJA76SxjU2kvZh3klwbEf88sUypqbd+YtVi4KbG+1uvLFq7UoWfigaUdgICPm+nzsnTFOWNQkhlaVXt4NiQT7/ACxzqmjfhMLU64YDG05U/WAFhe3L4X8sYHqKovKUNWq28ADPb3gf+/LEzwxR5FUZNVSZhUmOqTVp+c3BtddK/audrG/Lpe+MkFHAYbzIiyFBZQt9+uHsyeqZCUE9ZJW0pnFTczoW1s23iG5PLTbph4kL/sPxC8IBkj9okQMLglQWFx15YKKakgSCF2RVYBTcjrhr4bhWfKsyp5BcSVM0bD1NjiNt/ZeJBtxdLHmvBkNVHGV7iojJVEG90YbBbdCLAWwbTVPdVXdiVxGHZdm3t02BuD8cXqm1VHZpmETsrvFDEzDnYxsoa4+BwdMhKuxZFK9L/S9MVW0uEaTMstWPZiug94UXxEc2B5+//wCeWGzsAqjNwxXwtzjribX5Aov9Dgo4jocqgjpHyhxMHhBk8RsptzPkb9MIn9n+bQ+dUm+k91KD/qU/piN9KVjtKCftGe8ViAgNwPo/OSe/rb8MVhGQcp5kUW8JLeEbfjz54s/aWSvE4HeBbxdSLfWyX2t+uKyjSbDvYT4r76Rv/i2PPEBsUb2qYgal9JPiUA3Yb+7/AJbG7E92gvUSsTJIGCs1mPQDbkMalE7rUU92ijUPctf6PPfn5bdcbcDEPBqkhQBpGa1iUU38yefX1wBjpRCZqQjvZJNDeJha9yLtcm/I8rY6A4SN4Mwboa6Uj01YAqcSlqQvOgUAXVFUblhYDSOXph94R/ulZt/GS/8AdgAvy6Eo3FWUhQVQ1saKb72Z2H5jByYSu4iiUc7sDe2x6k+/7j5YV3jWm7Uc4pz9CeZGt0tJCt/xBwVPAscjRdzJI6nQbjSL2K/mt/hgDyANj9aVO1hZV38v6e/CB2H1Hd8W1VOX1GWiYbHwgqybficH8siop75tPXQm2x3v7ufpscXDsZmeXj+BYrBFpZtaoPCvLr6n8cAb/a7wzXLnHtsUWundmMbk2BDHUUJOwYMWIvzDC262weTU9VGb1VPVo2+7o35kY60qII54mjlUMrCxVhcH4YgZODMoZi0cHcn/ACSUH3AjAHNUVa8MfdrLIFtaxC/0xmgmkd27lKiRnXSQi3uPLYHHRR4MpPs1tao8hO/9cfDgynH8fWkeRmY/rgAZ4eyiufMKKbMaSogo45UYicEPKFNwqqd7eZsAB92G/h8/J2VJ7WSskrGRtupx6oOFqCikDqC7c7t1xLTU0U0eh1BGACfjOTuePafM6RQ0c1NGWN7eKJ2DfHSyfjg44oimhz7MUhVjC0zPGUsAQx1i/mLNyw6cT8Dw5xTtHHUGE3up32PmLbj4YgYuziqqmK1lZStY/Wqj6relwD57+eABWHLavMKgQQRPIXIAiTffpfzOHrsr4F/Zillra+xzKpQKQOUSXvp9SbX9MWTh7hbK8gQexQAzW8U8li59OgHuFsTmAP/Z"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 79px; height: 78px;" src="data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wBDAAkGBwgHBgkIBwgKCgkLDRYPDQwMDRsUFRAWIB0iIiAdHx8kKDQsJCYxJx8fLT0tMTU3Ojo6Iys/RD84QzQ5Ojf/2wBDAQoKCg0MDRoPDxo3JR8lNzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzf/wAARCABOAE8DASIAAhEBAxEB/8QAHAABAAIDAQEBAAAAAAAAAAAABwUGAwQIAgAB/8QAQRAAAgECBAMFAwkFBwUAAAAAAQIDBBEABRIhBjFBBxMiUXEUYYEVIzIzQpGhscEWQ0Ry0Qg0UmOSwvCTstLh8f/EABgBAQEBAQEAAAAAAAAAAAAAAAABAwQC/8QAHREAAwEBAAIDAAAAAAAAAAAAAAECAxEEEiExUf/aAAwDAQACEQMRAD8ATOJuNMr4fl7mpcGUC7amColxsCfMjoAT1tbFXbtWp5gxpFp2UG17Sn81XB12qieo4pkREkkCq8hCgtbVIwJNvcqj4DFcyKeNGkjlcKtweYGAGI9qUt9kpv8Apv8A+WPadqUn2qamYddpF/INigLX5WoUfK9QigW092u3l9sY0Kiqo2nPdVizavtPYEn0ucAMWWdpuW1MoSshMC28UkcmtVHmwIVgPeAbddt8WvOs6oclyuTMa6YLToBYgglyeQXzJxzrSTJFWU7q6hlmS3rfbCfmlLTZlJw3llYpeljFZGqX2DxaQn3LqwBH5j2o5iZm9mpoaaIHaOSMvIR7ySAPu+JxojtNz5jdAjekAtiscXxmkzXTK37mM3Ppb8wcRkOZ0EcWmWqqQQTdIpBpOAE/IO1KSSuhgziKIQyuE75BbRcgAnflfCrfHJlVKtRST+yk2sbX2IA3/LHU2S1PtuUUNUTcz08cl/5lB/XAHP8A2k0klRxTKY3RfmSPGPOSTFcpMrlTVD3kFm31FfF6A+Xuxae0ObuuKZLkWMdzuB+8kxoUD0zqqO506rgE/ROOzLOan5MLtyzU+TwEEYSIjcHVubHn9nGtFw/KJlkilhGkhgrgsDY9duXuxY56CQXankSVSPo6gCMfq1RpqdYammIa1gQoPQ2N7+ZxrOUfhnWlEVTZLURmm1yU2iGYSXSMh23vuev6YVMxL0+UrmMFLJU1NHmNQY44yAzFtQNr7cr4oK1MRTRr8ZYWBt5/hhLlkmpuFswq6cL31PWvIoYEi+ojf/Vjn8mJml6muFU0+hl2o0NTLmNGYQQstNpZS5ABR26dfpYrNHl8qO7N3SF7Cychbblb9fPF24zrPlLIsjzR1VTUB9enkhZVYj4G+IOCmSojDQzIsgA5gAHyx6xzmp6yaW5Z4oMhiEL6qmVUcWKoNI8rfcTh14Ak7zg7Kd7mOnERP8hK/wC3A17TNSUaxz90qL4r94OX3+uFXsorFq+EE0WtHUzoLdPnC3+7E8hSpXBk26fQn7RJo4uJA76SxjU2kvZh3klwbEf88sUypqbd+YtVi4KbG+1uvLFq7UoWfigaUdgICPm+nzsnTFOWNQkhlaVXt4NiQT7/ACxzqmjfhMLU64YDG05U/WAFhe3L4X8sYHqKovKUNWq28ADPb3gf+/LEzwxR5FUZNVSZhUmOqTVp+c3BtddK/audrG/Lpe+MkFHAYbzIiyFBZQt9+uHsyeqZCUE9ZJW0pnFTczoW1s23iG5PLTbph4kL/sPxC8IBkj9okQMLglQWFx15YKKakgSCF2RVYBTcjrhr4bhWfKsyp5BcSVM0bD1NjiNt/ZeJBtxdLHmvBkNVHGV7iojJVEG90YbBbdCLAWwbTVPdVXdiVxGHZdm3t02BuD8cXqm1VHZpmETsrvFDEzDnYxsoa4+BwdMhKuxZFK9L/S9MVW0uEaTMstWPZiug94UXxEc2B5+//wCeWGzsAqjNwxXwtzjribX5Aov9Dgo4jocqgjpHyhxMHhBk8RsptzPkb9MIn9n+bQ+dUm+k91KD/qU/piN9KVjtKCftGe8ViAgNwPo/OSe/rb8MVhGQcp5kUW8JLeEbfjz54s/aWSvE4HeBbxdSLfWyX2t+uKyjSbDvYT4r76Rv/i2PPEBsUb2qYgal9JPiUA3Yb+7/AJbG7E92gvUSsTJIGCs1mPQDbkMalE7rUU92ijUPctf6PPfn5bdcbcDEPBqkhQBpGa1iUU38yefX1wBjpRCZqQjvZJNDeJha9yLtcm/I8rY6A4SN4Mwboa6Uj01YAqcSlqQvOgUAXVFUblhYDSOXph94R/ulZt/GS/8AdgAvy6Eo3FWUhQVQ1saKb72Z2H5jByYSu4iiUc7sDe2x6k+/7j5YV3jWm7Uc4pz9CeZGt0tJCt/xBwVPAscjRdzJI6nQbjSL2K/mt/hgDyANj9aVO1hZV38v6e/CB2H1Hd8W1VOX1GWiYbHwgqybficH8siop75tPXQm2x3v7ufpscXDsZmeXj+BYrBFpZtaoPCvLr6n8cAb/a7wzXLnHtsUWundmMbk2BDHUUJOwYMWIvzDC262weTU9VGb1VPVo2+7o35kY60qII54mjlUMrCxVhcH4YgZODMoZi0cHcn/ACSUH3AjAHNUVa8MfdrLIFtaxC/0xmgmkd27lKiRnXSQi3uPLYHHRR4MpPs1tao8hO/9cfDgynH8fWkeRmY/rgAZ4eyiufMKKbMaSogo45UYicEPKFNwqqd7eZsAB92G/h8/J2VJ7WSskrGRtupx6oOFqCikDqC7c7t1xLTU0U0eh1BGACfjOTuePafM6RQ0c1NGWN7eKJ2DfHSyfjg44oimhz7MUhVjC0zPGUsAQx1i/mLNyw6cT8Dw5xTtHHUGE3up32PmLbj4YgYuziqqmK1lZStY/Wqj6relwD57+eABWHLavMKgQQRPIXIAiTffpfzOHrsr4F/Zillra+xzKpQKQOUSXvp9SbX9MWTh7hbK8gQexQAzW8U8li59OgHuFsTmAP/Z" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pahala dakwah sangatlah besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam berkata kepada Ali -Rodliallohu anhu- , yang artinya" Demi Allah, sungguh bila Allah memberi petunjuk satu orang disebabkan dakwahmu, itu lebi baik bagimu daripada unta merah."[HR Bukhori 2787].&lt;br /&gt;Beliau juga bersabda," Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka dia akan mendapat pahala semisal [pahala yang diterima] pelakunya."[HR Tirmidzi 2595].&lt;br /&gt;Syaikh Abdusalam bin Barjas -rahimahullah- mengomentari hadits ini," Hendaklah orang muslim segera berlomba-lomba untuk mengejar keutamaan pahala ini." {lihat : al hujjajul qowiyyah 'ala anna wasaail d'wah taufiqiyah, hal 9].&lt;br /&gt;Maka mustahil jika amalan da'i  yang cukup besar pahalanya ini bukanlah ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Meninggalkan dakwah dan nahi munkar bagi yang mampu akan diancam dengan adzab yang amat pedih. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Dari Hudzaifah bin Yaman -rodliallohu anhu- Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda,yang artinya," Demi Dzat yang jiwaku ditangan-Nya, sungguh kalian harus memrintah yang baik dan menghentikan kemungkaran atau (bila tidak mau) hampir saja Allah akan mengirim kepadamu berupa adzab dari-Nya, kemudian engkau berdoa lalu Allah tidak mengabulkan doamu." [HR Tirmidzi no 2095, ABu daud 3774, Ahmad no 22212, dan dishahihkan oleh Al Albani no 7070].&lt;br /&gt;Tidaklah terjadi ancaman yang sangat keras melainkan karena melakukan pelanggaran ibadah, yaitu tidak berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jadi..Jangan sampai kita tidak berdakwah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dakwah tidak harus dengan ceramah, dengan mengorbankan Rp.150 untuk berkirim SMS tausiah - SMS Tausiyah Insya Allah kita akan mendapatkan pahala. Berikut ini ada beberapa SMS (SMS Tausiyah – SMS Dakwah – SMS Ramadhan – SMS Nasihat) yang saya kumpulkan dari berbagai sumber Internet.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Jika ada yang salah dari kandungan SMS di bawah ini mohon dikoreksi.&lt;/span&gt; Semoga Bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu ‘Ashim :&lt;br /&gt;“Semenjak aku ketahui bahwa ghibah (menggunjing orang lain) adalah haram maka aku tidak berani menggunjing orang sama sekali (Tarikh Al-Kabir, 4/336).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud :&lt;br /&gt;“Tidak ada anggota tubuh yang lebih perlu untuk dikekang dalam waktu lama, selaindari lisanku (Minhajil Qashidin, 215)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Mas’ud:&lt;br /&gt;“Orang beriman memandang dosa-dosanya seolah batu besar di puncak bukit, ia takut kalau-kalau menimpanya.” (HR. Bukhari: 5949).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ka’ab Al-Ahbar:&lt;br /&gt;“Menangis karena takut kepada allah lebih aku sukai daripada bersedekah dengan 2 kg emas. (Tarikhul Islam III/39).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah mencintai hamba-Nya yang selalu merasa cukup dan berusaha menyembunyikan amalnya. (HR. Muslim. 2965).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ghazali :&lt;br /&gt;“Berteman &amp; Bergaul dengan orang baik akan mewariskan sikap baik. Karena tabiat manusia cenderung selalu meniru dan mengikuti (Tuhfatul Ahwadzi, 7/42).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Abdul Aziz :&lt;br /&gt;“Ikatlah nikmat-nikmat Allah dengan bersyukur kepada-Nya.” (Tazkiyah An Nafs 9  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya kehidupan ini hanyalah kesenangan (yang bersifat sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.” (QS. Al Mukmin: 39).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa mengajak kepada petunjuk, niscaya ia mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebaik-baik puasa sesudah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (Muharram) &amp; sebaik-baik shalat sesudah shalat wajib adalah shalat malam.”(HR. Muslim, 1163)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping puasa asyura tgl 10, disunnahkan juga untuk puasa tasu’a tgl 9 Muharram. Rasulullah: Insya Alloh tahun depan kita akan puasa hari ke-9.” (HR. Muslim, 1916)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah: “Saya mohon kepada Alloh agar puasa Asyura (10 Muharram) menjadi penghapus dosa satu tahun yang telah lalu.” (HR. Muslim, 1976)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salman: ”Orang yang banyak mencari fadhilah amalan sunnah tapi tidak menyempurnakan amalan wajib bagai pedagang yang rugi tapi ingin mencari keuntungan.” (Tanbihul Mughtarin: 159)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan bin Sholih: “Mengerjakan kebaikan adalah kekuatan di badan, cahaya di hati, dan sinar di mata.” (Hilyatul Auliya’ VII/330)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku sebagai orang yang mendirikan sholat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrohim: 40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa berangkat ke Masjid untuk sholat jama’ah maka satu langkah menghapus kesalahan dan langkah yang lain menulis satu kebaikan, pulang dan pergi.” (Sholih At-Yafghib: 229)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa’id bin Musayyib: “Barangsiapa bisa menjaga sholat lima waktu secara berjama’ah maka ia telah memenuhi daratan dan lautan dengan ibadah.” (Hilyatul Auliya’ II/160)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak khusyu’, doa yang tidak didengar, jiwa yang tidak pernah puas, dan ilmu yang tidak bermanfaat. Aku berlindung kepada-Mu dari keempat hal itu.” (Shohih An-Nasai III/1113).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harist bin Qois: “Jia setan mendatangimu ketika sedang sholat, lalu dia berkata, “Kamu pamer!” maka perpanjanglah sholatmu!” (Hilyatul Auliya’ IV/132).