Jumat, 23 Maret 2012

Seorang Dokter Lakukan Aborsi 2.422 Kali

Dakwah Ahlussunnah - CILACAP. Mencengangkan. Sejak tahun 2011 lalu hingga ditangkap 15 Maret 2012, dokter Rejani Djajal yang menjadi tersangka kasus aborsi di Cilacap Jawa Tengah sudah mengaborsi sebanyak 2.422 pasien. Jumlah pasien aborsi diketahui setelah polisi menyita dan memeriksa buku pasien dari rumah dan tempat praktik sang dokter.

Jumlah pasien yang melakukan aborsi diperkirakan mencapai ribuan orang. Perkiraan tersebut karena sang dokter sudah praktik sejak lama.

"Sejak tahun 2011 ada 2.422 orang yang diduga melakukan praktik aborsi. Ini dilihat dari buku pasien serta keterangan perawat," kata Kapolres Cilacap, Ajun Komisaris Besar Polisi Rudi Darmoko didampingi Kepala Satuan Reserse Kriminal, Guntur Saputro.

Buku pasien yang disita polisi merupakan buku tulis yang diisi tulisan tangan. Pada pasien yang melakukan aborsi ditandai dengan tanda berwarna merah. Data yang diamankan polisi merupakan data pasien sejak 2007 lalu.

"Dari pengakuan dokter dia sudah membuka praktik sejak tahun 1991. Data yang kami amankan sejak 2007. Kalau dihitung ada 49 ribu lebih pasien yang datang sejak awal praktik," kata Guntur.

Khusus untuk pasien tahun 2012 ia menyebutkan ada 505 pasien yang diduga sudah melakukan aborsi. Salah seorang pasien yang melakukan aborsi adalah Dwi Hastuti (DH) warga Randudongkal, Pemalang yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Praktik aborsi yang dilakukan dokter Djalal terbongkar setelah polisi menerima laporan masyarakat. Pada 15 Maret, polisi melakukan penggledahan sekaligus penangkapan terhadap sang dokter. Sehari kemudian 16 Maret dilakukan pembongkaran septic tank dan ditemukan barang bukti aborsi berupa potongan janin hasil kuratase. Hingga saat ini polisi sudah menetapkan sembilan orang tersangka. Hingga saat ini polisi belum memeriksa tersangka dokter Djajal karena masih sakit jantung. (Nov/trib)

Fakta Keterpurukan

Fenomena banyaknya kasus aborsi ini menunjukan kepada kita betapa besarnya kerusakan akibat pergaulan bebas muda-mudi. Betapa besar dosa yang telah mereka lakukan. Pebuatan zina adalah dosa besar, dan ditambah lagi dengan dosa membunuh. Rasa malu yang mereka alami di dunia, rasa sakit saat aborsi masih akan ditambah lagi dengan siksa neraka dengan api 70x lipat dari api dunia jika mereka tidak bertaubat.

Betul, mungkin tidak semua pasien tersebut adalah para pezina. Namun meskipun janin dihasilkan dari pernikahan yang sah, tetap saja diharamkan untuk aborsi, apalagi hanya karena alasan ekonomi.

Ini adalah fakta betapa rusaknya masyarakat kita, lalau apa yang sudah kita perbuat untuk menyadarkan mereka?

Mari lindungi putra dan putri kita dari pergaulan bebas !

2 komentar:

  1. astagfirullah . banyak banyak istigfar aja lah kalo gini mah. Hanya bisa bantu doa smoga mereka segera disadarkan dari perbuatan perbuatan yang sangat dibenci Allah dan pikirkan bayi bayi yg kalian sakiti yang tidak bersalah. mereka hanya ingin hidup.

    BalasHapus

Pasang Iklan 150x150 px

Artikel Terbaru

Komentar Terbaru