Kamis, 07 Januari 2010

Bolehkan Mengamalkan Sholawat Nariyah?


Salah Seorang kiyai Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta menulis sebuah artikel tentang sholawat Nariyah, yang mana jika seorang muslim tidak memiliki pemahaman Ilmu yang benar, maka bisa jadi ia akan terpengaruh oleh syubhat yang dilontarkannya, dimana ia mengatakan bahwa “shalawat Nariyah”, adalah salah satu bacaan yang sangat popular di kalangan kaum muslimin, baik di desa maupun di kota, Khususnya bila menghadapi problem hidup yang sulit dipecahkan, maka tidak ada jalan lain selain mengembalikan persoalan pelik itu kepada Allah. Dan Shalawat Nariyah adalah salah satu jalan mengadu kepada-Nya.
Berikut ini adalah bacaan shalawat Nariyah:
اللهم صل صلاة كاملة، وسلم سلاما تاما على سيدنا محمد الذى تنحل به العقد، وتنفرج به الكرب، وتقضى به الحوائج، وتنال به الرغائب، وحسن الخواتم وسيتشقى الغمام بوجهه الكريم، وعلى أله وصحبه فى كل لمحة ونفس بعدد كل معلوم لك
yang artinya adalah, Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.

Dalam kitab Khozinatul Asror halaman 179 dijelaskan, bahwa “Salah satu shalawat yang mustajab ialah Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah, karena jika umat Islam mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai, maka mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat Nariyah ini sebanyak 4444 kali, kemudian tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat bi idznillah.”
Selain itu, imam Dainuri mengatakan bahwa : Siapa membaca shalawat ini sehabis shalat Fardhu sebanyak 11 kali, serta digunakan sebagai wiridan maka rizekinya tidak akan putus, di samping itu, ia akan mendapatkan pangkat kedudukan dan tingkatan orang kaya.”

Demikianlah apa yang difahami oleh sebagian besar kaum muslimin di negri ini, dan mungkin diantara kita pun ada yang pernah membaca shoalwat ini. Dan sebenarnya membaca sholawat adalah hal yang sangat disunnahkan oleh Rasulullah, akan tetapi kita sebagai kaum muslimin hendaknya tidak begitu saja seta merta meyakini apa yang diucapkan oleh seseorang, sekalipun yang berkata adalah seorang Kiyai. Kita harus mencari tahu mengenai kebenaran perkataan tersebut.
Nah untuk mengetahui apakah benar Shalawat Nariyah yang dibaca sebanyak 4444 kali itu dapat mendatangkan rizki dan solusi atas problem hidup yang sulit dipecahkan?
Berikut ini akan kami ulas secara tuntas.

Menurut Kiyai Mahrus Ali, ternyata sumber dan asal-usul shalawat Nariyah ini tidak diketahui, padahal beliau telah menelaah buku dan kitab hadits, fiqih, dan tasawuf. Dengan demikian maka jelaslah bahwa sholawat Nariyah adalah sholawat bid’ah yang jika dilakukan maka pelakunya akan diancam dengan Nar alias neraka.
Selain itu, jika kita perhatikan Dari segi isi shalawat, maka akan kita temukan banyak sekali kekeliruannya, terutama pada lafadz-lafadz yang artinya: “.. Yang dengannya, maksudnya dengan (Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam) maka segala ikatan menjadi lepas, dengannya segala kesulitan akan lenyap, dan dengannya segala keinginan akan tercapai, dengannya pula segala kebutuhan akan terpenuhi.”.
Dengan demikian jelaslah bahwa Menurut shalawat tersebut, yang melepaskan ikatan, kesulitan dan mengabulkan segala keinginan adalah Rasulullah, bukan Allah.

Hal ini jelas mengandung kesyirikan dan bertentangan dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Dimana Allah subhanahu Wata'ala berfirman dalam surat Yunus ayat 31, yang artinya: “Katakanlah: ‘Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?’ Maka mereka akan menjawab: ‘Allah.’ Maka katakanlah ‘Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?”
Kemudian dalam ayat yang lainnya, Allah subhanahu Wata'ala berfirman dalam Al-Qur'an surat Ar-Ra’d ayat14, yang artinya:
“Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) doa yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya. Dan doa (ibadah) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka.”