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya kematian itu dapat melenyapkan kenikmatan yang dirasakan oleh orang-orang yang dilipti oleh kenikmatan itu, oleh sebab itu carilah kenikmatan yang tidak ada kematiannya (Abdullah bin Mutharif rahimahullah)&lt;br /&gt;Sa’id bin Abdul Aziz: “Setiap kali aku berdiri dalam sholatku, aku selalu terbayang-bayang neraka jahanam. (Hilyatul Auliya’ VII/274)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beramallah untuk duniamu sesuai keadaan tinggalmu di sana. Dan beramallah untuk akhiratmu sesuai kadar kekekalanmu di sana”. (Sufyan Ats Tsauri rahimahullah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muadz bin Jabal: “Jika kamu sholat, maka sholatlah seperti orang yang berpamitan. Jangan mengira bahwa kamu akan kembali kepadanya untuk selamanya.” (Hilyatul Auliya’ I/234)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hudzaifah: “Sesuatu yang pertama kali hilang dari agama kalian adalah khusyu’ dan sesuatu yang paling terakhir hilang dari agama kalian adalah sholat.” (Hilyatul Auliya’ “I/281)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (QS. Al Baqoroh: 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dengan orang yang tidak berdzikir kepada-Nya adalah seperti perumpamaan antara orang yang hidup dan yang mati. (HR. Al Bukhari dan Muslim). Marilah kita membandingkan dalam satu hari, berapa jamkah kita menjadi mayat dan berapa jam kita menjadi orang yang benar-benar hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Darda: “Jadikanlah ucapanmu dalam rangka berdzikir dan diammu dalam rangka berfikir serta renunganmu dalam rangka mengambil pelajaran.” (Al Aqdul Farid 3/110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud: “Sungguh seandainya Allah menerima dariku satu amalan, maka hal itu lebih aku sukai daripada emas yang memenuhi bumi.” (Kanzul Amal: 3/69  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah: “Di antara kebaikan Islam seseorang ialah meninggalkan hal-hal yang tidak berguna baginya.” (HR. Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kamu meminta kebutuhanmu kepada anak Adam. Mintalah hanya pada yang pintu-Nya tak pernah tertutup. Allah akan murka jika kamu meninggalkan bermohon kepada-Nya, sedangkan anak Adam akan murka jika kamu memohon kepadanya. (Tazkiyatun Nafs: 55)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabir bin Zaid: “Aku lebih suka bersedekah satu dirham kepada anak yatim atau orang miskin daripada menunaikan ibadah haji setelah haji wajib.” (Hilyatul Auliya’: 3/89)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan: “Carilah kenikmatan dalam tiga hal: Sholat, Al Qur’an, dan dzikir. Jika kamu menemukannya maka teruskanlah dan bergembiralah.” (Hilayatul Auliya’: 6/171)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shilan bin Farwah: “Aku menemukan bahwa sikap menunda adalah salah satu prajurit iblis yang telah banyak membinasakan makhluk Allah.” (Hilyatul Auliya’: 6/42)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kholid bin Mi’dan: “Jika pintu kebaikan dibukakan untukmu maka bergegaslah menuju ke sana. Karena kamu tidak tahu kapan pintu itu ditutup.” (Hilyatul Auliya’: 5/211)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa dari Al Qur’an: “Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, mudahkanlah untukku urusanku dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku.” (QS. Thaahaa: 25-27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahya bin Mu’adz: “Dunia adalah jembatan akhirat. Maka seberangilah ia dan janganlah kamu menjadikannya sebagai tujuan.” (Siyaathul Quluub: 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang ingin mendapatkan kelezatan iman, hendaklah dia mencintai seseorang dengan tidak mencintainya kecuali karena Allah.” (Shalih Al-Jami’: 6163)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahya bin Mu’adz: “Seandainya akal dapat melihat hiburan surga melalui mata imannya, niscaya akan leburlah jiwa ini karena rindu kepadanya.” (Siyaathul Quluub: 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahya bin Mu’adz: “Barangsiapa yang memusatkan hatinya kepada Allah, niscaya akan terbukalah sumber-sumber hikmah dalam hatinya dan mengalir melalui lisannya.” (Siyaathul Quluub: 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh balasannya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan paling besar pahalanya.” (QS. Al Muzzammil: 20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya kehidupan ini hanyalah kesenangan (yang bersifat sementara) dansesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.” (QS. Al Mu’min: 39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa mengajak kepada petunjuk, niscaya ia mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah mencintai hamba-Nya yang selalu takwa, selalu merasa cukup, dan berusaha meyembunyikan amalnya.” (HR. Muslim, 2965)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahab bin Munabih: “Waspadalah terhadap hawa nafsu yang dituhankan, teman yang jahat, dan keterpukauan dengan diri sendiri.” (Siyaru Alaamin Nubala IV: 549)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah: “Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang bertakwa, yang merasa cukup, dan yang rajin beribadah secara diam-diam.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Jauzi: “Waktu akan semakin berharga bila dijaga dengan baik, tapi aku melihat waktu itu sesuatu yang paling mudah dilalaikan.” (Thabaqat Hanabilah I: 281)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raghib As-Sirjani: “Indikasi terkabulnya doa adalah semakin ringan beramal shalih, tertarik dengan segala ketaatan, selalu berhasrat untuk berbuat baik, takut balasan maksiat, dan tersentuh ketika mendengar bacaan Al-Quran, hadits, dan ilmu-ilmu lain yang bermanfaat.” (Risalatui ila shabab Al Ummah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mubarak: “Aku melihat dosa-dosa mematikan hati. Sungguh melakukannya terus-menerus akan membuahkan kehinaan.” (Ashirul Maknun fi riqratil qulub, 53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah: “Tanda –tanda orang munafik itu ada tiga: Jika berkata bohong, jika berjanji ia mengingkari, dan jika dipercaya ia berkhianat.” (Muttafaqun ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berlomba-lombalah kamu kepada ampunan Rabbmu dan surga yang luasmnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. (QS. Al Hadid: 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mubarak: “Berapa banyak amalan kecil menjadi besar pahalanya karena niat dan berapa banyak amalan besar menjadi kecil pahalanya karena niat pula.” (Jami Ulum wal Hikam, 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah: “Waspadalah terhadap sifat dengki karena sesungguhnya dengki itu dapat memakan pahala kebaikan. Seperti api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khotob: “duduklah dengan orang-orang yang bertaubat, sesungguhnya mereka menjadikan segala sesuatu lebih berfaedah.” (Tahfdzib Hilyatul Auliya I/71)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khotob: “Kalau sekiranya kesabaran dan syukur itu dua kendaraan, aku tak tahu mana yang harus aku kendarai.” (Al Bayan wa At Tabyin III/ 126)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah: “Setiap anak cucu Adam pasti pernah berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah ialah orang yang banyak bertaubat.” (HR. At Tirmizi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khotob: “Sesungguhnya kita adalah kaum yang dimuliakan oleh Allah dengan Islam, maka janganlah kita mencari kemuliaan dengan selainnya.” (Ihya’ Ulumuddin 4/203)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah: “Kebaikan adalah akhlak yang baik dan dosa adalah sesuatu yang tersembunyi di hatimu dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azabku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah: “Sesungguhnya Allah merasa puas terhadap hamba-Nya yang bila makan selalu memuji-Nya dan bila minum juga selalu memuji-Nya.”(HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah: “Jadilah orang yang selalu puas dengan rizki Allah, niscaya engkau akan jadi orang yang paling bersyukur.” (Ibnu Majah: 4217)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan Al Bashri: “Perbanyaklah untuk menyebut nikmat-nikmat ini, karena menyebut nikmat itu merupakan bentuk syukur.” (Kaifa Tasyakuru An-Ni’am: 3  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khattab: “Hendaklah kalian menghisab diri kalian pada hari ini, karena hal itu akan meringankanmu di hari perhitungan.” (Shifatush Shafwah, I/286)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, bantulah Aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah secara baik kepada-Mu.” (HR. Abu Dawud II/ 76)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hendaknya seorang hamba selalu berharap cemas kepada Allah, jangan merasa berjasa pada Allah dan jangan pernah putus asa dari Rahmat-Nya.” (Tahzibul Hilyah I/ 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah: “Orang bijak adalah orang yang menghitung dirinya (menghisab/interopeksi diri) dan beramal untuk kehidupan sesudah mati.” (Jami’ At-Tirmidzi: 2459)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah: “Barangsiapa memberi kemudahan kepada orang dalam kesulitan, niscaya Allah memberi kemudahan di dunia dan akhirat.” (Shahih At Targhib wat Tarhib: 69)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang jujur dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al Ankabut: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cobaan demi cobaan senantiasa menimpa seorang mukmin dan mukminah pada diri dan anaknya hingga ia bertemu Allah pada hari kiamat tanpa membawa kesalahan.” (Jami’ At Tirmidzi : 2399)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada musibah yang menimpa seorang muslim melainkan Allah hapuskan dosanya, sampai duri yang menusuknya sekalipun.” (HR. Bukhari : 5640, Muslim : 2572)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar Ash Shiddiq : “Ketika aku mengingat ahli surga, aku bergumam : “Aku takut jangan-jangan aku tidak termasuk bagian dari mereka.” (Tahdzibul Hilyah, 1/ 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hudzaifah bin Yaman : “Sesungguhnya fitnah selalu ditampakkan kepada hati, jika hatimu merasa senang dengannya maka satu titik hitam digoreskan padanya dan jika ia ingkari maka satu titik putih diletakkan padanya.&lt;br /&gt;HAYYAkumullah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Suatu kebaikan tidak akan sempurna, tanpa tiga hal :&lt;br /&gt;1. Menganggapnya kecil.&lt;br /&gt;2. Menyegerakan melakukannya.&lt;br /&gt;3. Menyembunyikannya.” (Mukhtashar Minhajil Qashidin, 51)&lt;br /&gt;4. Sungguh-sungguh dalam beramal&lt;br /&gt;(Syarah Tsalatsatul Ushul, Ibnu Utsaimin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ziyad bin Amru : “Semua manusia tidak menyukai kematian dan pedihnya luka. Akan tetapi manusia berbeda-beda derajatnya dengan kesabaran.” (Ash Shabr, 44).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Hasan Al Bashri : “Hai Bani Adam, janganlah kalian menyakiti orang lain dan jika kalian disakiti, maka bersabarlah !” (Ash Shabr, 26).