Minggu, 22 November 2009

Menjawab Syubhat Keyakinan Reinkarnasi

Pembaca yang budiman, Dekade terakhir ini banyak bermunculan berita dan desas-desus yang mengabarkan bahwa ada sebagian orang yang bisa bangkit dan kembali ke alam dunia sebelum datangnya hari kiamat; biasa diistilahkan dengan “reinkarnasi” . Maka muncullah gejala adanya ketakutan kepada mayat, takut kepada pocong, takut kepada vanpire atau dracula. Padahal semua ini adalah keyakinan batil yang teradopsi dari keyakinan orang-orang kafir. Keyakinan ini telah dibatalkan oleh Allah -Azza wa Jalla- di dalam Al-Qur’an !!

Untuk lebih jelasnya, Insya Allah, pada rubric Roddu syubhat kali ini, kami akan mencoba untuk menyampaikan di kesempatan kali ini mengenai bantahan islam terhadap reinkarnasi.
Adapun yang dimaksudkan dengan Reinkarnasi adalah keyakinan bahwa ada sebagian orang bisa bangkit dan kembali ke alam dunia ini sebelum datangnya hari kiamat.
Pembaca yang budiman, Aqidah reinkarnasi ini ternyata juga diyakini dan disokong oleh sekte sesat Syi’ah-Rofidhoh yang kini bermarkas di Iran. Ini bisa kita lihat dari referensi yang ditulis oleh pemimpin-pemimpin mereka yang menetapkan aqidah ini. Sebagai contoh -bukan pembatasan-, adalah sebagai berikut:
Tokoh Syi’ah, yang bernama Al-Hur Al-Amily ketika menukil dalil tentang roj’ah atau (reinkarnasi), ia berkata bahwasannya “Sudah menjadi Kesepakatan seluruh orang-orang Syi’ah Imamiyyah, dan Itsna Asyariyyah tentang meyakini kebenaran roj’ah atau (reinkarnasi). Hal ini bisa kita Lihat dalam Al-Iqozh min Al-Haj'ah oleh Al-Amiliy
Ucapan Al-Amiliy ini amat jelas dalam menyokong pemikiran dan aqidah reinkarnasi, bahkan ia menukil adanya kesepakatan di antara mereka tentang adanya keyakinan reinkarnasi dalam sekte mereka yang menyimpang, yakni Syi’ah-Rofidhoh. Oleh karenanya Pembaca yang budiman, kita seorang muslim, harus berhati-hati dan mewaspadai mereka.
Selanjutnya Pembaca yang budiman, kita akan coba menelusuri Sebab Kemunculan aqidah Reinkarnasi dalam Tubuh Syi’ah-Rofidhoh
Sebagai ummat islam, hendaknya kita menyadari bahwa aqidah reinkarnasi ini menyelusup ke dalam agama Syi’ah-Rofidhoh karena adanya pengaruh dan usaha yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani. Sebagai bukti, Abdullah bin Saba’, yaitu seorang tokoh Yahudi dan sebagai perintis pertama agama Syi’ah-Rofidhoh awalnya pura-pura masuk Islam. Kemudian Aqidah reinkarnasi ini disusupkan untuk melemahkan aqidah tentang hari akhir.
Selain itu, Perlu diketahui bahwa Abdullah bin Saba’ ini pernah menyatakan akan kembalinya atau terlahirnya kembali Nabi shalallahu'alaihi wa sallam ke alam dunia, demikian pula Ali. Hal ini sebagaimana yang terdapat dalam Mas’alah At-Taqrib baina Ahlis Sunnah wa Asy-Syi’ah karya Dr.Nashir bin Abdullah Ali Al-Qifary.
Pembaca yang budiman, selanjutnya kita akan menjelaskan Sisi Kebatilan Aqidah Reinkarnasi
Aqidah reinkarnasi merupakan aqidah batil yang menyelisihi Al-Qur’an dan Sunnah serta ijma’ atau (kesepakatan) para salafushsholih, (yaitu, Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-, para sahabat, dan pengikutnya) sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama kita.
Mari kita perhatikan firma Allah subhanahu Wata'ala:
“Dia (orang kafir yang sekarat) berkata,” Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal sholeh terhadap yang telah aku tinggalkan”. Sekali-kali tidak ! Sesungguhnya itu adalah perkara yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan”. (QS. Al-Mu’minun: 99-100).
Pembaca yang budiman, dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir, Al-Hafizh Ibnu Katsir-rahimahullah- saat menafsirkan ayat-ayat ini, beliau membawakan beberapa ayat tentang tidak bisanya seseorang mengalami reinkarnasi atau (kembali) ke dunia. Kemudian beliau berkata, “Jadi, Allah -Ta’ala- telah menyebutkan bahwa mereka meminta kembali ke dunia, maka mereka tak dipenuhi keinginannya ketika sekarat, pada hari kebangkitan, hari mahsyar, ketika dihadapkannya para makhluk kepada Allah Al-Jabbar, dan ketika mereka digiring ke neraka, sedang mereka berada dalam kepungan siksa neraka Jahim”.
Kemudian Pembaca yang budiman, Sudah banyak Pernyataan dan Pengingkaran Ulama terhadap Aqidah Batil ini
Ketika munculnya paham sesat ini, maka para ulama Ahlus Sunnah dari zaman ke zaman memberikan pernyataan dan pengingkaran terhadap aqidah reinkarnasi ini.
Dalam kitab Syarhus Sunnah, Al-Imam Abul Hasan Al-Barbahariy-rahimahullah- berkata dalam menjelaskan batilnya aqidah roj’ah atau (reinkarnasi), “Suatu bid’ah yang telah nampak kekafirannya. Barangsiapa yang menyatakan adanya reinkarnasi, maka ia kafir kepada Allah, tanpa ada keraguan. Barangsiapa yang berkeyakinan reinkarnasi, dan berkata, “Ali bin Abi Tholib masih hidup, dan akan kembali sebelum hari kiamat, dan juga Muhammad bin Ali, Ja’far bin Muhammad, dan Musa bin Ja’far; mereka akan berbicara tentang imamah atau (kepemimpinan), dan bahwa mereka mengetahui perkara ghaib, maka waspadailah orang-orang yang berkeyakinan seperti ini, karena mereka adalah orang-orang kafir kepada Allah Yang Maha Agung”.
Selain itu Pembaca yang budiman, Abul Hasan Muhammad bin Ahmad Al-Malthiy Asy-Syafi’iy -rahimahullah- berkata, “Demikian pula tentang keyakinan mereka dalam masalah reinkarnasi telah didustakan oleh Al-Qur'an , bahwa Allah subhanahu Wata'ala terlah berfirman:
“Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan”. (QS.Al-Mu’minun : 99-100)

