Rabu, 05 Maret 2014

Kenali, Siapa Mahram Mu Wahai Muslimah..!!

Mahram adalah orang yang haram untuk dinikahi karena hubungan nasab atau hubungan susuan atau karena ada ikatan perkawinan. Lihat Ahkâm An Nazhar Ilâ Al Muharramât hlm. 32.
Adapun ketentuan siapa yang mahram dan yang bukan mahram telah dijelaskan dalam Al Qur’an Surah An Nisâ’ ayat 23:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالاَتُكُمْ وَبَنَاتُ الأَخِ وَبَنَاتُ الأُ خْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللاَّتِيْ أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَآئِكُمْ وَرَبَآئِبِكُمُ اللاَّتِيْ فِيْ حُجُوْرِكُمْ مِنْ نِسَآئِكُمُ اللاَّتِيْ دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُوْنُوْا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلاَئِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِيْنَ مِنْ أَصْلاَبِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوْا بَيْنَ الأُخْتَيْنِ إِلاَّ مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّ اللهَ كَانَ غَفُوْراً رَحِيْماً.

“Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara perempuan sepersusuan, ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya, (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak-anak kandungmu (menantu), dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuai yang telah terjadi pada masa lampau. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An Nisâ’: 23)
Di dalam ayat ini disebutkan beberapa orang mahram yaitu:
Pertama: أُمَّهَاتُكُمْ (ibu-ibu kalian). Ibu dalam bahasa Arab artinya setiap yang nasab lahirmu kembali kepadanya. Defenisi ini akan mencakup:
1. Ibu yang melahirkanmu.
2. Nenekmu dari ayah maupun dari ibumu.
3. Nenek ayahmu dari ayah maupun ibunya.
4. Nenek ibumu dari ayah maupun ibunya.
5. Nenek buyut ayahmu dari ayah maupun ibunya.
6. Nenek buyut ibumu dari ayah maupun ibunya.
7. dan seterusnya ke atas.
Kedua: وَبَنَاتُكُمْ (anak-anak perempuan kalian). Anak perempuan dalam bahasa arab artinya setiap perempuan yang nisbah kelahirannya kembali kepadamu. Defenisi ini akan mencakup:
1. Anak perempuanmu.
2. Anak perempuan dari anak perempuanmu (cucu).
3. Anaknya cucu.
4. dan seterusnya ke bawah.
Ketiga: وَأَخَوَاتُكُمْ (saudara-saudara perempuan kalian). Saudara perempuan ini meliputi:
1. Saudara perempuan seayah dan seibu.
2. Saudara perempuan seayah saja.
3. dan saudara perempuan seibu saja.
Keempat: وَعَمَّاتُكُمْ (saudara-saudara perempuan ayah kalian). Masuk dalam kategori saudara perempuan ayah:
1. Saudara perempuan ayah dari satu ayah dan ibu.
2. Saudara perempuan ayah dari satu ayah saja.
3. Saudara perempuan ayah dari satu ibu saja.
4. Masuk juga di dalamnya saudara-saudara perempuan kakek dari ayah maupun ibumu.
5. dan seterusnya ke atas.
Kelima: وَخَالاَتُكُمْ (saudara-saudara perempuan ibu kalian). Yang masuk dalam saudara perempuan ibu sama seperti yang masuk dalam saudara perempuan ayah yaitu:
1. Saudara perempuan ibu dari satu ayah dan ibu.
2. Saudara perempuan ibu dari satu ayah saja.
3. Saudara perempuan ibu dari satu ibu saja.
4. Saudara-saudara perempuan nenek dari ayah maupun ibumu.
5. dan seterusnya ke atas.
Keenam: وَبَنَاتُ الْأَخِ (anak-anak perempuan dari saudara laki-laki). Anak perempuan dari saudara laki-laki mencakup:
1. Anak perempuan dari saudara laki-laki satu ayah dan satu ibu.
2. Anak perempuan dari saudara laki-laki satu ayah saja.
3. Anak perempuan dari saudara laki-laki satu ibu saja.
4. Anak-anak perempuan dari anak perempuannya saudara laki-laki.
5. Cucu perempuan dari anak perempuannya saudara laki-laki.
6. dan seterusnya ke bawah.
Ketujuh: وَبَنَاتُ الْأُخْتِ (anak-anak perempuan dari saudara perempuan). Ini sama dengan anak perempuan saudara laki-laki, yaitu meliputi:
1. Anak perempuan dari saudara perempuan satu ayah dan ibu.
2. Anak perempuan dari saudara perempuan satu ayah saja.
3. Anak perempuan dari saudara perempuan satu ibu saja.
4. Anak-anak perempuan dari anak perempuannya saudara perempuan.
5. Cucu perempuan dari anak perempuannya saudara perempuan.
6. dan seterusnya ke bawah.
Catatan Penting:
Tujuh yang tersebut di atas adalah mahram karena nasab. Sehingga kita bisa mengetahui bahwa ada empat orang yang bukan mahram walaupun ada hubungan nasab, mereka itu adalah:
1. Anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ayah (sepupu).
2. Anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibu (sepupu).
3. Anak-anak perempuan dari saudara perempuan ayah (sepupu).
4. Anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibu (sepupu).
Mereka ini bukanlah mahram dan boleh dinikahi.
Kedelapan: وَأُمَّهَاتُكُمُ اللاَّتِيْ أَرْضَعْنَكُمْ(ibu-ibu yang menyusui kalian). Yang termasuk ibu susuan adalah:
1. Ibu susuan itu sendiri.
2. Ibunya ibu susuan.
3. Neneknya ibu susuan.
4. dan seterusnya ke atas.
Catatan Penting:
Kita melihat bahwa dalam ayat ini ibu susuan dinyatakan sebagai mahram, sementara menurut ulama, pemilik susu adalah suaminya karena sang suamilah yang menjadi sebab istrinya melahirkan sehingga mempunyai air susu. Maka disebutkannya ibu susuan sebagai mahram dalam ayat ini adalah merupakan peringatan bahwa sang suami adalah sebagai ayah bagi anak yang menyusu kepada istrinya. Dengan demikian anak-anak ayah dan ibu susuannya baik yang laki-laki maupun yang perempuan dianggap sebagai saudaranya (sesusuan), dan demikian pula halnya dengaan saudara-saudara dari ayah dan ibu susuannya baik yang laki-laki maupun yang perempuan dianggap sebagai paman dan bibinya. Karena itulah Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam menetapkan di dalam hadits beliau yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dan Imam Muslim dari hadits ‘A’isyah dan Ibnu ‘Abbas radhiyallâhu ‘anhuma:

