Senin, 03 Agustus 2009

Generasi “Unstopable” (Ga mau Nyerah) Bag 1

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam. (QS. Ali-Imran: 102)
Ngomongin soal generasi? menarik juga bro..! by the way ketika dilontarin kata generasi, terlintas dalam benak about prinsip, gaya hidup dan peran serta prilaku sekumpulan manusia yang mengisi panggung sejarah kehidupan. Generasi adalah harapan. Generasi ibarat tunas. Dan perjalanan nasib tunas memiliki dua gambaran. Apakah ia tumbuh mulus sampai berdaun lebat, kokoh batangnya dan menghasilkan buah matang. Atau sebaliknya bernasib naas alias tragis. Hidup enggan matipun segan. Kerdil, mentah dweh..!.
Nah, sobat Grimis Muda. Kini saatnya berbagi. Horee..! berbagi apa ya? Kue? Cerita? Atau barbel ya? He..he.. yang jelas K_Ge akan memberikan hal baru and tentunya yang terbaik, insya Allah ya.
Siapa sih orang yang tidak mau sukses dalam karir, bisnis, studi dan sukses dalam bidang yang lainnya? Sebelum K_Ge membeberkan beberapa tips untuk meraih sukses. Kita kudu tau hal-hal berikut ini:
Pertama, kita adalah Ummat Yang dimulyakan Allah . Allah berfirman:

“Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam… (QS. Al-Isra’: 70)
Kedua, kita adalah sebaik-baik Makhluk. Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah Sebaik-baik makhluk.” (QS. Al-Bayyinah: 7)
Ketiga, kita adalah sebaik-sebaik ummat. Allah berfirman:
”Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah..” (QS. Ali-Imran: 110)
Nah, sobat Grimis. Luarr..biasa..! ternyata kita (umat Islam) tu raksasa. Ih… seremm! Memang iya, ummat Islam itu disegani oleh semua musuh-musuhnya –seharusnya-. Cuman realitanya? Tebak sendiri dweh. He…he… berdasarkan ayat di atas, maka yang seharusnya menjadi pemimpin, pemakmur dan penguasa bumi ini adalah kaum muslimin. Sebagaimana Allah swt berfirman:
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah… “ (QS. Al-Baqarah: 30 )
Sobat Gerimis, sekarang yang menjadi “the big questions”? kenapa keadaan ummat Islam tidak sesuai dengan kenyataan ayat di atas? Kehidupan kaum muslimin kini penuh dengan bencana, banyak yang mengemis, pengangguran dimana-nama yang ternyata di dalamnya adalah ummat Islam. Pasti ada ‘some thing wrongs” sobat.
Yuk kita urai benang kusutnya sedikit-demi sedikit… Ada 3 tipe manusia ketika dihadapkan pada dirinya tentang sesuatu hal. Apppa saja tu? Misal ketika dihadapkan dengan kesuksesan. Tipe pertama, yaitu orang yang ingin sukses. Telinga K-Ge jadi taruhanya (tapi jangan dua-duanya ya..). Jika ada manusia yang tidak ingin sukses. Bro coba saja gih turun ke jalan raya, trus tanya setiap orang yang lewat dengan pertanyaan “apakah anda ingin sukses”? maka dengan keyakinan 100% mereka akan memberikan jawaban “Ya”. Selamat mencoba..! eit tapi kudu hati-hati sobat..!! apa pasal? Bisa jadi kamu dapet bogem tu dari orang-orang yang kamu tanyain..! karena kepastian akan jawaban tadi. Ya iyya lah.., siapa sich orangnya yang ngga ingin sukses..? munkin seperti itulah jawaban yang bakalan kamu dengar.
Nah seperti apa kriteria tipe manusia yang pertama ini sobat? Ini dia…! Duh…, enak ya, kalo punya mobil…, kayaknya hebat banget ya, kalo saya jadi juara kelas dengan nilai yang rata-rata minimal ya.. 8 lah. Wow, keren abiss.., ortuku pasti bakalan seneng jikalau saya bisa hafal minimal 10 juz dari al-Qur’an. Sambil berharap seperti itu, dia hanya tidur-tiduran, melamun, menghabiskan waktunya dengan begadang, nonton sinetron, main play syaiton (PS) dan prilaku-prilaku narsis gak manfaat lainnya.
Apa yang terjadi sobat jika kita akrab dengan rincian di atas? Ya tentu kita bakal jadi manusia pada level satu tu, yaitu manusia yang hanya sebatas ingin. Ingin sukses, ingin masuk surga tetapi tidak mau beramal sholeh. Ingin berprestasi tetapi tidak sungguh-sungguh belajar. Ingin nikah tetapi tidak berusaha berdo’a dan mencari jodoh de el el. Maka kemam-puan yang dimiliki oleh tipe manusia yang pertama ini adalah jago melamun.
Tipe manusia yang kedua ketika dihadapkan kepada “sukses”, yaitu tipe yang disebut memilih untuk sukses. Orang yang berada dalam tipe ini baru tersadar dari masa lalunya yang suka menghambur-hamburkan waktu, kesempatan dan peluang-peluang emas yang begitu saja lewat tidak di tangkap. Dia sering bergumam “Ternyata aku harus sukses, harus bangkit harus berubah. Aku harus menjadi pelajar atau mahasiswa/I yang berprestasi. Ya harus. Tapi… pelajarannya sulit banget… banyak lagi. Tapi kan otuku selalu meminta aku bantuin untuk cuci piring, ngasuh si adek, nunggu warung… jadi waktunya engga ada. Ya, aku harus menjadi pengusaha sukses. Tapi jika aku harus menjadi pengusaha, modal ga ada, pengalaman bolong terus..apalagi sekarang, banyak kompetitornya (pesaing) lagi. Ah…
Sobat Grimis, nah coba jawab pertanyaan ini. orang-orang yang berada pada level 1 & 2 kira-kira bakalan sukses ngga? Yang pertama hanya sebatas ingin. Yang kedua, walaupun sudah sadar dirinya harus sukses, masih ada “tetapi” dan “jika”nya. Walhasil jawabannya ya ngga akan sukses-sukses tul ga?
Nah sobat grimis, tidak ada pilihan lain kecuali kita harus menjadi manusia yang berada pada level ke tiga. Yaitu level manusia yang “komitment untuk sukses”. Yaitu manusia yang menggabungkan antara keinginan/harapan/mimpi dan cita-citanya kemudian diwujudkan dengan perbuatannya. Dengan kata lain menjadi pribadi yang komitment (bersatunya kata-kata, harapan dan perbuatan).
