Senin, 12 Oktober 2009

Syubhat..!! Rampasan perang adalah Tujuan

Pembaca yang budiman, ada seorang orientalis yang menuduh bahwa kaum muslimin arab berperang menaklukan wilayah-wilayah sekitarnya tiada lain alasannya hanyalah mencari harta rampasan perang, hal ini terlihad dari kondisi ekonomi negri arab yang memprihatinkan, sehingga kelaparan dan kebutuhan hidup pun akhirnya memaksa mereka meninggalkan sahara yang gersang dengan menyerang tanahsekitarnya yang subur dan kaya, inilah sebagian tuduhan yang mereka lontarkan kepada Islam.

Pembaca yang budiman, jika kita telaah lebih dalam mengenai sejarah Islam dan juga ajaran syari’at Islam, terkhusus mengenai jihad, maka sebenarnya sangat mudah untuk mematahkan syubhat yang seperti ini. Dan sebenarnya tuduhan semacam ini pernah dilontarkan oleh Orang-orang musyrik Quraisy di awal-awal dakwah Islam. Mereka mengatakan bahwa Nabi kita yaitu Muhammad shalallahu'alaihi wa sallam, hanya sekedar mencari kekayaan dunia. Kemudian orang-orang Quraisy menawarkan kekayaan, keuasaan,maupun gadis-gadis yang mereka miliki, namun Muhammad shalallahu'alaihi wa sallam menolaknya. Beliau pun bersabda: “Demi Allah, sekiranya mereka meletakan matahari di tangan kanan ku dan bulan ditangan kiriku agar aku meninggalkan masalah ini, aku tidak akan pernah mau meninggalkannya sampai Allah subhanahu Wata'ala memenangkannya atau mati tanpanya.”
Pembaca yang budiman, dari ucapan beliau ini maka bisa kita ambil sebuah pelajaran, bahwa bukan harta yang menjadi tujuan penyebaran Islam maupun penaklukan daerah-daerah sekitarnya. Pembaca yang budiman, kalau difikir, dengan kekuasaan yang diberikan oleh orang-orang Quraisy, maka seluruh semenanjung arab akan dikuasainya, dan tidak sulit bagi beliau untuk membangun istana yang megah, mengoleksi wanita cantik arab, atau sahaya persia dan romawi. Sangat mudah bagi beliau untuk mencukupi sandang pangannya dan keluarganya. Bahkan bisa jadi melebihi penguasa semenanjung dizamannya. Kenyataannya beliau tidak pernah melakukan hal itu bahkan beliau menolaknya, dan ini dapat kita lihat di sejarah bahwa, hampir-hampir beliau kehilangan istri-istrinya karena ketidaksanggupan mereka hidup bersahaja dengan Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam.
Kemudian Pembaca yang budiman, dalam hal ini ada beberapa bukti lain yang bisa kita perhatikan untuk membantah hal ini
Pembaca yang budiman, jika kita teliti, ternyata Lebih dari dua puluh tahun muslimin memerangi kemusyrikan di kalangan komunitas semenanjungnya. Perang yang menewaskan banyak sahabat terbaik. Khususnya ketika memerangi mereka yang murtad, mengaku nabi dan yang menolak membayar zakat. Perang-perang ini semuanya terjadi di gurun sahara dan perkampungan badui yang miskin. Hal ini tentunya sangat jauh dari tujuan memperebutkan kekuasaan ataupun lahan subur di utara. Lalu apa yang menyemangati kaum muslimin sehingga banyak orang yang gugur dalam peristiwa ini? Yang jelas bukan untuk mendapatkan rampasan perang, melainkan murni untuk menyebarkan Islam dan meraih ganjaran dari Allah subhanahu Wata'ala.
Selain itu Pembaca yang budiman, hal inipun diperkuat dengan bukti bahwa dalam perang Hunain dan Tha’if pasukan kaum muslimin justru mengembalikan harta rampasan perangnya, sebab penduduk hunain maupun Tha’if ketika itu memeluk Islam.
Kemudian, peperangan-peperangan kaum muslimin dengan barbar di utara Afrika yang memakan banyak korban jiwa terjadi di wilayah yang sangat gersang yaitu sahara, dan tentu wilayah ini sama sekali bukan wilayah yang subur.