إِنَّهُ يُحْرَمُ مِنَ الرَّضَاعَةِ مَا يُحْرَمُ مِنَ النَّسَبِ

“Sesungguhnya menjadi mahram dari susuan apa-apa yang menjadi mahram dari nasab.”
Kesembilan: وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ (dan saudara-saudara perempuan kalian dari susuan). Yang termasuk dalam kategori saudara perempuan sesusuan adalah:
1. Perempuan yang kamu disusui oleh ibunya (ibu kandung maupun ibu tiri).
2. Atau perempuan itu menyusu kepada ibumu.
3. Atau kamu dan perempuan itu sama-sama menyusu pada seorang perempuan yang bukan ibu kalian berdua.
4. Atau perempuan yang menyusu kepada istri yang lain dari suami ibu susuanmu.
Kesepuluh: وَأُمَّهَاتُ نِسَآئِكُمْ (dan ibu istri-istri kalian) ibu istri mencakup ibu dalam nasab dan seterusnya keatas dan ibu susuan dan seterusnya ke atas. Mereka ini menjadi mahram bila/dengan terjadinya akad nikah antara kalian dengan anak perempuan mereka, walaupun belum bercampur.
Tidak ada perbedaan antara ibu dari nasab dan ibu susuan dalam kedudukan mereka sebagai mahram. Demikian pendapat jumhur ulama seperti Ibnu Mas’ud, Ibnu ‘Umar, Jabir, dan Imran bin Husain dan juga pendapat kebanyakan para tabi’in dan pendapat Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad dan Ashhab Ar Ro’y yang mana mereka berdalilkan dengan ayat ini, oleh  karena itu kita tidak bisa menerima perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang menyatakan bolehnya seorang lelaki menikah dengan ibu susuan istrinya dan saudara sesusuan  istrinya.  Wallâhu a’lam.
Kesebelas: مِنْ نِسَآئِكُمُ اللاَّتِيْ دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُوْنُوْا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ (anak-anak istrimu (Ar Rabâ’ib) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya)
Ayat ini menunjukkan bahwa Ar Rabâ’ib adalah mahram. Dan menurut bahasa Arab Ar Rabâ’ib ini mencakup:
1. Anak-anak perempuan istrimu.
2. Anak-anak perempuan dari anak-anak istrimu (cucu perempuannya istri).
3. Cucu perempuan dari anak-anak istrimu.
4. dan seterusnya ke bawah.
Tapi Ar Rabâ’ib ini dalam ayat ini menjadi mahram dengan syarat apabila ibunya telah digauli adapun kalau ibunya diceraikan atau meninggal sebelum digauli oleh suaminya maka Ar Rabâ’ib ini bukan mahram suami ibunya bahkan suami ibunya itu bisa menikahi dengannya. Dan ini merupakan pendapat Jumhur Ulama seperti Imam Malik, Ats Tsauri, Al Auza’i, Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur dan lain-lainnya. Hal ini berdasarkan zhahir ayat:

مِنْ نِسَآئِكُمُ اللاَّتِيْ دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُوْنُوْا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ

“Dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya.”
Adapun yang tersebut di ayat (Ar Rabâ’ib yang dalam pemeliharaanmu) kata “dalam pemeliharaanmu” dalam ayat ini bukanlah sebagai syarat untuk dianggapnya Ar Rabâ’ib itu sebagai mahram. Semua Ar Rabâ’ib baik yang dalam pemeliharaan maupun yang diluar pemeliharaan adalah mahram menurut pendapat jumhur ulama. Jadi kata “dalam pemeliharaanmu” hanya menunjukkan bahwa kebanyakan Ar Rabâ’ib itu dalam pemeliharaan atau hanya menunjukkan dekatnya Ar Rabâ’ib tersebut dengan ayahnya. Dengan demikian nampaklah hikmah kenapa Ar Rabâ’ib menjadi mahram. Wallâhu a’lam.
Keduabelas: وَحَلاَئِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِيْنَ مِنْ أَصْلاَبِكُمْ (istri-istri anak-anak kandungmu (menantu).
Ini meliputi:
1. Istri dari anak kalian.
2. Istri dari cucu kalian.
3. Istri dari anaknya cucu.
4. dan seterusnya ke bawah baik dari nasab maupun sesusuan.
Mereka semua menjadi mahram setelah akad nikah dan tidak ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama dalam hal ini.
Lihat pembahasan di atas dalam: Al Mughni 9/513-518, Al Ifshâh 8/106-110, Al Inshâf 8/113-116, Majmu’ Al Fatâwâ 32/62-67, Al Jâmi’ Lil Ikhtiyârât Al Fiqhiyyah 2/589-592, Zâdul Ma’âd 5/119-124, Taudhîl Al Ahkâm 4/394-395, Tafsir Al Qurthubi 5/105-119, Taisir Al Karîm Ar Rahmân.
Catatan:
Demikian mahram dalam surah An Nisâ’. Tapi perlu diingat, pembicaraan dalam ayat ini walaupun ditujukan langsung kepada laki-laki dan menjelaskan rincian siapa yang merupakan mahram bagi mereka, ini tidaklah menunjukkan bahwa di dalam ayat ini tidak dijelaskan tentang siapa mahram bagi perempuan. Karena mafhûm mukhâlafah (pemahaman kebalikan) dari ayat ini menjelaskan hal tersebut.
Misalnya disebutkan dalam ayat: “Diharamkan atas kalian ibu-ibu kalian”, maka mafhûm mukhâlafahnya adalah: “Wahai para ibu, diharamkan atas kalian menikah dengan anak-anak kalian.”
Misal lain, disebutkan dalam ayat: “Dan anak-anak perempuan kalian.” Maka mafhûm mukhâlafahnya adalah: “Wahai anak-anak perempuan diharamkan atas kalian menikah dengan ayah-ayah kalian.” Dan demikian seterusnya.
Sebagai pelengkap dari pembahasan ini, kami sebutkan ayat dalam surah An Nûr ayat 31:

وَلاَ يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ إِلاَّ لِبُعُوْلَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُوْلَتِهِنَّ أو أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُوْلَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِيْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِيْ أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ أَوِ التَّابِعِيْنَ غَيْرَ أُوْلِي الإِْ رْبَةِ مِنَ الرَّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ اللَّذِيْنَ لَمْ يَظْهَرُوْا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ

“Janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki mereka yang tidak mempunyai keinginan (kepada wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat.”
Demikianlah, mudah-mudahan jawaban ini bermanfaat. Wa akhiru da’wâna ‘anilhamdu lillahi Rabbil ‘âlamin.
sumber : http://ummuyahya.wordpress.com/2010/02/18/siapakah-mahrammu/

Sabtu, 04 Mei 2013

TAKLIM KAJIAN BULANAN FAJRI FM

KAJIAN PENDENGAR RADIO FAJRI FM DIHADIRI RIBUAN ORANG






KAJIAN TA'LIM TABLIGH AKBAR FAJRI FM




Sabtu, 02 Februari 2013

FAJRI FM STIKER DAKWAH

Rabu, 23 Januari 2013

Denah Alamat Radio Fajri FM Bogor

Untuk yang belum tahu alamat Fajri FM. atau tahu alamatnya tapi gak tahu jalannya, Silahkan lihat denah.