Demikianlah ayat-ayat yang sangat jelas, bahwasanya hanya Allah subhanahu Wata'ala lah yang berhak dan mampu melepaskan berbagai kesulitan dan mengabulkan permohonan, bukan Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam, sebab beliau shalallahu'alaihi wa sallam hanyalah manusia biasa yang diberi kelebihan oleh Allah subhanahu Wata'ala dibanding manusia lainnya.
Namun bukan berarti kita anti-shalawat. Kita tetap harus bershalawat pada Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam, hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 56, yang artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”
Selain itu, di dalam sebuah hadits riwayat Tirmidzi dan Nasa’i, Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Orang yang paling bakhil adalah seseorang yang jika namaku disebut ia tidak bersholawat untukku.”

Inilah dalil-dalil yang sangat kuat, yang menunjukan bahwa kita diperintahkan untuk bersholawat kepada Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam, Akan tetapi hendaknya kitapun mengilmui bagaimana Cara ber-shalawat yang benar kepada Rasulullah, yakni harus sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah kepada para sahabatnya. Dan salah satu bentuk bacaan sholawat yang paling singkat adalah dengan mengucapkan “Shalallahu ‘Alaihi Wassalam”.
Oleh: Yusuf Supriadi
Sumber Referensi: 1. http://muza36.wordpress.com/2008/09/10/shalawat-nariyah/
2. http://majelismunajat.com/2009/10/amalan-sholawat-nariyah/



59 komentar:

  1. mengenai shalawat nariyah, tidak ada dari isinya yg bertentangan dg syariah, makna kalimat : yang dengan beliau terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik, serta”, adalah kiasan, bahwa beliau saw pembawa Alqur’an, pembawa hidayah, pembawa risalah, yg dg itu semualah terurai segala ikatan dosa dan sihir, hilang segala kesedihan yaitu dengan sakinah, khusyu dan selamat dari siksa neraka, dipenuhi segala kebutuhan oleh Allah swt, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik yaitu husnul khatimah dan sorga,

    ini adalah kiasan saja dari sastra balaghah arab dari cinta, sebagaimana pujian Abbas bin Abdulmuttalib ra kepada Nabi saw dihadapan beliau saw : “… dan engkau (wahai nabi saw) saat hari kelahiranmu maka terbitlah cahaya dibumi hingga terang benderang, dan langit bercahaya dengan cahayamu, dan kami kini dalam naungan cahaya itu dan dalam tuntunan kemuliaan (Al Qur’an) kami terus mendalaminya” (Mustadrak ‘ala shahihain hadits no.5417), tentunya bumi dan langit tidak bercahaya terang yg terlihat mata, namun kiasan tentang kebangkitan risalah.

    Sebagaimana ucapan Abu Hurairah ra : “Wahai Rasulullah, bila kami dihadapanmu maka jiwa kami khusyu” (shahih Ibn Hibban hadits no.7387), “Wahai Rasulullah, bila kami melihat wajahmu maka jiwa kami khusyu” (Musnad Ahmad hadits no.8030)

    semua orang yg mengerti bahasa arab memahami ini, Cuma kalau mereka tak faham bahasa maka langsung memvonis musyrik, tentunya dari dangkalnya pemahaman atas tauhid,

    mengenai kalimat diminta hujan dengan wajahnya yang mulia, adalah cermin dari bertawassul pada beliau saw para sahabat sebagaimana riwayat shahih Bukhari.

    --

    mengenai bacaan 4444X atau lainnya itu adalah ucapan sebagian ulama, tidak wajib dipercayai dan tidak ada larangan untuk mengamalkannya,
    --
    shalawat ini bukan berasal dari Rasul saw, namun siapapun boleh membuat shalawat atas nabi saw, sayyidina Abubakar shiddiq ra membuat shalawat atas nabi saw, Sayyidina Ali bin abi thalib kw membuat shalawat, juga para Imam dan Muhadditsin, shalawat Imam Nawawi, Shalawat Imam Shazili, dan banyak lagi, bahkan banyak para muhadditsin yg membuat maulid, bukan hanya shalawat.
    --
    syirik?, yah.. syirik tentunya bagi orang orang wahabi, mereka memang tak diperuntukkan untuk mendapat kemuliaan shalawat, kasihan juga kalau Abubakar shiddiq dibilang syirik, juga Ali bin Abi Thalib kw, juga para muhadditsin lainnya,

    karena mereka membuat shalawat,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa gak mas seperti apa abubakar/ ali bershalawat...

      Hapus
    2. mungkin sahabat membuat shalawat bukan utk diamalkan,tapi mereka mengamalkan shalawat yg diajarkan Nabi....

      Hapus
  2. QS Al Isro':36
    Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

    Ane belum pernah ketemu dalilnya kalo siapa saja boleh membuat sholawat sendiri. Coba jelaskan dadilnya kalo emang ada.