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, maka Allah menyediakan bagi mereka pengampunan dan pahala yang agung.” (QS. Al-Ahzab: 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah: “Kemenangan selalu bersama kesabaran, setelah kesusahan pasti ada kesenangan dan setelah kesulitan pasti ada kemudahan.” (HR. Ahmad I/307)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, Allah, berilah aku manfaat terhadap apa yang Engkau ajarkan kepadaku dan ajarkanlah aku apa-apa yang bermanfaat bagiku dan tambahkanlah ilmuku.” (Ash-Shahihah, 1511)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah: “Hikmah adalah milik muslim yang hilang, dimana saja dia menemukannya, maka ia berhak mengambilnya.” (HR. Tirmidzi, 2611)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada mereka sendiri.” (QS. Yunus: 44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah 2 orang saling mencintai karena Allah melainkan orang yang paling dicintai Allah di antara keduanya adalah yang paling besar kecintaannya pada saudaranya.” (Al Musnad V/ 259)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim: “Barangsiapa yang takut kepada Allah, maka Allah akan membuatnya nyaman dan tenang dari sesuatu yang ditakuti dan dikhawatirkan…” (Taisirul Azizil Hamid) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud Radhiallahu ‘anhu: “Ridholah terhadap apa yang telah Allah berikan kepadamu, niscaya engkau menjadi orang yang paling kaya.” (Siyar A’lam an Nubala, I/497)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullah bersabda: “Tidaklah kelembutan ditempatkan pada sesuatu melainkan ia akan menghiasinya.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah mengeluarkanmu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui suatu apapun dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl: 7  &lt;br /&gt;Rasulullah bersabda: “Tidaklah dikatakan orang beriman seandainya diasuka melaknat, mencerca dan suka berkata kotor dan keji.” (Shahih Tirmidzi 8/189)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika ada dua orang yang saling mencaci maka dosa perbuatan itu akan ditanggung orang yang memulainya selama orang yang dicaci tidak melampaui batas dalam membalas.” (HR. Abu Dawud 4/274)&lt;br /&gt;“Wahai orang-orang beriman, janganlah seseorang mengolok-olok orang lain. Boleh jadi orang yang diolok-olok lebih baik daripada orang yang mengolok-olok.” (QS. Al-Hujurat: 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah seorang menuduh saudaranya dengan kefasikan/ kekafiran. Apabila tuduhan itu tidak benar maka tuduhan itu pasti akan kemabali pada dirinya sendiri.” (Fathul Bari 10/464)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah berfirman: “Aku menyediakan bagi hamba-hambaKU yang shalih sesuatu yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik dalam kalbu manusia.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah: “seutama-utama amal shalih, ialah agar engkau memasukkan kegembiraan kepada saudaramu yang beriman.”&lt;br /&gt;(Shahih Jamius Shagir no. 1096)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah: “Beruntunglah orang yang disibukkan oleh aibnya sendiri, sehingga ia tidak sempat mengurus aib orang lain.”&lt;br /&gt;(HR. Al-Bazzar dengan sanad yang hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah: “Maka jika kamu meminta sesuatu dari Allah, mintalah AL-Firdaus. Karena ia adalah surga yang paling utama &amp; paling tinggi.”&lt;br /&gt;(HR. Bukhari XI/214)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang ingin ,merasakan nikmatnya iman, hendaknya dia mencintai saudaranya, dimana dia tidak mencintainya kecuali karena Allah.”&lt;br /&gt;(HR. Ahmad II/29  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan &amp; janganlah kamu turuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 20  &lt;br /&gt;“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh…” (QS. An-Nisa’: 7  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hasan: “Kalian berangan-angan mendapatkan umur seperti umur Nabi Nabi nuh, sedangkan kematian selalu mengetuk kalian setiap malam.”&lt;br /&gt;(Al-Hasan Al-Bashri, Az-Zuhd)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabi’ bin Khaitsam: “di pagi ini aku berada dalam keadaan lemah &amp; penuh dengan dosa, kita memakan rizki sambil menunggu ajal kita.”&lt;br /&gt;(Shifatush Shafwah, III/67)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud: “Usiamu semakin berkurang seiring dengan perjalanan waktu, sementara segala amalan akan tersimpan dan kematian datng secara mendadak. (Al-Fawaid, 147)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amar bin Yasir radliyallahu’anhu: “Cukuplah kematian sebagai petunjuk, yakin sebagai kekayaan dan ibadah sebagai amalan.” (Tazkiyatun Nafs, 65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.” (QS. Ali-Imran: 185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mustaurid:“Demi Allah, tidaklah dunia dibanding akhirat kecuali seperti jari telunjuk yang dimasukkan ke laut, lihat berapa tetes air yang keluar.”&lt;br /&gt;(HR. Muslim, 285  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika dosa yang dilakukan adalah hak Allah, taubat memiliki 3 syarat: PENYESALAN, BERHENTI dari DOSA, &amp; TEKAD untuk TIDAK MENGULAGINYA.”&lt;br /&gt;(Tazkiyah An-Nafs, h.144)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ziyad bin Amru : “Semua manusia tidak menyukai kematian dan pedihnya luka. Akan tetapi manusia berbeda-beda derajatnya dengan kesabaran.”&lt;br /&gt;(Ash Shabr, 44).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Hasan Al Bashri : “Hai Bani Adam, janganlah kalian menyakiti orang lain dan jika kalian disakiti, maka bersabarlah !” (Ash Shabr, 26).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, maka Allah menyediakan bagi mereka pengampunan dan pahala yang agung.”&lt;br /&gt;(QS. Al-Ahzab: 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah: “Kemenangan selalu bersama kesabaran, setelah kesusahan pasti ada kesenangan dan setelah kesulitan pasti ada kemudahan.”&lt;br /&gt;(HR. Ahmad I/307)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, Allah, berilah aku manfaat terhadap apa yang Engkau ajarkan kepadaku dan ajarkanlah aku apa-apa yang bermanfaat bagiku dan tambahkanlah ilmuku.” (Ash-Shahihah, 1511)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah: “Hikmah adalah milik muslim yang hilang, dimana saja dia menemukannya, maka ia berhak mengambilnya.” (HR. Tirmidzi, 2611)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada mereka sendiri.”&lt;br /&gt;(QS. Yunus: 44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah 2 orang saling mencintai karena Allah melainkan orang yang paling dicintai Allah di antara keduanya adalah yang paling besar kecintaannya pada saudaranya.” (Al Musnad V/ 259)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim: “Barangsiapa yang takut kepada Allah, maka Allah akan membuatnya nyaman dan tenang dari sesuatu yang ditakuti dan dikhawatirkan…” (Taisirul Azizil Hamid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud Radhiallahu ‘anhu: “Ridholah terhadap apa yang telah Allah berikan kepadamu, niscaya engkau menjadi orang yang paling kaya.”&lt;br /&gt;(Siyar A’lam an Nubala, I/497)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullah bersabda: “Tidaklah kelembutan ditempatkan pada sesuatu melainkan ia akan menghiasinya.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah mengeluarkanmu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui suatu apapun dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl: 7  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda: “Tidaklah dikatakan orang beriman seandainya dia suka melaknat, mencerca dan suka berkata kotor dan keji.”&lt;br /&gt;(Shahih Tirmidzi 8/189)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika ada dua orang yang saling mencaci maka dosa perbuatan itu akan ditanggung orang yang memulainya selama orang yang dicaci tidak melampaui batas dalam membalas.” (HR. Abu Dawud 4/274)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai orang-orang beriman, janganlah seseorang mengolok-olok orang lain. Boleh jadi orang yang diolok-olok lebih baik daripada orang yang mengolok-olok.” (QS. Al-Hujurat: 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah seorang menuduh saudaranya dengan kefasikan/ kekafiran. Apabila tuduhan itu tidak benar maka tuduhan itu pasti akan kembali pada dirinya sendiri.” (Fathul Bari 10/464)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami &amp; hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami &amp; wafatkanlah kami beserta orang-orang yg banyak berbakti.”&lt;br /&gt;(QS Ali’Imran 193)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hasan bin Ali:”Bacalah Al-Quran sehingga bisa mencegahmu dari dosa. Jika belum demikian maka pada hakekatnya anda belum membaca.”&lt;br /&gt;(Kanzul ’Ummal I/2776)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Ubaid:”Jgnlah seorg hamba bertanya pada dirinya kecuali ttg AL-QURAN. Maka jika ia mencintainya berarti ia mencintai Allah &amp; Rasul-Nya.”&lt;br /&gt;(Mushannaf Ibn Abi Syaibah X/485)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Rabb kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri.”&lt;br /&gt;(QS Al A’raaf:126)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Darda’:”Brngsiapa melindungi kehormatan saudaranya, maka Allah akan melindungi wajahnya dari api neraka pd hari kiamat.”&lt;br /&gt;(Shahih Sunan At-Tirmidzi:1575)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: “Dan bekerjalah, niscaya Allah, Rasul, &amp; orang-orang mukmin pasti akan melihat apa yang telah kamu kerjakan.”(QS.At-Taubah:105)&lt;br /&gt;Rasulullah:”Kecelakaan atas org yg berbicara &amp; berdusta demi membuat org lain tertawa. Celakalah dia…celakalah dia…”&lt;br /&gt;(Shahih Sunan At-Tirmidzi:1885)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Umamah Al-Bahili:”Ssungguhnya Allah tdk akan menerima amal kebaikan, kecuali yg murni krnNYA &amp; mengharapkan ridhaNYA.”(Shahih Al-Jami’ 1852)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau &amp; main-main, &amp; ssungguhnya akhirat itulah yg sbenarnya kehidupan, kalau mrk mngetahui.”&lt;br /&gt;(QS.Al-Ankabut:64)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah:”Sungguh Allah telah mengharamkan bagi neraka orang yg mengucapkan Laailaahaillallah yg dg itu ia mengharap ridha Allah.”&lt;br /&gt;(Riyadhus Sholihin:389)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah:”Brgsiapa yg ucapan akhir hidupnya berupa:Laailaahaillallaah(tdk ada Tuhan yg berhak disembah selain Allah)pasti masuk surga.”