Rabu, 08 Agustus 2012

Wawancara Seputar Suriah dengan Syaikh Ghiyas

Telah setahun lewat, pergolakan di Suriah tak juga berhenti. Bahkan semakin memanas. Damaskus yang pada masa silam merupakan ibu kota kekhilafahan Islam dan pangkalan tentara Islam untuk bertolak menyebarkan dakwah Islam ke seluruh penjuru bumi kini menjadi ajang pergolakan yang dahsyat dan memakan ribuan jiwa-jiwa yang tak berdosa. Suriah yang dahulu dikenal dengan sebutan Syam adalah wilayah yang sangat diberkati oleh Allah l. Di bumi inilah para nabi dan rasul Allah diutus. Di bumi ini pula para sahabat Rasulullah n berjuang dan dimakamkan. Di wilayah ini dimakamkannya pedang Allah, Khalid bin Walid a, juga panglima kaum muslimin Abu Ubaidah bin al-Jarrah dan para sahabat yang lainnya. Syam telah dibuka dan ditaklukkan oleh tentara Islam pada zaman Khalifah Abu Bakar as-Shiddiq a dalam sebuah perang yang sangat bersejarah, perang Yarmuk. Sejak itu, Syam menjadi benteng yang tangguh bagi Islam dan umatnya.
          Dari sini bertolak tentara-tentara Islam, dari sini pula menyebar peradaban Islam yang sangat anggun dan menawan, sebuah peradaban yang menghiasi dunia pada abad-abad pertengahan dengan cahaya hidayah dan ilmu pengetahuan. Di samping itu Syam juga kaya dengan para ulama. Siapa yang tidak pernah mendengar nama-nama masyhur seperti Umar bin Abdul ‘Aziz, al-Awza’i, an-Nawawi, Ibnu Taymiyah, Ibnu Katsir, Ibnu Qayyim al-Jauziyah dan serentetan ulama lainnya. Mereka adalah para ulama besar yang dibesarkan di bumi Syam. Dan... di bumi Syam pula kelak Nabi Isa p diturunkan kembali ke dunia sebagaimana diterangkan dalam hadits-hadits yang shahih.

          Untuk mengetahui lebih jelas tentang apa yang kini terjadi di Suriah, kami dari Radio Fajri FM berhasil melakukan wawancara tertulis dengan seorang delegasi pejuang Suriah yang sekaligus aktivis Yayasan Hilal Ahmar, Syaikh Gahyyats Abdul Baqi. Berikut ini wawancara kami dengan beliau.

Syaikh Gahyyats, bisakah Anda menerangkan kepada kami, apa penyebab peristiwa yang sekarang terjadi dan sedang berlangsung di Suriah? Dan apakah revolusi ini hanya mengangkat slogan-slogan kebebasan dan hak-hak asasi manusia saja sebagaimana revolusi-revolusi lainnya ataukah ia juga membawa misi Islam dan berupaya mengembalikan kejayaan Islam seperti pada masa yang lalu?

Ghayyats: Sejak tahun 1963, Suriah berada di bawah pemerintahan militer. Kemudian partai Ba'ats yang berhaluan sosialis berhasil merebut tampuk kekuasaan di negeri Suriah. Kemudian Hafiz Asad yang berakidah Nushairiyah naik sebagai presiden sejak tahun 1970. Setelah menjadi presiden, ia memasung kebebasan pers dan menindas HAM. Serangannya terhadap Islam kian keras sejak tahun 1980. Ia membunuh puluhan ribu jiwa dari kalangan ulama, da’i, dosen-dosen perguruan tinggi dan para cendekiawan lainnya. Sementara, puluhan ribu lainnya dipenjara. Dengan demikian tidak diragukan bahwa sejak puluhan tahun Suriah berada di bawah kungkungan rezim yang zhalim. Kemudian, dalam rangka membebaskan diri dari kezhaliman yang berat ini, bangkitlah rakyat Suriah untuk melakukan revolusi pada tahun 2011. Rakyat ingin memperjuangkan hak-haknya berupa keadilan dan kehormatan. Rakyat Suriah menghendaki agar Suriah kembali kepada Islam yang hakiki. Mereka ingin mengangkat tinggi-tinggi Laa ilaaha illallah Muhammad rasulullah.


Berapakah jumlah korban yang jatuh dalam revolusi ini?

Ghayyats: Sejak bulan Maret 2011 hingga akhir bulan Juni 2012 jumlah para syuhada’ yang gugur dari kalangan rakyat muslim Suriah mencapai lebih dari 20.000 jiwa. Mereka adalah korban kejahatan rezim Basyar Asad. Mereka ini yang diketahui jasad-jasadnya dan dikuburkan oleh para keluarga mereka. Akan tetapi terdapat sejumlah besar jiwa –mencapai ribuan- yang hilang dan tidak diketahui oleh para keluarga mereka, apakah mereka ini masih hidup di dalam penjara-penjara Basyar Asad atau telah tewas dibunuh. Mereka ini benar-benar tidak diketahui rimbanya. Termasuk dari kejahatan tentara Basyar Asad adalah mereka menggeledah rumah-rumah sakit dan membunuh setiap pasien yang mereka duga dari kalangan para demonstran. Oleh karena itu, para demonstran Suriah tidak mau melarikan korban-korban mereka ke rumah sakit Suriah karena khawatir akan dibunuh oleh para tentara Basyar Asad. Sehingga mereka memilih untuk membawa korban-korban luka mereka ke rumah-rumah sakit di negeri tetangga seperti Turki dan Yordania. Perjalanan ke negeri seberang tersebut membutuhkan waktu satu sampai dua hari. Tidak jarang para korban meninggal di tengah perjalanan karena luka-luka yang mereka alami cukup berat. Tentara Nushairiyyah Suriah menghadapi rakyat sipil yang tak bersenjata dengan senapan-senapan otomatis dan bahkan senjata-senjata berat seperti tank-tank dan misil (roket). Bahkan belakangan ini mereka juga mengerahkan helikoter-helikopter tempur untuk memborbardir pusat-pusat demonstrasi.
Jumlah kota dan desa yang digempur dengan tank-tank dan senjata berat tentara Syi’ah Nushairiyah telah mencapai lebih dari 300 kota dan desa. Tak terhitung jumlah rumah-rumah penduduk yang dihancur leburkan. Ratusan rumah-rumah Allah pun ikut diruntuhkan dan dirusak. Puluhan ribu rakyat yang lemah mengungsi dari Suriah untuk menyelamatkan nyawa dan kehidupan mereka. Lebih dari 175.000 jiwa mengungsi ke Yordania. Ribuan yang lainnya mengungsi ke Turki. Sebagian lagi ke Mesir dan negara-negara Arab lainnya. Tragedi yang terjadi di Suriah mirip sekali dengan tragedi yang menimpa rakyat Bosnia Herzegovina, bahkan lebih parah lagi.
Bisakah anda terangkan kepada kami tentang akidah Nushairiyah yang menjadi idelogi para penguasa Suriah?

