Rabu, 21 Maret 2012

Menumbuhkan Minat Baca

Dakwah Ahlussunnah - Sudah menjadi rahasia umum jika membaca buku adalah pekerjaan yang membosankan bagi masyarakat kita, bahkan para mahasiswa di negeri ini pun masih minim sekali tingkat minat baca mereka. Padahal Membaca itu adalah suatu kebutuhan, jadi jika tanpa membaca kita tak akan memperoleh pengetahuan yang banyak. Membaca harus selalu dibiasakan,jika kita sudah terbiasa maka pasti kita akan jadi gemar membaca.

Berikut ini ada beberapa kiat agar kita terbiasa dan senang untuk membaca, antara lain;

1. Memahami apa tujuan Anda dalam membaca?

Bagi seorang muslim, tentu yang menjadi alasan utama mengapa kita membaca adalah karena Alloh telah memerintahkan untuk membaca, sebagaimana firmanNya dalam QS al-Alaq ayat pertama, yang berbunyi “Bacalah.!”. Ingatlah betapa besarnya pahala bagi orang yang menuntut ilmu, dan betapa mulianya orang yang memiliki ilmu pengetahuan. Insya Alloh dengan demikian maka kita akan semangat untuk membaca buku.


2. Menyusun perencanaan dalam membaca

Buatlah perencanaan dan target sesuai dengan kemampuan anda. Misalnya : Anda merencanakan untuk membaca sebuah buku tebal dalam waktu satu bulan. Mungkin Anda akan merasa lelah ketika pertama kali membuat perencanaan. Akan tetapi jika Anda komitmen dan konsekuen dengan perencanaan yang anda buat, maka anda akan sukses.


3. Mengatur Waktu

Pilihlah waktu yang tepat untuk membaca, yakni waktu yang kira-kira bisa membuat anda merasa tenang dan nyaman dalam membaca tanpa ada kesibukan lain yang mengganggu. Biasanya waktu yang sering digunakan membaca oleh banyak korang adalah setelah Solat Subuh, satu jam sebelum adzan Magrib, antara Magrib dan Isya, atau setelah Isya’. Tentukan penjadwalan waktu secara berencana, dan ketika tiba waktu tersebut, maka segeralah ambil buku dan bacalah..!!


4. Selalu bawa buku saat bepergian

Ini adalah sebuah kebiasaan yang sangat baik. Di manapun dan kapanpun Anda dapat memanfaatkan waktu dengan membaca. Saat berada di kereta api atau bus, maka anda bisa langsung membuka buku dan membacanya, begitupun ketika sedang menunggu di poliklinik, saat menunggu bus di halte dan di saat-saat santai lainnya. Dengan demikian hari-hari yang anda laluipun akan semakin bermakna dan semakin berkah karena selalu diisi dengan kebaikan.


5. Bertahap dalam membaca

Mulailah dari buku yang tipis-tipis, barulah kemudian membaca buku yang cukup tebal, bahkan yang berjilid-jilid, begitupun dalam hal berat dan ringannya pembahasan, mulailah dari buku yang kira – kira mudah dipahami, artinya untuk memulai kebiasaan agar kita suka membaca yaitu kita cari buku yang ringan – ringan saja, tidak perlu kita mencari buku yang nantinya sulit kita pahami dan membuat kita malas untuk membacanya.


6. Buatlah perpustakaan pribadi di rumah anda.

Dengan kehadiran perpustakaan pribadi di rumah anda, maka andapun akan semakin terdorong dan tertarik untuk membaca buku-buku tersebut. Cobalah untuk mulai merencanakan membeli buku yang banyak, lalu tata buku tersebut dengan rapih di rak-rak khusus. Jika anda mampu, belilah buku dengan judul yang bermacam-macam dari beragam cabang ilmu. Sehingga ketika anda ingin mengetahui permasalahan tertentu, maka anda dapat segera medapatkannya dari perpustakaan pribadi, serta jika terkadang anda jenuh dengan buku tertentu, maka ada pilihan buku lainnya yang bisa anda ambil dari perpustakaan tersebut.

