Jumat, 19 Mei 2017

Meyakini kehebatan dokter termasuk syirik?


Jika yang dimakud adalah mengakui kehebatan dokter dikarenakan keahliannya di bidang kedokteran tanpa ada keyakinan bahwa ia mampu menyembuhkan seseorang, maka ini bukan kesyirikan. Ia memang mempunyai ilmu tentangnya.


Menyembuhkan hanya hak wewenang Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Tidak ada satu manusia pun yang memiliki kemampuan menyembuhkan penyakit seseorang.

Hal ini sebagaimana dalam al-Qur’an:
وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
“D an apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku.” (QS. asy-Syu’aro: 80)

Sebenarnya berobat merupakan sebab menyembuhkan penyakit yang dibolehkan oleh Allah Ta’ala dan Rasul-nya. Sebab tersebut merupakan ikhtiyar seseorang dari takdir menuju takdir. Akan tetapi, hak kesembuhan tetap milik Allah Ta’ala semata.

رَوَي مُسْلِمٌ عَنْ جَابِرٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ قَالَ « لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ »
Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir radhiallahu anhu, dari Rasulallah shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau bersabda, “Setiap penyakit terdapat obat penawarnya, maka apabila obat penyakit tersebut tepat maka atas ijin Allah Azza wa Jalla akan terbebas.” (HR. Muslim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pasang Iklan 150x150 px

Artikel Terbaru

Komentar Terbaru