Rabu, 14 Maret 2012

HASMI Lakukan Qunut Nazilah Untuk Suriah

Dakwah Ahlussunnah-Kurang lebih sudah satu tahun tragedi kekerasan terjadi di suriah, ketika konflik revoluksi negara-negara teluk lainnya sudah berangsur mereda, namun konflik di Suriah terus membesar. Hingga artikel ini ditulis, sudah lebih dari 8.000 nyawa melayang akibat kekejaman Rezim bashar al-Assad suriah. Entah hukuman apa yang akan ditimpakan oleh Alloh kepada Toghut yang satu ini. Oleh karena itu HASMI (Harakah Suniah Untuk Masyarakat Islami) mengajak umat Islam di negri ini untuk mendoa'akan umat Islam di Suriah dengan melaksanakan Qunut Nazilah. Adapun di masjid Raya HASMI senidiri Qunut ini telah dilaksanakan kurang lebih sejak sepekan yang lalu, dipimpin oleh Imam Besar Masjid Raya HASMI Ustadz Zainal Arifin, Lc. Ustadz lulusan Alumnus Universitas Andalus Yaman ini selalu memanjatkan do'a Qunut di setiap sholat 5 waktu, dan serentak jama'ahpun mengaminkannya. Namun sayangnya masih ada saja jama'ah (orang awam) yang tidak ikut mengangkat tangan ataupun mengaminkan. Oleh karena itu di sini saya akan coba sedikit jelaskan mengenai pensyari'atan Qunut Nazilah berdasarkan hadist-hadits nabi yang Shohih,

Qunut Nazilah disyariatkan ketika terjadimusibah besar, dan boleh dilakukan pada semua shalat wajib yang lima.
Banyak dalil yang mendasari hal ini, antaralain:
  1. Diriwayatkandari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu: “RasulullahShallallahu’alaihi Wasallam berdoa Qunut selama sebulan penuh, beliau mendoakankeburukan terhadap Ri’lan dan Dzakwan serta ‘Ushayyah yang mendurhakai Allahdan Rasul-Nya[HR. Bukhari-Muslim, dengan lafadz Muslim]
  2. Diriwayatkandari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu: “Suku Ri’lan, Dzakwan,Ushiyyah, dan Bani Lihyan meminta bantuan orang kepada RasulullahShallallahu’alaihi Wasallam untuk berlindung dari musuh, beliauShallallahu’alaihi Wasallam memberikan bantuan 70 orang Anshor yang kami sebutsebagai Qurra’. Kebiasaan para sahabat yang disebut Qurra’ ini adalah merekapencari bakar di siang hari dan menegakkan shalat lail di malam hari. Ketika 70ornag Anshor ini berada di perjalanan dan sampai di sumur Ma’unah, merekadibunuh dan dikhianati oleh suku Ri’lan, Dzakwan, Ushiyyah, dan Bani Lihyan.Berita ini sampai kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, maka beliaumelakukan Qunut Nazilah selama sebulan pada shalat shubuh mendoakan kehancuranterhadap suku Ri’lan, Dzakwan, Ushiyyah, dan Bani Lahyan. Anas berkata: ” Kamipernah membacanya ayat Qur’an diturunkan tentang orang-orang yang dibunuh disumur Ma’unah tersebut , kemudian ayat tersebut diangkat (mansukh) sesudah itu.(Yaitu ayat)بَلِّغُواعَنَّا قَوْمَنَا أَنَّا لَقِينَا رَبَّنَا فَرَضِيَ عَنَّا وَأَرْضَانَاSampaikanlahkepada kaum kami bahwa kami telah bertemu dengan Tuhan kami, maka Dia ridhakepada kami dan kami ridha kepada-Nya.’ “ [HR. Bukhari]
  3. Diriwayatkandari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu: “RasulullahShallallahu’alaihi Wasallam terkadang berdoa Qunut (ketika ada musibah)pada shalat Maghrib dan shalat Shubuh[HR. Bukhari]
  4. Diriwayatkandari Barra’ bin ‘Azib Radhiyallahu’anhu: “RasulullahShallallahu’alaihi Wasallam terkadang berdoa Qunut (ketika ada musibah)pada shalat Shubuh dan shalat Maghrib[HR. Bukhari]
  5. Diriwayatkandari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu: Selamasebulan penuh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam setelah membaca سمع اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ pada raka’at terakhir dari shalat Isya beliau membacadoa Qunut:اللَّهُمَّأَنْجِ عَيَّاشَ بْنَ أَبِي رَبِيعَةَ اللَّهُمَّ أَنْجِ الْوَلِيدَ بْنَالْوَلِيدِ اللَّهُمَّ أَنْجِ سَلَمَةَ بْنَ هِشَامٍ اللَّهُمَّ أَنْجِالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اللَّهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَىمُضَرَ اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا عَلَيْهِمْ سِنِينَ كَسِنِي يُوسُفَYa Allah,tolonglah ‘Ayyash bin Abi Rabi’ah. Ya Allah, tolonglah Walid bin Al Walid. YaAllah, tolonglah Salamah bin Hisyam. Ya Allah, tolonglah orang-orang lemah darikaum mu’minin. Ya, Allah sempitkanlah jalan-Mu atas orang-orang yang durhaka.Ya Allah, jadikanlah tahun-tahun yang mereka lewati seperti tahun-tahun yangdilewati Yusuf[HR.Bukhari][1]
  6. Diriwayatkandari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: “Sungguh akubersungguh-sungguh dalam mencontoh shalat Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam”. Dan pernah Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu berdoaQunut pada raka’at terakhir shalat Zhuhur dan shalat Isya serta shalat Shubuhsetelah membaca سمع اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ kemudian ia berdoa untuk kebaikan kaummu’minin dan keburukan kaum kafir. [HR. Bukhari-Muslim
  7. Dari Ibnu‘Abbas Radhiyallahu’anhuma: “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berdoaQunut dengan selama sebulan dan dilakukan berturut-turut pada shalat Zhuhur,Ashar, Maghrib, Isya, dan shalat Shubuh pada setiap raka’at terakhir setelahmembaca سمع اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ beliau mendoakan kehancuran bagi BaniSulaim, Ri’lin, Dzakwan dan Ushayyah. Kemudian orang-orang dibelakangnyamengamini” . Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud dengan sanad jayyid. An Nawawiberkata: “Diriwayatkan Abu Dawud dengan sanad hasan dan shahih” [AlMajmu’, 482/3]. Ibnul Qoyyim berkata: “Hadits ini shahih” [Zaadul Ma’ad,208/1]. Al Albani menghasankan hadits ini [Lihat Shahih Sunan Abi Dawud juz1443]

