Kamis, 15 Maret 2012

Mengapa Aku Diciptakan?

Saudara-saudaraku kaum muslimin..

Salah satu pertanyaan mendasar dan fundamental yang seingkali menggelayuti benak banyak orang, termasuk Anda semua adalah "Apakah tujuan hidupku di dunia ini?"

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka anda perlu menjawab pertanyaan sebelumnya, "Mengapa aku diciptakan?"

Namun percayalah anda bahwa pertanyaan di atas telah membuat bingung panyak pakar, sarjana dan filsuf dalam memberikan jawabannya. Hanya Islam saja yang kemudian mampu memberikan jawaban yang jelas dan sederhana namun tuntas. alhamdulillah

Plato (Filsuf Yunani) yang konon seluruh hidupnya dihabiskan untuk mengembara dalam mencari jawaban atas pertanyaan tersebut, akhirnya sampai pada kesimpulan yang keliru dan virus rasionalitas yang kronis, "Bahwa Tuhan menciptakan alam semesta lalu melupakannya". Subhanalloh, Alloh maha suci dari apa yang plato tuduhkan. Padahal sangat jelas sekali pernyataan plato terbantahkan oleh firman Alloh dalam al-Qur'an : "Dan Tuhanmu tidaklah lupa" (QS. Maryam [19]: 64)

Filsuf lain, Karl Max (Seorang Komunis Atheis) berkesimpulan lebih aneh lagi. Menurutnya, "Tuhan menciptakan alam semesta hanya untuk main-main".
Sekali lagi al-Qur'an menolak asumsi sesatnya itu dalam firman Alloh, "Maka apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian secara main-main saja, dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami." (QS. al-Mu'minuun [23]: 115)

Saudara-saudaraku kaum muslimin..

Tidak ada seorang pun yang sanggup menjawab dua pertanyaan di atas dan mampu memberi konklusi yang benar kecuali al-Qur'an. Alloh berfirman, "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu." (QS. adz-Dzariyat [51]: 59). Yaitu mengesakanKu dalam beribadah kepadaKu saja.

Apakah maksud dari ayat tersebut adlah agar kita hanya mengerjakan sholat dan menyembah Alloh pada setiap waktu? Tentu saja tidak!

Anda dapat melakukan berbagai aktivitas keseharian lainnya seperti biasa. Namun, yang perlu diingat bahwa tujuan besar hidup anda adalah beribadah untuk mencapai keridhoan Alloh. Tujuan besar dan mulia ini harus selalu terpatri dalam aktifitas anda dan bahkan harus mewarnai seluruh aktifitas diam maupun gerak anda.

Sesibuk apapun anda, hanya ada satu hal yang selalu terngiang-ngian di benak anda. Bahwa segala sesuatu adalah milik Alloh. Bahwa seluruh aktifitas hidup anda merupakan bentuk ibadah yang hanya dipersembahkan kepada Alloh semata hingga anda bertemu denganNya pada hari kiamat.

Seluruh sisi kehidupan anda dapat bernilai ibadah jika dilaksanakan dengan niat menggapai ridho Alloh. Ibadah mencakup makna yang sangat luas, yakni seluruh aktifitas baik ucapan, perbuatan, baik yang nampak maupun yang tersimpan dalam hati yang dapat mendatangkan kecintaan dan keridhoan dari Alloh maka hal itu adalah ibadah. Seperti membantu orang sakit, meringankan beban dan kesukaran hidup orang lain, memenuhi keperluannya, menolong orang yang teraniaya, mengajar dan membimbing orang yang lain adalah ibadah. Berkata benar, taat kepada ibu bapak, amanah, menepati janji, memenuhi hajat keperluan orang lain adalah ibadah.

       Menuntut ilmu, menyuruh perkara kebaikan dan mencegah segala kejahatan, berjihad, tolong menolong kepada sesama manusia, dan kepada binatang, berdoa, puasa, sholat, membaca al-Quran, itu pun adalah sebagian dari ibadah. Begitu juga cinta kepada Alloh dan Rosul-Nya, melaksanakan hukum-hukum Alloh, sabar menerima ujian, bersyukur menerima nikmat, ridha terhadap qadha’ dan qodar-Nya dan banyak lagi kegiatan dan tindakan manusia yang termasuk dalam bidang ibadah.
Kesimpulannya adalah : Anda diciptakan dengan tujuan untuk Ibadah kepada Alloh. Dan tidak boleh ibadah kepada selain Alloh.








0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Newer Post Older Post ►

Pasang Iklan 150x150 px

Artikel Terbaru

Komentar Terbaru

 

Copyright 2011 Dakwah Ahlussunnah is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot Published by Template Blogger