Selasa, 20 Maret 2012

Pantaskah Olivia Dewi disebut Almarhumah?


Dakwah Ahlussunnah - Kesedihan menyelimuti anggota keluarga dan rekan korban, ketika peti jenazah mantan runner-up gadis sampul itu ditutup. Jenazah itu kemudian dimasukkan ke dalam mobil jenazah yang akan membawanya ke pemakaman San Diego Hill.

Olivia Dewi meninggal dunia akibat kecelakaan mobil di depan gedung Sentana kavling 7, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu dini hari, 10 Maret 2012.

Mobil bermerek Nissan Juke B 60 GOH yang dikendarai Olivia terbakar hebat setelah menabrak tiang papan reklame di Jalan Sudirman, Jakarta. Olivia tewas terpanggang, sedangkan teman semobilnya, Joy Sebastian, mengalami luka bakar parah. Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki sebab kecelakaan dan terbakarnya mobil yang dikemudikan Olivia.

Saat dievakuasi, Olivia ditemukan masih berada di jok kemudi. Jasadnya tidak terjepit, sebagaimana biasa terjadi dalam kasus-kasus kecelakaan mobil pada umumnya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Rikwanto mengatakan Olivia tidak bisa diselamatkan karena dia tersangkut sabuk pengaman. “Pengemudi tidak berhasil diselamatkan karena tersangkut di jok yang masih tersangkut seat belt. Hingga dua mobil pemadam kebakaran datang, mobil itu baru bisa dipadamkan,” kata Rikwanto.

Siapa dan apa agama Olivia Dewi?

Olivia Dewi adalah seorang gadis? Beragama Kristen. Ia adalah seorang yang berprofesi sebagai model, ia terpilih sebagai runner up gadis sampul 2010. Olivia Dewi baru berulang tahun ke 17 Januari lalu.

Pandangan seorang muslim terhadap orang kafir.

Sebagai seorang muslim, tentu sangat jelas bagi kita bahwa kematian itu bisa datang kapan saja, bisa menimpa remaja maupun orang tua, dan semestinya ini dijadikan pelajaran oleh kita. Dan kita pun yakin bahwa setelah kehidupan dunia, ada kehidupan akhirat.

Kebahagian di akhirat akan diperoleh orang-orang beriman, dan kesengsaraan akan dirasakan oleh orang kafir. Siapakah orang kafir? Mereka adalah orang yang beragama selain Islam.

Hal ini berdasarkan beberapa ayat al-Qur’an:

1. Agama yang diterima di sisi Alloh hanyalah Islam

“Sesungguhnya agama yang diterima di sisi Allah hanyalah Islam" [Ali Imran : 19]

2. Alloh melarang kita mati dalam keadaan selain beragama Islam.

“janganlah kamu mati kecuali kamu dalam keadaan muslim, yakni memeluk agama Islam” (QS. al-Baqarah 2:132).

3. Alloh mengancam orang kafir dengan kekalnya mereka di neraka.

"Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka adzabnya.Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir". [QS. An Najm:36]

"Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmatKu, dan mereka itu mendapat adzab yang pedih". [Al Ankabut:23].

"Sesungguhnya orang-orang kafir, yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik, (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk". [Al Bayyinah:6].


Sikap seorang muslim terhadap orang kafir

Sungguh sangat memprihatinkan, kasus meninggalnya Olivia membuat banyak umat Islam berbelasungkawa dengan cara yang salah. Diantara mereka ada yang menyebut jenazah sebagai almarhumah, padahal sebutan ini dilarang untuk orang kafir, karena orang kafir tak akan mendapat rahmah dari Alloh.

Adapula diantara mereka yang berdo’a agar mendapat kebahagiaan di akhirat. Inipun mustahil, sebab Alloh telah mengancam orang kafir dengan kekal di neraka.

Seorang muslim dilarang bersimpati, empati, mencintai dan mendoakan orang kafir sekalipun ia adalah orang tua kita sendiri, apalagi bukan siapa-siapa kita.