Ghayyats: Nushairiyah sebuah gerakan bathiniyah yang didirikan oleh Abu Syu’aib Muhammad bin Nashr an-Numairi di Abad ke-3 H. Ia telah mengangkat para imam pada derajat uluhiyyah (ketuhanan) dan ia sendiri mengklaim sebagai nabi. Kemudian ia memasukkan pemikiran, tradisi dan ritual paganisme, Majusi, Yahudi dan Nasrani sehingga menjadi akidah Nushairiyah.  Sebagian mereka berkeyakinan bahwa Ali bin Abi Thalib a bersemayam di bulan. Di kota-kota dan desa-desa Nushairiyah tidak didapati masjid atau mushalla. Mereka tidak mengerjakan shalat 5 waktu, tidak berpuasa Ramadhan, tidak berhaji ke baitullah al-haram dan juga tidak membayarkan zakat. Zina dan khomr menyebar luas di kalangan mereka dan bahkan halal menurut mereka. Mereka membenci dan mencaci para sahabat Rasulullah n, khususnya Abu Bakar, Umar dan Utsman g. Sebaliknya mereka mengagungkan Abu Lu’lu’ah al-Majusi, si pembunuh Umar bin Khaththab a. Juga mengagungkan dan mencintai Abdullah bin Saba’ al-Yahudi dan Abdurrahman bin Muljam, si pembunuh Ali bin Abi Thalib a. Nushairiyah senantiasa berdiri di samping musuh-musuh Islam (bahu membahu dengan mereka) sejak masa Tartar, Dinasti Fathimiyah dan tentara salib yang menjajah Palestina. Mereka juga berdiri menentang Khilafah Utsmaniyah. Tidak hanya itu, mereka kaum Nushairiyah juga menjadi tentara dalam pasukan Prancis ketika menjajah Suriah. Di samping itu, Nushairiyah juga melakukan kejahatan-kejahatan dan tindakan kriminal terhadap Ahlus Sunnah sepanjang sejarah. Karena itu tidak heran jika Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah pernah berkata, “Mereka (kaum Nushairiyah) itu lebih kufur daripada kaum Yahudi dan Nasrani, serta bahaya mereka terhadap kaum muslimin lebih besar daripada bahaya kaum Yahudi dan Nasrani.”

Apakah benar Iran dan Hizbullah di Lebanon membantu rezim yang berkuasa di Suriah? Jika benar, lalu bagaimana dengan sikap negara-negara Arab dan Islam terhadap para pendukung revolusi?

Ghayyats: Iran, Hizbus Syaitan di Libanon dan pemerintahan PM al-Maliki di Irak, kaum Rafidhah (Syi'ah) tersebut telah memasok senjata, tentara dan dana untuk rezim Basyar Asad. Sebagian dari tentara Iran dan Hizbus Syaitan itu telah tewas di tangan para mujahidin di Suriah. Beberapa foto-foto telah berhasil merekam dan mengungkap keterlibatan tentara Hizbus Syaitan dalam membunuhi rakyat Suriah. Iran telah menyuplai pemerintahan Basyar Asad dengan dana sebesar lima milyar dollar AS (sekitar 45 trilyun rupiah, pen). Seperti itu pula dukungan PM al-Maliki Irak terhadap pemerintahan Basyar Asad. Rusia juga menyuplai senjata dan kapal-kapal perang serta dana untuk mempertahankan pemerintahan Basyar Asad yang zhalim. China juga berbuat hal yang sama. Sedangkan sikap negara-negara Arab dan Islam sebagian besar berkhianat terhadap perjuangan ini serta lemah dan pasif (tidak memberikan pembelaan terhadap rakyat muslim Suriah yang tertindas). Tidak sebagaimana Iran, Rusia dan Hizbus Syaitan yang dengan terang-terangan dan gigih membela rezim Basyar Asad. Akan tetapi meskipun demikian, orang-orang yang berjiwa mulia dari kalangan rakyat di negara-negara Arab dan muslim seperti Kuwait, Saudi, Qatar, Yordan, Libia, Turki dan Indonesia telah memberikan sumbangan bantuan kemanusiaan dan medis serta dana untuk menyantuni anak-anak yatim, para janda dan korban-korban terluka. Akan tetapi bantuan-bantuan tersebut masih terhitung sedikit sekali jika dibandingkan dengan kebutuhan riil mereka karena kejahatan-kejahatan Basyar Asad benar-benar dahsyat, meluas dan parah sekali.

Sebagian kalangan di Indonesia berpendapat bahwa apa yang terjadi di Suriah sekarang tidak lain adalah skenario Amerika yang bertujuan untuk memecah belah kaum muslimin, oleh karena itu kita mesti mendukung Presiden Basyar Asad karena dialah penguasa yang sah. Bagaimana pendapat anda tentang ini?

Ghayyats: Pendapat seperti ini jelas keliru dan sama sekali tidak sesuai dengan realita. Demonstrasi yang terjadi di negeri Suriah ini murni gerakan rakyat yang telah habis kesabarannya atas penindasan dan kezhaliman rezim Basyar Asad dan ayahnya, Hafizh Asad. Sama sekali tidak ada campur tangan Amerika di dalamnya. Sebagai bukti yang jelas adalah Amerika dan juga negara-negara Eropa tidak pernah memberikan bantuan dalam bentuk apapun untuk para demonstran Suriah. Mereka hanya mengeluarkan pernyataan-pernyataan saja bahwa mereka bersama para demonstran Suriah yang menuntut hak-hak dan kebebasan rakyat. Akan tetapi mereka tidak menyumbangkan apa-apa selain ucapan dan pernyataan pers saja. Di balik itu Amerika bediri bersama Rusia dan Cina dalam manuver-manuver politiknya dan menebar kebohongan. Yang harus diketahui oleh kita semua adalah bahwa Amerika dan Eropa sangat tidak menginginkan jatuhnya pemerintahan Suriah ke tangan kaum muslimin Ahlus Sunnah. Oleh karena itu, mereka sama sekali tidak mendukung para pejuang revolusi. Mereka justru sibuk membahas dan merancang sebuah proposal tentang bagaimana sebaiknya pemerintahan pasca Basyar Asad.

