Jumat, 21 April 2017

HASMI dan SALAFIYUN SEMPALAN


Beredar tulisan di web yang mengomentari sebuah buku berjudul "MKSS" (Membongkar Kedok Salafyun Sempalan). Ditulis oleh Tim Studi Kelompok Sunniyah "TSKS".

Ketika para da'i ustadz dari ualangan Ahlussunnah wal Jama'ah membuat organisasi yang berlandaskan al-Qur'an dan as-Sunnah bernama HASMI (Harakah Sunniyah untuk Masyarakat Islami) ditahdzir dan difitnah oleh sebagian da'i yang mengaku Salafi dan membuat sebagian penuntut ilmu tersyubhatkan. Maka untuk menepis tahdzir, fitnah dan syubhat tersebut terbitlah buku berjudul Membongkar Kedok Salafiyun Sempalan (MKSS).

Buku tersebut diterbitkan untuk kalangan internal, yakni sasaran utamanya adalah para thullab yang sedang menuntut ilmu di ma'had-ma'had. Inti dari buku itu hanyalah untuk menyadarkan para penuntut ilmu bahwa tuduhan para salafiyun terhadap HASMI
(Harakah Sunniyah untuk Masyarakat Islami) adalah syubhat yang harus dilenyapkan. Buku MKSS adalah sebuah pencerahan yang sangat berarti bagai para penuntut ilmu, mereka jadi tahu siapa Ahlussunnah Wal Jama'ah yang sebenarnya dan siapa salafy sempalan.
Para penuntut ilmu perlu kiranya mengetahui hakikat salafy sempalan agar terhindar dari syubhat mereka, di antara ciri nya adalah :
1. Menerapkan al-wala wal baro' hanya sesama kelompoknya
2. Mentahdzir siapapun yang tidak mereka sukai dengan hawa nafsunya
3. Menakut-nakuti Umat dengan kalimat Surury, Qutby, Hizby dan lain sebagainya tanpa menjelaskan hakikatnya.
4. Dalam hal iman, mereka
lebih dekat ke manhaj murji’ah dan merujuk kepada Ulama Murji'ah (Ali Hasan al-Halaby, dan DR. Khalid al-Anbary) yang sudah ditahdzir oleh lajnah daimah Saudi.
5. Bersikap keras kepada sesama da'i, namun bersikap lembek terhadap penguasa. Terhadap penguasa sangat menjaga lisan, tetapi kepada sesama da'i lisan mereka sangat lancar mencaci maki.
6. Aqidah dalam al-wala dan baro' sangat rancu dan bingung. Para Mujahidin yang sedang berjihad melawan Zionis, Syi'ah dan Amerika di timur tengah menurut mereka adalah para ahlul bid'ah, sehingga cacian mereka terhadap pejuang itu sangat terang-terangan tak tahu malu, tak kenal waktu dan tempat.

7. Menganggap nama Ahlusunnah wal Jama'ah adalah nama yang terlalu umum dan belum cukup untuk menyebut firqoh naajiyah (golongan yang selamat), sehingga harus disempurnakan dan diganti dengan sebutan Salafiy.

Fakta-fakta ini sudah diketahui para penuntut ilmu sunnah, dan ahlamdulillah saat ini sudah banyak yang sadar akan bahaya sifat dan manhaj porak poranda dari kelompok Salafiyun Sempalan. 

Anehnya kelompok sempalan ini merasa benar dan menghiasi keburukan itu dengan sebutan "Jarh wa Ta'dil". Padahal istilah Jarh wa Ta'dil adalah metode yang digunakan ahli hadits untuk menguji kebenaran sebuah hadits dengan cara mengukur jati diri para perawi hadits. Adapun para sempalan itu men-Jarh (mengkritik) setiap pihak yang tidak mereka sukai dengan hawa nafsu mereka belaka.
Jauh sekali dari manhaj Ahli Hadits..!!

Para korbannya adalah orang-orang yang kurang akal dan lemah ilmu, atau ada juga da'i yang berilmu yang gemar ketenaran (sebagiannya punya gelar Lc) malah jadi "muqollid" ikut-ikutan dengan sifat porak poranda ini dan berada di barisan mereka. Seperti merasa sangat takut kehilangan pamor dan jama'ah, serta sangat takut apabila dipecat dari kelompok salafiyun oleh para tokohnya, padahal mereka yang ditokohkan pun tidak punya hak sama sekali untuk memecat.

Sadar atau tidak mereka sebenarnya adalah bagian dari system global yang sedang memporak-porandakan dakwah dan menggagalkan usaha-usaha membangun kembali kejayaan ummat.

Bagi yang sudah terlanjur Semoga mereka sadar, menghentikan manhaj memfitnah kepada para da'i. Kembalilah kepada manhaj Salafus Sholih dalam masalah Iman, dan tinggalkan manhaj murji'ah dalam hal ini. Ikutilah Ulama yang berjalan di atas Manhaj Salafusholih.
Peliharalah lidah anda jangan ikuti manhaj porak poranda. Abu Abdillah

Selasa, 18 April 2017

Siapakah HASMI?


