Selasa, 18 Agustus 2009

Pentingnya Belajar Bahasa Arab

“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa al-Qur'an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya” (Yusuf, 12:2)

“Sesungguhnya Kami mudahkan al-Qur'an itu dengan bahasamu supaya mereka mendapat pelajaran” (Ad-Dukhaan, 44:58)

Mengapa belajar bahasa Arab? Dengan jumlah penutur asli (bahasa ibu) yang besar, diperkirakan sekitar 225 juta orang, bahasa Arab menjadi salah satu bahasa yang paling banyak digunakan di dunia.

Walaupun begitu, jumlah besar penuturnya nampaknya bukanlah alasan utama seseorang (baca: muslim) mempelajari bahasa Arab. Alasan terpenting mempelajari bahasa Arab, tentu saja bagi mereka yang berbahasa ibu selain bahasa Arab, adalah karena Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berketetapan bahwa Firman-Firman-Nya yang terakhir diturunkan dalam bahasa Arab. Untuk memahami rahasia diturunkannya Al-Quran dalam bahasa Arab sudah sepantasnya kita merujuk kepada Al-Quran itu sendiri. Ayat-ayat yang membicarakan masalh ini antara lain :
1. Surat Yusuf ayat 12, terjemahannya sebagai berikut : “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa al-Qur'an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya”. Diterangkan dalam kitab tafsir Ibnu Katsier bahwa maksud ayat ini adalah Bahasa Arab merupakan bahasa yang memiliki arti yang paling mengesankan/elok, jelas, dalam, dan penuh perasaan yang timbul di pikiran seseorang. Oleh karena itu, Kitab yang paling mulia), (sudah sepantasnya) diwahyukan dalam bahasa yang paling mulia, kepada Nabi dan Rosul termulia, melalui perantaraan Malaikat termulia, di atas tanah paling mulia di permukaan bumi, dan permulaan pewahyuannya adalah di bulan termulia, Ramadhan. Oleh karena itu, Al-Quran merupakan Kitab yang sempurna dari segala aspek.
2. Surat Ad-Dukhaan ayat 58, terjemahannya sebagai berikut : “Sesungguhnya Kami mudahkan al-Qur'an itu dengan bahasamu supaya mereka mendapat pelajaran”. Imam Ibnu Katsier menafsirkan ayat ini bahwa Allah telah mewahyukan Al-Quran secara mudah, terang, dan jelas, dalam bahasa Arab yang merupakan bahasa paling elok, jelas, dan indah dibandingkan seluruh bahasa yang ada.
Dari kedua ayat ini dapatlah ditarik kesimpulan bahwa diturunkannya Al-Quran dalam bahasa Arab adalah untuk dipelajari dan dipahami. Dan cara terbaik apa yang tersedia untuk melakukan kedua hal tersebut selain mempelajari bahasa yang dengannya Al-Quran diturunkan? Mempelajari Al-Quran melalui terjemahan tidaklah akan mampu membuka keseluruhan keindahan dan kedalaman makna Al-Quran. Dan bila penerjemahan yang bagus sudah mampu menyentuh hati maka dapat dibayangkan perasaan yang ditimbulkan oleh keindahan Al-Quran melalui bahasa Arab, yang dengannya Allah befirman kepada RosuluLlah Muhammad ShollaLahu ‘alayhi wa salam. Salah satu cerita termasyhur menyangkut hal ini tentu saja kisah keislaman Umar ibnu Khatab radhiyaLlahu’anhu.
Pentingnya mempelajari bahasa Arab bahkan sudah mendapat perhatian khusus sejak era awal Islam. Dan kita tahu semua bahwa pada zaman itu Islam baru tersebar di jazirah Arab! Berikut adalah perkataan sahabat, tabi’in dan salafushsholih mengenai pentingnya (mempelajari) bahasa Arab secara baik dan benar.
Abu Bakar Ash-Shiddiq RA berkata, “bahwasanyanya aku menghafal Al-Quran dan (kemudian) lupa (sebagian) lebih aku sukai dibandingkan kesalahan tata bahasa.”
Umar ibnu Khattab RA berkata, “Pelajarilah bahasa Arab karena dia adalah bagian dari agamamu dan pelajarilah ilmu faraidh (waris) karena dia adalah bagian dari agamamu.”
Sahabat lain, Ubay bin Ka’ab RA, berkata, “Ajarkanlah bahasa Arab sebagaimana hafalan Al-Quran diajarkan.”
Cucu Nabi SAW, Husein bin ‘Ali bin Abi Tholib RA, berkata, “Pelajarilah bahasa Arab, karena ia adalah bahasa yang dipakai Allah SWT kepada manusia di hari Akhir kelak.”
