Rabu, 14 Oktober 2009

UNIVERSALITAS ISLAM DAN GLOBALISASI

ISLAM UNIVERSAL

Diantara makna Universalitas Islam adalah kewajiban dakwah Islam menyentuh semua manusia tanpa memandang letak geografisnya, lingkungan kondisi sosialnya. Ia adalah risalah untuk makhluq yang namanya manusia (bahkan juga jin), tanpa mengenal sekat ruang-ruang dan waktu, untuk siapa saja, dimana dan kapan saja.

Dakwah Islam berbeda dengan dakwah Nabi-Nabi terdahulu yang terbatas pada kawasan tertentu, umat tertentu dan batas waktu tertentu. Sebagaimana yang diceritakan oleh Allah -Subhanahu wa ta'ala- tentang Nabi Nuh -Alaihi salam- (Al-Mukminun: 23), Nabi Hud u (Al-A’raf: 65), Nabi Shaleh -Alaihi salam- (Al-A’raf: 73), Nabi Musa -Alaihi salam- (Al-A’raf: 103) dan Nabi Isa u (Ali ‘Imran: 49).

Sedangkan universalitas Islam dapat dijumpai dalam al-Qur`an surat al-Furqan:1, Saba’: 28, Al-A’raf:158, Al-An’am:19, Ali ‘Imran 20 dan lain-lain. Juga dalam sabda Nabi e seperti dalam shahih Bukhari (Fath al-Bari I/346, kitab Masajid No. 3) tentang lima keistimewaan Nabi e dan hadits Muslim yang artinya: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada ditangan-Nya, tidak seorang dari umat (manusia) ini, Yahudi ataupun Nashrani, yang mendengar tentang aku kemudian dia mati dan tidak beriman dengan ajaran yang aku bawa, melainkan dia termasuk penghuni neraka”. (HR. Muslim, Kitab Iman: 240)


KANDUNGAN DAN KONSEKUENSI UNIVERSALITAS ISLAM

Ada banyak nilai yang terkandung didalam universalitas Islam, yang membuat Islam semakin nampak berbeda dengan agama-agama yang lain:

1. Islam berarti agama yang sempurna dan penyempurna. Rasulullah -Shalallahu alaihi wa salam- pernah mengilustrasikan bahwa misi semua Rasul adalah ibarat membangun satu bangunan. Bangunan itu sangat indah, akan tetapi masih ada yang kurang sehingga datanglah rasul e untuk menyempurnakan bangunan itu dan membuatnya lengkap tanpa cacat indah tanpa noda, mengagumkan setiap oang (HR. Bukhari, bab Manaqib :18; Muslim, fadhil 20-23)

2. Islam adalah agama yang mencerminkan kedewasaan seiring dengan proses kedewasaan dan kematangan berfikir manusia. Hal ini bisa kita lihat dengan terbatasnya dakwah dan ajaran Nabi-nabi sebelumnya dan juga keberadaan kitab-kitab suci mereka yang diturunkan langsung utuh tanpa melalui proses gradual (tanjim). Ini menunjukkan bahwa bangsa manusia saat itu cukup dengan bimbingan seperti anah kecil yang harus dituntun dan ditentukan oleh walinya. Berbeda dengan al-Qur`an, sebagian ayat-ayatnya diturunkan langsung tanpa sebab sebagai simbol dari keterbatsan akal manusia dan sebagian lagi diturunkan sebagai respon atas suatu peristiwa atau pertanyaan dari sahabat. Keterlibatan sahabat dalam proses turunnya wahyu merupakan isyarat kedewasaan umat manusia. Karena itu konsep Asbab an-Nuzul adalah khusus milik umat Islam.

3. Agama islam terjamin keutuhan dan keorsinilitasnya karena agama yang mengalami perubahan dan pergantian tidak bisa disebut universal. Karena itu samua agama samawi terdahulu telah kehilangan kitab sucinya yang asli.

4. Hanya orang Islam yang berhak memiliki misi dakwah yang mendunia berbeda dengan agama-agama yang lain yang berlaku hanya untuk kaum penerima saja seperti Nashraniyyah hanya berlaku di Bani Israil tidak untuk bangsa lain dan berlaku sampai datangnya Islam. Dengan demikian semangat misionaris Kristen sangat bertolak belakang dengan ajaran Nabi isa. Kitab Bibel sendiri menyatakan, “Aku diutus untuk domba-domba Israil”.


TANTANGAN GLOBALISASI

Diantara tantangan besar yang menghdang kita adalah tantangan globalisasi yang kini sedang diobral. Amerika sengaja memproduksi lalu memasarkannya.

Globalisasi dalam pandangan orang adalah: peruntuhan batas-batas dan jarak antara bangsa-bangsa, antara negara dan negara, antara budaya yang satu dengan yang lainya. Dengan demikian manusia akan berhubungan secara dekat dalam apa yang disebut dengan budaya global, pasar global, famili global. Pada waktu itu dunia bagaikan desa buana (global village) ataupun desa kecil.

Globalisasi bukan saja menyangkut seruan kepada perkembangan kapitalisme modern, namun juga seruan untuk membangun sebuah model dan gaya hidup tertentu. Jadi disamping sistem ekonomi, globalisasi juga sebuah ideologi. Sebagian penulis juga menggandengkan antara globalisasi dengan Amerikanisasi, yaitu mengglobalkan karakter-karakter yang serba Amerika.


ANTARA GLOBALISASI DAN UNIVERSALISME

Mungkin globalisasi memiliki kedekatan makna dengan universalisme yang dinyatakan Islam dalam ayat makkiyyah: “Dan tidaklah Kami utus engkau kecuali menjadi rahmat bagi semesta alam”. (Al-Anbiya: 107).

“Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan (al-Qur`an) kepada hamba-Nya agar menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam” (Al-Furqan: 1)

Namun secara substansi ada perbedaan yang sangat besar, universalisme yang ada dalam Islam berazaskan penghormatan kepada anak Adam secara keseluruhan dan rahmat bagi alam. Sementara globalisasi yang diserukan barat berarti pemaksaan dominasi ekonomi dan kultural yang berdasarkan falsafah materialistik, pragmatisme sampai pada tingkat permissifisme.


MENGEMBALIKAN KESADARAN UMAT

Yang penting untuk kita sadari adalah umat ini sedang sakit, sedang tidur atau ditidurkan dengan pembius, maka kewajiban kita adalah membangunkan mereka dari tidur lelapnya dan memperingatkan mereka dari keterlenaannya dan mengembalikan kesadaran akan identitas diri dan risalahnya serta peran yang harus dimainkan untuknya dan untuk orang selain dirinya. Ingatkan bahwa umat ini umat yang universal, umat yang tidak dilahirkan begitu saja. Dia dilahirkan untuk membei manfaat kepada manusia, memberi hidayah dan memberi kebaikan kepada manusia.

“Kalian adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk manusia, kamu memerintah yang baik-baik dan mencegah dari kemungkaran dan kamu beriman kepada Allah”.

Untuk itu kita wajib memahami Islam sebaik-baiknya, mampu menyeru orang lain kepadanya dengan sebaik-baiknya, serta menghadirkan kepada penduduk bumi dengan bahasa dan logika manusia abad dua puluh satu agar mereka gampang memahaminya.

Islam bertanggung jawab terhadap masa depan umat manusia yang kini mengalami carut marut dan keruwetan.
Sumber: id.qiblati.com


0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Newer Post Older Post ►

Pasang Iklan 150x150 px

Artikel Terbaru

Komentar Terbaru

 

Copyright 2011 Dakwah Ahlussunnah is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot Published by Template Blogger