Dalil Tentang hal ini adalah firman Alloh

“Artinya : Tidak sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik walaupun orang-orang musyrik itu adalah kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, itu adalah penghuni neraka Jahannam. Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah di-ikrarkannya kepada bapakanya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri daripadanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun” [QS. At-Taubah : 113-114]

Mudah-mudahan kita sebagai seorang muslim dapat bersikap sesuai ajaran Islam. Jika saja kita bersimpati, mendo’akan rahmat dan ampunan bagi orang kafir, sama saja kita merestui agama tersebut. Wallahu a’lam.

Oleh : Yusuf Supriadi (Dari Berbagai Sumber)

key word, Muslim Haram Doakan Ampun Untuk Kafir

61 komentar:

  1. Wah bener juga bang,,, terkadang kita gak sadar dengan yang begini...dan menganggap sepele karena memang kita g tahu yg mana yg bener krn memang g mencari tahu :D hehe

    thanks share nya....

    BalasHapus
  2. ternyata muslim sangat kejam ya ajarannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Kejamnya dimana Bang?itu urusan akidah kami...di islam juga diajarkan perdamaian dan toleransi...

      Hapus
  3. Orang kafir lah yang kejam, karena mereka menyembah selain Alloh. Padahal mereka hidup di bumi Alloh, mereka menghirup udara milik Alloh, mereka makan dari tumbuhan Alloh. Tapi mereka ingkar kepada ALloh, maka Alloh membalas mereka dengan kehinaan di dunia dan akhirat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. hati hati bang Rahadyan Tajuddien,.. manusia tidak mengkafirkan sesama manusia dengan melihat saja, manusia hanya menyebut kafir sesuai tentang ciri ciri yang telah disebutkan oleh alquran dan hadist allah, apakah anda akan menyebut nabi Muhammad SAW mengkafirkan orang karena di hadisnya menyebutkan orang yang menyembah selain allah adalah kafir ? menyembah patung ( berhala) bukan kafir ?,.. sebaiknya andalah yang berhati hati sebelum menyuruh orang lain berhati hati

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    4. Woi Tajuddien, kembali ke Alquran dan hadits Bang disitu sudah jelas...bukan mengkafirkan karena teksnya sudah begitu di Alquran, kalo anda meyakini Alquran sebagai kitab yg tiada keraguan di dalamnya jangan kaburkan ayat di Alquran dengan pendapat anda...

      Hapus
    5. Saran aja mas yusuf. karna inti dari artikel ini hanya untuk mengingatkan dan memberi tahu tentang gelar "almarhumah", dan pandangan terhadap org kafir. sebaiknya konteks yg ada Olivia Dewi nya di hapus saja, mengindari pihak yang bersangkutan agar tdk sakit hati. Menghindari konflik juga. Ganti aja judul nya.

      Hapus
  4. Tuhan aja maha pengampun, knpa muslim sgt tdk pengampun?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  5. Saudara Anonim, perlu difahami bahwa Alloh masih mungkin untuk mengampuni semua jenis dosa, baik dosa zina, dosa membunuh dan dosa lainnya kecuali satu jenis dosa saja yang tak akan diampuni olehNYA, yakni dosa beribadah kepada selain Alloh. Orang yang menyembah selain Alloh tidak akan mendapat ampunan dan baginya neraka. Alloh tidak akan mengampuni orang kafir, Alloh tidak terima jika ada orang yang beragama selain Islam. Baca lagi artikel di atas dengan seksama.

    Sehingga, mari kita ajak manusia untuk memasuki Islam yang benar, agar mereka selamat di akhirat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. sebelum berkomentar apakah anda sudah membaca dan memahami Al Quran dengan baik gan ?

      nah tolong dijabarkan dan dijelaskan di alquran yang bisa menjadi landasan salahnya komentar yusuf dan artikel diatas,

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    4. @Tajuddien: Anda kelihatan pintar beropini....jadi pendebat aja...tapi sayang komentar anda landasannya g kuat dan berdasarkan pemikiran saja

      Hapus
  6. Pak/Mas/Kak Yusuf,
    saya adalah seorang pemeluk agama Islam. sebagai seorang muslimah yang sudah dididik agama sedari kecil, tentu saya sudah mengerti benar dengan hal-hal yg Anda tulis di atas. Dan memang saya mendapat sebuah pengetahuan baru kalau ternyata kita dilarang bersimpati juga.

