Senin, 12 Maret 2012

Membina Hubungan yang Baik dengan Atasan

(Dakwah Ahlussunnah) - Di mana pun Anda bekerja, baik di perusahaan ataupun Yayasan. Menciptakan sinergi dengan atasan itu sangat penting. Ini tidak sebatas agar perbedaan pendapat dapat dihindari, tetapi juga melatih diri dan menciptakan mental untuk dapat berfikir lebih positif. Misalnya, saat Anda terlibat suatu konflik dengan atasan, bagaimana cara mengatasi agar mood dalam pekerjaan tidak terganggu. Sinergi yang baik akan membantu menciptakan kondisi kerja yang baik pula. 
1. Komunikasi dua arah
Komunikasi yang baik tidak dapat didefinisikan saat pesan tersebut sampai kepada bawahan dengan baik. Tetapi komunikasi dalam hal pekerjaan harus terjadi dua arah, antara atasan dan bawahan. Dengan komunikasi ini, Anda dapat menyampaikan keluhan dan kendala yang terjadi pada bidang pekerjaan Anda. Terkadang jabatan menjadi jarak untuk kelancaran komunikasi, tetapi coba sedikit demi sedikit untuk saling mengkomunikasikan pekerjaan dengan baik.

2. Memahami kepentingan
Perbedaan kepentingan sering kali menyebabkan persimpangan dalam pendapat. Biasanya atasan dengan sendirinya terbentuk menjadi karakter yang lebih disiplin dan pekerja keras karena tanggung jawab yang diembannya untuk memajukan perusahaan. 
Misalnya, ketika memberikan tugas yang harus diseledaikan dalan jangka waktu pendek, terkadang bawahan tidak menganggap ini sebagai prioritas karena tidak memahami kepentingan atasannya.  Jadi untuk dapat sejalan dengan atasan, Anda perlu memahami kepentingan dibalik penugasan yang diberikan.

3. Membangun reputasi

Dalam pekerjaan, melakukan kesalahan itu hal biasa. Tetapi tidak lantas kesalahan yang sama lalu dilakukan berulang-ulang. Saat Anda melakukan kesalahan fatal yang membuat atasan kesal, coba meminta maaf dengan mengakui kesalahan tersebut. Langkah selanjutnya, perbaiki diri dengan kinerja yang semakin baik.

4. Fokus pada masalah

Anda juga harus pintar memilah saat terjadi konflik dengan atasan karena perbedaan pendapat. Hindari agar konflik tidak melebar, coba mencari solusi sehingga perbedaan dalam urusan pekerjaan dapat diselesaikan di lingkungan kerja saja.

5. Empati

Ini perlu dilakukan saat Anda dihadapkan dengan perbedaan dan selisih pendapat dengan atasan. Cobalah untuk menempatkan diri jika Anda duduk di bangku mereka. Misalnya saja saat atasan menugaskan hal yang sangat rumit dengan deadline yang singkat, selesaikan penugasan tersebut dengan baik. Ini berarti Anda dianggap mampu menangani pekerjaan yang berat, sisi positif yang dapat diambil adalah, anggap ini sebagai latihan untuk memecahkan masalah.

6. Jangan ragu bertanya

Sebagai anak buah, Anda juga berhak mengajukan pertanyaan. Bukan hanya menerima perintah. Tanyakan kepada atasan dengan cara simpatik, apa yang harus Anda lakukan untuk kepentingan perusahaan. Jika merasa menghadapi kendala di lapangan, mintalah pendapat atau solusi. Ini akan membuat atasan merasa lebih dihargai, dari pada Anda hanya sekedar diam saja dan tidak tahu apa yang harus dikerjakan. (vn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pasang Iklan 150x150 px

Artikel Terbaru

Komentar Terbaru