&lt;br /&gt;(HR.Abu Daud:3116)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi apa yg kamu sukai,ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“”bukan kematian yang aku takutkan,namun yang aku takutkan adalah bagaimana keadaan aku nanti pd saat mati,mudah2xn suatu saat nanti aku meninggal dgn khusnul khotimah,,amien..””&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus[1181] lagi Maha Mengetahui.( Luqman 16 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu[99], sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.( Al Baqarah 153 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad dapat berarti:&lt;br /&gt;1. berperang untuk menegakkan Islam dan melindungi orang-orang Islam;&lt;br /&gt;2. memerangi hawa nafsu;&lt;br /&gt;3. mendermakan harta benda untuk kebaikan Islam dan umat Islam;&lt;br /&gt;4. Memberantas yang batil dan menegakkan yang hak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggalkanlah Pandangan dan Perkataan yang Tidak Bermanfaat!&lt;br /&gt;Ibnul Mubarak rahimahullah pernah berkata, “Tinggalkanlah pandangan-pandangan mata yang tidak bermanfaat, niscaya Allah akan memberikan kekhusyu’an ke dalam hatimu! Dan tinggalkanlah perkataan-perkataan yang tidak bermanfaat, niscaya Allah akan memberikan mutiara hikmah kepada Anda.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang mulut salah ucap, hati salah menduga, bila ada kata terselip dusta, sikap dan perilaku membekas lara, di Ramadhan ini ku meminta maaf atas semua kesalahan yang disengaja atau tidak, Semoga kita mendapat berkah. Amin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku bukan pujangga, ku tak dapat merangkai kata, Ku hanya meminta.. Maaf lahir dan bathin.. Met puasa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Allah, Perkayalah saudaraku ini dengan keilmuan, Hiasi hatinya dengan kesabaran, Mulyakan wajahnya dengan ketaqwaan, Perindah fisiknya dengan kesehatan, Serta terimalah amal ibadahnya dengan kelipat gandaan, karena hanya Engakau Dzat Penguasa sekalian alam, Marhaban Yaa Ramadhan ... Mohon maaf lahi dan bathin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"MARHABAN YA RAMADHAN", Berdo'alah ; Allahumma bariklanaa fii sya'ban wa balaghna fii Ramadhan, mohon maaf jika Qamari sekelurga punya salah, baik disengaja atau tidak disengajat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan adalah pembuktian cinta, pada setiap ruang dan waktu yang berpuluh-puluh berlipat ganda, Ketundukan adalah cinta, Kebajikan adalah cinta, Derma adalah cinta, dan menata hidup lebih dewasa adalah cinta. Ramadhan, saat memberi makna istimewa pada cinta kita. KIta telah bersama dalam ukhuwah semoga kelak kita dipertemukan oleh-Nya dalam ukhuwah pula, amin. Maaf untuk semua kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allahumma baariklanaa di Rajab wa Sya'ban Wa Ballighna Ramadhan", Semoga Allah memberkahi kehidupan kita dibulan-bulan ini untuk berjumpa Ramadhan, Dengan segenap kesiapan ruhiyah, fikriyah, jasadiyah, maliyah dan satukan barisan raih takwa &amp; sambut kemenangan dakwah, Intanshurullah yanshurkum wayutsabbit aqdamakum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Orang Tuamu ragu akan cita-citamu, YAKINLAH pada hatimu !, Disaat orang-orang disekelilingmu meninggalkanmu, tetaplah untuk bersama dirimu !, Dan disaat dunia tak percaya akan mimpimu, TETAPLAH PERCAYA PADA DIRIMU SENDIRI BAHWA KAU MAMPU MELAKUKAN HAL YANG KAU PERCAYAI... TETAP SEMANGAT !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada jiwa-jiwa Qur'ani, "Qum Fa andzir"..., Kehadiran kalian telah dinantikan, tetesan air penyejuk iman jangan sampai disia-siakan, Sabda Rasulullah : "Sanmpaikan dariku walau satu ayat", Langkah kaki telah diayunkan, persimpangan jalan dihadapan mata, Wa tsiyabaka Fa Thohhir, setip kita pernah bersalah dan ampunan Allah seluas bumi dan langit ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkali-kali kita jatuh, berdiri dan jangan mengeluh. Berkali-kali kita gagal, ulangi lagi dan cari akal. Be a star ! yang senantiasa bersinar dan memberi kemanfaatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagimu para penerus RISALAH pekerjaan yang mulya, balasan dari ALLAH berupa surga telah menanti, doa dan ukhuwah setitik asa berharap semoga ALLAH selalu menjaga, mengampuni dan memberkahi setiap langkahmu dijalan ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah Berkah karena KEIKHLASAN, Dakwah berkah karena da'inya AMANAH, Dakwah berkah karena kita CINTA dan BAHAGIA berputar bersamanya, Keep d'spirit of dakwah .. !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada kesusahan melainkan ada akhirnya, dan tiada keadaan pahit melainkan akan datang sesudahnya keadaan yang manis. Maka jangan menunggu bahagia untuk tersenyum tetapi tersenyumlah untuk bahagia, Spirit akhi !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi..., hujan dan panas bukan lagi pemberat, malah menjadi penambah bara bahkan terasa nikmat, bila hati tetap semangat. Tiada keberhasilan tanpa perjuangan dan rasa sabar, Keep spirit with smile.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lelah karena lelah itu kekalahan, Jangan lemah kerena lemah itu kehinaan, Ketahui.., Islam hanya tegak diatas pundak "Azzam yang kuat", ia tidak akan tegak dipundak yang lemah, TIDAK AKAN PERNAH, SEMANGAT !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah kesedihan adl hujan, dan kebahagiaan adl matahari. Maka qt bth k2ny utk mlht pelangi...&lt;br /&gt;Maka nikmt Tuhanmu yg manakh yg kmu dustakn?&lt;br /&gt;Sabr n Syukr or wonderfltng.&lt;br /&gt;Jgn mnuntut kesempurnaan, smpi matipun g akn da yg sempurna!&lt;br /&gt;Anapun bnyk brbt salah.&lt;br /&gt;Afwan jiddan ats smw ksalahn lisan mwpun p'bwtan yg pernh an lakukan slama ni.&lt;br /&gt;Jika ant ikhlas memaafkn an,mk kem'fan ant akn memduhkn sgla urusan an.&lt;br /&gt;Insya Allah3X...&lt;br /&gt;Doakn an u/ slalu mjd hamba yg hx meghrap kesuksesan yg barakallah&amp;tdk mghrap ksksesan dunia yg melenakan.&lt;br /&gt;qt adl mujahd2NYA, yg prl mluruskn shof,mngoreksi diri, n sll mrenovasi niat dstp prgntn wkt.&lt;br /&gt;Jangan padamkn smangt dakwahmu saudaraku!&lt;br /&gt;Dien ini hanya akn dpikul n dperjuangkn olh org2 yg kuat. Smg qt adl org2 i2, amin...&lt;br /&gt;Allahu Akbar..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan kita yang paling besar bukanlah karEna kita tidak pernah jatUh,melainkan karena kita bAngkit setiap kAli kita jatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEHIDUPAN ni ibarat jln 1 arah.SbrP byk pun pRbhan rute yg qt tempuh,tdk 1 pun qn mbw qt kmbli.Bgtu qt mngtahui&amp;mnrima hal tu,khdpn qn tmpak mjd jwh lbh sdrhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sdkt ilmu lbh b k drpd byk b'ibdh.Ckp b k pngthuan fqiH sseorg jk dia mampu b'ibdh kpd ALLOH dg b k&amp;ckp bdoh bl sseorg bangGa(ujub)dg pndptx sndr&lt;br /&gt;-HR.THABRANI-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dlm SEHAT da TAKUT sAkit,&lt;br /&gt;dlm JABATAN da TAKUT jatuh,&lt;br /&gt;dlm P'SAHABATN da TAKUT p'khianatn,&lt;br /&gt;dlm KH0RMATN da TAKUT p'hinaan,&lt;br /&gt;dlm KEKUATAN da TAKUT lawan,&lt;br /&gt;hanya P'INGKARN yg DPT atasi STIAP rasa TAKUT,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jgn prnh mncptkn ksusahn dlm hdp,krn sejatix ksusahn tu dcptkn u/ mlengkpi hdp,jlni khdpn qt tnp ada topeng kmunafikn dunia krn kjujurn hati adlh kkayaan jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bkn ALLAH tk tahu derita hidup qta &amp; RETAKNYA hati qta. Tp sbnrx mmg itulh yg Dia mau,krn Dia tahu hati yg begitulah yg akn slalu lebih lunak &amp; mudah buat Dekat &amp; Akrab pada-NYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah give us:&lt;br /&gt;2 legs 2walk,&lt;br /&gt;2hands 2 hold,&lt;br /&gt;2ears 2 hear&lt;br /&gt;&amp; 2eyes 2see..&lt;br /&gt;But why did Allah give us only 1heart?&lt;br /&gt;Cz Allah want us 2 keep only Allah in our heart !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenikmatan hidup bukan karena kita kaya, perut kenyang, tidur lelap, atau istri cantik tapi karena ketenangan hati dan jiwa, semua didapat karena adanya ikhtiar dan qana'ah yang disertai istiqamah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketenangan malam ini, kedamaian tidur ini, keindahan mimpi malam ini, semua terusik oleh rasa cinta kita kepada Allah yang mengalahkan semua itu, rasa cinta untuk menghadapinya dalam dalam Tahajjud...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma bariklana fii Rajaba wa Sya'ban wa ballighna Ramadhan, Yaa Allah berkahi kami dibulan rajab dan sya'ban, dan sampaikan kami pada bulan Ramadhan (Amiin..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang berpayah-payah bangun di 1/3 malam terakhir, hanya untuk beribadah kepada-Nya, Sungguh Allah akan membalas amal tersebut dengan kenikmatan yang melebihi kenikmatan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dingin malam marasuk sukma, membuai jiwa dalam lena, smilir angin tak mengusik kehangatan buaian mimpi, sungguh dibalik itu ada cahaya-Nya, yang lebih utama, Tahajud rahasia malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Allah, tunjukkan kepadaku jalan yang Engkau Ridloi, Sesungguhnya ku ikhlas dengan takdir-Mu, Engkau tidak akan menyesatkan umat-Mu, Yaa Rabbku, kuberserah diri kepada-Mu, izinkan ku berjihad dijalan-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aslm. Apa yang kita cari saudaraku hingga kita harus mencucurkan keringat dan air mata sedang banyak orang mentertawakan kita? Apa yang kita cari saudaraku hingga kita banyak melewatkan kesempatan untuk bergelimang jabatan dan ketenaran? Apa yang kita harapkan hingga kita terus membalas fitnah dan hinaan dengan bantuan yang tulus? Kita harap Ia mencintai kita hingga Ia pun melembutkan hati mereka dengan cinta......