    Dalam surat tsb jelas sekali dijelaskan bahwa dalam ibadah harus ada dalilnya. Syarat ibadah diterima Allah kan ikhlas & ada tuntunannya.

    BalasHapus
  3. baca disini buat nambah refensi
    http://abangdani.wordpress.com/2010/11/22/shalawat-nariyah-dalam-timbangan/

    BalasHapus
  4. Buat saudara2ku kaum muslimin tentang hal2 yang masih membingungkan, Jika ingin mengetahui kebenarannya... datang saja ke kyai yang mengatakannya...atau para kyai sepuh yang jadi panutan masyarakat di sekitar kita. Insya Allah smua akan gamblang dan jelas... Para Kyai itu tidak serta merta jadi Kyai. Beliau mampu berbahasa arab dengan baik dan sangat arif dalam memahami sesuatu. Allah Maha Besar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. memangnya kita beragama menurut kyai???

      Hapus
    2. goblog....g

      Hapus
  5. para ahli bidah sdh jd rhsia umum mrk tdk brdialog dg cr ilmiah,maka akn susah jk ditmbh dg taklid buta.wallahua’lam

    BalasHapus
    Balasan
    1. anna sependapat dengan antum.......!

      Hapus
    2. ilmiah itu yg bagaimana apa anda lebih alim dari para kyai-kyai yg ada

      Hapus
  6. para ahli bidah sdh jd rhsia umum mrk tdk brdialog dg cr ilmiah,maka akn susah jk ditmbh dg taklid buta.wallahua’lam

    BalasHapus
  7. Buku"sejarah berdarah sekte salafi wahabi, mereka membunuh semuanya termasuk para ulama" ketua MUI menyarankan setiap muslim utk memilikinya, buku terlaris dan wajib dimiliki...

    BalasHapus
  8. Alhamdulillah saya beserta kluarga sudah memilikinya buku .,,,miris sekali membaca sejarah itu....."akan lahir dan keturunan org ini suatu kaum yg membaca alquran tetapi tdk sampai melewati batqs tenggorokan..mereka hanya memerangi org islam namun membiarkan penyembah berhala (hr bukhary muslim)

    BalasHapus
  9. Saudara Yusuf Supriadi: Bagaimana mungkin anda yg dari Statement anda memposisikan diri sebagai Ahli Sunnah mengambil sumber yg tidak kredibel. Cth Kiyai Mahrus Ali. Tahukah anda dan teman2 siapa itu Kiyai Mahrus Ali? Kalo kiyai Mahrus Ali yg anda maksud adlh penulis buku “Mantan Kiai NU Menggugat Shalawat dan Dzikir Syirik”, Inilah penjelasan mengenainya:

    KH Said Asrori Minta Penulis “Mantan Kiai NU Menggugat” Dipolisikan Magelang, NU Online
    Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Magelang KH Said Asrori meminta Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur melaporkan H Mahrus Ali, penulis buku “Mantan Kiai NU Menggugat Shalawat dan Dzikir Syirik”, ke pihak kepolisian. Pasalnya, buku yang ditulisnya dengan judul bombastis itu mengandung unsur kebohongan publik.

    Selain itu, buku tersebut dinilai melecehkan amal ibadah yang selama ini dijalani warga NU. Apalagi saat ini sudah terbit buku kedua berjudul “Mantan Kiai NU Menggugat Tahlilan, Istighosah dan Ziarah Wali” yang lebih tebal dan lebih luks.

    Dikatakan Kiai Said Asrori, berdasarkan pengakuan pengurus Ranting NU Sidomukti, Kebomas, Gresik yang menjadi tempat kelahiran penulisnya, H Mahrus bukanlah orang NU. Pengakuan serupa diberikan oleh pengurus MWC NU Waru, Sidoarjo, tempat H Mahrus saat ini tinggal. Keduanya memberikan kesaksian lengkap dengan kop dan stempel jam’iyah.

    “Bukan orang NU mengaku sebagai mantan kiai NU, itu kan jelas-jelas kebohongan publik,” kata Kiai Said di Magelang, Ahad (24/2).