Bantuan apakah yang dapat disumbangkan oleh rakyat muslim Indonesia untuk saudara-saudara mereka di Suriah?
Ghayyats: Sesungguhnya perjuangan kaum muslimin Suriah dalam menentang kezhaliman dan kejahatan Basyar Asad adalah perjuangan yang berat dan memakan banyak korban. Tidak sedikit para wanita Suriah yang menjadi janda karena gugurnya suami-suami mereka di medan perjuangan. Tidak sedikit pula anak-anak Suriah yang kehilangan ayah atau ibu mereka. Tidak sedikit di antara pejuang Suriah yang luka-luka dan membutuhkan pengobatan serta perawatan. Puluhan ribu di antara mereka mengungsi dan kondisi mereka di tempat pengungsian sangat tidak menentu. Mereka sangat membutuhkan makanan, air bersih, obat-obatan dan bantuan kemanusiaan lainnya. Dan gelombang atau arus pengungsi ini terus bertambah setiap harinya. Oleh karena itu telah menjadi kewajiban bagi setiap kaum muslimin di negeri manapun mereka tinggal untuk membela saudara-saudara mereka yang tertindas di Suriah, mereka adalah rakyat sipil yang tak berdosa yang setiap harinya digiring kepada kematian dan diperangi oleh tentara yang zhalim. Oleh karena itu, kami menghimbau para ulama, da’i, wartawan (para jurnalis), para pengelola media massa dan semua kalangan di Indonesia untuk berbicara dan mengungkap tentang kejahatan-kejahatan Basyar Asad dan kezhaliman berat yang mereka timpakan kepada rakyat muslim Suriah. Juga doa-doa dari kaum muslimin sangat kami nantikan agar Allah l menolong para mujahidin, meneguhkan kaki-kaki mereka dan melindungi rakyat muslim yang lemah dan tertindas serta agar Allah l menimpakan kekalahan bagi rezim Basyar Asad yang zhalim dan para pembelanya. Sesungguhnya doa-doa dari kaum muslimin bagaikan anak-anak panah yang dengan tepat mengarah pada dada-dada tentara yang zhalim. Juga bantuan berupa harta dan obat-obatan serta bantuan kemanusiaan lainnya sangat dinantikan oleh rakyat muslim Suriah yang sedang tertindas. Inilah saatnya kita membuktikan rasa persaudaraan (ukhuwah Islamiyah) di antara sesama kaum muslimin, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah n bahwa perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling menyayangi dan mengasihi bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu dari anggota tubuh tersebut mengeluh sakit maka sekujur tubuh itu pun juga ikut merasakan sakit dan demam serta tak dapat tidur.
Demikianlah wawancara tertulis kami dengan Syekh Ghayyats Abdul Baqi, warga Suriah yang juga seorang akitivis kemanusiaan dari Yayasan Hilal Ahmar. Pewawancara dari Radio Fajri: Ibrahim Bafadhol.
Tidakkah hati kita terpanggil untuk meringankan penderitaan saudara-saudara kita kaum muslimin di Suriah? Akankah kita membiarkan mereka kelaparan dan tersia-sia? Apa yang akan kita jawab di hadapan Allah kelak jika Dia menanyai kita tentang peran kita?
Salurkan donasi Anda untuk mereka pada no.rekening berikut:
Bank Syari’ah Mandiri, dengan no.rekening 7038.9883.97
Atas nama: Yayasan Hilal Ahmar.
Contac person: 0838 9999 8830.
Setiap infaq yang Anda salurkan akan menjadi pemberat timbangan amal Anda di hari kiamat kelak..
                                                   
                                              

Kamis, 03 Mei 2012

Kalau Cantik Mengapa Harus Berjilbab?

Dakwah Ahlussunnah-Pernah ga sobat denger pertanyaan “ngapain sih pake jilbab, masih muda khan jadi  ga keliatan cantiknya?”, atau pernyataan “aku mau pake tapi jika dah nikah nanti”, atau kalimat sejenisnya yang menyatakan keberatan berjilbab. Mungkin kalimat di atas tidak menimpa diri kita, tetapi temen deket atau kerabat. Semua tahu dan sepakat, tidak ada pertentangan bahwa berjilbab itu wajib bagi wanita balig, yang mengaku muslimah tidak ada alasan untuk mencari-cari alibi menghindari menutup aurat.
Allah Azza Wa Jalla yang menciptakan manusia, paling Mengetahui perkara yang mendatangkan maslahat (perkara yang membawa pada kebaikan) dibanding  manusia itu sendiri. Allah Maha Mengetahui, Maha Kasih Sayang dan Maha Bijaksana kepada hamba-hamba-Nya.
“Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan kamu rahasiakan), dan Dia Maha Halus dan Maha Mengetahui?” (Qs Al Mulk 14).
...Menutup aurat itu mengandung banyak kebaikan bagi wanita, meski banyak yang menyelewengkannya sehingga muncul sejuta alasan untuk menolaknya...
Menutup aurat itu sendiri juga mengandung banyak kebaikan bagi wanita, hanya saja banyak yang menyelewengkan perintah ini sehingga muncul aneka ragam alasan untuk menolaknya. Masih segar dalam ingatan masyarakat, tahun 90an banyak statement sesat untuk menolak berjilbab. Pelajar akan dikatakan sulit mencari kerja jika belajar pada sekolah yang mewajibkan dirinya memakai jilbab.
Imbas dari rumor sesat ini akhirnya berkembang pada khalayak luas bahwasanya jilbab identik dengan kekolotan dan kemunduran. Kini kita hidup di era 2000an, era manusia semakin cerdas dan kritis menilai segala sesuatu, termasuk mengenai jilbab, muncul kesadaran masyarakat Indonesia  untuk mengenakan jilbab.
Jika suatu waktu nanti akan ada yang bertanya pada anda “Hei cantik ngapain berjilbab?” jawabnya cukup sederhana:
1. Sebagai bentuk ketaatan pada Allah Sang Pemberi hidayah, sebagaimana tercantum dalam surat An-Nur 31 dan Al-Ahzab 59.
2. Sebagai bentuk ketaatan pada apa yang dicontohkan Rasulullah dan istri-istrinya dalam menjaga diri agar terhindar dari fitnah, sebagaimana yang termaktub dalam surat Al-Ahzab 53.
3. Sebagai identitas pembeda antara muslimah dan non muslimah. Jika wanita mengenakan jilbab, maka semua manusia akan tahu jika dia muslimah, tetapi jika wanita ditempat umum tidak menutup aurat, agama dan keimanannya masih diragukan.
4. Sebagai pelindung diri dari laki-laki tidak baik. Jika wanita itu mengenakan jilbab, sangat kecil kemungkinan untuk diganggu atau dilecehkan, berbeda dengan wanita yang mengenakan pakaian seksi. Ketika wanita mengenakan pakaian seksi ditempat umum, ada sepucuk pesan dibalik pesonanya, yang kurang lebih begini “hei cowok, gangguin kita dunk!” ^_^
5. Sebagai pelindung kulit. Ketika siang hari mengharuskan wanita beraktivitas diluar rumah, sangat rentan kulitnya cepat rusak dan terlihat tua sebelum waktunya, padahal kulit sehat merupakan dambaan setiap wanita, pemakaian jilbab secara benar akan melindungi dan menjaga kulit wanita dari ganasnya sinar matahari. Bukan hanya matahari, sebagian manusia yang menempati bumi juga mengalami musim dingin di banyak negara. Bagi wanita, jilbab merupakan pelindung ampuh dari dinginnya cuaca.
6. Sebagai pengontrol. Jika wanita tidak berjilbab, cenderung merasa bebas dan tidak terikat dengan pakaian yang dikenakannya. Berbeda dengan wanita berjilbab, jika ingin berbuat sesuatu yang melanggar norma-norma agama, maka ia akan berpikir matang, jilbab menjadi alat pengontrol dan pengingatnya.
So,  cantik, ngapain ga berjilbab jika sudah tahu banyak manfaat dari berjilbab? ^_^ 
Kategori : Remaja
Sumber : voa-islam.com

Kamis, 26 April 2012

Illuminati dan Bahayanya

Illuminati adalah kelompok persaudaraan rahasia yang sangat tertutup. Menurut Wikipedia, Illuminati berasal dari bahasa latin illuminatus yang berarti tercerahkan, adalah nama yang diberikan kepada organisasi persaudaraan rahasia kuno yang pernah ada dan diyakini masih tetap ada sampai sekarang, walaupun tidak ditemukan bukti-bukti nyata tentang keberadaan organisasi persaudaraan ini.

Secara historis, nama illuminati ini merujuk kepada illuminati Bavaria, yaitu sebuah kelompok rahasia pada zaman pencerahan di Eropa yang didirikan pada 1 Mei 1776 M di Ingolstadt (Bavaria Atas) dengan nama Ordo Illuminati. Anggota awalnya sebanyak lima orang dan di pelopori Adam Weishaupt, keturunan Yahudi yang lahir dan besar di Ingolstadt dan berlatar belakang pendidikan sebagai Jesuit.