Dalam kitab At-Tanbih wa Ar-Rodd dijelaskan, bahwa ayat tersebut menjelaskan bahwa para penghuni kubur tak akan dibangkitkan (dari kuburnya) sampai hari kebangkitan. Jadi, barangsiapa yang menyelisihi hukum Al-Qur’an ini, maka ia sungguh telah kafir.dan selain mereka, masih banyak lagi ulama yang mengkafirkan aqidah reinkarnasi.

Jadi , reinkarnasi merupakan aqidah yang berbahaya bagi iman seseorang, sebab ia merupakan bentuk pendustaan ayat-ayat Allah yang menjelaskan tentang tidak bisanya seorang kembali ke alam dunia sebelum terjadinya hari kiamat.

Terakhir, kami nasihatkan kepada seluruh kaum muslimin agar berhati-hati dan mewaspadai mereka , jangan sampai tertipu dengan mereka dan takjub kepada mereka sehingga menjadikan mereka sebagai teman atau guru. Begitupun anak-anak kita harus diawasi dan diberikan pengarahan, hal ini dikarenakan saat ini sudah sangat banyak tayangan-tayangan televise, terutama film-film kartun yang mengandung akidah reinkarnasi yang kufur ini, diantaranya adalah film Avatar, Dragon ball, dan lain-lain.





1 komentar:

  1. Ketika Rasulullah Saw. menantang berbagai keyakinan bathil dan pemikiran rusak kaum musyrikin Mekkah dengan Islam, Beliau dan para Sahabat ra. menghadapi kesukaran dari tangan-tangan kuffar. Tapi Beliau menjalani berbagai kesulitan itu dengan keteguhan dan meneruskan pekerjaannya.

    BalasHapus

◄ Newer Post Older Post ►

Pasang Iklan 150x150 px

Artikel Terbaru

Komentar Terbaru

 

Copyright 2011 Dakwah Ahlussunnah is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot Published by Template Blogger