Selasa, 13 Oktober 2009

Kenapa Masih Membujang?

Saudaraku rohimakumulloh…
Zaman sekarang adalah zaman yang penuh fitnah, nafsu syahwat diperjual belikan di mana-mana, hingga orang-orang beriman yang tidak kuat menahan bujuk rayu syetan akan terjebak dalam kubangan dosa dan maksiat, sekalipun demikian ternyata ada sebagian orang menghendakai hidup dalam keadaan membujang. Bahkan sebagian lainnya membujang sampai usia tua dan meninggalpun dalam keadaan belum pernah menikah. Alasannya pun bisa bermacam-macam, dari mulai iseng sampai dengan alasan ingin lebih konsentrasi dalam beribadah, memang ada ulama yang meninggal dalam keadaan membujang seperti imam An-nawawi, imam ibu qoyyim dan syaikhul islam ibnu taimiyyah rohimahumulloh, akan tetapi bukan berarti mereka tidak mau menikah dan bahkan dalam kitab-kitabnya mereka membahas tentang hukum-hukum pernikahan dan keindahan-keindahannya, mereka memang benar-benar disibukan dengan ilmu dan dakwah, dan hasilnyapun dirasakan oleh kaum muslimin sekarang karena kesungguhan mereka dalam menuntut ilmu. Sedangkan kita apakah akan sepertia mereka? Tidak mau menikah dan bersungguh-sungguh menjual diri siang malam untuk belajar dan belajar, sepertinya kita belum mampu, lebih dari itu panutan hidup kita juga menikah yaitu Rosululloh alaihisolatu wassalam, dan dialah yang patut kita ikuti daripada yang lain.
Alasan boleh saja berbeda, tapi nyatanya Rosululloh alaihisolatu wassalam melarang kita hidup membujang, siapapun diantara kita tidak suka mengikuti sunnah beliau ini maka ia bukan termasuk golongan beliau.
Alloh ta’ala berfirman : {Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak[186] dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).} (QS. Alimron 14 )

Alloh ta’ala menempatkan wanita sebagai urutan pertama dari sekian urutan keindahan atau kesenangan duniawi, artinya adalah fitroh manusia menyukai wanita, barangsiapa diantara kaum laki-laki yang berusaha melawan fitroh ini dan menolak untuk menyukai wanita maka ia pasti gagal. Kita bisa menengok pendeta-pendeta nasroni yang memilih untuk tidak menikah, tetapi pada kenyataannya mereka terjebak pada kubangan zina di luar pernikahan.
Islam telah menjadikan pernikahan sebagai solusi yang tepat lagi halal bagi penyaluran fitroh tersebut, karena itu islam menganjurkan bagi para pemeluknya untuk menikah dan bukan membujang.
Sohabat Anas bin malik radhiallohu anhu meriwayatkan bahwa suatu hari datang tiga orang shohabat ke rumah isteri-isteri Rosululloh alaihisolatu wassalam untuk mencari tau bagaimana beribadahnya Rosul, adapun tujuan mereka menanyakan hal tersebut supaya mereka dapat mengikuti jejak Rosul supaya terampuni dosa-dosanya. Setelah mendapatkan penjelasan mereka merasa takjub karena Rosululloh yang jelas-jelas diampuni dosa-dosanya masih saja beribadah bersunguh sungguh. Nampaknya mereka salah tanggap sehingga ada yang mengatakan:”Aku akan mengerjakan sholat malam selamanya.” Yang kedua berkata:”Aku akan berpuasa selamanya tanpa berbuka sedikitpun.” Sedangkan yang ketiga mengatakan:” Aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selamanya.” Mendengar pertanyaan-pertanyaan tersebut Rosululloh bersabda:” Kalian yang mengatakan begini dan begitu? Maka demi Alloh! Aku adalah orang yang paling takut kepada Alloh dan yang paling bertaqwa diantara kalian, tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku sholat (malam) tetapi aku juga tidur serta aku menikahi wanita, barangsiapa yang membenci sunnahku (yang demikian itu) maka ia bukanlah golonganku.” (H.R. Bukhori dan Muslim)
Dalam riwayat yang lain Anas bin malik radhiallohu anhu berkata:”Rosululloh alaihisolatu wassalam memerintahkan kepada kita agar menikah dan melarang kita hidup membujang dengan larangan yang keras.” (H.R. Ahmad)
Hidup membujang dilarang oleh tauladan kita, Rosululloh alaihisolatu wassalam adalah pribadi yang sholeh dan yang paling taat kepada Alloh ta’ala, tetapi beliau menikah dan menjadikan pernikahan sebagai salah satu sunnahnya, karenanya mengapa kita harus membujang? Sementara Nabi kita memerintahkan ummatnya untuk menikah, mengapa kita lebih memilih hidup tanpa isteri seperti pendeta-pendeta nasroni, sedangkan Rosul kita lebih menyukai kita agar menikah.
Saudaraku fillah..
Jangan biarkan keraguan meracuni kesucian imanmu.. bersegeralah menjalankan sunnah Rosululloh ini karena sungguh kesucian dirimu akan mengantarkanmu menuju jannah Alloh ta’ala.


0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Newer Post Older Post ►

Pasang Iklan 150x150 px

Artikel Terbaru

Komentar Terbaru

 

Copyright 2011 Dakwah Ahlussunnah is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot Published by Template Blogger