Komitment ini, dalam bahasa agama kita disebut dengan iman. Nah, sahabat. Ternyata kita harus sangat yakin dengan kebenaran Islam sebagai satu-satunya agama yang benar, yang harus kita anut. Karena Islam adalah agama yang akan menyelamatkan penitinya di akhirat. Juga sahabat, ketika kita berada dalam Islam maka kita akan dijamin sukses di dunia dan di akhirat.
Terbukti. Dengan konsep iman. Dan jika berpegang teguh kepada Iman. Maka kita akan sukses. Maka dari itu sahabat, kita harus mewajibkan diri kita untuk memahami dan memiliki keimanan yang benar.
Jadi, iman adalah perkataan, keyakinan dan perbuatan. Singkatnya menurut bahasa seperti itu sobat. maka ketika iman hanya bersarang dibibir saja, atau hanya sebatas yakin saja. Kalo seperti itu tak jauh beda dengan Iblis dan fir’aun. Kok bisa? Ya bisa lah..!! bukankah Iblis yakin bahwa Allah yang telah menciptakannya? Dan Iblis pun bersumpah dengan keagungan Allah . Dan juga, kenapa orang-orang musyrik Quraisy diperangi oleh Rasulullah . Padahal, ketika mereka ditanya, Siapa yang menciptakan langit dan bumi? Yang menghidupkan mematikan? Yang mengatur lalu lintas rizqi? Jawabannya adalah, mereka mengatakan Allah..!!
Busyet dah, K_Ge kejem banget dong Islam kalo seperti itu? Orang yang mengaku Allah sebagai Tuhan kok diperangi? Yee, ntar dulu sobat. kalo usul/ngomong jangan asal. Dan kalau asal-asalan lebih baik jangan usul/ngomong dweh…!! He,he..
So, begini sobat duduk perkaranya. Iman kepada Allah itu kudu serius, jangan main-main. Kalo kamu main-main ke orang tua, dosa tu. Gak bakalan dikasih jatah jajan. Lha, kalo memain-mainkan Allah ? Tentu ganjarannya sangat gede. Tul ga? Disuruh berdo’a hanya kepada Allah , eh.. ini malah minta ke patung, orang mati. Diperintahkan bertawakkul kepada Allah, malah ke dukun. Hanya disuruh takut kepada Allah, kok takut pada hantu, penunggu tempat angker.
Begitupun keimanan kita tidak dianggap komplit jika tidak dibarengi iman kedapa Rasul Muhammad . Nah sobat, kita juga jangan main-mainin Nabi tu. Nabi menyuruh kita beribadah harus sesuai perintah dan contohnya. Eh.. kita beribadah menurut mimpi, katanya, dan dari sumber-sumber yang tidak jelas lainya.
O…h.. gitu ya K_Ge. Pantasan saja kenapa orang-orang musyrik Quraisy diperangi oleh Rasulullah . Tidak memurnikan ketaatan kepada Allah seeh…!! Tul ga?. Iya, Encer juga otak mu sobat.. he.he.
Yups, betul sekali. Jika kita ingin sukses dunia akhirat, maka kudu beriman. Harga mati. Tidak bisa di tawar-menawar. Truszz, kita juga harus tau nilai yang terkandung dalam setiap amal dan perbuatan yang dikerjakan. Agar yakin dan termotivasi untuk segera bertindak melaksanakannya. Yuk kita intip apa saja sich manfaatnya?
Pertama, iman kepada Allah merupakan jalan masuk surga dan terbebas dari api neraka (Qs. Muhammad: 12). Ini kesuksesan sungguhan alias hakiki sobat. ketika kita bisa masuk surga dan tidak masuk neraka.
Yang kedua, ketika kita beriman, maka Allah swt akan menjadikan kita khalifah/penguasa bumi ini (Qs. An-Nur: 55), bagi sahabat dan kita semua yang ingin khilafah/daulah Islam kembali tegak, maka dakwahkanlah tauhid/keimanan yang benar.
Yang ketiga, ketika beriman kepada Allah, maka akan diturunkan keberkahan dari langit maupun dari bumi (QS. Al-‘Araff: 96). Nah, bagi para pemimpin negeri ini, penduduknya, terkhusus kaum muslimin.ketika ingin keluar dari krisis ekonomi, kemiskinan, pengangguran dan musibah-musibah yang kini terus menimpa. Maka jalan keluarnya adalah, mari beriman/bertauhid yang benar kepada Allah swt.
Jadi, kalo kamu seorang pelajar yang ingin nilainya bagus, berkomitmentlah..!! malam belajar, banyak membaca, akrab dengan perpustakaan, jika tidak faham, tanyakan. Bangun malam berdo’a kepada Allah. Trus jika kamu seorang pengusaha, maka rajin-rajinlah menawarkan dan menjual barangnya. Seorang pedagang di pasar yang ingin maju, ya harus bangun pagi-pagi. Mencuri start. Seorang yang ingin menjadi penulis hebat, menghasilkan banyak karya, ya harus rajin terus menulis..!! seorang yang ingin menjadi penghafal al Qur’an, ya harus terus menghafal alQur’annya.
Nah sobat selamat menjadi orang-orang yang komitment untuk sukses ya…!! Menjadi pribadi yang No but, No If. Tanpa tapi-tapian dan tidak jika-jikaan. Wujudkan keinginan dan harapanmu melalui perbuatanmu dan segera bertindak…!!
Alhamdulillah ya Allah Aku bersyukur kepada-Mu karena ternyata Engkau menjadikanku seorang yang komitment untuk sukses…
Semangadt! Allahu al musta’an
DIarsipkan di bawah: Gerimis Muda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pasang Iklan 150x150 px

Artikel Terbaru

Komentar Terbaru