Tetapi, ada juga penelitian yang menyebutkan, organisasi Illuminati ini sudah ada jauh sebelum masa Adam Weishaupt. Menurut penelitian ini, illuminati merupakan organisasi rahasia Yahudi yang bergerak di bawah tanah, menjalankan segenap agenda Zionisme yang didasarkan pada ajaran Qabala, yaitu ordo rahasia Yahudi tertua yang telah berusia lebih kurang 4.000 tahun.

Adam Weishaupt hanyalah kelanjutan tangan ordo Qabala putih, yaitu salah satu ordo Qabala yang lebih menekankan misi politik, di samping mengembangkan ajaran Qabala dalam me nyem bah Lucifer. Mereka merumuskan, misi Qabala adalah menentukan arah peradaban manusia guna membentuk “tatanan dunia baru” ( Novus ordo seclorum) dan “Pemerintahan Satu Dunia” ( E Pluribus Unum) di bawah kepemimpinan kaum Yahudi.

Di antara salah satu tujuan organisasi ini adalah menghapuskan semua agama yang ada. Dan menurut penelitian yang disebutkan di atas, Adam Weishaupt inilah perumus The Protocols of the Elders of Zion (protokol tokoh-tokoh zionisme) yang berisi agenda besar dengan tujuan utama untuk penguasaan dunia oleh kaum Zionis. (Sumber: barisanjihad.multiply.com).

Dari keterangan dan gambaran ringkas tentang illuminati, dapat kita ambil kesimpulan bahwa ia merupakan suatu kelompok atau organisasi rahasia yang bertujuan menguasai dunia di ba wah kepemimpinan kaum Zionis dan menghapuskan semua agama yang ada, dengan menggunakan segala cara untuk mencapai tujuannya.

Seperti sudah menjadi rahasia umum, para tokoh illuminati menguasai sebagian besar ekonomi dunia, yang dengan itu mereka bisa mengatur dan mengarahkan pemerintahan negara-negara di dunia. Salah satu cara dan jalan mereka memengaruhi akal dan pola pikir masyarakat dunia adalah melalui industri musik dan film.

Di sinilah umat Islam harus menyadari bahayanya menjadikan artis dan penyanyi Hollywood sebagai idola dan role model dalam perilaku, fashion, dan gaya hidup karena kebanyakan mereka membawa dan menyisipkan ajaran serta gaya hidup yang diinginkan oleh kaum Zionis bagi masyarakat dunia sehingga bisa mereka kuasai.

Mereka kerap menggunakan selebritas untuk memengaruhi masyarakat dunia dengan musik, aksi panggung, dan gaya hidupnya yang mengumbar seks dan pornografi serta gaya hidup bebas nilai dan agama. Kalau umat Islam tidak waspada tentu akan sangat berbahaya terhadap generasi muda kita, yang sekarang ini kita lihat sudah begitu jauh dari ajaran Islam.

Tetapi, sebagai umat Islam yang percaya akan janji Allah SWT bahwa masa depan itu bagi kegemilangan Islam dan umatnya, kita tidak boleh takut. Yang dituntut dari kita adalah kewaspadaan sebagai umat untuk terus berusaha men jadi generasi yang selalu berada dalam kebenaran dan tidak terpengaruh dengan mereka yang mengecewakan dan menghinakan kita.

Kita pun mesti mempersiapkan diri dan keluarga agar bisa menjadi generasi rabbani yang menerapkan nilai-nilai Islam. Diriwayatkan dari Tsauban, ia berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang berjalan di atas kebenaran, tiada sedikit pun terpengaruh orang yang menghina mereka, hingga datangnya keputusan Allah’.” (HR Bukhari dan Muslim, ini lafaz Muslim).

Alquran menjelaskan, kaum Yahudi akan selalu menimbulkan api peperangan di antara bangsa di dunia ini dan menjerumuskan masyarakat dunia. Namun sebagai Muslim, kita meyakini jika kita beriman kepada Allah SWT maka Dia menjadikan kita berkuasa di muka bumi ini.

‘’Dan Allah telah berjanji kepada orangorang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia suguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka ber kuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.’’ (QS. Al- Nur [24]: 55).
Wallahu a’lam bish shawab.

Dikutip dari Rubrik Tanya Jawab Republika, edisi 24 April 2012

Rabu, 25 April 2012

Imam Masjid Indramayu Mendapat Tunjangan

Dakwah Ahlussunnah, Indramayu– Sebanyak 800 imam masjid di Kabupaten Indramayu, bersyukur. Mereka mendapat perhatian dari Pemkab berupa pemberian tunjangan honor. 

APBD II Indramayu menganggarkan sebesar Rp 1,4 miliar untuk pengabdian dan jerih payah mereka membina umat. “Alhamdulillah cair, terima kasih Ibu bupati,” ujar imam masjid dari Desa Sukadana, H Fatkhullah (56) usai menerima tunjangan honor imam masjid dari Bupati Indramayu, Anna Sophanah, di sela kegiatan Orientasi Imam Masjid se-Jabar di Ponpes Cadangpinggan.

Ketua Forum Komunikasi Imam Masjid (Forkim) Kabupaten Indramayu, KH Syakur Yasin MA, mengatakan pemberian tunjangan untuk imam masjid ini, diberikan untuk tri wulan pertama pada tahun 2012 ini. “Tunjangan kepada para imam masjid ini, diberikan setiap tiga bulan sekali,” ujarnya. 

Tunjangan daerah untuk para imam masjid ini diberikan pertama kali saat Bupati Indramayu dijabat oleh H Irianto MS Syafiuddin, akrab disapa Kang Yance.

Bupati Indramayu, Anna Sophanah, memandang bahwa para imam masjid adalah elemen masyarakat yang sangat membantu Pemkab dalam peran sertanya di masyarakat. Sehingga, imam masjid  harus diperhatikan. "Untuk itu, perlunya pemberian tunjangan ini sebagai motivasi imam masjid di tengah-tengah masyarakat,” tandasnya.

Minggu, 22 April 2012

Ratusan Ulama di Indonesia Sepakat Bubarkan Syi’ah

Ratusan ulama dari berbagai daerah berkumpul di masjid Al Fajr-Kota Bandung,Ahad (22/4/2012),mereka datang atas undangan Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) dalam acara Musyawarah ‘Ulama dan Ummat Islam Indonesia ke-2 dengan agenda “Merumuskan Langkah Strategis Untuk Menyikapi Penyesatan dan Penghinaan Para Penganut Syi’ah”. Sebagaimana diberitakan oleh Hidayatullah

Dalam acara itu,  tak kurang 200 ulama dari berbagai wilayah di Indonesia hadir. Ulama-ulama tersebut dari berbagai pesantren dan ormas Islam yang ada di Indonesia seperti Persis, Muhamadiyah, NU, Hidayatullah, Al Irsyad, DDII, PUI, termasuk MUI Pusat.

Musyawarah ini dihadiri Wali Kota Bandung, Dada Rosada dan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawawan Lc.