Image result for hasmi
HASMI adalah akronim dari Harakah Sunniyah Untuk Masyarakat Islami. HASMI merupakan sebuah ORMAS Islam bermanhaj Ahlussunnah wal Jama’ah, yaitu berpedoman kepada al-Qur'an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman para Sahabat Nabi, ORMAS ISLAM yang bergerak dalam bidang Dakwah, Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan. Menggunakan berbagai sarana dakwah yang diperbolehkan Syari'i, seperti Internet, Radio, Lembaga Pendidikan Formal, pesantren Non Formal, Sekolah Tinggi, Buku, Majalah, Buletin, Kartu Dakwah, dll. HASMI Berpusat di Kota Bogor, HASMI didirikan pada tahun 2005 dengan legalitas dan rekomendasi:

  • Akta resmi tgl. 18 November 2005, akte No. 20 dengan Notaris Supiah Nurbaiti, S.H.
  • Direktorat Jendral Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) nomor:
    01-00-00/0064/D.III.4/III/2012
  • Rekomendasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor: Rek U-185/MUI/V/2009
  • Rekomendasi Kementrian Agama (Kemenag) RI nomor: RI.II.3/BA.00/207/2011
  • Rekomendasi Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Barat nomor:
    10.64/BA.01.1/1934 a/2011
Baca juga !
Jangan ragu untuk begabung dengan HASMI dalam Memperjuangkan Kebangkitan Islam di Negri Ini.

Hasmi Teroris, Hasmi Sesat, Hasmi Wahabi
Itulah tuduhan yang selama ini tersebar di Sosial media, dan tuduhan tersebut tidak benar.

Hasmi Teroris
Tentu saja HASMI tidak ada kaitannya dengan Teroris, HASMI bergerak dengan cara damai, Hasmi menolak Kekerasan walaupun tujuannya untuk menegakan Islam, karena hal itu hanya akan memicu kekacauan, ketakutan dan kerusakan.
Namun HASMI tidak anti Jihad jika dilakukan pada situasi dan kondisi yang tepat. Dan tetap bersiap siaga.

Hasmi Sesat
Sesat adalah ungkapan bagi yang salah jalan. HASMI bukanlah aliran sesat karena Hasmi senantiasa berada di jalan Nabi. Pedoman Hasmi dalam beragama adalah al-Qur'an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman para Sahabat Nabi, serta mengikuti Ijma' para Ulama. Bahkan hal ini telah diakui oleh MUI. Rekomendasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor: Rek U-185/MUI/V/2009.
Untuk menilai sesat atau tidaknya seseorang atau kelompok, maka MUI telah membuat 10 kriteria aliran sesat, silahkan dipelajari.

Hasmi Wahabi
Wahabi adalah sebutan untuk pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab. Adapun Hasmi adalah Harakah Sunniyah (Gerakan Pengikut Sunnah). Tentu hal itu tidak benar jika sebutan Wahabi dituduhkan kepada HASMI. Kami tetap memuliakan semua Ulama termasuk Muhammad bin Abdul Wahab, namun rujukan dalam beragama bukan lah Muhammad bin Abdul Wahhab, melainkan al-Qur'an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman para Sahabat Nabi, serta mengikuti Ijma' para Ulama. Siapa saja ulama yang sesuai dengan al-Qur'an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman para Sahabat Nabi akan kita terima, siapa yang tidak seusai dengan al-Qur'an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman para Sahabat Nabi akan kita tolak, termasuk Muhammad bin Abdul Wahab.


Jumat, 07 April 2017

Hantu, Bid'ah Khurofat di Indonesia



Orang barat sana mungkin hanya mengenal dua hantu saja, Dracula dan Casper (hantu baik), Orang China hanya mengenal Vampire. Tapi negeri kita ini, begitu kaya dengan nama-nama hantu. Bahkan setiap pulau dan daerah ada hantu yang memiliki nama khusus, dengan karakter yang khas pula. Apalagi di Pulau Jawa, seabrek nama hantu yang tersohor, sebagian nama hantu sudah "naik pangkat" menjadi kaliber nasional, seperti: pocong, genderwo, dewi sri, kelong-wewe, sundel bolong, kuntilanak, tuyul, buta ijo dan lain-lain. Tidak menutup kemungkinan akan lahir nama-nama hantu baru, dengan ciri dan karakter yang khas pula.

Kiyai dan Kuburannya diagungkan. Inlah kesyirikan

“Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah menjadikan kubur-kubur sebagai masjid… Ingatlah janganlah kalian menjadikan kubur sebagai masjid, karena sesungguhnya aku melarang kalian dari hal ini.” (HR. Muslim, an-Nasai, Ibnu Hibban, dan Abu 'Awanah dari Jundub bin Junadah).

Harakah Bid'ah?

Pertanyaan
Ustadz, ada anggapan bahwa harokah itu dilarang, dengan alasan bahwa Rasululloh tidak mengajarkan untuk membuat kelompok tersebdiri.. Kemudian juga benarkah dengan mendrikan harokah tersendiri malah memecah belah umat, dan apakah para anggotanya pun akan memandang berbeda kepada orang yang diluar anggotanya/anggota ormas lain, sebagaimana yang telah terjadi pada Ormas dan partai-partai Islam yang telah ada?

Pasang Iklan 150x150 px

Artikel Terbaru

Komentar Terbaru