    Tetapi, kita sebagai muslim juga diajarkan untuk saling menghargai dan menghormati, baik sesama muslim maupun nonmuslim.
    "Untukku agamaku, untukmu agamamu".
    dan kita hidup bersosialisasi sebagai orang Indonesia memiliki rasa toleransi yg luar biasa besar walaupun kita berbeda.

    Menurut saya, apapun alasannya, saya merasa tulisan anda ini adalah tidak pantas. baik dari segi judul maupun isinya. Mengapa? karena ini salah satu bentuk provokatif yg menimbulkan fitnah/buruk sangka dan perpecahan.

    Orang non islam tidak mengerti soal islam, begitu pula dengan org islam, tidak mengerti apa yg sebenarnya diajarkan dalam agama selain islam. sehingga pandangan tiap agama tentang Tuhan, kepercayaan, kehidupan setelah mati adalah berbeda2. Memang dalam islam diajarkan mengenai hal yg demikian, tetapi dengan cara menulis anda akan membuat org non islam tersinggung saya rasa. anda secara tidak langsung menghina agama orang lain, di mana di Indonesia bisa dianggap sebagai pelanggaran terhadap HAM. di sisi lain anda juga tidak mengindahkan ajaran islam mengenai saling menghormati.

    harap dikoreksi, saya merasa tulisan anda ini cukup kelewatan. sudah ada bukti nyata, org non islam yg berkomentar sebelum saya tentu ada perasaan tidak senang dengan tulisan anda. mereka tidak mengerti ajaran kita, dan membaca pandangan anda yg tidak benar-benar mereka mengerti hanya akan membawa pendapat negatif mengenai orang islam sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih masukannya.
      Alhamdulillah Saudari sudah faham hal ini, karena sudah mendapat pendidikan sejak kecil. Tapi hanya sedikit orang yang mengerti seperti saudari, tulisan ini adalah untuk yang belum mengerti, dimana orang Islam yang belum mengerti jumlahnya jutaan.

      Adapun Jika ada orang non Islam yang tidak senang, memang itulah sifat mereka. Alloh sudah jelaskan hal ini : "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka" (al baqarah ayat 120).

      Selama kita tetap berpegang teguh dengn keyakinan kita (Islam), maka selama itu mereka tidak akan senang. Apa buktinya? Sebagai bukti maka saudari bisa cari di google tulisan mereka tentang penghinaan terhadap Rosululloh. Rosululloh dibilang pedofil, Islam mereka bilang teroris, padahal mereka yang memerangi dan membantai Islam di Irak dan Afghanistan. Pendeta mereka di Amerika membakar Al-Qur’an, Umat Islam di Eropa sulit membangun masjid. Saudari bisa lihat.. Ini adalah bentuk kebencian mereka terhadap Islam.

      Sebaliknya, Islam menjunjung toleransi/pluralitas. Tapi bukan berarti Islam Itu membenarkan semua ajaran agama.
      "Untukku agamaku, untukmu agamamu"
      Ayat ini menegaskan bahwa tidak boleh mencampuradukan ajaran agama.
      Orang di luar Islam silahkan saja beribadah sesuai keyakinan mereka.
      Dan kita juga beribadah sesuai keyakinan kita. Berdo’a sesuai keyakinan kita, dan mencintai sesama Muslim. Bukan mencintai orang kafir dan bukan mendo’akan orang kafir.

      Hapus
    2. Dalam keyakinan kita, Islam itu yang benar. Dalam keyakinan mereka, mereka merasa benar. Silahkan saja, tapi semua ada konsekuensinya.

      Saya juga ingin tanggapi tentang HAM yang saudari sampaikan.
      HAM itu hanya mementingkan Hak Azasi Manusia, Hak Alloh dikemanakan?

      Karena bukan hanya manusia, Alloh juga punya hak.

      Apa hak Alloh? Hak Alloh adalah disembah dan dita'ati oleh manusia sebagai ciptaannya.

      Jadi.. Kalau ada manusia yang tidak menyembah Alloh, tuhan yang disembah selain Alloh, berarti dia melanggar Hak Alloh.

