Minggu, 22 Agustus 2010

Puasa Mata= Menahan Pandangan/Ghodul bashor


Saudaraku yang mudah-mudahan dirahmati Allah…Sebagaimana yang sering kita dengar bahwa Puasa bukan hanya sekedar menahan haus dan lapar, walaupun puasa seperti itu tetap sah, namun sungguh disayangkan kesempatan untuk mendapat pahala besar akan terlewatkan begitu saja jika kita hanya puas dengan hasil seperti itu. Rasulullah SAW bersabda: “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya melainkan hanya rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroni).

Salah satu yang menyebabkan hilangnya pahala puasa kita adalah dikarenakan pandangan mata, mata memang anugrah dari Allah SWT, dan Allah memberikan kecenderungan kepada setiap laki-laki untuk tertarik kepda lawan jenis. Maka tak heran jika mata ini akan selalu tertarik dan tergoda untuk melihat pemandangan yang diharamkan untuk dilihat, terlebih lagi di zaman ini mayoritas wanita sudah kehilangan rasa malunya, mereka keluar rumah dengan mengenakan pakaian yang membuka aurat. Mereka ada dimana-mana, di TV, di Internet, Koran, Majalah, di kendaraan umum, sekolah, kampus, terlebih lagi di jalanan atau pusat perbelanjaan (mall). Seolah-olah tak ada tempat di dunia ini yang tidak terdapat wanita yang membuka aurat, bahkan di masjid sekalipun ada saja wanita yang masih menampakkan kecantikannya, dengan jilbab modis dan parfumnya yang semerbak. Tentu seorang Ikhwan atau laki-laki yang bijak tidak lantas hanya menyalahkan wanita yang membuatnya tergoda untuk memandang mereka, sebab sudah jelas bahwa para wanita yang membuka auratnya itu telah berdosa besar. Maka tak heran jika Rasulullah bersabda: “Aku melihat kedalam surga, maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang faqir dan aku menengok ke neraka maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah wanita.” HR. Muslim

Oleh karena itu, seorang laki-laki dituntut untuk bisa menahan pandangannya dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah, Menahan pandangan bukan berarti menutup atau memejamkan mata hingga tidak melihat sama sekali atau menundukkan kepala ke tanah saja, karena bukan ini yang dimaksudkan di samping tidak akan mampu dilaksanakan. Tetapi yang dimaksud adalah menjaganya dan tidak melepas kendalinya hingga menjadi liar. Pandangan yang terpelihara adalah apabila seseorang memandang sesuatu yang bukan aurat orang lain lalu ia tidak mengamat-amati kecantikan/kegantengannya, tidak berlama-lama memandangnya, dan tidak memelototi apa yang dilihatnya.

Banyak sekali dalil-dalil yang memerintahkan kita untuk menahan pandangan dan larangan untuk mengumbarnya. Diantaranya adalah firman Allah dalam Al-Quran yang artinya: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya.” (An-Nur [24]: 30-31)
Dalam ayat tersebut, Larangan menahan pandangan didahulukan dari menjaga kemaluan karena pandangan yang haram adalah awal dari terjadinya perbuatan zina.
Disamping itu Rasulullah SAW juga bersabda,
Diantaranya adalah dalam hadits yang diriwayatkan Dari Jabir bin Abdillah ra berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah saw tentang pandangan tiba-tiba atau tanpa sengaja, lalu beliau memerintahkanku untuk memalingkannya. (HR. Muslim).
Maksudnya jangan meneruskan pandanganmu, karena pandangan tiba-tiba tanpa sengaja itu dimaafkan, tapi bila diteruskan berarti disengaja.

Dalam hadits lainnya beliau juga bersabda:
Seorang laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki lain, dan seorang perempuan tidak boleh melihat aurat perempuan lain. Seorang laki-laki tidak boleh bercampur dengan laki-laki lain dalam satu pakaian, dan seorang perempuan tidak boleh bercampur dengan perempuan lain dalam satu pakaian. (HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud & Tirmidzi).

Pembaca yang budiman, inilah diantara dalil yang menunjukan bahwa menahan pandangan adalah kewajiban bagi laki-laki terhadap wanita atau sebaliknya wanita terhadap laki-laki. Dan seperti yang kami sampaikan di awal tadi, bahwasanya untuk menahan pandangan di zaman ini tidak mudah, terutama bagi laki-laki, maka di bulan romadhon inilah saat yang tepat untuk melatih mata kita agar terbiasa untuk mengalihkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan Allah swt. Dan berikut ini kami akan sampaikan beberapa dampak negative dari mengumbar pandangan, semoga dengan mengetahui dampak negative ini kita semakin waspada terhadap pandangan yang liar, adapun diantara Akibat Negatif tersebut adalah:

1. Rusaknya hati.
Pandangan yang haram dapat mematikan hati seperti anak panah mematikan seseorang atau minimal melukainya. Seorang penyair berkata: Segala peristiwa bermula dari pandangan, dan api yang besar itu berasal dari percikan api yang kecil.