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan itu dirintis oleh orang-orang yang berilmu, diperjuangkan oleh orang-orang yang ikhlas dan dimenangkan oleh orang-orang pemberani...bla...bla...undangan rapat dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi dunia...satu hari berganti dan sampai dimana kita, dari jejak keseratus kematian. Jika Al-Faruq telah membakar kapalnya. Maka apa yang sudah kita lakukan untuk tetap konsisten. Ayo berjuang, karena kitalah da’i itu, bukan siapa-siapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh mengharu biru ya..ditengah semua kebaikan yang Allah berikan, ada banyak ibu2 yang antri minyak, yang makan singkong karena beras mahal, yang kembali pada kayu bakar...mari limpahkan do’a untuk kebaikan Indonesia. Semoga sabar dan syukur jadi pakaian penduduknya..semoga Allah memberkahi Indonesia dan seluruh negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asw. Manusia sejati adalah manusia yang selalu menyadari kelemahan dan kerapuhan dirinya sehingga ia selalu berusaha terus menerus memperbaiki diri, sampai ia datang kehadapan penguasa kehidupan ini dengan penuh ketenangan.Bla...bla undangan rapat dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Berbahagialah karena orang lain bahagia dan bersedihlah ketika tidak mampu membuat orang lain bahagia”...bla...bla...undangan rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiasilah tidurmu dengan tetesan air wudhu, pejamkan matamu dengan alunan dzikrullah..selimutilah tidurmu dengan kalimat syahadat, alaskan tidurmu dengan sepotong do’a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu ada harapan dalam keyakinan, selalu ada keteguhan dalam kesabaran, selalu ada hikmah dalam kesyukuran...rangkullah dakwah sebagai cinta, dekaplah dengan pengorbanan, hangatkan dengan ukhuwah, sirami dengan air mata malammu, hiasi harinya dengan taqwa, sempurnakanlah wujudnya dengan akhlak mulia, jadikan dihatimu sebagai pelita...untuk saudari2ku yang tak pernah lelah berjuang. Teruslah berjuang dan berkarya...Innallaha ma’ana!!..Dan jikalau pengorbanan ini yang akan mengantarkan kita ke syurga, mengapa kita harus ragu? Love u, senantiasa jaga kondisi, ruh, jasad dan fikriyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya Allah janganlah Engkau muliakan kami dengan kehinaan ataupun Engkau hinakan kami dengan kemuliaan”....bla..bla...undangan rapat dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asw. Mengaku kekurangan diri adalah tangga kesempurnaan budi, keberanian yang luar biasa itu adalah berusaha terus mengisi kekurangan. Semoga apa (kelebihan dan kekurangan) yang didapat hari ini bisa kita petik hikmahnya, karena orang mu’min, kapan dan dimanapun ia menemukannya, maka ia lah yang paling berhak menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kehidupan beri seribu alasan untuk menangis. Tunjukkan bahwa kamu punya sejuta alasan untuk tersenyum..ketika kamu merasa yang terlemah, ingatlah bahwa selalu da orang yang selalu tersenyum untuk menguatkanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asw. Telah disampaikan oleh Ibnu Qayyim bahwa pada hari2 akhir hayatnya Ibnu Taimiyah berkata : ”Demi Allah, sejak aku memasuki akil baligh hingga saat ini, aku tidak yakin bahwa aku bisa menjalankan ajaran Islam dengan baik. Karenanya aku selalu berusaha memperbaiki ke-Islaman-ku”......bagaiamana dengan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika waktu terus berjalan dan umur telah ditentukan , tak kita sadarai saat kita melangkah ke depan tanpa berbuat sesuatu yang berarti untuk orang lain itu sesungguhnya kebodohan. Mencari kepuasan untuk dunia tidak akan ada akhirnya, dan siapkah kita seumpama nyawa kita di ambil saat ini, detik ini? siapkah kita meninggalkan orang-orang yang kita cintai tanpa meninggalkan kesan dan pesan berarti untuk mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa Nabi Saw...” Ya Allah, perbaikilah agamaku yang merupakan sandaran segala urusanku. Dan perbaikilah urusan duniaku yang merupakan tempat tinggalku, dan perbaikilah akhiratku yang merupakan tempat kembaliku..dan jadikanlah kehidupanku sebagai tambahan bagi kebaikanku dan kematianku sebagai tempat istirahat dari segala kejelekanku” (HR Muslim)...Selamat menjalani hari yang penuh dengan kebaikan...awali hari ini dengan doa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Muslimah sejati itu selalu tampak santai dalam kesibukan..tersenyum dalam kesedihan...tenang di bawah tekanan....tabah dalam kesulitan dan optimis di depan tantangan...SEMANGAT!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslimah idaman : Kau bagai mentari pagi bersinar terangi kehidupan,tutur kata lembut dan berarti memberi makna untuk semua insan. Ketenangan ada di wajahmu ikhlas iringi langkahmu. Sabar penuhi harimu. Bening warnai dirimu. Kaulah mujahidah penyejuk hati, penentram jiwa, penggugah iman,penerpa rasa yang menghujamkan cinta berharap hanya pada Allah, raihlah karena banyak insan merindumu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aslm. Lahan tarbiyah begitu luas di hadapan kita sampai-sampai kita tidak sadar bahwa lingkungan terdekatpun butuh dedikasi pengetahuan dari kita....(ujung2nya minta doa buat KKN n_n)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asw. Dunia itu tidak baik, kecuali dengan dzikir padaNya..akhirat itu tidak baik kecuali dengan ampunanNya...dan syurga itu tidak baik kecuali dengan melihatNya,,,(Dzun Nun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana usaha kita dalam mempertahankan kalimatullah di muka bumi ini. dengan umur yang Allah berikan, kekuatan, kesehatan dan karunia lainnya yang tak terhitung bila ingin menjumlahnya...ketuk hati...tanya iman...kalaulah belum mampu berbuatm berjuang atau berkorban sebagaiman Rasulullah, sahabat dan para salafus sholeh..setidaknya kita dapat menjaga dan memelihara warisan mereka secara ISTIQOMAH...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Ahzab sangat melelahka. Shalat pun hampir tak sempat. Kencing pun nyaris tak sempat..Tapi Allah tak ingin Muslimim bersantai-santai..saat Rasul sedikit istirahat, Allah utus Jibril as, ”sepertinya engkau seudah meletakkan senjata wahai Rasul? Sungguh para malaikat pun belum meletakkan senjata mereka...” (Ibnu Hasyim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran akan mungkin berhasil diwujudkan mana kala kuat arus keyakinan kepadaNya, ikhlas dalam berjuang di jalanNya, bersemangat dalam merealisasikannya, siap beramal dan berkorban demi menjelmakannya.._Al Banna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teguh adalah nafas rijalul haq (pejuang kebenaran) sepanjang zaman. Mereka tak hanyut di air, tak hangus di api, tak melayang di angin, tak goyah oleh tumpukan harta, kemilau tahta dan rayuan wanita. Kiprah mereka hanya 1: tetap teguh dalam bergerak dan terus bergerak dalam keteguhan (Ust Rahmat Abdullah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuyakini Allah tengah mempersiapkan sesuatu untuk kita hambaNya..pertempuran dalam dakwah shiyasi ini masih panjan..ya Rabb jadikanlah segala ketetapanMu menjadikan kami selalu semangat untuk berjihad dijalanMu..karena tawakal adalah senjata kami ketika ikhtiar sudah kami lakukan...Allahu Akbar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua gagasan akan mungkin diwujudkan, selama kuat rasa keyakinan kepadaNya, ikhlas dalam memperjuangkanNya... semangat dalam mewujudkanNya,,siap bekerja dan berkorban untuk menegakkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, berilah aku kekuatan menggenggam padu azzam, menjejak jalanMu. Sinarilah hidupku dengan cahya DienMu, tetapkanlah aku di landasan RahmatMu...Biarpun rintangan kan menanti, kan ku tempuh berbekal iman yang teguh...meskipun cobaam datang silih berganti Insya Allah kan ku tempuh bertaman iman yang kukuh..semoga hidupku beroleh ridhaMu, matiku khusnul khotimah dan diakhirat nanti bertemuMu di Jannatul Firdaus...Amiin ya Robbal ’alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(hmm.masuk kategori tausiyah ga ya)&lt;br /&gt;Asw. Kepada TUNAS BARU PENDIDIKAN 2008 – 2009 : Tingkatkan kapasitas diri (akademik, ruhiyah, tsaqofah pendidikan), jalin komunikasi+eratkan ukhuwah 3x, kokohkan diri, bersatu, bergerak dan berkarya. Tunas ini harus memancang jadi pohon yang kuat dan tinggi, KOKOH dari badai angin yang menerpa... SELAMAT BERJUANG (seluruh mantan pengurus Gema Pena 2006 – 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau engkau lelah mengerjakan suatu kebajikan, maka ingatlah bahwa rasa lelah itu akan segera menghilang sedang kabjikan itu akan kekal dalam keabadian (Ali Bin Abi Thalib) untuk seorang ukhti yang kumendoa agar ia dan aku selalu bisa berikhtiar menjadi seorang fatimah yang tegar dan teguh dengan quwwah rabbaniyah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asw. Bismillah: ”Sesungguhnya kita adalah seumpama angin yang dikirimkan Allah untuk menggerakkan awan-awan kebenaran Al-Qur’an, lalu bersemilah kehidupan dalam hati dan fikiran setiap insan yang dikehendakiNya, demikianlah Dia meniupkan kehidupan hingga aroma harum mampu menjadi ruh bagi setiap ksatria-ksatria da’wahNya”...FASTAQIMU...YAA SYABAB...!! FII DAKWAH...FII JIHAD..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika amanah semakin melelahkan jiwa raga resah, gelisah dan masalah semakin membuncah. Janganlah engkau meminta keringanan akan amanah2 itu...namun mohonlah dengan sangaaat...kepada Allah untuk menguatkan jiwa dan raga kita dalam sujud dan doa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Ali ra berkata : Semua kebaikan terangkum dalam 3 kata : pandangan, Diam, Bicara. Setiap pandangan yang tidak menghasilkan ibroh adalah kelalaian akal, setaip diam yang tidak mengandung pikiran adalah kelengahan..setiap berbicara yang tidak mencerminkan dzikir adalah sia2..berbahagialah orang yang pandangannya menambah ibroh..diamnya berfikir..dan bicaranya cerminan dzikir..menangisi kesalahnnya dan membebaskan orang lain dari perbuatan jahatnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jika dakwah adalah jalan yang panjang..jangan pernah berhenti sebelum menemukan penghujungnya..!! Jika dakwah bebannya berat,,jangan minta yang ringan,,tetapi mintalah punggung yang kokoh untuk menopangnya...!!! Jika dakwah pendukungnya seidikit,,maka jadilah yang seikit itu..!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tiap perjuangan tak selalu lahir sebuah kemenangan....tapi akan selalu ada sebuah pendewasaan, penguatan dan pembelajaran...semua tetap berarti di masa depan Insya Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim itu manusia yang kuat. Syukur dan sabar menjadi senjatanya..ditangan2nya lah Allah mengamanahkan peradaban Islam di dunia...kobarkan semangat mu wahai pejuang..!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku..apa makna dakwah bagi anti? Bagaimana cara dakwah yang baik? Siapa musuh dakawah bagi anti? Siapakah sesungguhnya yang menjadi objek dakwah bagi anti? Apa yang sudah kita hasilkan dari kegiatan2 yang kita sebuh sebagai dakwah? Apa sikap kita sehari-hari sudah masuk kategori pendakwah? Sesungguhnya apa yang kita cari dari berdakwah? Benarkah? Renungkanlah...perbaiki niat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bilang darah lebih kental daripada air, tapi ukhuwah kita bagi air deras yang dapat menghancurkan segala rintangan untuk bergerak dari hulu ke hilir, untuk bergerak dari sebuah gerakan menuju peradaban...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang Allah SWT menginginkan kita untuk jatuh, sakit, kalah dan menangis agar kita mengerti arti sabar dan syukur sebenarnya...atau hanya untuk sadarkan kita bahwa kebahagiaan, kemenangan dan keberhasilan butuh sebuah kolam keringat dan air mata...