Pembaca yang budiman, inilah sekilas mengenai sejarah Islam yang sarat dengan cerita kepahlawanan yang sangat mustahil dilakukan oleh selain orang-orang yang memiliki keimanan yang kuat. Sangat sulit bagi kita untuk menemukan cerita-cerita kepahlawanan yang seperti ini pada ummat-ummat selain mereka..,

Pembaca yang budiman, agar lebih meyakinkan, mari kita simak kembali beberapa kisah gemilang kepahlawanan kaum muslimin,
Diantaranya adalah pada perang Qadisiyah, dalam perang ini di kisahkan bahwa seorang laki-laki persi maju ke depan untuk menantang duel. Tantangan inipun dijawab oleh ‘Ilba’ bin Jahs al-‘Ajali. ‘Ilba’ pun berhasil menusuk paru-paru lelaki persi tersebut, sementara lelaki persi itu berhasil menikam usus Ilba’. Seketika lelaki persi itu pun mati, sementara ‘Ilba’ tersungkur ke tanah dan tidak sanggup untuk bangkit. Ia mencoba untuk memasukan kembali ususnya namun tidak berhasil, hingga ketika seorang muslim melewatinya, ia berkata: “bantu aku memasukan ususku”. Setelah berhasil, ternyata ‘alba’pun tidak mundur, ia memegang perutnya sambil berlari mendatangi musuh tanpa menoleh ke belakang, akhirnya iapun gugur di tengah-tengah pasukan persia.

Selain itu Pembaca yang budiman, terdapat juga kisah menakjubkan dalam perang melawan romawi, tepatnya di sebelah utara Asia, disana terdapat seorang panglima muslim bernama Hubaib bin Maslamah, pada suatu malam ia memberitahu istrinya, bahwa ia akan nekad menyelinap dan membunuh panglima romawi yang bernama Morian.
Akan tetapi Pembaca yang budiman, ketika Hubaib berhasil menyelinap ke tenda musuh, ia pun terperanjat ketika melihat Morian telah tewas. Ia pun merasa heran, siapa yang telah mendahuluinya, maka iapun membawa mayat itu ke perkemahan kaum muslimin, tak berselang lama akhirnya Hubaib mengetahui, ternyata yang membunuh Morian adalah istrin Hubaib sendiri yang sebelumnya ia kabari.
Pembaca yang budiman, kepahlawanan seperti ini tidak akan pernah ditulis oleh kaum yang menghendaki kekayaan, melainkan oleh mereka yang menginginkan pahala dan syahid.

Dan ternyata Pembaca yang budiman, hal inipun diakui oleh orang-orang eropa yang jujur. Salah satunya adalah Stanley, ia mengungkapkan bahwa, semangat kaum muslimin arab yang tinggi dalam melakukan penaklukan adalah dimotori oleh kekuatan yang dahsyat untuk menyebarkan agama. mereka berperang karena memerangi musuh-musuh Allah subhanahu Wata'ala dan rasulNya. Sebab ada pahala syahid dan syurga yang dijanjikan kepada mereka yang gugur dalam memperjuangkan agama Allah subhanahu Wata'ala.

Kemudian Pembaca yang budiman, jika kita perhatikan juga wafatnya khalid bin walid, beliau adalah seorang panglima besar kaum muslimin, akan tetapi ketika wafatnya ia tidak memiliki kekayaan kecuali kuda, budak dan pedangnya. Lalu,dimanakah rampasan perang yang selama ini dikumpulkan?

Nah Pembaca yang budiman, inilah diantara bukti-bukti sejarah yang sangat jelas, dan bukti ini, maka terbantahlah tuduhan orang-orang orientalis yang mengatakan bahwa berperangnya kaum muslimin adalah karena ingin mendapatkan harta rampasan semata.

Inilah yang mungkin bisa kita sampaikan di kesempatan kali ini, semoga apa yang kita sampaikan ini bermanfaat untuk menambah keimanan dan keilmuan kita, akhirnya saya undur diri dari hadapan anda, terima kasih atas kebersamaan anda. Wassalamu 'Alaiku Warahmatullah Wabarokaatuh


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pasang Iklan 150x150 px

Artikel Terbaru

Komentar Terbaru