Dalam sambutannya Ahmad Heryawan menyambut baik acara tersebut. Lebih lanjut dia menegaskan bahwa salah satu tugas ulama adalah menjaga aqidah umat.

“Fatwa ulama sudah jelas tentang posisi Syi’ah ini dalam keyakinan Ahlu Sunnah wal Jamaah,maka sikap kita juga harus jelas juga,”katanya.
Untuk itu dirinya berharap rekomendasi dari ulama yang akan mengadakan musyawarah hingga malam hari nanti diharapkan menghasilkan hal yang mampu menyelesaikan masalah umat ada, sehingga bisa direkomendasikan kepada pemerintah Kota Bandung maupun langsung kepada Pemerintah Jawa Barat.


Menurutnya, rekomendasi tersebut bisa menjadi acuan gubernur dalam mengeluarkan peraturan jika dianggap perlu.Hingga menjelang shalat dhuhur peserta mendengarkan pandangan umum dari elemen ormas Islam yang hadir tentang posisi Syi’ah dalam pandangan Sunni. Hasilnya semua ormas Islam memberi pandangan bahwa Syi’ah sesat dan menyesatkan.

Musyawarah dilanjutkan usai shalat dhuhur, peserta yang hadir di bagi ke dalam tiga komisi, yakni: Komisi Strategis, Komisi Taktis dan Komisi Sosialisasi.Masing-masing komisi mempresentasi hasil dari musyawarahnya tentang rekomendasi penanganan Syi’ah di Indonesia.

Komisi Strategis merumuskan langkah-langkah antisipasi penyesatan dan penghinaan kelompok Syiah melalui bidang politik dan hukum. Adapun Komisi taktis merumuskan strategi untuk menghadapi kegiatan penyesatan dan penghinaan kaum Syiah. Sedangkan Komisi Sosialisasi, membahas tentang langkah sosialisasi kepada masayarakat, baik  perorangan atau lembaga, menjelaskan akan bahaya Syiah.

Ketua FUUI, KH Athian Ali menegaskan acara ini merupakan bentuk respon dari banyaknya pertanyaan kaum muslimin ihwal kesesatan Syiah. Terlebih ajaran ini seperti bernilai Islam, padahal sesungguhnya sesat menyesatkan. "Kami berupaya untuk membentengi dan menyelamatkan umat Islam dari bahaya Syiah di negeri ini," tegas Athian saat menyampaikan Fatwa FUUI tentang Sesatnya Syiah.

Dari pimpinan ormas Islam yang hadir, sepakat bahwa Syiah adalah paham sesat menyesatkan serta berada di luar Islam. Kaum muslimin diimbau waspada dalam menghadapi kaum Syiah. Mereka juga sepakat untuk bekerjasama dan sinergi dalam membentengi akidah umat.

Jumat, 20 April 2012

Dajjal Jadi Maskot Olimpiade London 2012

Olimpiade London 2012 akan digelar di London, Inggris, Britania Raya pada 27 Juli sampai 12 Agustus 2012. Menurut Wikipedia, London akan menjadi kota pertama yang secara resmi mengadakan Olimpiade modern sebanyak tiga kali. Dua olimpiade sebelumnya telah digelar di London pada 1908 dan 1948.

Setiap pesta olahraga multieven pasti memiliki maskot. Olimpiade London 2012 menampilkan sosok Wenlock dan Mandeville sebagai maskot pesta olahraga terakbar tahun 2012 ini. Wenlock dan Mandeville adalah animasi yang menampilkan dua tetes baja dari industri baja di Bolton.

Wenlock diambil dari nama kota Much Wenlock di Shropshire.  Sedangkan Mandeville diambil dari nama Stoke Mandeville, sebuah desa di Buckinghamshire tempat pendahulu Paralimpiade diadakan.

Yang mengejutkan, kedua maskot olimpiade London 2012 itu hanya memiliki satu mata besar. Bukankah itu simbol dajjal? Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda, ''Aku memperingatkan kalian untuk melawannya (Dajjal) dan tidak ada Nabi yang memperingatkan umatnya untuk melawan. Tapi aku akan mengatakan sesuatu yang belum pernah diungkapkan oleh nabi sebelumku. Kalian harus tahu bahwa ia (dajjal) bermata satu...'

Dalam hadis lainnya disebutkan, Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA bahwasannya Rasulullah menyebutkan Dajjal di tengah-tengah manusia seraya berkata: ''Sesungguhnya Allah ta’ala tidak Buta. Ketauhilah bahwa al-Masih ad Dajjal buta sebelah kanannya. Seakan-akan sebuah anggur yang busuk.'' (HR. Bukhari)

Hampir semua kebudayaan sudah meramalkan kedatangan Dajjal.  Simbol mata satu (All-Seeing Eye) alias Dajjal sudah ada sejak ribuan tahun lalu.contohnya Simbol RA yang terdapat dalam artefak Mesir Kuno. Sejak abad pertengahan, mata satu kini terserap dalam simbol-simbol Freemasonry (Perkumpulan Rahasia) yang digunakan dalam ritual mereka. Bahkan, kini simbol mata satu digunakan dalam berbagai hal, termasuk Maskot Olimpiade London ini?

Rabu, 18 April 2012

Gambar Unik: Hijab Itu Kehormatan

Gambar ini bukan untuk menyamakan antara manusia dengan ayam. Tapi hanya ingin mengajak anda berfirkir. Jika ayam saja berpakaian, lantas mengapa manusia tidak berpakaian. Apakah manusia lebih bodoh daripada binatang. Ya.. sepertinya para wanita saat ini telah dibodohi oleh orang kafir. Maka, muliakan dirimu dengan Hijab Syar'i.

Rasil Syi'ah

Kontroversi adanya media-media khusus sebagai corong atau sarana propaganda syi’ah kali ini menimpa Radio Silaturahim (Rasil), sebuah radio berlabel Islam yang mengudara pada frekwensi AM 720. Radio Silaturahim atau yang biasa disingkat Rasil, dinamakan demikian,karena beralamat di jalan Masjid Silaturrahim No. 36 Halimanggis, Cibubur, Bekasi.

Kontroversi mencuat ketika artikel berjudul “Radio Rasil Pro Syiah?” tulisan Ustadz Hartono Ahmad Jaiz yang dikirim ke situs Eramuslim dimuat di situs tersebut. Tulisan itu mengundang pihak Rasil AM 720 melayangkan bantahan dan klarifikasi melalui Geisz Chalifah, Manager Humas Radio Silaturahim (Rasil AM 720).

Isi bantahan dari fihak Rasil maupun tanggapan dari fihak Eramuslim bisa dibaca lebih detail di http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/bantahan-dan-klarifikasi-radio-silaturahim.htm
Artikel berjudul “Radio Rasil Pro Syiah?” bisa dibaca lengkap di situs nahimunkar.com, tepatnya di http://nahimunkar.com/10988/radio-silaturahim-pro-syiah/ Dalam artikel tersebut, Ustadz Hartono Ahmad Jaiz, mengkritisi siaran Rasil yang bermoto “Untuk Islam Yang Satu” khususnya Tausiah Sore, dengan nara sumber Ustadz Zen Al-Hady, yang berlangsung sejak pukul 16.00 WIB hingga menjelang adzan magrib, di edisi 02 Februari 2011.

