Selasa, 13 Maret 2012

Yaa robbi bil musthofa, baligh maqo sidana.. Adalah Bid'ah


"Yaa robbi bil musthofa, baligh maqo sidana, waghfirlana mamadho, ya wasi’an karomi…"
Artinya: "Wahai Rabbku, dengan (Nabi Muhammad) Al-Mushthafa, sampaikanlah segala maksud kami, ampunilah untuk kami apa yang telah berlalu, Wahai Yang Maha Luas kemurahannya.."

Doa di atas terdapat bentuk tawassul dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan hal tersebut dianggap oleh para ulama sebagai bid’ah dalam agama. Tawassul hanya disyariatkan dengan menggunakan asma’ul husna, amalan shalih, atau doa orang shalih yang masih hidup pada hal yang dia manpu. Selain itu, masuk dalam tawassul bid’ah atau syirik. Namun, doa di atas tidak dianggap sebagai kesyirikan karena doa kepada Allah, tidak bentuk penyerahan ibadah kepada selain Allah. 

Berikut ini adalah fatwa para ulama mengenai tawasul terhadap Rosululloh
Pertanyaan:
Apa hukum tawassul kepada penghulu para Nabi (Muhammad صلی الله عليه وسلم); adakah dalil-dalil yang mengharamkannya ?

Jawaban:
Mengenai hukum tawassul kepada Nabi صلی الله عليه وسلم (menjadikan beliau sebagai perantara-pent.) harus dirinci dulu;

Bila hal itu dilakukan dengan cara mengikuti beliau, mencintai, taat terhadap perintah dan meninggalkan larangan-larangan beliau serta ikhlas semata karena Allah di dalam beribadah, maka inilah yang disyariatkan oleh Islam dan merupakan dien Allah yang dengannya para Nabi diutus, yang merupakan kewajiban bagi setiap mukallaf (orang yang dibebani dengan syariat-pent.) serta merupakan sarana dalam mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Sedangkan bertawassul dengan cara meminta kepada beliau, beristighatsah kepadanya, memohon pertolongan kepadanya untuk mengatasi musuh-musuh dan memohon kesembuhan kepadanya, maka ini adalah syirik yang paling besar. Ini adalah dien Abu Jahal dan konco-konconya semisal kaum paganis (penyembah berhala). Demikian pula, bila dilakukan kepada selain beliau seperti kepada para Nabi, wali, jin, malaikat, pepohonan, bebatuan ataupun berhala-berhala.

Disamping itu, ada jenis lain dari tawassul yang dilakukan banyak orang, yaitu tawassul melalui jah(kedudukan) beliau, hak atau sosok beliau, seperti ucapan seseorang, "Aku memohon kepadaMu, Ya Allah, melalui NabiMu, atau melalui jah NabiMu, hak NabiMu, atau jah para Nabi, atau hak para Nabi, atau jah para wali dan orang-orang shalih", dan semisalnya, maka ini semua adalah perbuatan bid'ah dan merupakan salah satu dari sarana kesyirikan. Tidak boleh melakukan hal ini terhadap beliau ataupun terhadap selain beliau karena Allah سبحانه و تعالى tidak pernah mensyariatkan hal itu sementara masalah ibadah bersifat tauqifiyyah (bersumber kepada dalil,pent.) sehingga tidak boleh melakukan salah satu darinya kecuali bila terdapat dalil yang melegitimasinya dan syariat yang suci ini.

Sedangkan tawassul yang telah dilakukan oleh seorang sahabat yang buta kepada beliau semasa hidupnya, maka yang sebenarnya dilakukannya adalah bertawassul kepada beliau agar berdoa untuknya dan memohon syafaat kepada Allah sehingga penglihatannya normal kembali. Jadi, bukan tawassul dengan (melalui) sosok, jah (kedudukan) atau hak beliau. Hal ini secara gamblang dapat diketahui melalui jalur cerita dari hadits[1] (tentang itu) dan melalui penjelasan yang diberikan oleh para ulama as-Sunnah ketika menjelaskan hadits tersebut.

Syaikhul Islam, Abu al-Abbas, Ibnu Taimiyah رَحِمَهُ اللهُ telah memaparkan secara panjang lebar mengenai hal itu di dalam kitab-kitabnya yang demikian banyak dan bermanfaat, di antaranya kitab yang berjudul: "al-Qa'idah al-Jalilah Fi at-Tawassul wa al-Wasilah". Ini adalah kitab yang amat bermanfaat dan pantas untuk dirujuk dan dipelajari.