      Oke Ya Putri.. Mudah-mudahan tidak salah faham lagi. Silahkan komentari jika masih ada yang perlu didiskusikan

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    4. @Rahadyan Tajuddien, tentanglah komentar yusuf dengan alquran dan hadis sehingga kita bisa menerima kebenaran, jangan cuma mengatakan menyesatkan dan menyuruh orang lain memeprdalam pemahaman tentang islam sementara anda sendiri tidak paham islam lebih baik,..
      mari berdiskusi dengan baik dan tenang, bukan untuk mencari siapa pemenang tapi memunculkan kebenaran,

      Hapus
    5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    6. Tulisan ini memang perlu di publish..tujuannya untuk berdakwah memurnikan akidah yg selama ini dihempas oleh pemikiran liberalis...
      @Tajuddin: bukan emosi, tapi lucu saja membaca komentar anda...

      Hapus
  7. Saya tidak salah paham, karena saya sudah mengerti betul dengan hal ini. tetapi yg saya maksud salah paham adalah orang2 yg tidak paham dengan islam.
    saya sebenarnya bingung soal kita harus membenci orang non islam, dan tidak boleh mendoakan mereka. tentu saya tahu doa kita tidak akan pernah sampai untuk mereka, tetapi saya tidak tahu kita harus membenci sampai seperti itu. karena paman Rasulullah sendiri adalah orang non islam. Apakah Rasul membencinya? tidak, Rasul justru sangat menyayanginya dan mendoakannya, walaupun Allah sudah bersabda doanya tidak akan dikabulkan. sama seperti saat nabu nuh mendoakan anak dan istrinya.

    bagi saya "bagiku agamaku, bagimu agamamu", adalah tidak mencampuri urusan agama lain, agamamu cukup lah agamamu. tapi kenapa orang islam dan nasrani/kristen/katolik sering sekali mengganggu satu sama lain? mengapa tidak bisa seperti umat hindu dan budha yang justru seperti menerapkan "bagiku agamaku"?
    memang benar, mereka non islam sering menghina Rasul, memfitnah kita, dll. tapi tidak menutup kemungkinan justru orang islam juga lah yang memulai. anda bisa melihatnya di yahoo answer mengenai agama. di sana, sungguh miris sekali saya melihat orang2 islam tapi ucapannya sungguh di luar islami.
    saya tidak membela siapa-siapa kecuali agama saya sendiri, tetapi di sini saya hanya ingin melihat dari 2 sisi, dari sisi kita sebagai umat islam yang telah mengerti hal seperti di atas dan orang2 yang belum mengerti dengan tulisan tersebut.

    HAM memang mengenai manusia, tetapi konteks saya adalah tulisan yang cukup provokatif anda di atas. tentu Allah pun punya hak, dan setiap manusia yang diberi akal pikiran sudah bisa membedakan apakah mereka memenuhi hak dan kewajiban untuk Allah atau tuhan mereka sendiri. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita berkewajiban menyampaikan kebenaran, dan meluruskan kekeliruan. Jadi tidak salah kalau kita membuat tulisan yang menjelaskan kekeliruan agama-agama selain Islam. Masalah mereka tersinggung itu pasti. Bahkan Nabi Isa nanti akan turun ke dunia untuk mematahkan salib-salib dan menyuruh orang nasrani masuk Islam.

      Hapus
    2. Satu hal lagi, Rosululloh itu diutus oleh Alloh dengan tujuan untuk memerintahkan manusia agar menyembah Alloh saja, bukan menyembah tuhan lain. Salah satu tugas inti Rosululloh adalah mengajak orang kristen dan yahudi untuk masuk Islam.

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    4. Tauhid
      Kita pahami semua, bahwa bagaimana sikap kita sebagai umat islam terhadap orang non islam

      Dalam Mendoakan non muslim
      a. Jika masih hidup, kita sebagai umat islam harus mendokan agar orang itu mendapat petunjuk, agar allah memberi hidayah sehingga mau menerima Allah sebagai tuhannya, kita doakan semoga manusia itu mendapat petujuk dari Allah dahulu, setelah orang non islam itu mendapat hidayah dari allah dengan menerima Allah sebagai robbnya dan mengikuti serta membenarkan ucapan allah dalam al quran, baru kita MENDOAKAN AGAR ORANG TERSEBUT DIAMPUNI OLEH ALLAH, karena sudah mendapat hidayah dari allah.