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruslah bergerak hingga kelelahan itu lelah mengikutimu, teruslah berlari hingga kebosanan itu bosan mengejarmu..teruslah berjalan hingga keletihan itu letih bersamamu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aslm..sahabat, jika nyala api semangatmu meredup karena lelah...biarkan kelelahan itu yang kemudian lelah mengejarmu...tetaplah lindungi nyala apimu..karena setiap peluh yang mengucur dalam perjuangan ini tak kan pernah ter-sia2-kan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad dan dakwah adalah sebuah refleksi penajaman tugas mulia yang membuat ucapan kita menjadi yang terbaik, membuat nafas kita paling berharga. Perniagaan yang menuntungkan yang ditawarkan Ar-Rahman..jika kita dipertemukan oleh dakwah, tak layak jika kita berpisah darinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah menyertai orang-orang yang bersemangat adalah anugerah..membersamai para pahlawan adalah karunia..mengiringi langkah-langkah penuh tenaga para pejuang memang penuh rerintang memblukar!...namun dari sanalah sesungguhnya ku yakin cita-cita itu tiba!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan dakwah itu berat...bahkan sangat berat..hingga sedikit pengikutnya...bagi seorang da’i sejati, menapaki jalan dakwah yang panjang adalah pembuktian janji Allah dan RasulNya. Ia takkan mundur ketika breada di medan amal pertempuran..ia akan terus bertahan walau harus terluka...ia akan menunaikan semua amanah dakwah.. minnallah-ma’allah-ilallah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah Allah saja yang menyemangati kita, sehingga tanpa sadar setiap peristiwa menjadi teguran atas kemalasan kita. Cukuplah Allah saja yang memelihara ketekunan kita..karena perhatian manis terkadang menghanyutkan keikhlasan..semoga Allah menjadikan kita pribadi yang bermakna ”saat berbaur mampu menyemangati yang lain,,,saat sendiri mampu menguatkan dirinya sendiri”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika perjalanan begitu panjang, sedang pertolongan Allah belum juga datang, maka ujian dan fitnah akan lebih keras dan sulit...cobaan akan lebih ganas dan berat. Tidak ada yang tergar kecuali mereka yang dilindungi Allah...merekalah orang-orang yang bisa menancapkan iman dalam jiwa. Yang bisa menjaga sebuah amanah besar : amanah langit untuk dijalankan di bumi. Amanah Allah di setiap hati manusia (Sayyid Quthb)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istiqomah itu adalah saat hati berkata :”Sudah! Aku lelah!”, tapi tetap bertahan dengan semua sisa tenaga...tak berhenti bergerak baik dalam ringan maupun berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dalam dakwah ada kesulitan? Agar tujuan punya nilai dan makna. Mengapa ada kesulitan? Agar kemudahan menantang untuk dicari, dikejar dan dinikmati..bismillah berharaplah padaNya..ketika Allah berkehendak tak seorangpun mampu menghalangi langkah kita..tetap terjaga dalam barisan dakwah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"PENJARA" SUCI, BENTENG PEMATANGAN KEIMANAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirlah dengan senyum keikhlasan, lukislah kata-kata manis penggugah jiwa, yang mampu menyentuh hati yang haus akan nasehat, tak perlu mengukur panjangnya sebuah lintasan, sedikit namun penuh arti.&lt;br /&gt;[Harapan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa Indahnnya sang fajar, membangunkan setiap hamba pemuja Tuhan, kian berlalu namun air yang membahasi kulit begitu terasa, mencerahkan segala alam rasa, menenangkan jiwa-jiwa yang lara, sungguh ini anugrah bagi hamba-hamba pecinta.&lt;br /&gt;[Suara Diwaktu Shubuh]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menebar cinta, penuh dengan pesona, menggugah jiwa dan merasuk kedalam sanubariku, meluluhkan setiap rasa didalam dada, hanya pada-Nya aku memasrahkan jiwaku.&lt;br /&gt;[Pesona]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum fajar aku takjub, suasana yang begitu lazim sepi dan hening menyambut datangnya fajar shubuh, sebelum kumandang ayat-ayat Qur'an lantang terdengar dari Bait-Bait Allah, pada rentang waktu yang cukup untuk membaca, bukan cerpen bukan pula novel pembangun jiwa karya Habiburrahma Elshirazy yang aku kagumi, namun sebuah kisah perjuangan yang menggugah hati, jiwa dan raga, sebuah kisah yang membuat kita berkeinginan untuk berada pada medan jihad, Keinginan yang menggebu-gebu berkumpul bersama para jamaah-jamaah Islam yang gagah berani, Berjuang demi kembalinya agama ini kepada Allah, Sebuah kisah nyata "Biografi Dan Karomah Syuhada Jihad Bosnia", Berteriaklah Allahu Akbar.. Allahu Akbar ... Allahu Akbar.., Karena karomah kekaguman dari para syuhada akan kau rasakan jika membacanya.&lt;br /&gt;[Kisah Sebelum Shubuh]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpulan SMS kiriman dari Ustad Abdul Halim, Ustad Rofiudin dan Ustad Sambo (Tim MSKN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 2008 Agustus 30&lt;br /&gt;Pelatihan Sholat Kusyuk Eropa Angk 1&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Hari ini dimulai pelatihan Manajemen Sholat Menuju Khusyuk dan Nikmat angkatan 1 Eropa, di masjid AL Hikmah Den Haag (belum tentu ada disetiap kota), yang tidak dapat didengar adzan dikumandangkan dan hanya buka Jumat, Sabtu, Ahad untuk mengaji harus mengorbankan harta, waktu yang sangat banyak. Doakan mereka agar tetap istiqomah.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;Diposkan oleh irsalm di 00:26 0 komentar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa Malaikat Jibril&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Malaikat Jibril berdoa " Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad apabila sebelum masuk bulan Ramadhan tidak mohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya, kepada suami/istrinya kepda orang sekitarnya. Rasul mengamini 3x. Maafkan segala kesalahan kami, semoga kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusysuk. Amin.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eropa dan Indonesia &lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Bagi Muslim hidup di Indonesia yang terbiasa dengan kesulitan dan segala kesusahannya masih lebih baik dari pada hidup dinegeri maju dengan segala kesenangannya. Tidak dengar azan masjid, tidak dapat ke masjid2, tidak ada pilihan belajar apalagi variasi materinya. Hanya dapat menunggu dai2 luar khususnya dari Indonesia.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi di Belanda &lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Di Belanda ini jaminan sert aturan telah mapan, jadi mengajak ibadah amat berat. Walaupun upah minimum/bulan diatas 1500 gulden = Rp 25 juta, tapi peruntukannya sudah baku, pos untuk infak/sadaqoh/dakwah agama tidak ada. Karena itu dakwah di Eropa ini butuh tenaga juga biaya ekstra. Allahu Akbar.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendarat di Amsterdam&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Alhamdulillah kami baru saja mendarat di Amsterdam, disini jam 7.50 pagi, semoga menjadi awal dakwah yang mulia dan penuh berkah. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan Sholat Kusyuk di Eropa&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Insya Allah siang ini saya bersama Ust Sambo akan berangkat ke Belanda dan beberapa kota di Eropa untuk pelatihan Manajemen Sholat Khusyuk dan Nikmat. Mohon doanya agar perjalanan dakwah ini dapat berjalan lancar, berkah dan mendapat rahmat Allah. Mohon maaf lahir dan bathin, selamat mempersiapkan ibadah puasa.&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan Adalah Musuh Utama&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Sungguh setan adalah musuh utama bagi manusia, yang telah mengeluarkan adam dan Hawa dari surga dan dia juga akan menghalangi anak keturunannya dari jalan menuju surga.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhati2 Terhadap Bisikan Syetan &amp; Hawa Nafsu &lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Berhati2lah terhadap syetan dan dorongan hawa nafsu yang akan membuatmu lalai dari tugasmu sebagai hamba Allah, sehingga terjerumuslah kamu menjadi hamba hawa nafsu.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Tidak Bermanfaat&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Jika kamu tak dapat memberikan manfaat pada orang lain maka setidaknya janganlah menyakiti, jika kamu tidak dapat membuat perbaikan maka setidaknya janganlah membuat kerusakan.&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas Kita Sebagai Khalifah&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Sebagai khalifah, kita adalah wakil Allah di bumi ini, karenanya kita harus mengelola bumi ini dengan sebaik2nya dan memberikan manfaat sebanyak2nya kepada umat manusia.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ridho dan Lapang Dada &lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Orang yang ridho itu akan menerima dengan lapang dada, tidak bersedih dan kecewa apapun takdir Allah kepadanya walau hal itu tidak mengenakkan baginya. Karena dia yakin bahwa setiap takdirNyawalaupun tidak mengenakkan pasti banyak hikmah dan kebaikan dibaliknya. Karena Allah Maha Baik dan Maha Penyayang, tak pernah zalim kepada hamba2Nya.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Ikhlas Jadi Semangat&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Orang yang ikhlas itu akan semangat dalam menjalankan hukum2 Allah karena dia yakin bahwa setiap perintah baik baginya dan setiap larangan pasti membawa keburukan.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Ikhlas Semua Terasa Ringan&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Jika kita Ikhlas dalam mengerjakan perintah Allah dan meninggalkan larangan Nya, maka akan terasa ringan dan mudah bagi kita menjalaninya seberat apapun peraturan2 tersebut.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu Ikhlas dan Ridho&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Sebagai hamba Allah kita harus ikhlas menjalankan setiap peraturan dan hukum2Nya serta ridho dalam menjalani setiap keadaan dan kejadian yang Allah takdirkan pada kita.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam, Ikhlas dan Istiqomah&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Kemarahan, dendam, benci, putus asa, masa bodoh, tidak terima terhadap ketentuan Allah adalah akibat dari kekurangan ilmu dan pengetahuan ttg kehidupan itu sendiri. Allah telah menyempurnakan ajaran Islam, mengajarkan cara hidup didunia ini. Oleh karena itu datangilah Islam dengan ikhlas dan istiqomah agar hidup menjadi tenang.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dan Terus Belajar&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Dari hari Sabtu ini dan Rabu ini saya ikut pelatihan ke-Islaman berbahasa Arab, semoga mendapat ilmu yang manfaat. Makin faham makin terasadan sadar bahwa ilmu kita hanya setetes air disamudera ilmu ke-Islaman. Sementara kita sangat membutuhkan ilmu itu. Tidak ada pilihan kecuali belajar dan terus belajar.