    Adapun mengenai tulisan-tulisan H Mahrus Ali di setiap buku karangannya, semuanya itu berisikan pengkajian dan pembahasan yang tidak ilmiah dan mengandung ketidakbenaran, karena tidak disertai dengan dalil-dalil yang kuat dan penjelasan-penjelasan yang ilmiah secara keilmuan. Hanya saja dalil-dalil yang diambil olehnya baik dari Al-Qur’an maupun Hadits Nabi hanyalah merupakan hasil terjemahan secara tekstual atau letterleg saja sehingga sama sekali tidak mengenai sasaran yang tepat. Bahkan dalam mengartikan ayat-ayat suci al-Quran yang ada asbabun nuzulnya, dia itu sangat anti sekali dengan asbabun nuzul (sebab2 diturunkannya ayat2 suci Al-Qur’an). Karena, menurut dia asbabun nuzul itu dipenuhi dengan sanad-sanad (sandaran-sandaran hukum) yang dhaif atau lemah. Selain itu beliau sangat anti sekali terhadap kitab-kitab karangan Imam Syafi’i. Dia hanya menggunakan tafsir yang dilakukan oleh sahabat Nabi SAW. Dengan demikian, pengkajian Al-Qur’an yang ia lakukan merupakan suatu kekeliruan dan penyimpangan yang besar, karena tidak berdasarkan ilmu tafsir Al-Qur’an dari para ulama yang tidak diragukan lagi mengenai kredibilitas keilmuan mereka. Padahal ilmu tafsir Al-Qur’an itu sangat penting sekali dalam memecahkan setiap permasalah hidup (problem solving) terutama yang berkaitan dengan ayat-ayat mutasyabbihat dan ayat-ayat kauniyah.

    BalasHapus
  10. mau bersholawat apapun silahkan...tak perlu menjelek-jelekkan satu dengan yang lainnya..bid'ah itu ada banyak macamnya,,tidak perlu mengejudge mana yang salah dan mana yang benar,,semua itu yang menilai hanya ALLAH semata..manusia tap punya kuasa,,kita hanya hamba yang bertugas mematuhi perintahnya dan menjauhi larangannya..selama tuhan kita sama, syahadat kita sama, iman kita sama, nabi kita sama..apa yang perlu dipermasalahkan??yang penting kita tidak mengganggu orang terutama sesama muslim..malu dilihat sama yang non muslim..kog qta terpecahbelah..semua itu sama asal tujuannya benar menurut syar'i dan tidak melanggarnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, Islam harus bersatu, tapi bersatu dalam kebenaran. Karena Yang Benar Hanya Satu.

      Hapus
  11. assalam mualaikum..bagi yang sudah punya buku "sejarah berdarah sekte salafi wahabi" sekarang tolong baca juga buku bantahannya "salafi antara tuduhan dan kenyataan". semoga anda termasuk orang2 yang berfikir.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, jangan cuma baca satu buku. Dan jangan mudah terpengaruh oleh satu buku. Boleh jadi penulisnya melakukan manipulasi SEJARAH.

      Hapus
  12. Saya Bukan Salafi atau Wahabi. Dan Bukan Wahabi yang melarang Solawat Nariyah, tetapi Alloh swt yang melarang. Alloh melarang kita untuk menyembah Rosululloh. Solawat Nariyah mengajak kita untuk berdo'a kepada Rosululloh. Padahal seharusnya berdo'a itu hanya kepada Alloh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Allah tidak pernah melarang kita untuk membaca sholawat nariyah tidak ada dalil sama sekali! Sholawat nariyah adalah persoalan furu'iyah harus dilihat secara syumuliyah menyeluruh. dan yang paling berhak untuk menghakimi sholawat nariyah itu bid'ah, syirik atau amalan mubah hanya Qadi, hakim syari`ah yang ditunjuk oleh pemimpin sah kaum muslimin dari sebuah negeri yang berdasarkan syaria`t Islam. Jadi jika kita semua yang bodoh sudah berani mengambil kesimpulan tentang status hukum sholawat nariyah maka sama dengan kita semua pelaku Bid`ah yang nyata!!!

      Hapus
  13. Mas Nasoro Lebih Baik Masuk Islam aja, terus belajar Islam yang benar. Insy Alloh anda akan masuk surga

    BalasHapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  15. Jazakallohu khoiron katsiron........!
    untuk akhi Yusus, semoga antum diberi kesabaran dalam menghadapi mereka yang masih terbelenggu hawa nafsunya.
    kita berdo'a untuk mereka supaya mereka juga mendapat hidayah.......dan supaya mereka tidak menempatkan akal mereka diatas Al-Qur'an dan As-Sunnah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ad: maaf, maksud anna 'akhi Yusuf'........!

      Hapus
  16. solawat yg tdk dr nabi itu bid'ah.tiap org yg mengamalkan bid'ah tu syirik.dalil ente kok culun banget.berarti ribuan ulama sebelum wahabi dan antek2nya lahir mereka ulama syirik, karena mrk suka bersolawat dengan bahasanya sendiri.