      Dengan kesimpulan : bahwa mendoakan orang kafir sebatas agar mendapat petunjuk dari allah, dan memintakan ampun kepada Allah bagi orang non muslim DILARANG KERAS, BAGAIMANA Allah mengampuni orang tersebut sedangkan dia sendiri tidak mengenal Allah bahkan membenci Allah, tapi bagi Allah masih memberi kesempatan bagi manusia untuk diampuni selama manusia mau mengikuti petunjukNya Allah sebelum dia mati.

      b. Bagi Manusia yang mati dalam kekafiran (menolak Allah sebagai tuhan), ya otomatis dia tergolong manusia yang tidak mau surgaNya Allah, dengan cara apapun kita mendoakan bagi mereka non muslim yang telah meninggal tidak ada manfaatnya semuanya bagi yang masih hidup apalagi dia yang mati dalam kekafiran tidak ada yang bisa menolong karena tidak punya amal kebaikan yang diwadahi oleh keridloan Allah yaitu Islam.

      Kita Sebagai orang Muslim :
      - Mendoakan kepada sesama muslim akan berpahala dan dinilai oleh Allah sebagai ibadah
      - Mendoakan kepada NON MUSLIM sebatas semoga mendapat hidayah dari Allah (mau menerima Allah) juga berpahala, karena semua manusia itu makhluknya Allah punya hak untuk diampuni selama manusia mau petunjukNya.
      - sedangkan memohonkan ampun kepada Allah terhadap orang kafir adalah DOSA BESAR, Karena Allah menciptakan semua makhluk itu merupakan hasil karya Allah dengan keAgunganNya sesuai kehendak Allah, dan Allah menciptakan manusia dengan memberikan kesempatan bagi manusia dengan pilihan, karena diberi akal dan Allah pun menuntun manusia dalam mengambil suatu pilihan, agar manusia mau memilih petunjukNya, karena semua apa yang diciptakan Allah itu sudah direncanakan Allah harapannya tahapan kehidupan itu sesuai dengan kehendak Allah selaku Pencipta hasil karya itu,
      * jika sesuai dengan kehedak Allah akan dimasukkan ke tempat yang disediakan Allah yaitu SURGA YANG DIJANJIKAN sebagai tempat bagi makhluk yang memilih dan terpilih.
      * Jika tidak sesuai kehendak Allah, bearti manusia tidak pandai memilih padahal dalam memilih Allah menunutun manusia lewat manusia yang ditunjuk yaitu para nabi dan rasul dengan memerintah malaikat jibril dan Allah Maha Agung, Maha Suci tidak mungkin Allah datang ke bumi dalam BENTUK apapun bahkan masuk ke dalam fisiknya Makhluk, seperti Allah masuk ke diri manusia ( nabi isa / yesus), jika Allah turun kebumi, bumi tidak sanggup atas ke AgungaNya dan kesucianNya (Logika saja : Manusia bisa membuat kursi dengan berbagai onderdilnya tidak mungkin kan manusia yang membuat kursi itu mau disamakan dengan kursi, atau masuk menjadi kayunya maupun pakunya)

      Hapus
    5. Agama yang diterima di sisi Alloh hanyalah Islam
      - Setiap Hasil Karya /Produk/manusia mempunyai label berdasarkan lisensi yang meciptakan (seperti : Kendaraan Susuki licensi dari jepang), jika tidak berlicensi berarti membahayakan bagi pengguna / kehidupan karena belum teruji. Barang siapa atau produk apa yang belum teruji tidak akan diberi merk/label sehingga belum layak dipasarkan/dipromosikan ke Surga, begitu juga manusia jika belum teruji (belum sholat) tidak bisa diberi label islam, maka Surga tempat bagi manusia yang teruji dan berlabel islam, maka NERAKA sebagai tempat hasil karyaNya Allah yang tidak lulus uji sehingga pantas Dihancurkan Dengan Api JAHANAM.

