Rabu, 07 Oktober 2009

Syubhat..! Islam Memerangi Ilmu Pengetahuan

Pembaca yang budiman, salah satu syubhat yang senantiasa dilontarkan untuk meragu-ragukan kaum muslimin adalah bahwasannya Islam itu memerangi Ilmu pengetahuan, oleh karena itu eksistensi Islam tidak akan bertahan lama. dan inilah yang Insya Allah akan kita bahas dalam rubrik Raddu Syubhat di kesempatan kali ini.

Pembaca yang budiman, syubhat seperti ini sering sekali kita dengar, dan bisa dikatakan sudah basi, bahkan sangat mudah untuk membuktikannya, untuk lebih jelasnya mari kita perhatikan ayat-ayat dalam al-qur’an, dikarenakan, jikalau kita senantiasa merenungkan ayat-ayat al-Qur’an maka kita akan mengetahui bahwa Al-Qur’an merupakan penggerak yang mendorong kearah terbentuknya peradaban Islam. Bahkan al-Qur’an telah memberikan sumbangsih besar bagi kemajuan ilmu pengetahuan di berbagai disiplin ilmu.

Dan Pembaca yang budiman, hal ini bisa kita perhatikan dalam Qur’an Surat az-Zumar ayat ke 9, yang artinya : “Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.”
Pembaca yang budiman, ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa Allah subhanahu Wata'ala memuliakan sains dan juga para cendikiawan yang menggeluti sains. Allah subhanahu Wata'ala membedakan mereka dengan komunitas manusia lainnya, kemudian Allah subhanahu Wata'ala juga meninggikan derajat yang lebih tinggi bagi mereka yang berakal dan menerima pelajaran dibandingkan dengan manusia type lainnya.

Kemudian ditegaskan kembali oleh Allah subhanahu Wata'ala, sebagaimana yang tercantum dalam surat ali-Imran:18 yang artinya: “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana"

Pembaca yang budiman, dalam ayat ini Allah subhanahu Wata'ala menyamakan kesaksian orang yang berilmu pengetahuan dengan kesaksian Allah dan para malaikat, dan tentu saja hal ini merupakan bentuk penghormatan dari Allah subhanahu Wata'ala kepada kaum yang berilmu pengetahuan.
Pembaca yang budiman, Agama Islam ini adalah agama yang memberikan otoritas atau wewenang kepada akal manusia dalam menyikapi setiap permasalahan yang dihadapinya. Tentunya akal yang dimaksud disini adalah yang telah memenuhi syarat untuk memahami dan memiliki kapabilitas dalam memetakan permasalahan, bahkan Pembaca yang budiman, al-Qur’an banyak memberikan pujian bagi orang-orang yang menggunakan akalnya untuk berfikir, dan ini terbukti dengan adanya sebelas ayat yang menyebutkan kata-kata “Ulil Albab” yang berarti mereka yang menggunakan rasio atau akalnya, dan juga terdapat satu ayat yang menyebut tentang “Ulin Nuha” yang artinya “Mereka yang menggunakan fikirannya”.
Bahkan Pembaca yang budiman, secara lebih khusus lagi, al-Qur’an pun mengajak kita untuk mempelajari Ilmu fisika, mari kita perhatikan ayat berikut ini, dimana Allah subhanahu Wata'ala berfirman yang artinya: “Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat. Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha Pengampun.” Qs. Fathir ayat 27-28.
Nah Pembaca yang budiman, Interpretasi atau penafsiran turunnya air dari awan yang dijelaskan dari ayat ini tentunya tidak akan kita fahami bagaimana proses terjadinya, kecuali kita mempelajari ilmu fisika atau kimia, begitu pula dengan tumbuhnya pepohonan dan lain sebagainya, inipun tidak akan kita fahami bagaimana prosesnya jika kita tidak belajar ilmu botani, lalu untuk mengungkap garis-garis putih, merah dan yang hitam pekat yang terdapat di gunung maka kita harus mempelajari ilmu geologi, selanjutnya untuk mengetahui perbedaan suku manusia dan jenis-jenis spesies hewan, maka kita harus mempelajari Ilmu etnologi dan juga zoologi. Dan di akhir ayat ini Allah subhanahu Wata'ala tegaskan bahwa “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.” Maksudnya adalah bahwasannya siapa saja yang memahami ayat-ayat Allah subhanahu Wata'ala yang terdapat di alam ini, maka iapun secara fitrah tentu akan mengakui kehebatan sang pencipta, dan dengan demikian maka kemungkinan besar iapun akan merasa takut kepada Allah subhanahu Wata'ala dzat yang maha perkasa.
Kemudian Pembaca yang budiman, Ilmu astronomi juga secara jelas dan banyak kita jumpai dalam al-Qur’an, dan bahkan hal tersebut digunakan sebagai nama-nama surat dalam Al-Qur’an, diantaranya adalah Surat Ar-Ro’d (yang artinya Guntur atau Petir), An-Najm (yang artinya Bintang), Al-Buruj (yang artinya Gugusan Bintang), As-Syams (yang artinya matahari), dan masih banyak yang lainnya.

Selain itu Pembaca yang budiman, dalam hadits-hadits Nabi shalallahu'alaihi wa sallam juga banyak terdapat istilah Tibun Nabawi atau pengobatan ala Nabi shalallahu'alaihi wa sallam, kemudian juga Nabi banyak memberikan penjelasan tentang pentingnya menjaga kebersihan, pemelihara kesehatan dan juga adab-adab makan dan minum. Dan tentunya Pembaca yang budiman, jika kita sebutkan semua tentang seruan Islam kepada Ilmu pengetahuan maka akan sangat banyak sekali, bahkan jika dibukukan menjadi satu buku maka bisa jadi tebalnya menjadi ratusan halaman. Dan sekiranya yang kita ungkapkan tadi sudah mencukupi untuk menunjukan bahwa islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, bahkan Pembaca yang budiman, Mayoritas sarjana-sarjana dan Ilmuan barat mengakui kebangkitan ilmu pengetahuan Islam yang meliputi banyak bidang, mulai dari kedokteran, kimia, fisika, matematika, geologi, astronomi, sejarah, dan lain sebagainya.
Dan juga terdapat sebuah buku karya seorang ilmuan barat yang bernama Dr. Zegred, dimana keseluruhan isinya adalah pengakuan terhadap sumbangsih peradaban dan ilmu pengetahuan Islam.
Bahkan sebaliknya, justru agama-agama baratlah yang memerangi ilmu pengetahuan, hal ini dapat kita lihat dari sejarah, dimana pihak gereja hendak menghukum mati Cristopher Columbus yang telah menjelajah dunia untuk mengetahui tempat-tempat dan hal-hal yang baru, gereja menganggap penjelajahannya itu bertentangan dengan agama.

Pembaca yang budiman, inilah bukti tentang kebohongan para orientalis dan missionaris yang ingin meragu-ragukan dan merendahkan Islam dan kaum muslimin, jadi hendaknya kita tidak tertipu dengan syubhat mereka, dan tentunya hanya dengan ilmu maka kita dapat istiqomah berada di jalan yang lurus serta tidak tergoyahkan dengan syubhat-syubhat yang beredar.
Mungkin ini saja yang dapat saya sampaikan, semoga hal ini dapat memberikan tambahan wawasan keislaman kita. Akhirul kalam, Wallahu a’lam. Wassalamu 'Alaiku Warahmatullah Wabarokaatuh.



0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Newer Post Older Post ►

Pasang Iklan 150x150 px

Artikel Terbaru

Komentar Terbaru

 

Copyright 2011 Dakwah Ahlussunnah is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot Published by Template Blogger