Keutamaan Sholat Tahajud, Qiyamul Lail, atau Sholat Malam dan Tarawih



KEUTAMAAN QIYĀMUL-LAIL DAN SHOLAT TARAWIH DALAM ISLAM


BAB I

PENDAHULUAN

Sholat malam (qiyāmul-lail) merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ibadah ini memiliki keutamaan yang agung, baik sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā maupun sebagai sebab diangkatnya derajat seorang hamba. Di antara bentuk qiyāmul-lail yang paling masyhur adalah sholat tarawih, yaitu sholat malam yang dilaksanakan khusus pada bulan Ramadhan.

Makalah ini disusun untuk menjelaskan keutamaan qiyāmul-lail secara umum, keutamaan sholat tarawih secara khusus, serta penjelasan para ulama yang menegaskan bahwa qiyām Ramadhān yang disebutkan dalam hadits Nabi ﷺ adalah sholat tarawih.


BAB II

PENGERTIAN QIYĀMUL-LAIL DAN SHOLAT TARAWIH

Qiyāmul-lail secara bahasa berarti berdiri di waktu malam. Secara istilah syar‘i, qiyāmul-lail adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah sholat Isya hingga terbit fajar, baik sebelum tidur maupun setelah tidur.

Adapun sholat tarawih adalah sholat malam yang dikerjakan khusus pada malam-malam bulan Ramadhan, biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid. Sholat tarawih termasuk dalam qiyāmul-lail dan disebut demikian karena terdapat waktu istirahat (rawḥah) di antara rakaat-rakaatnya.


BAB III

KEUTAMAAN QIYĀMUL-LAIL BERDASARKAN HADITS SHAHIH

1. Waktu Malam Adalah Waktu Mustajab untuk Berdoa

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً، لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ، يَسْأَلُ اللَّهَ فِيهَا خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ، وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

Artinya: “Sesungguhnya pada malam hari terdapat suatu waktu, tidaklah seorang muslim bertepatan dengannya lalu ia memohon kepada Allah suatu kebaikan dari urusan dunia dan akhirat, melainkan Allah akan memberikannya. Dan hal itu ada pada setiap malam.”

Riwayat: Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Shalat Musafir, Bab Keutamaan Shalat Malam

Nomor Hadis: 757

Status Hadis: Shahih

2. Sholat Malam Sebab Masuk Surga dengan Selamat

Rasulullah ﷺ bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أَفْشُوا السَّلَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصِلُوا الْأَرْحَامَ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ

Artinya: “Wahai manusia, sebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah silaturahmi, dan sholatlah di malam hari ketika manusia sedang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.”

Riwayat: Imam At-Tirmidzi dalam Sunan At-Tirmidzi

Nomor Hadis: 2485

Status Hadis: Hasan Shahih

3. Qiyāmul-Lail Adalah Kebiasaan Orang-Orang Shalih dan Penghapus Dosa

Rasulullah ﷺ bersabda:

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ، فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَقُرْبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ، وَمَكْفَرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ، وَمَنْهَاةٌ عَنِ الْإِثْمِ

Artinya: “Hendaklah kalian melaksanakan sholat malam, karena sholat malam adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, penghapus dosa-dosa, dan pencegah dari perbuatan dosa.”

Riwayat: Imam At-Tirmidzi dalam Sunan At-Tirmidzi

Nomor Hadis: 3549

Status Hadis: Hasan Shahih

4. Qiyāmul-Lail Mengangkat Derajat dengan Kamar-Kamar di Surga

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ غُرَفًا يُرَى ظَاهِرُهَا مِنْ بَاطِنِهَا، وَبَاطِنُهَا مِنْ ظَاهِرِهَا، أَعَدَّهَا اللَّهُ لِمَنْ أَطْعَمَ الطَّعَامَ، وَأَلَانَ الْكَلَامَ، وَتَابَعَ الصِّيَامَ، وَصَلَّى بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ

Artinya: “Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang bagian luarnya terlihat dari dalamnya dan bagian dalamnya terlihat dari luarnya. Allah menyediakannya bagi orang yang memberi makan, melembutkan ucapan, berpuasa, dan sholat malam ketika manusia sedang tidur.”

Riwayat: Imam Ahmad dalam Musnad Ahmad, At-Tirmidzi dalam Sunan At-Tirmidzi, dan Ibnu Hibban dalam Shahih Ibnu Hibban

Nomor Hadis At-Tirmidzi: 2527

Status Hadis: Hasan Shahih

5. Sholat Malam adalah Sholat Sunnah Paling Utama Setelah Sholat Wajib

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

Artinya: “Sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat malam.”