Oleh Yusuf Supriadi, S.Pd.I.
Qunut Nazilah karya DR. Yusuf bin Abdillah Al Ahmad diwebsitewww.islamlight.net


[1] Ayyash, Walid dan Salamah” Radhiyallahu’anhum adalah para sahabat yangditawan oleh kaum musyrikin di Makkah ketika mereka masuk Islam. Dan kaummusyrikin menghalangi mereka untuk ikut hijrah. Dan mereka berjanji untukmemberontak untuk membebaskan diri dari kaum musyirikin. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mendoakanmereka. Sabda beliau “Tolonglah kaum mu’minin yanglemah”, yang dimaksudadalah kaum muslimin yang ditawan oleh orang kuffar sehingga tidak bisamengikuti Hijrah. Orang kuffar menganiaya dan menyiksa mereka. Sabda beliau“Ya, Allah sempitkanlah jalan-Mu atas orang-orang yangdurhaka”, makna Al Wathoah adalahjalan setapak. Orang yang melewati jalan setapak yang sempit dan terjal dengankaki telanjang dan biasanya adalah orang yang telah berada dalam kesengsaraandan kehinaan yang mendalam. Maka maksudnya disini: ‘Ya Allah, jadikanlah bagi mereka kesengsaraandan adzab yang pedih’. Kemudian sabdabeliau: “jadikanlah tahun-tahun yangmereka lewati seperti tahun-tahun yang dilewati Yusuf” seolah-olah mengisyaratkan firman Allah Ta’alapada surat Yusuf, yang artinya: “Kemudian sesudah itu akan datang 7 tahun yangsulit” [Yusuf: 47].Karena pada saat itu kaum Yusuf melewati 7 tahun dalam kekeringan dankekurangan bahan makanan. Maka maksudnya di sini adalah permohonan untukdijadikan kekeringan yang dahsyat bagi mereka. [Lihat Al Minhal Al ‘Azb Al Maurud 82/8]

Oleh : Yusuf
Dari Berbagai Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Newer Post Older Post ►

Pasang Iklan 150x150 px

Artikel Terbaru

Komentar Terbaru

 

Copyright 2011 Dakwah Ahlussunnah is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot Published by Template Blogger