&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awas Libur Panjang &lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Libur panjang ini hanya libur sekolah, bukan libur hidup apalagi beragama, jangan habiskan energi unutk memnuhi semuaacara liburan sehingga sedikit demi sedikit tidak terasa semangat belajar hilang, semangat ngaji hilang, semangat tobat hilang, yang tersisa hanya keinginan2 dunia saja.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempertahankan Al Quran&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Karena sebab membacakan ayat2Nya, menjelaskan kalimat dan maknanya, menyebarkan serta mempertahankan Alquran dengan harta, tahta, bahkan jiwa Rasulullah dan sahabat, akhirnya menguasai DUNIA. Sebaliknya karena dunia kaum muslimin sekarang lupa dengan Al Quran dan Hadist (sunnah Rasulullah) pantas lemah dan tertindas.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya Keluarga dan Silaturahmi&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Menunggu pertolongan dan pengabulan doa dari Allah itu memang terasa cukup berat, disinilah pentingnya keluarga serta silaturrahi. Kekompakan keluarga, semangat dan keyakinan untuk saling membantu, hubungan baik dengan saudara, tetangga, guru, murid, dll dapat mengurangi rasa berat tersebut. Ya.. Allah kabulkanlah doa hambaMu ini.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu itu Ada 2 Macam&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Ilmu itu ada 2 macam:&lt;br /&gt;1. Ilmu yang meresap kedalam hati dan mampu mewarnai sikap dan tingkah laku itulah ilmu yang bermanfaat.&lt;br /&gt;2. Ilmu yang hanya sampai pada pikiran dan mulutnya saja, tidak mewarnai apa2 kecuali pandai bicara serta banyak tahu, sedangkan hidupnya bertentangan dengan ilmunya. Itulah ilmu yang tidak bermanfaat.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Ar Rahman Ar Rahiim&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Keyakinan bahwa Allah akan membantu kesulitan dan mendengar permohonan kita harus selalu 100%, rasa gelisah, hati kurang tenang, jangan menjadi awal keraguan kepada Allah. Terus berusaha dan sabar menunggu adalah obatnya. Apapun yang Allah tetapkan untuk kita harus diyakini sebagai yang terbaik. Allahu Ar Rahman Ar Rahiim.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Saat Extra Waspada&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Ada 3 saat yang harus extra waspada, disitulah syetan beraksi:&lt;br /&gt;1. Saat marah yang memperturutkan emosi, karena itu tahan dan bacalah ta'awwudz (a'uzubillah s.d selesai).&lt;br /&gt;2. Sedang bingung dalam masalah2, karena itu kembalilah pada Agama ketika bingung.&lt;br /&gt;3. Saat berdua2an laki2 dengan perempuan yang bukan muhrim/mahram, maka hindarilah.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap Optimis dan Semangat&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Hidup didunia ini amat singkat, bersyukurlah pada Allah. Bandingkan antara NIKMAT yang banyak dan tak dapat dihitung yang telah Allah berikan dengan MUSIBAH/KEGAGALAN yang sedikit dan dapat dihitung. Semangat, tetap optimis dalam melakukan usaha dan berharap pada-Nya, karena Dialah Allah yang Maha Baik dan Maha Mendengar Doa.&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Ciri Orang Yg Segera Mendapat Surga&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Allah menjelaskan ciri orang yang bersegera mendapat surga adalah:&lt;br /&gt;1. Selalu berinfak baik dalam keadaan lapang atau sempit.&lt;br /&gt;2. Selalu mampu menahan amarah&lt;br /&gt;3. Ringan memberi maaf atas kesalahan2 orang lain&lt;br /&gt;4. Apabila berbuat dosa segera bertaubat kepada Allah dengan sungguh dan yakin pada rahmat dan ampunanNya ( QS:3:133-136).&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagian Hidup Hakiki&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Kebahagiaan dan kesusahan hidup yang hakiki itu terpusat pada hati dan prasangkamu, bukan sempit/lapang riskimu, fasilitas2 duniamu/apaupn yang dianggap menyenangkan keinginanmu. Orang yang sudah benar2 beriman dan bertakwa tidak akan ada kekhawatiran dan kesedihan hati bahkan berbahagia walau keadaannya sempit.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak Berdoa Dikala Lapang dan Sehat&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Perbanyaklah ibadah, mengingat dan berdoa kepada Allah dengan sungguh2 disaat kamu dalam keadaan lapang, mampu, sehat dan hidup senang, niscaya Allah akan selalu mengingatmu dan mengabulkan doa2mu disaat kamu dalam keadaan sempit, tak mampu, sakit dan hidup susah, karena kecendrungan manusia lupa dan lalai saat mereka senang.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesehatan&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Berdoalah dengan sungguh2 agar Allah memberikanmu kesehatan disaat kamu dalam keadaan sehat, supaya kamu selalu menghargai kesehatanmu dan berusaha menjaga agar tubuhmu tetap sehat, karena kebanyakan manusia baru berdoa minta sehat justru disaat dia telah sakit, padahal saat sehat dia lalai menjaga kesehatannya.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali Pada Tujuan Penciptaan Manusia&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Jika dalam hidup hanya sibuk dengan urusan dunia, maka akan selalu buru2, stress, kurang waktu, tidur tidak nyenyak, yang dimiliki tidak dapat dinikmati, mengejar angan2, masalah tidak selesai2, hati mudah sakit, badanpun jadi sakit2an. Oleh karena itu, kembalilah pada tujuan Allah menciptakan manusia yaitu selalu ibadah dan ridha padaNya.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan Ke Surga &lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Kita akan dapat masuk surga dengan rahmat dan ampunan Allah. Rahmat dan ampunan Allah dapat digapai dengan iman dan amal soleh. Iman dan amal soleh dapat diperoleh dengan taat pada Allah dan Rasul. Taat pada Allah dan Rasul dapat diperoleh dengan istiqomah belajar Al Quran dan Sunnah Rasulullah serta diamalkan tiap hari.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar Islam dari Orang Yg Lurus&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Semakin hari bertambah terus orang2 yang memiliki ilmu Islam tetapi melakukan penyesatan terhadap kaum muslimin. Hal ini tidak dapat dilawan kecuali dengan sabar dan sungguh2 belajar agama Islam dari orang yang sudah dikenal lurus. Mulailah sekarang juga jangan menunda2 agar tidak menuai penyesalan.&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembahlah Allah dan Jangan Syirik&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda: Sembahlah Allah dan jangan berlaku syirik sedikitpun, dirikanlah sholat, tunaikan zakat, puasalah dibulan Ramadhan, hajilah ke baitullah. Sempurnakanlah dengan amalan sunnah: puasa sodakah, sholat malam. Kemudian peliharalah lisanmu sebab semua kata2 akan diminta pertanggung jawaban sehingga dapat memasukkanmu ke Jahannam.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Pandang Menurut Qur'an dan Hadist&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Lihatlah orang yang lebih rendah/susah darimu dalam urusan dunia (harta, tahta dll), agar tidak mudah mengeluh dan putus asa serta kuat dalam bersyukur. Lihatlah orang yang lebih tinggi darimu dalam urusan agama, agar tidak sombong dan merasa cukup serta menambah semangat mempelajari agama (AlQuran dan Hadist).&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Pelajaran Kejadian Monas &lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Sedikitnya ada 4 pelajaran pada kejadian Monas lalu.&lt;br /&gt;1. Sebagai Muslim tidak boleh langsung percaya pada berita yang disampaikan orang fasik (termasuk media) QS 49:6&lt;br /&gt;2. Sebagai penjelasan bagi kita mana tokoh yang membela Islam mana yang tidak, lihat pada perang Uhud (QS 3:179)&lt;br /&gt;3. Korban luka adalah tokoh2 pembela Ahmadiyah padahal itu kerusuhan masssa., berarti hanya Allah yang menuntun tangan2 itu unutk memberi peringatan (QS 8:17)&lt;br /&gt;4. Islam itu DAMAI bagi yang tidak mengganggu walau kafir, tapi Islam yang Tegas bahkan mewajibkan angkat senjata dan kekuatan kepada siapapun yang menantang dan menodainya (makanya ada kewajiban jihad). AKKBB termasuk yang menantang.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun Kesadaran&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Membangun kesadaran itu artinya kita harus terus menerus mengingat dalam setiap kesempatan Siapa Diri Kita sebenarnya. Apa Tugas Utama didunia ini dan Kemana kita setelah mati. Hal ini akan mendorong kita untuk selalu mawas diri dan mengontrol setiap aktivitas yang kita lakukan serta selalu mempersiapkan bekal untuk mati.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istigfar Yang Benar&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Ucapkanlah ASTAGFIRULLAH dengan perlahan2 dan gaungkan dihati dengan penuh kesungguhan Ya Allah aku mohon ampun kepadaMu atas dosa2ku. Begitulah seharusnya istigfar yang benar.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa tgl 9-10 Muharram &lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Sunnah Rasulullah memuliakan bulan Muharram ini adalah berpuasa pada tanggal 9 dan 10, yaitu hari Selasa dan Rabu, 6-7 Januari 2009. Silahkan sahur malam ini ajak keluarga.&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap Semangat dan Yakin Kepada Allah &lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Tiada masalah yang sulit dan tiada , jika kita tetap semangat dan yakin pada Allah, pasti Allah selalu memberikan kemudahan dan jalan keluar dari semua masalah hidup kita.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbanyaklah Baca Astagfirullahal Azhiim&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Perbanyaklah mengucapkan Asatgfirullahal Azhiim diwaktu luangmu dengan penghayatan maknanya bahwa kamu sedang memohon ampun kepada Allah atas segala dosa dan kesalahanmu, maka Allah akan mengampunimu. Memberimu jalan keluar dari masalah2mu, menghilangkan kesedihanmu, dan memberimu rizki dari jalan yang tidak disangka2.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada Manusia Tanpa Kesalahan &lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Tak ada manusia yang sempurna didunia ini. Jangan berharap orang lain sempurna yang tak pernah berbuat salah kepadamu, karena dirimupun tidak sempurna yang juga sering berbuat kesalahan. Maafkan dan lupakanlah kesalahan dan keburukan orang lain, sebagaimana kamu ingin agar kesalahan dan keburukanmu dimaafkan dan dilupakan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukalah pintu maaf&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Kebencianmu kepada orang lain tak akan membawa bahaya dan keburukan kepada mereka yang kamu benci, malah hal itu justru menjadi api dalam hatimu yang akan membakar dirimu sendiri.