Selasa, 27 Juli 2010

Hubungan sesama Jenis, HARAM atau HAM?


Islam adalah agama yang fitrah. Salah satu dari fitrah manusia dan makhluk hidup lain yaitu suka kepada lawan jenisnya. Belum pernah ada dalam sejarah jika ayam jago kawin dengan ayam jago. Seekor buaya jantan mengawini buaya jantan lain. Entah kalau diantara anda sudah ada yang pernah melihatnya langsung, padahal manusia sudah jelas2 lebih tinggi derajatnya dari binatang.

Karenanya Islam sudah pasti melarang keras (HARAM) hubungan sesama jenis. Dan Islam tidak melarang hubungan seks dengan lawan jenis, asalkan melalui cara dan syarat yang telah ditentukan, pernikahan.

Ingatkah dulu sejarah kaum nabi Luth as yang dibinasakan Allah SWT? Karena mereka begitu merestui hubungan sejenis. Hingga istri nabi Luth pun ikut mendapat azab Nya. Tapi lagi2 sekarang masalah cinta sejenis dibenturkan kepada alasan HAM.

“Hak dia, donk! Emang sukanya sama cowo mau gimana?”

Atau, “Ini kan jalan hidup saya, kenapa anda yang pusing?”

Dan bebagai argumen lain yang ‘membela’ cinta terlarang itu. seolah HAM menjadi Tuhan tandingan selain Allah. Akankah kita mendiamkan kondisi ini, padahal bila laknat Allah turun bukan untuk mereka saja, tetapi juga akan menimpa kita yang cuma membiarkannya dan masa bodoh.

Setidaknya, mulai dari keluarga sendiri semua itu bisa dihindari. Punya anak perempuan yang tomboy, jangan dianggap sesuatu yang lucu. Punya anak lelaki yang kemayu, cepat tanggap menyikapinya.

selagi anak-anak kita masih bisa dirubah. Kalau dibiarkan dan cuek, bisa saja bila mereka besar nanti hanya menambah sederetan lagi manusia2 cinta sejenis yang baru.
Setiap bayi yang terlahir pasti dalam keadaan fitrah/Lurus (Islam), tinggal bagaimana orang tuanya mau membuat dia (anak) seperti apa. Semoga kita semua terlindung dari azab Nya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pasang Iklan 150x150 px

Artikel Terbaru

Komentar Terbaru