Senin, 12 Oktober 2009

Karomah Para Wali

Pembaca yang budiman, secara definisi, Karomah adalah perkara di luar kebiasaan yang Allah jadikan melalui seorang wali sebagai bantuan, dukungan dan peneguhan baginya atau sebagai pertolongan kepada agama.

Pembaca yang budiman, Karomah ini hanya Allah berikan kepada wali agar tidak tercampuri oleh perkara-perkara sihir dan dukun yang terjadi luar biasa tetapi tidak terjadi melalui seorang wali akan tetapi melalui musuh Allah, jadi ia bukanlah karomah.

Perkara-perkara luar biasa yang katanya karomah ini banyak terjadi pada tukang sihir yang menghalang-halangi jalan Allah maka kita wajib berhati-hati dari mereka dan dari permainan mereka terhadap akal dan pikiran manusia.

kemudian Pembaca yang budiman, agar kita tidak salah dalam memahami Siapa itu wali? Mari kita simak firman Allah subhanahu Wata'ala berikut ini

أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ. الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (Yunus: 62-63). Syaikhhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Setiap Mukmin yang bertakwa adalah wali Allah.” Nah Pembaca yang budiman, inilah makna mali yang sesungguhnya.

Selanjutnya Pembaca yang budiman, bagaimana sebenarnya Akidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah seputar masalah wali ini.

Pembaca yang budiman, Ibnu Taimiyah berkata dalam al-Aqidah al-Wasithiyah “Di antara prinsip Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah mempercayai karomah para wali.”

Aqidah ini berpijak kepada dalil-dalil dari al-Qur`an, sunnah dan fakta nyata. Pembaca yang budiman, Di antara bukti karomah yang ditetapkan oleh al-Qur'an yang terjadi pada umat terdahulu adalah kisah ashabul kahfi yang hidup di antara kaum musyrikin, sementara mereka beriman kepada Allah, mereka khawatir tidak mampu mempertahankan keimanannya, maka mereka meninggalkan negeri mereka untuk berhijrah kepada Allah. singkat cerita, Mereka akhirnya tinggal di goa dalam keadaan tidur selama tiga ratus sembilan tahun. Allah membolak-balik mereka ke kanan dan ke kiri di musim panas dan dingin. Panas tidak mengganggu mereka, dingin tidak menyulitkan mereka. Mereka tidak lapar, tidak haus, dan tidak bosan tidur. Ini jelas karomah, mereka dalam keadaan demikian sampai Allah membangkitkan mereka sementara kesyirikan telah lenyap dari negeri mereka, maka mereka pun selamat darinya.

selain itu Pembaca yang budiman, di dalam al-Qur'an juga terdapat kisah karomah Maryam, Allah memberinya karomah di mana Allah membawanya ke pohon kurma pada saat menjelang melahirkan. Allah memerintahkannya agar menggoyang batang pohon kurma tersebut maka ia pun memberinya kurma-kurma yang ranum.

Adapun dalam sunnah atau al-hadits, maka kita dapat membaca kisah tiga orang dari Bani Israil yang terjebak di dalam goa oleh sebuah batu besar, mereka berdoa kepada Allah dengan bertawasul kepadaNya dengan amal-amal shalih mereka, akhirnya Allah menggeser batu dan mereka berhasil keluar dengan selamat.

selain itu Pembaca yang budiman, terdapat juga kisah Juraij yang dituduh menghamili seorang wanita pelacur, pada saat anak itu lahir, Juraij menusuk perutnya sambil berkata, “Wahai bocah, siapa bapakmu?” Maka bocah itu menjawab, “Fulan, si gembala.”

Di antaranya adalah kisah anak muda Ashabul Ukhdud yang bisa menyembuhkan orang buta dengan izin Allah, bisa selamat ketika hendak dilemparkan dari puncak gunung, bisa selamat ketika hendak diceburkan ke laut dengan izin Allah, namun dia mati dengan sebuah anak panah dari Raja yang melepaskannya dengan menyebut nama Allah.

Dan masih banyak lagi kisah-kisah shahih tentang karomah auliya`. Maka Pembaca yang budiman, Ahlus Sunnah wal Jamaah membenarkan dan mempercayai karomah para wali.
Pendapat Ahlus Sunnah wal Jamaah ini berseberangan dengan pendapat Mu’tazilah dan para pengikutnya di mana mereka mengingkari karomah. Mereka berkata, “Kalau kita menetapkan karomah maka tidak bisa dibedakan antara tukang sihir dengan wali, wali dengan Nabi karena masing-masing hadir dengan perkara di luar kebiasaan.”

maka disini kita katakan bahwa, yang mereka katakan tidak mungkin terjadi, karena karomah terjadi pada wali dan wali tidak mungkin mengaku menjadi nabi, kalau dia mengaku nabi maka ia bukan wali. Perkara luar biasa milik nabi terjadi pada nabi, sementara tipu muslihat dan sihir terjadi pada orang yang jauh dari Allah, ia melakukannya dengan bantuan setan maka dia mendapatkannya dengan usahanya, lain dengan karomah yang datang dari Allah, wali tidak mencari-cari kesaktian atau kehebatan dengan usahanya, tetapi langsung Allah subhanahu Wata'ala yang memberikannya.

Pembaca yang budiman, sebenarnya apa Fungsi dari Karomah itu sendiri?

Dan ternyata Pembaca yang budiman, setidaknya ada tiga fungsi dari karomah itu sendiri,
Pertama: karomah berfungsi Menjelaskan kodrat atau kehendak Allah yang sempurna, di mana karomah itu terjadi karena izin dari Allah.
kedua: karomah adalah ayat bagi Nabi yang diikuti seperti yang telah dijelaskan.
ketiga: karomah dapat meneguhkan keimanan dan juga sebagai penghormatan bagi wali yang bersangkutan.

Demikianlah yang mungkin dapat kita sampaikan di kesempatan kali ini, semoga pem bahan ini bermanfaat untuk menambah wawasan kita, akhirnya saya undur diri dan terima kasih atas perhatian anda. Wassalamu 'Alaiku Warahmatullah Wabarokaatuh.

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. oh jadi itu yang dinamakan karomah

    BalasHapus

◄ Newer Post Older Post ►

Pasang Iklan 150x150 px

Artikel Terbaru

Komentar Terbaru

 

Copyright 2011 Dakwah Ahlussunnah is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot Published by Template Blogger