    BalasHapus
  17. sholawat nariyah itu di perbolehkan sebab sanad dari pengarangnya itu jelas,,,sesuai yang diterangkan oleh syekh abu daud ubaid, istambul, bahwasanya pengarang sholawat nariyah itu berasal dari kota taza, 100 Km dari kota fez, Maroko, yang kebetulan saya pernah berkunjung ke sana, nama pengarangnya yaitu Syekh Abu ishak Ibrohim Attazi, adapun silsilah beliau itu sampai pada ahlu bait rosul,,, أبو إسحاق إبراهيم التازي بن علي بن مالك بن عبد الله بن أحمد بن عيسى الرضى بن موسى المرتضى بن عبد الله بن أبي جعفر الصادق بن محمد الناطق بن علي زين العابدين بن عبد الله بن حمزة بن إدريس بن عبد الله الكامل بن الحسن المثنى بن الحسن السبط بن علي بن أبي طالب كرم الله وجهه([4]).

    BalasHapus
  18. hallo brooo semua..
    ane orang kudus asli..
    membaca ini yg membid'ah kan shalawat nariyah saya miris..saya langsung tanya kpd beliau kh.ulil albab arwani kudus adik dari kh.ulin nuha arwani kudus beliau berdua putra dr ro,o kh arwani amin kudus,.beliau menjawab shalawat tersebut shahih alias sanad jelas..untuk tau siapa beliau romo kh arwani almagfur lah tanya mbah google aja.untk lebih jlas dtng ke ponpes beliah aja ponpes YAMBU'UL QUR'AN KUDUS.
    OK..
    semoga lkas sembuh hati antum semua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan bid'ah tapi syirik.

      Hapus
    2. @ahli sholawat intropeksi diri dulu.

      Hapus
    3. Smoga yang mengatakan membaca sholawat nariyah syirik tanpa ilmu dan tanpa ketetapan dari Qadi majelis hakim syari'ah maka semoga Allah mengembalikan tuduhannya kepada dirinya. Amien ya Allah ya Rabbal Alamien

      Hapus
  19. kpd YTH... Muhammad Aziz Muslim, sy sangat setuju dng anda dan amalan favorit sy jg kebetulan nariyah....mudah2an qt dpt safaatnaya n keberkahannya,amin.
    kang... gmn sanad nya mohon pncerahan dong dan bgaimana tata cara nya konon kata nya sholawat nariyah pun ada doa khsususnya... mohon pencerahan kang !!!
    fb sy kang Regy Van den bosch... thank u

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, amalan favorit saya Sholat 5 waktu berjamaah di masjid

      Hapus
  20. manusia berilmu tetapi merasa paling paling pintar, islam mau di kemanakan klo umatnya sudah saling menjatuhkan keilmuan masing2 kelompok, tidak usah berseteru mengenai masalah agama dengan sesama muslim. Islam dapat di tafsirkan berbeda oleh masing2 orang, karena islam sifatnya universal. sikap arif dan bijaksana dari para pengikut ajaran kelompok sudah pudar di bumi indonesia ini. mari kita contoh para Sahabat Rosul, Abu bakar dan umar, keduanya berbeda pendapat tetapi ttap arif dan tidak saling menghakimi,karena keduanya memiliki perbedaan keilmuan. mari kita bangkitkan kembali sikap arif santun dan bijaksana, antar sesama muslim dari kelompok manapun. bagi anda yang tidak sepaham biarkanlah, hormati paham kelompok lain selama tidak mengatakan ada nabi lagi setelah Rasulullah SAW. wassalam

    BalasHapus
  21. Banyak macam2 shalawat yang dikritisi oleh golongan wahabi yang sok pintar, tapi menurut pengalaman saya pada pengamalan shalawat syifa'(thibbil qulb)sungguh sangat berkah, tiap kali saya sakit saya selalu membaca shalawat syifa' ini, insya Allah saya mendapatkan kesembuhan
    jadi pada pengamal shalawat teruslah beramal, jangan mendengarkan orang-orang yang sok pintar (wahabi) ini

    BalasHapus
  22. Kawan kawan mari kita kosentrasi pada kesatuan dan persatuan Islam karena Islam itu Rahmatan lil alamin diskusinya jangan maslah furuiyah tapi masalah prinsipal seperti maslah Riba yang kita nikmati bersama karena kita bertransaksi menggunakan sistim perbankan sekuler bukan sistim perbankan syari , atau masalah kerusakan global sebagaimana diseru dalam Quran : Telah nampak kerusakan di daratan dan di lautan oleh tangan manusia...." bagaimana konsep Islami dalam menata lingkungan Indonesia butuh pemikir dan diskusi jangan buang waktu just for blame jadikan diri anda umat yang di gambarkan dalam Al Quran : Kalian adalah sebaik baik umat yang diada dibumi untuk menyerukan kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran .."