Riwayat: Imam Muslim dalam Shahih Muslim

Nomor Hadis: 1163

Status Hadis: Shahih

6. Kemuliaan Seorang Mukmin Terletak pada Qiyāmul-Lail

Rasulullah ﷺ bersabda:

وَاعْلَمْ أَنَّ شَرَفَ الْمُؤْمِنِ قِيَامُ اللَّيْلِ، وَعِزَّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ

Artinya: “Ketahuilah, kemuliaan seorang mukmin terletak pada sholat malam, dan kehormatannya adalah tidak bergantung kepada manusia.”

Riwayat: Al-Hakim dalam Al-Mustadrak

Nomor Hadis: 7884

Penilaian Hadis: Dishahihkan oleh Adz-Dzahabi


BAB IV

KEUTAMAAN SHOLAT TARAWIH (QIYĀM RAMADHĀN)

1. Sholat Tarawih Menghapus Dosa yang Telah Lalu

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barangsiapa menegakkan sholat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Riwayat: Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim

Nomor Hadis: Bukhari no. 37, Muslim no. 759

Status Hadis: Shahih

2. Sholat Tarawih Bersama Imam Dicatat Seperti Qiyām Semalam Penuh

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ

Artinya: “Sesungguhnya barangsiapa sholat bersama imam hingga imam selesai, maka dicatat baginya pahala sholat satu malam penuh.”

Riwayat: Imam Abu Dawud dan At-Tirmidzi

Nomor Hadis: Abu Dawud no. 1375, At-Tirmidzi no. 806

Status Hadis: Shahih


BAB V

AQWĀL ULAMA: QIYĀM RAMADHĀN ADALAH SHOLAT TARAWIH

1. Imam An-Nawawi

Imam An-Nawawi رحمه الله berkata dalam Syarḥ Shahih Muslim dengan judul bab:

باب الترغيب في قيام رمضان وهو التراويح

Artinya: “Bab anjuran qiyam Ramadhan, dan itulah sholat tarawih.”

2. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin

Beliau menegaskan dalam Syarḥ Riyāḍ aṣ-Ṣāliḥīn:

قيام رمضان هو صلاة التراويح

Artinya: “Qiyam Ramadhan adalah sholat tarawih.”

4. Kesimpulan Ulama

Dengan demikian, berdasarkan penjelasan para ulama mu‘tabar, dapat disimpulkan bahwa istilah qiyām Ramadhān yang disebutkan dalam hadits-hadits Nabi ﷺ adalah shalat tarawih, baik yang dikerjakan secara berjamaah di masjid maupun yang dikerjakan sendiri di rumah.


BAB VI

PENUTUP

Qiyāmul-lail merupakan ibadah yang memiliki keutamaan sangat besar dalam Islam. Pada bulan Ramadhan, qiyāmul-lail diwujudkan dalam bentuk sholat tarawih yang memiliki keistimewaan tersendiri, di antaranya pengampunan dosa dan pahala qiyam semalam penuh.

Penjelasan para ulama menunjukkan bahwa sholat tarawih tidak terpisah dari konsep qiyāmul-lail, melainkan merupakan bagian darinya yang dikhususkan pada bulan Ramadhan. Oleh karena itu, sudah selayaknya seorang muslim bersemangat menjaga ibadah sholat malam, terutama di bulan yang penuh keberkahan ini.

Semoga Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā memberi kita taufik untuk istiqamah dalam qiyāmul-lail dan sholat tarawih. Āmīn.


Komentar

  1. Dari statistik yang ana lihat, artikel ini termasuk yang paling banyak dibaca oleh pengunjung. Tapi belum ada yang komentar. Ayo ditunggu komentarnya.. Atau boleh juga bertanya, Insya Alloh akan ana jawab.

    BalasHapus
    Balasan
    1. penulis yth. Alhamdulillah sy sangat tertarik atas penjelasan mslh keutamaan shalat malam. sy mau nanya nih bagaimana sebenarnya tata cara sholat malam yg baik, ya jumlah rekaatnya dan ayat2 alqur'an yg dibaca sesudah al fatihah, karena sy hanya melaksanakan dngan 8 rekaat dan ditutup oleh sunat witir 3 rekaat, mhn penjelasan. Trims

      Hapus
    2. Alhamdulillah. Yang anda lakukan sudah tepat. Lanjutkan semoga Istiqomah. Adapun tentang ayat al Qur'an, maka semakin panjang ayatnya semakin baik. Bahkan Rosululloh pernah membaca al-Baqoroh saat Qiyamullail.

      Hapus

Posting Komentar