Membuat perputakaan pribadi tentu tidak khusus untuk orang kaya saja. Sebenarnya banyak orang yang pendapatannya pas-pasan namun masih bisa membeli buku, minimalnya satu bulan satu buku. Baik dengan cara menabung, ataupun berprilaku hemat dalam berbelanja. Sebab, ada beberapa orang yang hanya untuk makan saja terkadang menghabiskan uang yang nilainya setara dengan 2 buah buku. Atau membeli pakaian dengan uang senilai 10 buah buku, nah sebaiknya hal seperti itu kita hindari. Mari sisihkan sebagian uang yang kita miliki untuk membeli buku.

Dan perlu diketahui pula, bahwa upaya anda dalam mengoleksi buku ini adalah sebagai suatu amal jariyah yang pahalanya sangat besar. Sebab, perputakaan itu tentu bukan hanya bermanfaat bagi anda, melainkan juga bagi anak-anak bahkan cucu anda.

7. Teladanilah para ulama dalam hal membaca.

Jika kita telurusi, sebenarnya kehidupan para ulama tidak bisa dilepaskan dari aktivitas membaca. Seperti misalnya saja ulama bernama Ibnu al-Jauzi yang wafat tahun 597 H, ia telah membaca lebih dari 20.000 jilid buku, bahkan ia masih terus mencari-cari buku lainnya yang belum ia baca. Hal ini dikisahkan dalam kitab Shaidul Khatir.

Dalam kitab Raudhatul Muhibbin disebutkan bahwa Ibnu Taimiyah adalah orang yang dikenal dengan semangatnya dalam membaca buku, sekalipun sedang di kamar mandi. Suatu ketika ia ingin pergi ke kamar mandi, ia memerintahkan cucunya, “bacalah buku ini dengan suara keras, supaya saya dapat mendengarnya (mengambil manfaat darinya)”

Disikahkan dalam kitab Siyar A’lam an-Nubala, bahwa Abdulloh bin Mubarok lebih mengutamakan membaca daripada mengobrol (bergaul) dengan orang lain. Bahkan ketika ada orang bertanya kepadanya, “Apakah anda tidak merasa kesepian”? Abdulloh menjawab, “bagaimana bisa kesepian, sementara saya selalu bersama Nabi Muhammad dan para Sahabatnya?” Arinya, Abdulloh senantiasa membaca buku yang berisi tentang Nabi Muhammad dan para Sahabatnya, seolah-olah Abdulloh bin Mubarok senantiasa bersama mereka.

Begitupun ulama di masa kini seperti Syaih Ali Thanthawi yang wafat tahun 1420 H. Ia menghabiskan hari-harinya dalam perpustakaan untuk membaca, dimana dalam se hari ia bisa menghabiskan 300 halaman buku.

Inilah kurang lebih kiat-kiat yang bisa kita tempuh agar semangat membaca dalam diri kita dapat meningkat. Dan yang tak boleh dilupakan dari itu semua adalah do’a. do’a merupakan ibadah yang membantu orang yang beriman dalam menghadapi berbagai persoalan hidup, baik yang bersifat materi ataupun non materi, seperti dalam soal menuntut ilmu dan lainnya.

Karena itu, hendaknya setiap Muslim senantiasa membiasakan diri berdoa kepada Alloh, agar Dia berkenan membrikan kegemaran membaca dan kemudahan bagi kita dalam menuntut ilmu.

Oleh : Yusuf Supriadi (Disarikan Dari Berbagai Sumber Buku dan Internet)

Alhamdulillah tulisan ini pernah dimuat di majalah Islam Gerimis

1 komentar:

  1. mInat Membaca mungkin sebagian kecil dari cara untuk menumbuhkembangkan nikmat akal dan pemikiran yang tuhan beri untuk kita pergunakan dalam hal baik dan untuk berbagi kepada sesama...

    BalasHapus

◄ Newer Post Older Post ►

Pasang Iklan 150x150 px

Artikel Terbaru

Komentar Terbaru

 

Copyright 2011 Dakwah Ahlussunnah is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot Published by Template Blogger