    BalasHapus
  23. Sholawat Nariyah adalah sebuah sholawat yang disusun oleh Syekh Nariyah. Syekh yang satu ini hidup pada jaman Nabi Muhammad sehingga termasuk salah satu sahabat nabi. Beliau lebih menekuni bidang ketauhidan. Syekh Nariyah selalu melihat kerja keras nabi dalam menyampaikan wahyu Allah, mengajarkan tentang Islam, amal saleh dan akhlaqul karimah sehingga syekh selalu berdo’a kepada Allah memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk nabi. Doa-doa yang menyertakan nabi biasa disebut sholawat dan syekh nariyah adalah salah satu penyusun sholawat nabi yang disebut sholawat nariyah.[i]
    Jadi, dalam pengertian di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa Nabi Muhammad berperan sebagai wasilah yang bisa melancarkan do’a umat yang bersholawat kepadanya. Inilah salah satu rahasia do’a atau sholawat yang tidak banyak orang tahu sehingga banyak yang bertanya kenapa nabi malah dido’akan umatnya? untuk itulah jika kita berdoa kepada Allah jangan lupa terlebih dahulu bersholawat kepada Nabi SAW, karena do’a kita akan lebih terkabul daripada tidak berwasilah melalui bersholawat.
    Dalam membaca shalawat nariyah harus disertai keyakinan yang kuat, sebab Allah itu berada dalam prasangka hambanya. Inilah pentingnya punya pemikiran yang positif agar do’a kita pun terkabul. Meski kita berdo’a tapi tidak yakin (pikiran negatif) maka bisa dipastikan do’anya tertolak.
    Sholawat itu tanda cinta pada Rosulillah, tanda terimakasih yang tak terhingga, karena itu kita bisa bertauhid mengenal Alloh Azza wa Jalla. Semoga kita dikumpulkan dalam panji Junjungan kita Nabi Muhammad al Musthofa saw dan Semoga dengan membaca Sholawat ini kita bisa mendapatkan syafa’atNYA…Amiiin.
    Ada faham yang mengatakan bahwa shalawat itu bid’ah dan termasuk perbuatan yang syirik. Yang sedemikian itu janganlah kita mengatakan segala sesuatu yang belum kita ketahui dengan kata-kata bid’ah , syirik dan lain sebagainya, itu karena kita tidak tahu ataupun kedangkalan ilmu kita. Pertanyaannya salahkah kita bersholawat kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang selama ini menjadi suri tauladan bagi umat Islam diseluruh dunia bahkan malaikat saja bersholawat kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW?
    Berawal dari masalah ini, saya akan mencoba membahas bahwa shalawat nariyah itu bukan merupakan suatu perbuatan yang bid’ah, syirik dan lain sebagainya.



    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf gan ,,yang mengarang adalah Syekh Qurtubi,,Syekh trsebut hidup pada jaman setelah Rasulullah Wafat,,Sholawat nariyah diciptakan karena kerinduan syekh Qurtubi kpd Rasulullah dan menurut nazab Syekh Qurtubi masih keturunan Rasulullah dr Syaidina Huzain RA..hanya itu yg sy tw,,kbenaran hnya Allah yg tw

      Hapus
  24. Kalau ada shalawat bermasalah... atau meragukan pakai yg lain kan masih banyak pilihan. misalnya dari hadist nabi Muhammad SAW.Kan tdk wajib kita membaca shalawat dari seseorang. Pilihlah shalawat yg tdk meragukan.Lihatlah shalawat yg di contohkan nabi fadilahnyapun jelas. Marilah kita banyak2 bershalawat kpd Nabi Muhammad SAW.

    BalasHapus
  25. Sonny Guritno13 Maret 2013 08.03

    Saya setuju dengan sdr. Zuhri Arbi. Marilah saudaraku semua, kita perbanyak bershalawat kepada Rosul kita Muhammad SAW.