Imam Asy-Syafi’i berfatwa adalah wajib untuk setiap muslim untuk mempelajari bahasa Arab sesuai dengan kemampuannya.
Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah dalam Iqtidaa’u Ash-Shirooth Al-Mustaqiim menulis bahwa bahasa Arab adalah bagian integral dari Islam dan karenanya mengenal bahasa Arab adalah suatu kewajiban. Bila memahami Al-Quran dan As-Sunnah adalah suatu kewajiban dan tidak mungkin memahami keduanya tanpa pengetahuan akan bahasa Arab maka (belajar bahasa Arab sebagai) perangkat untuk memahami keduanya menjadi wajib pula.
Sudah sedemikian jelas pesan dan perhatian dari generasi terbaik Islam maka sudah sepantasnyalah kita meniatkan dalam hati dan dikuti dengan tindakan nyata untuk mempelajari bahasa Arab. Sepantasnyalah kita belajar dari sejarah umat lain. Contohnya adalah umat Kristen, pada awalnya mereka berbicara dengan bahasa Aramaic dan sebagian lainnya Hebrew. Perlahan kedua bahasa itu mati (baca: tidak lagi digunakan) dan digantikan oleh bahasa Yunani. Kemudian berganti lagi menjadi bahasa Latin ketika pusat kegiatan mereka dipindahkan ke Romawi. Adapun saat ini bahasa utama umat Kristen adalah bahasa Inggris. Akibat dari terputusnya mereka dengan bahasa asal dan pergantian bahasa secara terus-menerus maka yang terjadi adalah perubahan, penghilangan, dan perubahan kata-kata di Bibel secara semantik.
Pada akhirnya kita haruslan bersyukur bahwasanya umat Islam memiliki bahasa pemersatu yang dengannya Al-Quran diturunkan. Mempelajari bahasa Arab, InsyaAllah, akan membawa kita menjadi muslim yang lebih baik. Mempelajarinya akan menjadi salah satu kunci sukses kita baik di dunia maupun di akhirat. Dan adakah bahasa yang lebih baik dari bahasa yang dengannya Allah berfirman kepada manusia? Dan adakah perkataan yang lebih baik dari firman-Nya?
Apakah Bahasa Arab itu?
1. Bahasa Arab adalah bahasa Semit yang pada umumnya terdiri dari tiga huruf dasar. Contohnya adalah madzhab, asal kata ini adalah tiga huruf yaitu dzal – ha – ba. Kata madzhab diturunkan dari kata dasarnya yaitu dzahaba.
2. Bahasa Arab memiliki tiga cabang utama ilmu pengetahuan yang berbeda. Ketiga cabang itu adalah :
• Nahwu, yang sering diartikan sebagai tata bahasa. Pengertian Nahwu sendiri adalah ilmu yang mempelajari bahasa dan peraturan-peraturan yang mengatur kata dalam suatu kalimat.
• Shorf, yang sering disamakan dengan morfologi atau perubahan suara dalam kata. Adapaun pengertian yang lebih tepat adalah ilmu yang mempelajari perubahan atau metamorphosis kata dasar manjadi berbagai macam kata yang bertujuan mendapatkan arti baru yang tanpa metamorphosis tadi tidak bisa tercapai. Dengan demikian Sharf sangat berkaitan dengan kata-kata dan segala bentuk turunannya. Selain bertujuan mendapatkan arti baru, metamorphosis tadi juga bertujuan mempermudah pengucapan di lisan.
• Balaghoh, yaitu ilmu yang mempelajari keindahan bahasa Arab dan cara untuk mengartikan suatu kata sesuai dengan konteksnya. Balaghoh sangat penting dalam memahami kemukjizatan Al-Quran.

Wallahu a’lam bishshowaab.



Sumber-sumber :
• Al-Quran Al-Kariim
• Ringkasan Tafsir Ibnu Katsier (diterjemahkan secara bebas dari www.tafsir.com)
• Al-Quran dan terjemahannya oleh Prof. Dr. RHA. Soenarjo (sumber : quran.noble)
• http://arabic.speak.com
• Imam Ibnu Taymiyyah, Iqtidaa’u Ash-Shirooth Al-Mustaqiim (sumber : http://muttaqun.com/arabic.html)
• http://www.lutonmuslims.co.uk/arabic.htm
• http://ibnayyub.wordpress.com/2007/09/25/the-importance-of-the-arabic-language-ramadan-the-month-of-the-quran/
• http://aboouthmaan.wordpress.com/2007/12/26/the-importance-of-learning-arabic/
• An-nashihah Adz-Dzahabiyah fii kayfiyati ta’allumi al-lughoh al-‘arobiyah (sumber: http://www.lutonmuslims.co.uk/mannerlrnngarbc.htm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pasang Iklan 150x150 px

Artikel Terbaru

Komentar Terbaru