      Hapus
    6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    7. anda muslim ? anda berpedoman pada al quran kah ?, coba jelaskan dibagian mana al quran menjelaskan bahwa : jd agama yg diterima d sisi Allah bukan hanya Islam :

      gobloknya ente gak ketlungan, mke ngotot pula dikasih tau ,.... ente berani menyalahkan al quran ?

      Hapus
    8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  8. Seorang muslim dilarang bersimpati, empati, mencintai dan mendoakan orang kafir sekalipun ia adalah orang tua kita sendiri, apalagi bukan siapa-siapa kita.

    Allahu Akbar…. Allahu Akbar….
    Allah Maha besar dengan besar kemampuan Allah menciptakan segala hasil karyaNya.setiap hasil karya Allah akan menguji sampai dimana produknya itu/ciptaanNya memiliki kemampuan dalam menghadapi Kehidupan Dunia.

    Kita sebagai Muslim dengan harapan termasuk ProdukNya yang teruji yang pantas surgaNya, bagaimana sikap kita terhadap CiptaanNya Allah baik itu manusia islam maupun non Islam, kita tetap mengagungkan Allah, memuji Allah bahwa Allah Maha Besar dan semua manusia mempunyai hak yang sama dihadapan Allah.

    Kita harus bersimpati, empati, mencintai kepada semua manusia karena kita sama sama ciptaaNya Allah, jika kita membenci berarti tidak menghargai CiptaanNya. Dan kita tetap selalu mendoakan orang kafir sebatas agar mendapatkan petunjuk, dan Jangan Memintakan Ampun Kepada Allah karena belum pantas Allah memberi ampunan sebelum dia mau petunjukNYa, Jika orang itu mati dalam kekafiran kita serahkan kepada Allah jangan menghujat, mencanci, karena itu sudah menjadi Hak Allah untuk memutuskan, kita tidak punya hak dan wewenang bagi orang tsb dan jika Dia mati tidak dalam keadaan islam Kita Dilarang Keras mendoakan apapun, didoakan diberi petunjuk juga tidak bisa yang namanya mati tidak akan bisa beruba walaupun ada petunjuk kecuali Manusia mati dalam keadaan Islam kita dianjurkan memintakan Ampun, karena seorang muslim berjiwa memberi ampun dan mendoakan sesama muslim agar allah memberi Ampunan terhadap dosanya selama hidup yang belum sempat dimintakan ampun kepada Allah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebelum menyanggah sebaik nya pemahaman tentang agama islam di perdalam.. sehingga tidak tersesat dan menyesatkan..

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. Tajuddien Tolol,..

      Hapus
  10. woii buat yg nulis... Bsa gk sih gk ush permslhkan agama?? kita ini hdp di Indonesia dan agama Kristen agama yg di akui kok di Indonesia dan dunia. Kecuali klo agama Kristen itu gk di akui bru deh lw mau ngejudge abcd tersrh. Tolong saling respect stu sma lain lahh jgn ngejlkin2 kya gtu :).

    BalasHapus
  11. Tau apa si penulis tentang surga dan neraka. Pernah kesana aja belum, udah seenaknya ngomong abc sampai z. Kalo kamu udah pernah mati dan kesana, baru boleh cerita panjang lebar.
    Postingan yang memuat unsur SARA, ckckck.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus nunggu mati dulu ya?kalo kayak gitu kenapa harus ada agama?

      Hapus
  12. setau saya islam mengajarkan damai...
    apalagi agama kiristen

    BalasHapus
    Balasan
    1. Islam juga mengajarkan perdamaian dan toleransi...kecuali untuk urusan akidah

      Hapus
  13. saya gk setuju tuh di bilang almarhummah.
    kenapa? karena dia agama kristen jdi sepantasnya dia di berikan nama di agama nya sendriri :)