    Cintailah Rosulullah dengan cara-cara yang dia cintai. Mudah-mudahan kita termasuk golongan orang-orang yang memperoleh syafaatnya di akherat kelak. Amin

    BalasHapus
  26. Kenapa hrs menjadi perdebatan. Yg suka laksanakan yg nggak suka tinggalkan. Klw bicara bid'ah al-hadits juga al-qur'an juga bid'ah soalnya sudah jelas hadits di larang di catat di zaman rasul. Kenapa sejarang pada di pake. Bukankah semua bid'ah dhalalah. Bagi yg nggak suka tinggalkan aja jgn ngasih komen yg nggak logis. Karna shalawat tdk di larang

    BalasHapus
  27. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  28. Alangkah baiknya kita memahami apa itu bid'ah.
    Maka mari download kajian dibawah ini
    Http://radiorodja.com/941/download-ilmu-ushul-bida/

    BalasHapus
  29. Alangkah baiknya kita memahami apa itu bid'ah.
    Maka mari download kajian dibawah ini
    Http://radiorodja.com/941/download-ilmu-ushul-bida/

    BalasHapus
  30. selamat menjadi orang pintar semua

    BalasHapus
  31. selamat jadi orang pintar semua

    BalasHapus
  32. Ya Allah ampunilah saudaraku ini atas ke khilafannya

    BalasHapus
  33. kehidupan berasal dari Allah, petunjuk dari Allah, Berkah dari Allah, Ilmu dari Allah, Ampunan dari Allah… kembali kepada Allah.

    Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.

    BalasHapus
  34. yang mengarang adalah Syekh Qurtubi,,Syekh trsebut hidup pada jaman setelah Rasulullah Wafat,,Sholawat nariyah diciptakan karena kerinduan syekh Qurtubi kpd Rasulullah dan menurut nazab Syekh Qurtubi masih keturunan Rasulullah dr Syaidina Huzain RA..hanya itu yg sy tw,,kbenaran hnya Allah yg tw

    BalasHapus
  35. Semua ibadah harus ada dasar ny. Diajarkan rosul. Jika itu baik maka para sahabat pasti mengamalkanny.

    Sahabat yg sudah jelas dijamin keshalihanny saja tdk mengamalkan

    Masih banyak sholawat sunnah yg diajarkan o/ rosul kenapa tdk itu saja yg kita amalkan

    Jika kita orang yg berhati2 tentu tdk mengamalkanny. Karena jika itu bid'ah kita akan berdosa.

    Jika tdk mengamalkan tentu aman kan tdk dosa

    Kita hanya boleh bertawasul dg org yg masih hidup saja

    Abu bakar pun ketika rosul meninggal beliau bertawasul kepada paman rosul

    Mari diskusi ini kita sikapi dg kepala dingin u/ kita dpt belajar bersama

    Wallahualam

    BalasHapus
  36. Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (QS. al-Ahzab/33: 56).
    Orang yang mendoakan Nabi Muhammad pada hakekatnya adalah mendoakan untuk dirinya sendiri karena Allah sudah menjamin nabi-nabi-Nya sehingga doa itu akan berbalik kepada si pengamalnya dengan keberkahan yang sangat kuat”
    dulor dolur kita itu sama2 pada taqlid buta kepada hadist2 yang ada jadi g usah lah saling olok olok satu dengan yang lainya
    sholawat itu amalan yang baik jangan di bid'ah syirikkan
    yang suka bersholawat mari kita bersholawat yang tidak suka ya g usah jangan dibikin masalah...
    ingat agama islam itu menata baiknya bagai mana ...
    sudah dari dulu yang namanya ikhtilaf itu ada tapi jangan saling menyalahkan
    ingat dn ingat "ikhtilafu ummati rohmatun"

    BalasHapus
  37. untuk mendalami agama dibutuhkan pikiran positif yg ilmiah, kalo sy ibaratkan sholawat itu adalah doa maka semua orang boleh berkreasi membuat doa nya masing2, sepanjang isinya tidak bertentangan, dan isi sholawat nariyah ini adalah bahasa yg sangat indah, yg melalui perantaraan nabi kita semua skrg bs menghirup indahnya islam, untuk kaum wahabi yg suka bilang bidah yg mungkin pemahaman nya berbeda ya silahkan tp kami tetap saja tidak akah terpengaruh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. melanjutkan penjelasan diatas, mengenai arti dr sholawat tersebut sudah tidak perlu di perdebatkan lagi karena tergantung pemahaman masing2, dan tentunya semua amalan itu kita kembalikan kepada niatnya, kalo niat kami melakukan sholawat nariyah adalah untuk mencari keridho an Allah semata Insya Allah berkah, tetapi klo niat kami dalam bersholawat hanya untuk berbangga2 atau membanggakan golongan kami maka itu yg tidak akan diterima dan malah akan berdosa (karena sombong). Begitu jg untuk kaum wahabi jika niat nya melarang kami bersalawat adalah untuk membingungkan umat dan merasa dirinya paling benar dan senang mencerca ya pasti akan berdosa, tetapi klo niat nya adalah hanya untuk sekedar berhati2 dalam beribadah, maka semoga lebih dibukakan pemikiran nya untuk lebih terbuka bagaimana memahami Islam yg luas ini dan tidak kering hanya dengan pemahaman2 yg sempit saja. Amin