&lt;br /&gt;Maafkanlah dan tetaplah berbuat baik kepada mereka yang pernah menyakitimu, karena kemaafan dan kebaikan itu akan menjadi air yang sejuk didadamu.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liburan Tahun Baru Bersama Manajemen Doa&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Anda ingin liburan malam tahun baru dengan acara yang lebih bermakna. Merayakan nikmatnya berdoa dan Sholat yang khusyuk?&lt;br /&gt;Ikutilah Pelatihan Manajemen Doa, Sholat Malam Berjamaah dan Muhasabah Akhir Tahun bersama Ust Sambo, di Masjid Kebon Raya Bogor, jam 17.00 sore 31 Desember 2007 s/d jam 08.00 pagi 1 Januari 2008. Infaq Rp. 200 ribu. Ajak Keluarga dan kawan2.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Paling Menderita&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Jika kamu sering menghitung apa yang tidak kamu miliki dan selalu mengeluh atas keburukan2 yang menimpamu dan tak mau bersyukur atas banyaknya kebaikan yang telah Allah berikan kepadamu, pasti hatimu akan selalu gelisah, hidupmu takkan pernah bahagia dan kamu merasa orang paling mnederita didunia ini.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toleransi Beragama&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Toleransi beragama adalah menengok dikala sakit, membantu ketika hidupnya kesusahan, menyapa ketika ketemu, dan semua hal sosial yang tidak ada kaitan kegamaan. Sedangkan ucapan salam / selamat adalah urusan agama, apalagi Natal adalah peristiwa pelantikan yesus menjadi tuhan. Kalau mengucapkan selamat berarti mengakui tuhan selain Allah.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukur Atas Apa Yang Ada &lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Kenapa kita sering menghitung dan mengingat apa yang kita tidak punya dan jarang menghitung dan mengingat apa yang kita miliki. Mudah bersedih jika kehilangan sesuatu dan tak pernah senang dengan kebaikan yang dapat kita raih. Kita selalu mengeluh atas musibah yang menimpa dan jarang bersyukur atas banyaknya nikmat yang masih ada.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Masih Berharap Kepada Manusia? &lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Kenapa masih saja berharap dan bergantung kepada manusia?. Tidakkah cukup bagimu Allah saja sebagai penolongmu saat kesulitan, sebagai pelindungmu saat dalam ketakutan, sebagai penghibur saat dalam kesedihan, sebagai penjamin rezeki saat dalam kekurangan dan sebagai pemberi cahaya dalam kegelapan. Itulah sumber ketenangan hati.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Cinta Kepada Allah&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Betapa banyak orang yang mengatakan cinta kepada Allah, namun sangat sedikit yang berani berkorban yang terbaik untukNya dan agamaNya. Untuk mendapatkan kesenangan dunia, kita berani berkorban apa saja milik kita yang terbaik. Namun untuk meraih kebahagian akhirat, surga dan rido Allah kita hanya berkorban seadanya.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan Manajemen Doa&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Hadirilah pelatihan Manajemen Doa di Islamic Center Bogor (PPIB), Sabtu 22 Desember 2007, jam 08.00 Wib sampai selesai. Infaq Rp. 200 ribu. Info 081311111136 (Manjemen Sholat).&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momen Iedul Qurban&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Adalah suatu kebahagian yang sangat tinggi bagi seorang hamba apabila kita dapat beribadah dan mengabdi kepada Allah dengan penuh ikhlas. Serta dapat memberikan kebahagian kepada orangtua dan keluarga kita, kerabat, tetangga, kawan2 dan manusia lain, hanya untuk mencari ridoNya. Mari jadikan momen Iedul Qurban untuk meraih semua itu.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esensi Ibadah Qurban - 2&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Menyembelih sifat2 hewan yang ada dalam diri sangatlah berat. Tidak semua orang yang berkurban mampu melakukannya kecuali mereka yang sadar bahwa semua yang mereka miliki, harta, jabatan keluarga, popularitas, dll, hanyalah titipan Allah yang tak layak untuk disombongkan dan bisa diambilNya kapan saja Dia kehendaki.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esensi Ibadah Qurban&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Ibadah qurban bukan sekadar menyembelih dan membagikan daging qurban, tapi bagaimana dengan berkurban kamu dapat menyembelih sifat2 hewan yang ada dalam dirimu seperti egois, tak punya malu, tamak kepada dunia, sehingga kamu menjadi hamba yang selalu menolong orang yang butuh bantuan, malu kalau berbuat dosa dan selalu cinta akhirat.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukur Kepada Allah&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Allah telah memberikan kepadamu nikmat yang sangat banyak yang tak bisa kamu menghitungnya dan tak sanggup kamu membayarnya. Karena itu bersyukurlah atas semua nikmat itu dengan mendirikan sholat dengan penuh khusyuk dan kerjakanlah ibadah2 lain dengan sebaik2nya. Jika kamu mampu, ada rizki dan tidak punya hutang, maka berkurbanlah minimal 1 domba.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Pernah Putus Asa&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Jangan pernah berputus asa dalam berharap dan bergantung kepada Allah, teruslah memohon kepadaNya, pasti Allah tidak akan mengecewakan hambaNya. Kelak pada saat yang tepat pasti Dia akan memberikan apa yang kamu minta. Jika ada keraguan dihati maka lawanlah sekuat jiwamu, karena itu adalah godaan setan yang ingin menyesatkanmu.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria Orang Mukmin&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Menurut Al Quran orang mukmin itu lemah lembut, memaafkan, kasing sayang, banyak maklum, pengertian terhadap sesama mukmin, tegas, keras dan tidak kompromi terhadap orang kafir. Apabila sikapnya sesama mukmin seperti kepada orang kafir, maka bisa jadi di akherat pahalanya habis untuk menebusnya. Astagfirullah.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adab Minta Tolong&lt;br /&gt;Saudara,&lt;br /&gt;Kalaupun kamu terpaksa meminta tolong kepada manusia, maka janganlah meminta dengan memaksa. Jika diberi maka bersyukurlah keapda Allah dan berterima kasih kepada orang yang memberi. Tapi jika tak diberi maka tak perlu marah ataupun kecewa. Karena hanya kepada Allah saja kamu boleh bergantung dan berharap.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa Yang Makbul&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Inginkah engkau agar Allah selalu mengabulkan doa dan harapan2mu?. Maka berdoalah dengan penuh keyakinan kepada Allah dan hanya kepadaNya kamu berharap dan bergantung. Bersihkanlah hatimu dari berharap dan bergantung kepada selainNya (manusia, arwah, dukun, jin, benda2 keramat, dan makhluq lainnya), pasti doa2mu akan dikabulkanNya.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Bersedih &lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Jangalanlah bersedih atau merasa rendah diri walau tak punya banyak harta, jabatan, gelar dan popularitas yang dapat dibanggakan. Selama kamu masih punya iman yang bersih dari syirik, masih bisa beribadah dengan baik dan masih punya keluarga yang mencintaimu, maka kamu telah memiliki kunci kebahagiaan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu Mendapat Kebaikan&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Inginkah engkau selalu mendapat kebaikan2 dalam hidupmu? Maka tanamlah kebaikan2 kepada orang lain karena Allah, kamu pasti akan memanen buah dari benih yang kamu tanam. Jika ingin dicintai, dihormati dan selalu ditolong oleh Allah dan manusia lain, maka tebarkanlah olehmu benih cinta, hormat dan pertolongan kepada orang lain.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zat Allah&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Zat Allah tak pernah bisa kita bayangkan, karena Dia tidak sama dengan apapun yang bisa dibayangkan oleh manusia. Tapi kita bisa merasakan kehadiranNya dalan hati. Dengan menyebut dan mengingat (Nama) Allah dengan penuh ikhlas dan sungguh2 dalam zikir dan sholat maka Allah akan membukakan hati kita untuk dapat merasakan kehadiranNya.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berprasangka Baik Kepada Allah &lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Jadilah orang yang selau berprasangka baik kepada Allah, dan berusahalah selalu unutk melihat dan mencari sisi baik dari setiap kejadian yang menimpa dirimu, seburuk atau sepahit apupun kejadaian itu. Yakinlah pasti Allah akan selalu meliputi hatimu dengan ketenangan dan kedamaian serta akan meliputi hidupmu dengan kebaikan2.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah Berprasangka Buruk&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Janganlah menjadi orang yang berprasangka buruk kepada Allah, yaitu orang yang selalu melihat sisi buruk dari setiap kejadian yang menimpa dirinya. Orang seperti ini akan selalu dihantui oleh ketakutan2 dan diliputi oleh keburukan2, karena sebaik apapun pemberian Allah kepadanya tetap saja dia merasa hal itu buruk baginya.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Predikat Haji Mabrur&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Predikat haji mabrur diberikan kepada orang yang selalu menggunakan harta, waktu, jiwa dan segala miliknya untuk ibadah kepada Allah sampai ajalnya, baik sudah berhaji atau belum.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Janganlah menjadi orang tidak bersyukur kepada Allah, yaitu orang yang jika mendapat nikmat atau sukses dalam pekerjaan maka dia merasa semua itu karena usahanya sendiri bukan datang dari Allah. Tapi jika dia terkena musibah atau gagal dalam usaha, maka dia merasa semua itu datang dari Allah bukan karena kesalahannya.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa Yang Kuat &amp; Penuh Semangat&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Kekuatan dan kelemahanmu bukan terletak pada fisik tapi terletak pada jiwa. Walau tubuh lemah dan sakit, tapi jiwa kuat dan penuh semangat, maka fisikpun ikut kuat dan sehat. Sebaliknya walau tubuh kuat &amp; sehat, tapi jiwa lemah dan sakit, maka fisikpun juga ikut lemah dan sakit. Jiwa yang kuat adalah jiwa orang beriman.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisihkan Harta &lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Sisihkanlah hartamu untuk berzakat, dan bersedekah unutk kepentingan agama dan membantu orang2 yang memerlukan bantuan. Yakinlah bahwa zakat dan sedekah itu takkan mengurangi hartamu, bahkan Allah akan menambah jumlahnya, juga berkahnya. Artinya dengan harta itu kamu semakin dekat dengan Allah dan semakin dicintai oleh manusia.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kumpulan sms tausyah dari akh Rahmat 