    BalasHapus
  14. Saya setuju dengan penulis, sebaiknya yg ada di Alquran jangan dikaburkan dengan pendapat kita, sesuatu didalam alquran itu haq dan g bisa diubah, itu bukan karangan manusia yg bisa diperdebatkan
    Untuk tajuddien : sebaiknya anda berhati hati dengan opini anda yg tidak ada landasan alquran dan hadits...jangan mempelejari agama dengan pendapat sendiri...sudah ada tuntunannya
    Untuk Non muslim: maaf tulisan ini bukan untuk memecah belah....ini tentang dakwah di agama kami

    BalasHapus
  15. Postingan gak gunah..
    Kamu tau gak apa yg di pelajari agama kristen..?
    Apa yg di ajarin agama kristen..?
    Gak tau kan..! Makanya jangan sok kepinteran kamu jadi manusia.!
    Belum tentu kamu masuk surga..
    Kemungkinan besar kamu masuk surga 0,001 %
    dan agama kristen juga sebalik nya mereka gak tau apa yg kamu pelajari..
    Dan satu yang gua tau..
    Kristen itu gak pernah ngajarin yg nama nya benci atau bermusuhan kepada orang atau agama lain..
    Gak seperti kamu yang.. Sok kejagoan menjelaskan hal yg begituan..!
    Mati dulu kau sana..
    Biar tau yang sebener nya..!
    Maaf bukan saya memihak salah satu agama..
    Saya ber agama budha !
    Tapi.. Saya tidak pernah menjelek-jelek kan agama lain.. Tidak seperti kamu.. (manusia yg belum sadar diri) dan gak mungkin kamu gak temenan sama yang lain agama dari kamu.. Sadar dirilah!!! Ckckck

    BalasHapus
  16. Blog calon teroris, nanti pasti kamu ajak semua temen2 terorismu yg baunya kaya kambing itu buat berjihad memberantas kafir ceritanya, padahal para teroris itu cuma budak iblis. Mana ada agama yg ngajarin ngebunuh orang. Gue yakin islam tuh ga kaya gitu. Cuma ada aja penganutnya yg tolol kaya elo. Cuma berpatokan sama ayat. Padahal Tuhan udah nyiptain otak buat manusia untuk berpikir.

    BalasHapus
  17. Sekarang pilih, kalo ada orang islam yg kerjaannya nyembelih/memutilasi manusia(sory ya, di indonesia kebanyakan kan org islam yg tukang mutilasi). Sama ada orang non islam yg amalnya baik, rajin bersedekah (pasti ada yg kaya gini)
    Menurut lo, yg masuk sorga yang islam apa yg kafir?
    Gue islam

    BalasHapus
    Balasan
    1. dont blame religion from what people do :) sudah memahami alquran beserta artinya belum? baca dulu gan. ngasih saran aja. no offense

      Hapus
  18. intinya niat nya sih bagus cuman mau ngasih tau aja emang gaboleh bilang almarhumah. tapi di indo sudah jadi budaya.

    memang semua yg dikatakan author benar. "orang kafir adalah seburuk buruknya manusia" "jangan kamu jadikan org kafir sebagai kerabatmu" kenapa? ga jadi kerabat aja umat muslim sudah tergiur dengan kebiasaan org2 kafir yang tamak akan kehidupan dunia.

    tidak menyuruh untuk bermusuhan atau berburuk sangka. tapi umat muslim harus hati hati dengan tipu daya dunia karena allaah bilang "akan-Ku beri kebahagiaan kepada org2 kafir didunia, lalu akan-Ku paksa mereka masuk kedalam neraka jahannam" dan iblis paham betul kelemahan manusia.

    BalasHapus
  19. Saran aja mas, karna inti dari artikel ini hanya untuk mengingatkan dan memberi tahu tentang "almarhumah", pandangan terhadap org kafir. sebaiknya konteks yg ada Olivia Dewi nya di hapus saja, mengindari pihak yang bersangkutan agar tdk sakit hati. Menghindari konflik juga. Ganti aja judul nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaaps bener banget jangan sampai ada pihak yg tersakiti sama artikel ini :)

      Hapus
  20. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  21. Artikelnya rancu, initinya artikelnya menuliskan tentang pengertian " almarhumah " jangan membawa konteks nama seseorang didalm artikel ini, terima kasih.

    BalasHapus

Pasang Iklan 150x150 px

Artikel Terbaru

Komentar Terbaru