      Hapus
  38. terus belajar dan mencari ilmu lebih baik daripada terus merasa dirinya yang paling benar,,, tidak akan memcium baunya surga orang yang didalam hatinya terdapat sebiji zaroh kesombongan,,

    BalasHapus
  39. Kalau sobat-sobat ingin mengamalkan membaca shalawat yang tidak diragukan kebenarannya, amalkan hadits berikut :
    dari Abu Mas’ud Al-Anshari Rhadiallaahu ‘anhu dimana dia berkata,
    قَالَ بَشِيرُ بْنُ سَعْدٍ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ ! أَمَرَنَا اَللَّهُ أَنْ نُصَلِّيَ عَلَيْكَ , فَكَيْفَ نُصَلِّي عَلَيْكَ ? فَسَكَتَ , ثُمَّ قَالَ : " قُولُوا : اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ , وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ , كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ , وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ , وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ , كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي اَلْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ . وَالسَّلَامُ كَمَا عَلَّمْتُكُمْ

    “Basyir Ibnu Sa'ad bertanya: Wahai Rasulullah, Allah memerintahkan kepada kami untuk bersholawat padamu, bagaimanakah cara kami bersholawat padamu? beliau diam kemudian bersabda: "Ucapkanlah: (artinya = Ya Allah limpahkanlah rahmat atas Muhammad dan keluarganya sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat atas Ibrahim. Berkatilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkati Ibrahim. Di seluruh alam ini Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung), kemudian salam sebagaimana yang telah kamu ketahui." Diriwayatkan oleh Muslim 405..

    BalasHapus
  40. Kalau ingin mengobati saudara kita yang sakit, amalkan hadits berikut. Insya Allah tidak diragukan kebenarannya.
    Dari Ibnu Abbas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau berkata:

    مَنْ عَادَ مَرِيضًا لَمْ يَحْضُرْ أَجَلُهُ فَقَالَ عِنْدَهُ سَبْعَ مِرَارٍ أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ إِلَّا عَافَاهُ اللَّهُ مِنْ ذَلِكَ الْمَرَضِ

    "Barangsiapa yang mengunjungi orang sakit yang belum datang ajalnya kemudian ia mengucapkan (doa) di sebelahnya sebanyak tujuh kali:
    أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ
    (aku mohon kepada Allah yang Maha Agung, Tuhan Arsy yang Agung semoga Dia menyembuhkanmu), maka Allah akan menyembuhkannya dari penyakit tersebut.
    (Sunan Abu Dawud, Bab ‘Mendo’akan si Sakit saat Menjenguk’ hadits no. 2700; Sunan Tirmidzi, Bab ‘Berobat dengan Madu’ hadits no. 2009; Musnad Ahmad, Bab ‘Awal Musnad Abdullah bin Al-Abbas’ hadits no. 2030)
    Itu adalah salah satu do’a untuk orang yang sakit yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

    Marilah kita amalkan do’a tersebut, demi menghidupkan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

    BalasHapus
  41. jangan rameeeeeeeeeeeeeeeeee....!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    BalasHapus
  42. - Soal 4444 ane stuju banget, dan 11 stelah fardu pula. karena memang tidak ada anjuran tertentu untuk bershalawat, yg jelas smakin banyak semakin bagus. walaupun ada anjuran nabi soal bilangan, itu hanya bagi orang yang ingin menjadikannya Riyadhoh ( rutinan ).
    - Soal kemusyrikan sya tidak setuju. Bung. itu hanya kiasan, dari jasa Nabi Muhammad yg menjadi syariaatnya Islam merasuk kedalam umatnya.
    - Soal mengarang shalawat, itu tak ada dalil larangan, coy. anak kecil pun bisa mengarang, selama ia tidak menjadikan Nabi dalam posisi Hina, Tuhan.

    Inget jangan saling bersku di antara umat islam, kita ini satu tuhan dan satu panutan, bertoleransilah dalam kekhilafahan, selama aqidah kita sama, maka tak harus kesal

    BalasHapus

◄ Newer Post Older Post ►

Pasang Iklan 150x150 px

Artikel Terbaru

Komentar Terbaru

 

Copyright 2011 Dakwah Ahlussunnah is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot Published by Template Blogger