Hukum bertawassul seperti ini boleh, bila kepada orang-orang yang masih hidup selain beliau, seperti ucapan anda kepada saudara anda, bapak anda atau orang yang anda anggap baik, "Berdoalah kepada Allah untukku agar menyembuhkan penyakitku!" atau "agar memulihkan penglihatanku", "menganugerahiku keturunan", dan semisalnya. Kebolehan akan hal ini adalah berdasarkan ijma' (kesepakatan) para ulama. Wallahu waliyy at-Taufiq.[2]



[1] Yang dimaksud adalah hadits yang diriwayatkan oleh 'Utsman bin Hunaif: bahwa seorang laki-laki buta datang ke hadapan Nabi صلی الله عليه وسلم seraya berkata: "Berdoalah kepada Allah agar menganugerahiku afiat (kesehatan)". Lalu beliau bersabda: "Engkau boleh pilih; aku doakan sekarang untukmu atau aku urungkan dan ini adalah baik bagimu". Orang tersebut berkata: "Berdoalah kepadaNya sekarang". Kemudian beliau menyuruhnya agar berwudhu', lalu dia berwudhu' dengan sempurna, kemudian shalat dua rakaat dan berdoa dengan doa ini:
اَللَّهُمَّ اِنِّي أَسْأَ لُكَ وَأَ تَوَجَّهُ إِ لَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ. يَا مُحَمَّدُ, إنِّي تَوَ خَّهْتُ بِكَ إِلىَ رَبِّيْ فِيْ حَا جَتِيْ هَذِهِ فَتَقْضِيْ لِيْ اَللَّهُمَّ شَفِعْهُ فِيَّ
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu dan menghadap kepadaMu melalui nabiMu, Muhammad, nabi rahmat. Wahai Muhammad! Sesungguhnya aku menghadap kepada Rabbku melaluimu dalam hajatku ini sehingga engkau dapat memutuskannya untukku. Ya Allah, anugerahilah ia syafaatMu untukku". (HR. Ahmad, Juz 8, hal. 138; at-Tirmidzi, kitab ad-Da'awat, no. 3578; an-Nasa'i, kitab 'Amal al-Yaum wa al-Lailah, hal. 204 serta Ibnu Majah, kitab Iqamah ash-Shalah, no. 1358).
[2] Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 1, hal. 25-26, Penerbit Darul Haq.

32 komentar:

  1. berarti pengarang Sholawat tsb Imam Nawawi ra tidak ngerti arti bid'ah ato kurang Ilmu agamanya ato kitanya yg kurang tau maksud doa tsb sehingga berpendapat Bid'ah. Wallahu Alam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mereka ("Yang Meng Upload Itu") Merasa dirinya lebih baik daripada Imam Nawawi :D

      Hapus
  2. sekarang kan lagi demam bid'ah...soalnya lagi hits sih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup,,,,benar sekali,saat ini banyak dari umat mengamalkan ajaran2 yg makin jauh dari yg diajarkan oleh rosululloh

      Hapus
  3. DOA UNTUK KEBENARAN DAN KEBAIKAN , SESAMA MUSLIM HARUS SALING MENDOAKAN , BERAWAL DARI DIRI KITA SENDIRI

    BalasHapus
  4. Kalau begitu Al Quran yang sekarang kita pegang bid'ah juga dong ya ? Jaman Rasulullah kan belum ada buku. Susunan suratnya juga ngga urut sesuai dengan urutan ketika di wahyukan kepada Nabi Muhammad dan lain-lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alquran memang blm disusun pada masa rosululloh,krn hal itu mustahil,selama rosululloh masih hidup wahyu dari alloh blm selesai sehinnga tdk bisa dibukukan,tetapi rosululloh sudah menganjurkan,dan juga demi kemaslahatan umat,dimana di masa itu terjadi peperangan dan banyak dari penghafal wahyu yg wafat,sehingga para sohabat mengumpulkan nas nas alquran dan membukukannya.wallohua`lam...

      Hapus
    2. Alquran memang blm disusun pada masa rosululloh,krn hal itu mustahil,selama rosululloh masih hidup wahyu dari alloh blm selesai sehinnga tdk bisa dibukukan,tetapi rosululloh sudah menganjurkan,dan juga demi kemaslahatan umat,dimana di masa itu terjadi peperangan dan banyak dari penghafal wahyu yg wafat,sehingga para sohabat mengumpulkan nas nas alquran dan membukukannya.wallohua`lam...

      Hapus
  5. apa iyaa... imam nawawi rahimallah yang mencetuskan yaa rabbi bil...., kitab apa ya?