Dalam tulisan tersebut, Ustadz Hartono Ahmad Jaiz menangkap kesamaan pandangan Ustadz Zen Al-Hady, dengan pendukung syi’ah sebelumnya, seperti Said Agil Siradj, Umar Shihab, yang mengatakan syi’ah sudah ada sejak dulu, dan mereka bagian dari Islam karena orang Syi’ah diizinkan ber-Haji ke tanah suci. Alasan lainnya, Republik Syi’ah Iran merupakan anggota OKI dan anggota Rabithah Alam Islami (Liga Muslim Sedunia).

Banyak lagi yang diungkapkan oleh Ustadz Hartono Ahmad Jaiz, mengomentari Ustadz Zen Al Hady, yang menurutnya ingi membentuk sebuah opini yang bagus, namun klise. Kesimpulannya menyesatkan!
Dari sinilah Ustadz Hartono Ahmad Jaiz merasakan bahwa Radio Silaturahim (Rasil) pro syi’ah. Dan menurutnya hal ini bukan hanya didasarkan pada pernyataan ustadz Zen Al-Hady saja, tetapi selama ini di Rasil ada sosok narasumber bernama ustadz Husin Alatas yang oleh umat Islam diidentifikasi sebagai salah satu misionaris Syi’ah.
Menurut Ustadz Hartono, indikasi syi’ah yang bisa ditemukan pada diri Ustad Husen Alatas antara lain ketika Ustadz Husen Alatas menjawab sebuah pertanyaan dari pendengar yang dibacakan pembawa acara Rasil AM720, yang terjadi pada Selasa malam (sekitar jam 23:00 wib) tanggal 25 Oktober 2011 (28 Dzulqa’dah 1432H), ia menggunakan kesempatan itu untuk melampiaskan syahwat paham sesat Syi’ah yang cenderung meremehkan Imam Bukhari dan Muslim yang diakui otoritasnya oleh ummat Islam di dunia sebagai perawi hadits shahih.

Ustadz Husen Alatas kala itu pernah mengatakan salah satu hadits riwayat Muslim dengan tudingan sebagai hadits palsu. Yaitu, hadits yang isinya antara lain mengatakan bahwa “orang tua Nabi di neraka”. Juga, ada satu hadits riwayat Bukhari yang dikatakannya menjijikkan. Yaitu, salah satu hadits yang mengatakan bahwa “Fathimah datang ke Nabi Muhammad dan berkata agar Nabi bersikap adil kepada istri-istrinya sebagaimana kepada Aisyah, dan ketika Fathimah datang kepada Nabi Muhammad, beliau sedang berada di pangkuan Aisyah”.

Bahkan, ustadz Husen Alatas seperti tidak mengakui eksistensi dan otoritas Imam Bukhari dan Muslim dengan seolah-olah memposisikan keduanya sebagai bukan termasuk ulama yang berhak menilai shahih tidaknya hadits. Karena menurut Husen Alatas, Bukhari dan Muslim hanya mengumpulkan riwayat. Sedang yang menentukan shahih atau tidaknya hadits adalah ulama rabbaniyyin berdasarkan Al-Qur’an dan akal. Husen Alatas mereduksi otoritas Imam Bukhari dan Muslim hanya sebagai pengumpul riwayat (hadits). Ini salah satu ciri khas watak penganut paham sesat Syi’ah yang senantiasa menentang hadits Bukhari dan Muslim.

Contoh lain yang mempertegas kaitan ustadz Husen Alatas dengan Syi’ah adalah sebagaimana diungkap dalam buku berjudul Aliran dan Paham Sesat di Indonesia yang terbit sejak 2002, bahwa ustadz Husen Alatas cukup aktif menghadiri acara-acara yang diselenggarakan kalangan syi’ah di gedung Darul Aitam, Tanah Abang,  Jakarta Pusat.

Sementara itu, mengenai Ustadz Zen Al-Hady, yang juga pernah menjadi nara sumber di Rasil AM 720, masyarakat sudah lama mengenali beliau sebagai misionaris Syi’ah, antara lain melalui kedudukannya sebagai Dewan Pembina di Yayasan Fathimah yang bermarkas di Jalan Batu Ampar III No.14, Condet, Jakarta Timur 13520. Yayasan Fathimah adalah salah satu dari sekian puluh Yayasan Syi’ah yang bertebaran di Indonesia.

Dengan keberadaan Ustadz Zen Al-Hady, dan Ustadz Husen Alatas yang track recordnya telah dikenali sebagai misionaris faham sesat syi’ah, dan jika keduanya dijadikan nara sumber oleh Rasil AM 720, maka munculah pertanyaan apakah Radio Silaturrahim Pro Syi’ah?
Detail: Rasil Syi'ah

Sabtu, 14 April 2012

Simbol Salib Pada Logo Real Madrid Hilang Karena Takluk Oleh Ekonomi Islam

Dakwah Ahlussunnah. MADRID, SPANYOL - Klub sepakbola ternama Spanyol, Real Madrid, telah memutuskan untuk melakukan perubahan pada logo klub tersebut, menyingkirkan salib, yang hadir pada lambang klub sepakbola tersebut selama hampir satu abad, Rusia Today melaporkan.


Pergantian merk ini diperlukan untuk memperkuat popularitas Real kalangan pecinta sepakbola Muslim di Eropa dan Timur Tengah.
Surat kabar Marca Spanyol yang mengutip sumber dalam pemerintahan klub tersebut  mengatakan bahwa langkah itu bertujuan untuk "menghindari segala bentuk kesalahpahaman dan konflik di daerah di mana mayoritas penduduknya adalah Muslim".
"Ini adalah langkah yang menentukan dan strategis yang akan meningkatkan kekuatan lembaga ini di Timur Tengah dan Asia, wilayah kunci di mana semangat untuk klub ini telah jelas," kata klub Spanyol tersebut.


Simbol Kristen tersebut muncul di belakang lambang Real Madrid pada tahun 1920 ketika Raja Alfonso XIII memberikan hak perlindungan kerajaan untuk klub itu.


Simbol Kristen tersebut muncul di belakang lambang Real Madrid pada tahun 1920 ketika Raja Alfonso XIII memberikan hak perlindungan kerajaan untuk klub itu.


"Real Madrid dan Pemerintah Ras al-Khaimah ingin mengirimkan gairah Real Madrid dan apa artinya keseluruh dunia."
Penghapusan salib bertepatan dengan Real Madrid memulai pembangunan sebuah resor wisata olahraga senilai 1 miliar dolar AS (-+Rp 9 trilyun) di Uni Emirat Arab, yang akan menjadi yang pertama di dunia taman bertema gabungan pariwisata dan olehraga di sebuah pulau buatan.


Dengan mengubah lambang itu, Los Blancos mengikuti jejak musuh abadi mereka, FC Barcelona, ​​yang juga harus berpisah dengan salib di logo mereka untuk menyenangkan sponsor mereka dari yang berasal Qatar karena tanda tersebut dianggap membangkitkan memori Perang Salib di abad pertengahan.

Older Post ►

Pasang Iklan 150x150 px

Artikel Terbaru

Komentar Terbaru

 

Copyright 2011 Dakwah Ahlussunnah is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot Published by Template Blogger