2. Terancam jatuh kepada zina.
Ibnul Qayyim berkata bahwa pandangan mata yang haram akan melahirkan lintasan pikiran, lintasan pikiran melahirkan ide, sedangkan ide memunculkan nafsu, lalu nafsu melahirkan kehendak, kemudian kehendak itu menguat hingga menjadi tekad yang kuat dan biasanya diwujudkan dalam amal perbuatan zina. Salah seorang Penyair berkata: Bermula dari pandangan, senyuman, lalu salam,..Lantas bercakap-cakap, membuat janji, akhirnya bertemu.

3. Lupa ilmu.
Imam Syafi’i berkata: Kuadukan kepada Waki’, guruku, tentang buruknya hafalanku..
Sang guru mengarahkan dengan berkata: “Tinggalkanlah maksiat..!!.”
Diberitahukannya kepada sang murid bahwa ilmu itu cahaya,
Dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada pelaku maksiat.

4. Pandangan yang liar Merusak sebagian amal. hal ini sebagaimana Hudzaifah ra berkata: “Barangsiapa membayangkan bentuk tubuh perempuan di balik bajunya berarti ia telah membatalkan puasanya.” Pembaca yang budiman, Tentu saja yang dimaksud membatalkan puasa di sini bukanlah batal secara hakikat, namun maksudnya adalah merusak pahala puasa.
Inilah beberapa hal yang akan kita dapatkan jika membiarkan pandangan ini melihat hal-hal yang diharamkan Allah swt. Dan berikut ini juga kami akan coba berikan beberapa tips agar kita semua bisa menjaga pandangan ini. Diantaranya adalah:

1.Menghadirkan pengawasan Allah dan rasa takut akan siksa-Nya di dalam hati.
2.Menjauhkan diri dari semua penyebab mengumbar pandangan seperti yang telah disebutkan, diantaranya adalah jangan berkunjung ke tempat yang didalamnya banyak wanita pembuka aurat seperti pusat-pusat perbelanjaan, dan jangan menonton tv
3.Selalu mengingat akibat-akibat negative dari mengumbar pandangan seperti yang sudah kami sebutkan tadi.
4.menginat pahala dari Allah bahwa dengan menjauhi larangan Allah, kita akan mendapat kesempatan untuk masuk surga, dan disana terdapat bidadari yang cantik jelita.
5.Segera memalingkan pandangan ketika tanpa disengaja melihat yang haram.
6.Menyalurkan keinginan melalui jalan yang halal, yaitu pernikahan.
7.Bergaul dengan orang-orang shalih dan Selalu merasa takut dengan su’ul khatimah ketika meninggal dunia.

Inilah diantara hal-hal yang dapat membantu kita agar dapat menahan pandangan, terutama saat menjalankan ibadah shoum romadhon. Dan mungkin ini saja yang dapat kami sampaikan di kesempatan kali ini, semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat. Dan semoga Allah meneripa ibadah puasa kita.
Oleh: Yusuf Supriadi (Admin)

Sumber Inspirasi:
http://www.dakwatuna.com/2010/ghadh-dhul-bashar-menahan-pandangan-bagian-ke-1/
http://lomba.kompasiana.com/group/puasa-dulu-baru-lebaran/2010/08/10/puasa-mataitu-yang-paling-sulit/
http://alhannan.ft.ugm.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=17:mayoritas-penghuni-neraka-adalah-wanita&catid=9:niswah&Itemid=11




3 komentar:

  1. Puasa itu menahan, mengendalikan bukan sekedar menunda. Meski telah tiba waktu berbuka, semestinya tetap mampu menahan dan mengendalikan nafsu, bahkan hingga bulan ramadhan berlalu. Puasa itu bukan menggeser waktu, yang tidak boleh siang, dilakukan malam. Puasa bukanlah balas dendam, siang di tahan malam dibalaskan. siang puasa, malam dipuas-puasin. Semoga kita tidak termasuk yang demikian, amin, insya Allah.

    BalasHapus
  2. @abi sabila.. Iya benar, amin Insya Allah

    BalasHapus
  3. wahaiiii para istri... cintailah suamimu, dengan meundukan pandanganmu tahanlah, ajarilah mata & hatimu berpuasa dari silaunya dunia.. awal petaka rumah tanggamu adalah dari MATA diantara kalian wahai pasutri yang tidak bisa berpuasa menuruti tuntutan laparnya nafsu.
    ingatlah di surga nanti kita akan berbuka dengan jamuan Alloh yang indahnya berlipat2 dari dunia dan seisinya... yakinlah.. berimanlah..

    BalasHapus

◄ Newer Post Older Post ►

Pasang Iklan 150x150 px

Artikel Terbaru

Komentar Terbaru

 

Copyright 2011 Dakwah Ahlussunnah is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot Published by Template Blogger