    BalasHapus
  6. berfikirlah yang positif ... jangan pernah menjatuhkan satu sama lain .. kita dsni hanya belajar dan menyaring ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hanya saling mengingatkan,bukan untuk menjatuhkan,krn semua muslim adalah saudara

      Hapus
  7. nabi adam juga, sebagai seorang nabi tawasul kepada nabi Muhammad,,, kenapa kita sebagai umatnya yang lebih berhak tidak...?
    maaf,,, kaji lagi ilmu agamanya secara mendalam agar tidak salah menyimpulkan....!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    BalasHapus
  8. mmm, sepertinya kita harus belajar lagi bahasa arabnya deh,, (:

    BalasHapus
  9. Jangan salibg mengingatkan dengan emosi. Saling menasehari harus dengan kesabaran. Lebih aman tinggalkan bid'ah dan laksanakan sunnah. Karena tidak ada dosa jika meninggalkan bid'ah. Akan tetapi jika melaksanakan bid'ah bisa jadi memang sesat. Wallahu a'lam

    BalasHapus
  10. Sebenarnya kita harus berniat itu sebagai sebuah do'a bukannya diniatkan sebagai bid'ah. Kan semua kegiatan/apapun harus diawali dari niat

    BalasHapus
  11. Bid'ah hasanah broo...

    Jangan ragu untuk mengamalkan...

    ayoo baca sholawat terus... Supaya kelak kita mendapat syafaat dari allah lewat lantaran baginda nabi MUHAMMAD...

    Allahumma sholli'alaa sayyidinaa muhammad..

    BalasHapus
  12. DIkit" Bid'ah Bsk" sdh mulai mengkafirkan sodaranya.... gk usah saling cela dan hujat Hasil Akhir Kt Manusia gk ada yg Tau... Klo Yakin pegang Masing" ntar jg keliatan klo udah mau mati,, Mana yg dicintai Allah n Baginda Rasul... klo Anteng Alhamdulillah Klo Klepek" yaa Tanggung Sendiri

    BalasHapus
  13. Klo Ane Haqul Yakin Muka yg Nyusun Karangan Ini Bid'ah !!!

    BalasHapus
  14. semoga ALLAH SWT memberikan hidayah bagi yang mengatakan sholawat/tawasul itu bid'ah & syirik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bersholawat tdk bid`ah hanya acaranya saja yg bid`ah (mauludan/tahlilan/istighosahan/haul).dan tawassul pada orang yg sudah mati yg dianggap syirik,bertawassullah pada orang yg masih hidup atau bertawassul dgn amalan2 baikmu,itu yg diperbolehkan menurut syar`i

      Hapus
  15. Kembalikan lagi ke Al-Qur'an dan hadisth dalam setiap perkara

    BalasHapus
  16. Shalat dan ngaji dulu yang bener baru bahas masalah bid'ah,, dan kalo posting di kaji dulu jangan sampe ada perpecahan dalam islam,,,

    BalasHapus
  17. Woyyyy main HP, komputer, internetan gah bid'ah yah,...
    di saring dulu brooo klo ngomong mslah bid'ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa dipelajari lagi bro definisiii bidah

      Hapus
    2. Bisa dipelajari lagi bro definisiii bidah

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  18. kalau ilmu agamanya baru setengah maateng, tolong jangan seenaknya mengeluarkan perkataan hukum agama.......mendingan gali ilmu agama di pesantren-pesantren, ya minimal 25 tahunan deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. cocok banget, sekarang banyak yang baru beberapa bulan belajar agama, itu juga dari toko buku dah besar kepala dipanggil ustadz, berani nyalahin orang seolah dirinya paling benar.....#PengalamanPribadi...:D

      Hapus
  19. Nabi dulu tidak pernah naik bis,,,,
    Apa ya kalo kita naik bis jadi bid'ah???

    BalasHapus
  20. Maaf pada penulis.. mungkin kita semua kurang paham tentang tawasul.. coba simak, http://www.youtube.com/playlist?list=PLJfz_beRuL3CJdt7Nrq48TJGPCL_wxU0H
    Barakallah..
    dan untuk teman2 yg berkomentar, kurang baik berkomentar dg caci maki, emosi, dll. maaf jk ad salah kata..

    BalasHapus
  21. katro lah yang posting ini

    BalasHapus
  22. jangan sembarangan menetukan bidah..myesatkan.umat

    BalasHapus

◄ Newer Post Older Post ►

Pasang Iklan 150x150 px

Artikel Terbaru

Komentar Terbaru

 

Copyright 2011 Dakwah Ahlussunnah is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot Published by Template Blogger